Yuk, Jaga Kesehatan Keuangan Saat Virus Melanda

dollarmask

pic source: pixabaydotcom

Kita semua tahu bahwa masa-masa sulit seperti ini, Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) ini membuat dunia menunda dan sebagian menghentikan sementara kegiatannya. Penundaan kegiatan secara level internasional bisa dilihat dari penundaan Olimpiade Tokyo 2020, English Premiere League dan berbagai event internasional lainnya. Penghentian sementara jalur transportasi di Wuhan, China, penghentian sementara penerimaan jemaah umroh dan pengajuan visa umroh oleh Arab Saudi. Upaya pembatasan jarak (social atau physical distancing) juga sudah dihimbau oleh pemerintah Indonesia. Semua tentu berujung agar anda menjaga kesehatan badan anda dari virus Corona tersebut. Hal-hal yang bersifat membatasi atau menghentikan kegiatan dan menyarankan anda untuk tinggal di rumah, tentu berdampak bagi anda semua. Mulai dari kegiatan rutin harian sampai rencana-rencana yang telah dibuat jauh-jauh hari seperti travelling, semuanya terpaksa dibatalkan saat ini. Kegiatan semula yang terbiasa anda lakukan secara offline terpaksa anda hentikan atau batalkan, kalaupun ada, anda bisa lakukan secara online saja.

Dalam kondisi tidak normal seperti ini, selain menjaga kesehatan badan, anda juga perlu untuk menjaga kesehatan keuangan anda. Anda dapat melihat kembali kondisi keuangan anda agar lebih siap jika kondisi seperti ini terulang kembali. Ada 3 (tiga) hal yang perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana kondisi seperti ini memberikan pandangan baru bagi anda dan keluarga.

Pertama, saat kondisi normal, sebelum virus melanda. Pada kondisi ini kegiatan yang membutuhkan pengeluaran dibagi 2 bagian besar: non essensial dan essensial. Identifikasi kegiatan-kegiatan apa saja yang sifatnya bukan kebutuhan hidup ‘utama’ atau kegiatan dengan pengeluaran non esensial seperti outdoor entertainment, olahraga di luar, nonton bioskop, makan di luar, yang saat ini terhenti karena harus diam di rumah saja. Dan di lain sisi, kegiatan yang sifatnya untuk bertahan hidup atau pengeluaran yang esensial dan ‘harus’, seperti belanja sembako, bayar sewa, bayar uang sekolah anak, bayar listrik, bayar iuran lingkungan dan yang sejenisnya, meskipun anda dibatasi di dalam rumah saja, tetap saja pos-pos tersebut perlu dan harus dibayarkan.

Kedua, saat kondisi tidak normal seperti sekarang ini, saat virus melanda. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya bukan kebutuhan hidup utama, harus anda stop dulu. Kategori pos kegiatan seperti ini dapat menjadi potensi tabungan anda. Anda bisa mulai menyisihkan alokasi anggaran pos-pos ini ke dalam tabungan. Anda tidak tahu sampai kapan masa-masa sulit seperti ini akan berakhir. Tidak tahu apalagi yang akan muncul setelah ini. Anda harus bersiap atas kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi sambil berdoa bahwa kondisi ini akan segera berakhir.

Pada era digital seperti ini, metode pembayaran sudah banyak di dominasi oleh pembayaran online. Kemudahan pembayaran elektronik seperti Gopay, OVO, Dana dan lainnya membuat anda kadang kehilangan jejak atas pengeluaran anda. Untuk itu anda perlu membuat anggaran baru, agar anda tidak kebablasan dengan belanja online ini. Budget baru ini berfungsi untuk mengontrol seberapa besar pengeluaran-pengeluaran esensial yang diperlukan selama masa-masa seperti ini. Caranya bisa dengan melihat kembali pengeluaran-pengeluaran anda selama 3 (tiga) bulan terakhir pada saat kondisi normal. Dari situ, anda bisa mengatur berapa besar pengeluaran yang esensial untuk bertahan hidup, dan berapa alokasi tabungan yang bisa di alokasikan dari berhentinya pengeluaran yang non esensial. Sementara kegiatan untuk pos-pos pengeluaran yang esensial, yang harus dan perlu dalam kondisi keberlangsungan hidup, tetap ada dan terjaga.

Selain itu, dalam masa sulit seperti ini, potensi kehilangan pendapatan / penghasilan juga sangat besar sekali. Untuk pos pengeluaran yang sifatnya utang, bicarakan dengan kreditur anda, bahwa kondisi seperti ini menimbulkan ketidakpastian atas keberlangsungan kegiatan ekonomi dari usaha anda. Komunikasikan dengan baik bagaimana kondisi anda dan solusi apa yang dapat dicapai. Contohnya kredit terkait UMKM, seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 Maret 2020 untuk memberikan kelonggaran berupa relaksasi kredit. Mudah-mudahan dengan berkomunikasi kepada kreditur, akan memberikan kepercayaan bahwa anda akan tetap bertanggung jawab menyelesaikan kewajiban anda, dan sebaliknya, jika anda menghindar dari kreditur, akan memberikan catatan kurang baik terhadap kredibilitas anda sendiri.

Ketiga, ketika kondisi sudah kembali normal pasca virus. Ekonomi sudah berjalan seperti semula lagi, mungkin sebagian dari anda akan berpikiran untuk kembali menggunakan pos-pos anggaran yang berkategori non esensial seperti makan di luar dan lainnya untuk di alokasikan kembali dan berjalan normal seperti masa sebelum virus melanda. Untuk itu alangkah bijaknya, jika anda juga melihat kembali anggaran dan mengatur kembali pos-pos keuangan anda dengan mempersiapkan dana darurat untuk masa 3 (tiga) sampai 6 (enam) bulan. Dari kondisi tidak normal seperti saat ini, anda belajar untuk lebih mempersiapkan diri dalam bertahan hidup dan bersiap jika ada kondisi anomali lain yang mungkin muncul di masa datang. Siapa yang tahu?

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

Catch me: @rizalplanner (twitter)

KLAIM ASURANSI PERJALANAN

travel ins moneycontrolcom

seperti termuat di koran Investor Daily 28 Februari 2020: https://investor.id/opinion/klaim-asuransi-perjalanan

Sebelum perjalanan ataupun sedang dalam perjalanan, risiko perjalanan mungkin saja terjadi. Pasti anda tidak ingin hal-hal tersebut terjadi. Apapun kejadiannya bisa menjadi risiko yang menuntut pengeluaran ekstra. Untuk itu agar perjalanan anda ke luar negeri maupun ke dalam negeri tenang, anda membutuhkan proteksi. Asuransi perjalanan memberikan proteksi.  Mulai dari risiko kecelakaan, kehilangan bagasi, delay pesawat, kerusakaan kendaraan sewa sampai terorisme. Beli asuransi perjalanan sebagai bagian dari smart travelling. Negara-negara Eropa sudah mewajibkan turis atau wisatawan yang berkunjung untuk memiliki asuransi dengan jumlah cakupan tertentu sebelum keberangkatan.

Di mana membelinya? Jaman now, semuanya bisa di beli secara online. Bisa melalui marketplace, bisa melalui broker asuransi online, bisa melalui website dari perusahaan asuransi itu sendiri. Sekarang anda bisa membandingkan premi dan layanan yang diberikan perusahaan asuransi melalui financial aggregator seperti perusahaan broker asuransi online tersebut. Dari smartphone, anda bisa membandingkan dan memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan anda. Tidak perlu lagi tatap muka dengan agen asuransi.  Untuk pengajuan klaimnya pun sudah bisa dilakukan secara online, meskipun ada beberapa perusahaan asuransi yang masih harus lewat call center atau via email. Mayoritas cara klaim asuransi perjalanan adalah dengan skema reimbursement. Misalnya, kalau anda sakit, maka harus ada bukti tertulis atau keterangan berobat dari dokter atau institusi medis setempat, sehingga bukti tersebut dapat digunakan untuk mengajukan klaim.

Teliti sebelum membeli. Periksalah terlebih dahulu, apa saja fasilitas yang berlaku, apakah asuransi tersebut berlaku di negara tujuan anda? Berapa lama dan bagaimana mengajukan klaim? Sebagai contoh, untuk delay pesawat, ada perusahaan asuransi yang menyatakan bahwa klaim baru dapat dilakukan bila terjadi delay pesawat lebih dari 3 (tiga) jam, ada yang 4 (empat) jam, ada pula yang membatasi maksimal waktunya.

Jika sudah membeli, sebagai persiapan, simpanlah semua kuitansi, struk pembelian sampai dengan scan copy atau foto dari Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Paspor, tiket, boarding pass secara digital dan online. Sehingga jika dan hanya jika terjadi risiko dan anda perlu mengajukan klaim, dokumen-dokumen tersebut sudah ada dan siap digunakan. Tidak perlu bingung jika perlu claim, hubungi saja link atau no telp, email kontak yang ada di polis atau di formulir claim.

Jika dalam perjalanan ternyata terjadi gangguan karena bencana alam yang mengakibatkan delay pesawat, misalnya seperti yang terjadi di Fiji pada akhir Desember 2019, badai cyclone Sarai menghantam Fiji, sehingga mengakibatkan semua penerbangan kemanapun dari bandara international Nadi, Fiji harus dibatalkan. Ini tentu saja merugikan dari segi waktu dan biaya. Hotel dan kendaraan yang telah di booking jauh-jauh hari, aktivitas atau event yang telah di booking pada hari tersebut, semuanya menjadi hangus dan tidak dapat digunakan. Atau jika terjadi gunung meletus yang mengakibatkan gangguan kesehatan dan harus berobat ke Rumah Sakit setempat, semua kejadian tersebut menjadi risiko kerugian bagi orang yang melakukan perjalanan. Hal lain yang mungkin terjadi, kehilangan dokumen perjalanan atau tindakan kriminal lain seperti kecopetan atau dirampok dalam perjalanan. Meskipun anda sudah berhati-hati, kemungkinan terjadi ada, dan kejadian tesebut pastinya mengganggu perjalanan anda. Contoh lain, jika ada keterlambatan bagasi atau kehilangan bagasi, property irregularity report dari perusahaan penerbangan, menjadi salah satu dokumen yang diperlukan untuk mengajukan klaim. Secara umum ada beberapa kondisi yang terdapat dalam asuransi perjalanan yaitu Pengobatan, Kematian, Kehilangan Bagasi, Kehilangan Dokumen, Keterlambatan Bagasi, Tanggung Jawab Hukum Pribadi,  Pengobatan Darurat Untuk Pihak Ketiga, Kecelakaan Diri, Kehilangan Uang, Penundaan Perjalanan, Pembatalan Perjalanan, Pembajakan sampai Terorisme.

Jika risiko tersebut terjadi, segera lakukan klaim kepada perusahaan asuransi dimana anda membeli polis asuransi perjalanan. Ada berbeda-beda ketentuan dari perusahaan asuransi. Ada yang memberikan batas waktu klaim 5×24 jam, ada yang 15 hari, dan ada yang sampai 30 hari. Namun, semakin cepat melakukan klaim, semakin baik, agar klaim anda bisa segera diproses.

Untuk membuktikan bahwa klaim dapat disetujui, perusahaan asuransi membutuhkan dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa klaim tersebut memang valid. Untuk itu, simpan dan sampaikan semua dokumen-dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi. Pelaporan klaim dengan cepat dan segera menghindarkan kemungkinan hilangnya bukti-bukti kejadian atau kerusakan dan tidak teridentifikasinya penyebab terjadinya kerugian. Kecepatan pelaporan klaim oleh anda sebagai tertanggung dapat mempercepat proses klaim selanjutnya.

Jika klaim sudah disetujui, maka perusahaan asuransi akan mengirimkan konfirmasi dan selanjutnya mengirimkan ‘reimbursement’ kepada anda. Harap diingat, bahwa pengajuan klaim ini bukan bertujuan mencari untung, tapi mengganti kerugian atas risiko yang timbul. Premi yang dibayarkan cukup kecil jika dibandingkan dengan manfaatkan yang di dapat. Asuransi perjalanan membuat perjalanan anda peace of mind.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

New Zealand: Part 2

Tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya: https://rizalplanner.com/2020/01/20/new-zealand-part-1/

Lanjut lagi gaes,

Makanan.

Paling gampang disini makan beli fast food: Mc Donalds, KFC, Burger King, Subway. Tapi gak semua kota ada franchise nya, kami pernah ke satu kota, di Franz Josef. Tidak ada sama sekali fast food seperti di atas, karena kotanya hanya 100m panjangnya (kecil banget ya). Jadi kalu mau makan, bisa makan di restoran yang ada atau belanja di supermarket setempat, terus masak di dapur tempat kita nginep. Kalau di kota gede seperti Queenstown dan Christchurch, ada pilihan makanan asia seperti Vietnam dan Thai. Nasi goreng nya enak dan porsinya gede. Seporsinya cukup untuk perut 2 orang melayu. Imigran india juga banyak di NZ, selain banyak pekerja di supermarket, fast food dan toko-toko, mereka juga bisnis restoran disini.

Yang paling hits, ada di Queenstown, Fergburger. Porsi gede, dan taste nya emang enak. Kalu mau beli, lebih baik pagi-pagi sebelum jam makan, jam 9 mereka udah buka, karena kalau jam makan siang atau malam, antriannya bisa 40 menit. Kami sendiri antrinya terhitung cepat, hanya 2 menit karena masih pagi, tapi proses order sampai selesai, makan waktu 10 menit. Belum ke Queenstown kalau belum nyobain burger ini.

 

Tujuan wisata.

Landscape New Zealand memang cantik sekali. Gunung, Danau, Sungai, Selat, Teluk, Batu-batuan seperti kue pancake seperti Pancake Rocks dan Blowholes di Punakaiki, Pantai Barat, South Island, NZ.

IMG_3253

Ada lagi Glacier (ini kira-kira tumpukan es yang sangat tebal, bisa dilihat di pegunungan di Franz Josef di South Island). Untuk bisa melihat Glacier yang ada di Franz Josef, di South Island NZ. Kami harus jalan 90 menit untuk bisa melihat gunung yang di selimuti es. (Glacier seperti ini selain di New Zealand, ada juga di Norway dan Canada).

Ada lagi yang di sebut Fjords (kira-kira seperti teluk yang terjadi karena proses lelehan gletser atau glacier, ini bisa dilihat di Milford Sound, South Island). Sejauh mata memandang langit biru dengan landscape yang luar biasa indah nya.

Ada banyak danau dan gunung yang kita kunjungi, di antaranya Lake Wakatipu yang ada di Queenstown, Lake Matheson yang seperti cermin, Lake Tekapo deket Christchurch. Mount Cook. Semuanya punya keunikan tersendiri, yang pasti cantik banget. Ada yang mengejutkan pas kita ke Mount Cook Airport, bahwa udaranya tidak sedingin dengan ekspektasi kita bahwa sekitar gunung es pasti dingin banget, ternyata cukup pake kaos saja. Tidak perlu sampai pakai jaket berlapis-lapis.

Yang paling menarik memang di Queenstown, selain kotanya cantik terletak di pinggir danau, banyak kegiatan dan atraksi yang menarik disini. Mereka bilang Queenstown adalah adventure capital of the world. Ada paket kegiatan yang namanya Shotover Jet, promosinya heboh, bagus banget, naik jet ski, ngelewatin Gorge (ini gambarannya kayak sungai yang melintas di antara gunung-gunung, ada yang bebatuan, ada yang warna nya turquoise, ada beberapa Gorge yang luar biasa indahnya di NZ). Nah paket jet boat ini ternyata masih kalah heboh kalau dibandingkan dengan arung jeram di Citarik, atau di Bali atau di Yogya yang pernah penulis ikutin. Kayaknya kurang greget banget. Cuma muter-muter doang dengan high speed jet, manuver nya muter-muter sambil splashing jet ke kanan kiri sambil ngelewatin batu-batuan di Gorge ini. Memang driver nya highly skilled, tapi muter-muter 30 menit, kurang begitu greget kalau yang udah pernah ikutan rafting di Indonesia. Kita gak di kasih tahu kalau harus bawa penutup muka karena angin di jet boat ini emang kenceng banged. ~85 km/jam. Juga kita gak di kasih tahu, bahwa ada stop nya, dimana driver bisa ngobrol dengan penumpang nya, nah pada saat seperti ini kan kita bisa selfie/wefie dengan kamera ponsel. Sementara di awal dah dilarang gak boleh bawa handphone. Kecuali mau pake Go Pro dengan strap di kepala. Di awal, kita difoto dan kalau mau foto tersebut, bayar NZ$ 20. Untuk satu foto cetak dengan file online. Kalau mau video nya bayar lagi sekian puluh dollar. Kalau mau foto dan video plus file online, bayar lebih mahal lagi. Halah…

Ada banyak kegiatan lain yang di jual disini, seperti paragliding, skydive (make sure you gaes oredi haf insurance ya..:) ), jet cruise di danau, canyoing (yang ini kayak main-main di alam, jalan, loncat2, berenang, sliding, di sungai, di air terjun, turun pake tali lewat jalur air terjun, lalu di bawahnya ada sungai). Hazeek banget, tapi sayang kita gak ikutan karena durasinya lumayan lama, ½ hari atau 1 hari.

Yang lain yang kami ikut adalah Milford Sound Nature Cruise. Untuk kesini, bisa drive dari Te Anau, kira-kira 1,5 jam. Ada terowongan yang membelah gunung, area dimana tidak ada sinyal sama sekali, GPS off. Waktu untuk cruise kita pilih yang jam 10.30 am, paling telat at least jam 10.10 am sudah stand by. Parkir disini parkir paling mahal yang pernah saya bayar, $30 untuk 3 jam, bayar di depan. Jalan ke dermaganya sekitar 5 menit. Bayarnya harus pake kartu kredit. Ada juga tempat parkir gratis, tapi dari lokasi, perlu jalan 30-40 menit ke dermaga, mayan jauh. Cruise nya sendiri 1 jam 45 menit. Kapalnya lumayan besar, ada deck di atas untuk melihat fjords selama cruise berlangsung. Yang ini beda dengan kapal yang dipakai waktu ngelewatin Cook Strait, yang ini jalan nya pelan, jadi penumpang tetap boleh di atas selama perjalanan. Ada banyak operator cruise disini, tinggal pilih, harga mirip-mirip, rute juga, tinggal servis saja yang membedakan.

IMG_3991

IMG_3986IMG_4000

Kami juga mampir ke Hobbiton. tempat pembuatan film Lord of The Ring. Yang ini lokasinya ada di Rotorua, North Island,. Gak bisa pergi sendiri kesini, harus beli paket tour yang sudah di organize. Jadi kita beli tiketnya di tempat atau lewat Klook Apps, untuk ikut bus tour, pergi dan pulang bareng dalam satu group. Ada tour guide nya juga. Tempatnya luas banget, jadi setelah sampai di tempat, turun dari bus, kita di ajak tour jalan kaki keliling bukit tempat LOTR dibuat.

IMG_4565

Anyway, NZ is a beautiful country, laid back, orang-orang nya santai, aktivitas dan kegiatannya lebih prefer di outdoor. Weekend, hari libur nasional seperti tahun baru di isi dengan mancing di laut, duduk-duduk di pinggir pantai. Atau camping di taman kota, gelar tiker. Enjoying life banged.

Would love to go back again someday.

 

Disclaimer:

Tulisan dan foto-foto pribadi ini semata-mata sharing pengalaman pribadi. Jika ingin mengutip atau mengambil, silakan mintakan ijin terlebih dahulu kepada penulis.

 

 

 

New Zealand: Part 1.

Sehabis dari Fiji (https://rizalplanner.com/2020/01/18/fiji-jakarta-rasa-80an/), perjalanan kami lanjut ke New Zealand, perjalanan di awal sempat tertunda karena pesawat yang di cancel karena badai cyclone Sarai di Fiji. Jadi sempat stranded selama 3 hari di Fiji, sebelumnya akhirnya kami mendapatkan pesawat pengganti. Itupun setelah meminta 2 kali supaya di lihat penerbangan terdekat.

Perjalanan dari Nadi, Fiji ke Auckland, NZ sempat terdelay 2 (dua) jam karena pintu pesawat nya gak mau nutup rapat. Jadilah kami harus nunggu di dalam pesawat menunggu kepastian berangkat. Perasaan udah harap-harap cemas karena dari awal perjalanan sudah banyak kejadian yang unexpected.

Sebelum berangkat, ada beberapa pre requirement yang harus di siapkan. Yang pertama Visa, karena paspor Indonesia harus apply visa paling tidak 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Apply nya bisa online ke New Zealand Visa Application Center (NZVAC) www.vfsglobal.com atau lewat travel agent. Setelah sebulan, akhirnya dapat Visa NZ dengan masa berlaku 3 (tiga) tahun, bentuknya cuma pemberitahuan surat, tidak ada visa tempel di paspor.

Yang kedua, SIM International, karena niatnya mau nyewa mobil dan nyetir sendiri di NZ, maka saya buat SIM International di Korlantas Polri SIM International, Jl. MT Haryono St No.37-38, RT.8/RW.2, Cikoko, Pancoran, South Jakarta City, Jakarta 12770. Biaya nya 250 ribu, kalau datang ke sini pagi-pagi supaya kebagian parkir, jam 8 udah buka. Siapin juga SIM yang berlaku sekarang. Prosesnya 20 menit sampai jadi, dengan catatan kalau antrian nya sedikit.

Yang ketiga: Itinerary. Jadwal perjalanan ini penting, sekarang ada apps nya untuk buat itinerary seperti Tripit dan Sygic apps. Dan yang paling konvensional, bisa buat di excel dong 😊. Ini penting, salah satunya terkait kapan kita mau ambil rental mobil. Tempat pick up rental mobil, biasanya deket dengan Airport/ Pelabuhan/ Stasiun atau Terminal. Dan ada jam-jam nya, mereka gak mau lebih awal atau lewat jam kantor mereka. Tempat mengambil mobil bisa sama dengan tempat mengembalikan mobil, bisa juga kota yang berbeda. Misalnya ambil di Auckland, kembaliin mobil nya di Christchurch. Otomatis biayanya jadi lebih gede kalau beda kota.

Yang hobi foto lewat handphone, bisa beli storage di google drive, karena ceprat cepret sana sini, bisa jadi kapasitas memori HPnya ga cukup. Atau yang bawa kamera, bisa bawa back up SD Card.

Perjalanan kali ini lewat udara, darat dan laut. Ada beberapa jalur transportasi yang kita gunakan dalam perjalanan ini, salah satunya jalur Laut di Cook Strait (Selat Cook). Jalur laut yang kita lewatin waktu nyebrangin Cook Strait, antara North Island dengan South Island. Dari kota Wellington ke kota Picton. Kita bisa berdiri di deck 10, deck paling atas, pemandangan sepanjang 3,5 jam ruarr biasa indahnya, anginnya juga paling kenceng. Kalu kecepatan angin udah di atas 40 knot, pintu akses deck 10 di tutup, dan penumpang di minta pindah ke deck bawah.

IMG_2928IMG_2938IMG_2939IMG_2948

 

Tips Driving di NZ

Sejak ambil rental Car, saya nyetir 2516 KM selama 8 hari, kurang lebih jarak dari Jakarta ke Banda Aceh selama 2 hari 2 jam non stop. Padahal di Indonesia, males banget jalan ke luar kota Jakarta – Bandung, atau Jakarta – Anyer. Kalau dulu ke kantor aja, kalau bisa ngojek atau nge grab. Tapi disini, transportasi publik tidak ada, hanya bus antar kota saja. Jadi pilihan nya, jalan kaki, naik sepeda atau nyewa mobil. Motor bebek ga ada, kalau ada pun motor juga tipe Trail yang besar, karena jarak tempuh nya jauh-jauh.

Disini setir kanan, drive on the left side of the road, sama dengan Indonesia. Jadi gak terlalu bermasalah. Hanya saja sign nya banyak yang unique dan cuma ada di NZ. Seperti One Lane Bridge. Ada jembatan yang di atas sungai yang menghubungkan 2 daratan. Ada tanda panah merah dan hitam. Kalau kita dari arah tanda merah, artinya kita harus stop dan give way buat kendaraan yang datang dari arah lawan. Dan sebaliknya, kalau kita datang dari arah panah hitam, kita yang diberikan prioritas untuk lewat duluan.

NZ Roads are different, give extra time to travel. Itu motto nya. Kalau rata-rata kecepatan di jalur luar kota 100 KM/jam, tapi begitu masuk kota mesti di turunin ke 50 KM/jam, ada sign otomatis yang langsung ‘nembak’ ke mobil kita, berapa kecepatan kita, seperti ngingetin supaya jangan kenceng-kenceng. Kalu dah lewat kota atau sekolah, maka sign 100 KM/jam dipasang lagi. GPS di mobil juga ngasih tahu kalau kecepatan rata-rata di area tersebut berapa. Mesti alert terus.

onelanebridge

Lagi di tengah gunung, tiba-tiba ada mobil polisi nongkrong, sambil ngeliat mana yang speeding. Jadi kalau nyetir disini harus compliance sama regulation, kayak di bank aja harus comply sama OJK 😊. Kalau ketangkap speeding, siap-siap deh di denda. Yang lucu juga, kalau ada yang ketangkap karena too slow.

Kalau mau ngelewatin mobil depan, ada 2 cara. Yang pertama, disini di kasih 2 jalur, ada sign nya, misalnya 2 km lagi ada jalur buat passing 2 jalur, ntar balik lagi jadi 1 jalur. Atau yang kedua, ada slow bay, maksudnya, kalau kendaraan yang pelan, minggir dulu, kayak ada tempat stop, ntar mobil-mobil di belakang yang mau ngebut, bisa duluan. Biasanya slow vehicle bay dipakai sama camper van yang gede-gede dan jalan nya lambat gak sampai 100km/jam.

slow bay

Saran saya sih setelah ngeliat medan di jalan, lebih baik sewa mobil yang ground clearance nya tinggi, seperti Jeep atau SUV. Karena banyak jalan-jalan di NZ yang kayak gravel, seperti lapangan tenis dari bata di tumbuk, Hanya saja ini, bukan bata tumbuk tapi batu-batu kali, yang di sebar sepanjang jalan, seperti jalur masuk ke hotel, atau tempat parkir dekat danau.

Cuaca dan Day light Savings

Januari ini, lagi summer, musim panas di Southern Hemisphere, belahan bumi selatan seperti New Zealand, mulai Desember sampai Februari. Dan sebelum musim panas tiba, ada tambahan 1 jam untuk siang yang lebih panjang (day light savings) dari bulan September sampai April. Bulan Januari ini, matahari terbit jam 6.00, terbenam jam 20.45. Semakin ke selatan, semakin lama waktu terbenam nya matahari.

Kalau musim panas begini, banyak turis domestic dan international yang liburan, otomatis, akomodasi juga jadi naik harganya dan jadi rebutan. Lebih baik book dulu di awal supaya dapat kepastian. Kecuali kalau sewa mobil Camper Van, bisa tidur di mobil di tempat parkir.

Karena cuaca juga, kami gagal naik ke Mount Cook, karena operator helicopter dan ski plane yang mau kami tumpangi mendadak membatalkan penerbangan karena cuaca pagi itu terlalu berangin. Risiko juga kalau sudah di atas, angin kencang, helicopter nya bisa terombang ambing. Sampai sore, cuacanya masih berangin kencang, ada hikmahnya juga, gak jadi terbang. Bagusnya, tiket bisa full refund, lewat Klook Apps.

Masih panjang tulisan nya, kita break dulu sampai sini dan lanjut ke part 2 ya gaes, https://rizalplanner.com/2020/01/20/new-zealand-part-2/

 

 

Disclaimer:

Tulisan dan foto-foto pribadi ini semata-mata sharing pengalaman pribadi, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin pergi ke NZ. Jika ingin mengutip atau mengambil, silakan mintakan ijin terlebih dahulu kepada penulis.

Fiji: Jakarta Rasa 80an

Perjalanan kali ini ngeri-ngeri sedap, karena dari awal banyak yang unexpected seperti delay pesawat dari Jakarta ke Sydney, yang berakibat delay penerbangan ke Fiji, belum lagi pesawat di cancel karena ada cyclone di hari mau berangkat ke negara tetangga, New Zealand.

IMG_4296

Alam gak bisa di lawan, tapi kita bisa prepare dengan membeli asuransi perjalanan. Memang tidak diharuskan seperti kalau pergi ke Eropa, tapi untuk meng cover risk during travelling, kalau hal-hal tersebut terjadi, lebih safe beli travel insurance. Kalau beli asuransi, cek dulu coverage polisnya, misal: berapa lama mulai dihitung delay pesawat? Ada perusahaan asuransi yang menghitung mulai 3 jam sejak jadwal keberangkatan, ada yang 4 jam. *Travel smart dengan financial planning 😊.

Sebelum berangkat ke Fiji, kami sudah cek, bahwa tidak ada kewajiban untuk memperoleh Visa. Untuk pemegang paspor Indonesia tidak perlu minta Visa Fiji, tidak perlu bayar juga untuk visa on arrival. Gratis.  Selama masa berlaku paspor 6 bulan.

Di pesawat kita dikasih form imigrasi dan harus mendeclare kalau bawa makanan. Seperti kalau mau masuk Australia dan New Zealand. Mungkin karena mereka negara Commonwealth, jadi ngikut aja aturan dari sesama. Saya kira akan strict seperti di Oz dan NZ, tapi ternyata tidak sama sekali. Mereka memang memasang spanduk dan poster-poster bahwa makanan dan obat yang di bawa harus di declare, kalau tidak, akan di denda. Nyatanya di lapangan, meskipun koper-koper isi makanan masuk mesin detector, tapi alhamdulillah, lewat aja tuh, tidak sampai buka koper.

Anyway, ada yang unik, setiap ada arrivals, mereka bikin sambutan nyanyi dan nari hula-hula ala Fiji, Fijian Music Band. Band ini main gitar dan ukulele. Bisa di lihat di foto kalau orang Fiji seperti umumnya orang ras Polynesian dan Melanesian, kulit item, badan gede, rambut keriting.

IMG_1705

Fiji sendiri ada 2 (dua) pulau besar, Viti Levu dan Vanua Levu. Kami hanya di pulau Viti Levu, karena kota besarnya dan pusat aktivitas negara ada di pulau itu. Tepatnya di kota Nadi dan Suva. Nadi (bacanya Nandi) kayak kota besar nya di Fiji, isi nya airport internasional, hotel-hotel besar dan atraksi untuk turis lainnya. Suva sendiri ada di ujung pulau Viti Levu, kota pelabuhan dengan arsitektur Inggris. Kota yang ini jadi pusat pemerintahan Fiji. Isinya selain kantor pemerintah, juga kantor diplomatik perwakilan negara-negara lain. Salah satu contoh bangunan bekas kolonia adalah di Grand Pacific Hotel, pintunya aja masih kental suasana Enggres gini. Depan restoran nya, menghadap laut Pacific Selatan. Sayangnya pas kami di sana, hujan deras. Jadi tidak bisa menikmati sarapan pagi menghadap laut Pacific.

Disini kalau di lihat seperti transportasi nya seperti Jakarta tahun 80an, tapi harga-harga disini seperti seperti Jakarta sudah tahun 2025, mahal gaes. Kenapa mahal? Karena semuanya di pajakin pemerintah, ada 3 jenis pajak, Value Added Tax (VAT) besarnya 9% untuk semua jenis barang dan jasa di Fiji, Service Turnover Tax (STT) 6% dan Environmental and Climate Adoption Levy (ECAL) besarnya 10%. Total 25% euy. Mantaaap…, sudah kayak pajak perusahaan di Indonesia aja.

“Bula..”, sapaan ini umum di Fiji, artinya Halo atau Life.., setiap ketemu orang di Fiji, salamnya adalah Bula. Yang lain yang terkenal disini adalah Fiji Time, artinya kurang lebih leha-leha pake celana pendek di pantai, do nothing, kayak gambar di komik-komik, you’re at the beach having relaxing time sambil minum air kelapa. Tapi dampaknya jadi kurang bagus, karena servis jadinya lambat. Bagusnya ada orang India dan China disini yang sebagai pendatang, punya kepentingan untuk bisnis disini.

Makan, kalu mesen makan disini, tanya dulu size porsinya, ada size Small, Medium dan Large. Ada restoran Chinese yang enak di kota Nadi, kita pesen nasi goreng, size small mereka ukuran bule, jadi cukup untuk 3 orang perut melayu. Kalu medium lebih gede lagi. Disini udang nya gede-gede, manis rasanya dan gede porsinya (padahal pesen yang size small). Bandingin kalu di restoran padang, udang baladonya isi 5-6 buah, tapi di sini bisa 20 potong untuk small size. Disini yang taste nya masih bisa diterima menurut kami adalah masakan Chinese, karena kalau masakan India kurang cocok dgn lidah melayu ini. Makanan secara umum mahal disini. Jadi ga ada salahnya bawa makanan dari rumah.😊

Uang. Untuk urusan bayar membayar, disini terima kartu kredit, Cuma surcharge nya gede, seperti restoran Chinese tempat makan di Nadi, mereka charge 4% untuk setiap transaksi pembayaran. Rata-rata 3% di toko-toko. Kalau ambil uang di ATM, lihat ATM bank mana, kalau bank lokal, mereka charge FJ$ 10 (sepuluh dollar Fiji) untuk setiap penarikan, sementara kalau bank internasional, charge nya lebih gede lagi FJ$ 15 per withdrawal. 1 FJ$ kira-kira Rp. 6800 – 7000 perak. Tapi di lain sisi, mereka terima dollar Australia dan dollar New Zealand. Cuma kurs nya mereka pakai patokan kurs Westpac Bank. Jadi mereka punya lembar exchange rate di toko-toko mereka. Hanya saja kurs nya pasti lebih mahal daripada kita tukar sendiri ke money changer. Begitu juga kurs kalau pakai kartu kredit, pasti lebih tinggi. Lebih baik pakai cash FJ$ disini.

Internet, untuk urusan internet bisa beli paket kartu dan internet, paket bisa dibeli di airport, toko-toko dan supermarket. Wifi available, tapi tergantung hotel mana. Airport juga ada wifi. Tergantung tempatnya saja.

Listrik, untuk urusan listrik, nah ini penting untuk charge handphone, power bank dan lainnya, karena mereka listriknya pakai plug kaki 3 (tiga), seperti di Oz dan NZ, jadi harus siap-siap bawa dari Indonesia, karena disini serba mahal. Kalaupun harus beli disini, untuk colokan atau plug kaki 3 di jual di supermarket dan toko-toko.

Cuaca. Panas karena cuacanya mirip dengan Indonesia, jadi kemana-mana seperti di Indonesia saja, pake kaos saja. Malam juga tidak terlalu dingin. Di kamar hotel juga pakai AC, kalau gak, bakalan kepanasan banget.

Transportasi. Disini ada public bus, Hanya saja seperti ngeliat Mayasari Bakti tahun 80an, gak pake AC, bus nya tua-tua. Jalan nya dari kota Nadi menyusuri kota-kota di pinggir pantai pulau Viti Levu, sampai ke Suva dan kembali lagi ke Nadi mengitari pulau, pergi jam 6 pagi, sampai kembali ke Nadi jam 6 sore, harganya FJ$ 40. Kalau mau kemana-mana lebih baik rental mobil, karena susah transportasi publiknya.  Jadi lebih baik dari awal sudah rental mobil, kalau bisa sama supirnya, hehee…:). Seperti negara commonwealth Oz dan NZ, Fiji juga drive on the left side of the road, jadi mirip dengan Indonesia.

Turis destinasi. Di sini banyak tempat yang jadi tujuan turis, tapi menurut saya pengelolaan nya masih kurang professional dan kurang menarik. Contohnya ada mud pool (mandi lumpur) dan hot spring. Tempatnya persis seperti kubangan lumpur di lapangan rumput, Buat orang Indonesia, main lumpur pas main bola hujan-hujanan sepertinya bukan hal baru. Begitu juga hot spring nya, ada 3 kolam biasa, ada 1 yang belum di kuras, tinggal 2, itupun agak kotor, jadi overall kurang menarik jualannya. Heran nya banyak turis China yang pengen main lumpur-lumpuran. Terus berendem di hot spring. Lumayan 60’-70’ derajat celcius. Telor aja bisa mateng.

Ada destinasi turis lain yang juga terkenal disini: berenang dengan ikan Hiu. Katanya hiu-hiu nya dah jinak 😊. Promosi paket dan foto-fotonya sih keliatan menarik, tapi…, kalau si Hiu tiba-tiba laper, gimana?

Kami juga mampir ke ‘bar tengah laut’, namanya Cloud 9. Mereka buat trip pake boat selama kurang lebih 1 jam sekali jalan ke tengah laut Pasific Selatan. Di tengah laut mereka bangun bangunan 2 lantai, isinya untuk bule-bule jemuran dan minum-minum di bar. Its Floating bar dan pizzeria.

 

Harga paketnya lumayan mahal, dalam paket sudah termasuk FJ$ 60, per orang, di tengah laut gini aqua mahal, apalagi jual makanan. Yang menyedihkan, toiletnya ga ada air dong. Jadi beli aqua disitu atau bawa aqua sendiri. Gak bisa nge flush. Konsepnya marine toilet, jadi kalau buang tissue, jangan ke toilet, tapi ke tong sampah di dalam toilet. Karena kalau buang tissue ke dalam toilet, hasilnya bisa keliatan di bawah. Dan di bawah bisa keliatan orang lagi berenang renang… 😀

Sempet ngobrol dengan bule Ostrali yang bawa istri dan 3 (tiga) anak remaja nya. Dia bilang, wisata floating bar dan pizzeria seperti Cloud 9 ini ga cocok dengan umur anak-anak remajanya. Masih terlalu muda dan belum bisa enjoy, gak cocok juga untuk orang tua. Mungkin usia 20-30 yang cocok nya ke sini.

Anyway, rencana cuma 4 malam di Fiji, nambah jadi 6 malam, tertunda karena badai Sarai cyclone kategori 2. Kita melihat sendiri bagaimana satu kota dimatikan listriknya ber jam-jam, for safetly reason, karena air laut naik ke kota dan penduduk harus diungsikan. Unforgettable experience indeed.

Singkat cerita, Fiji seperti Jakarta era 80an tapi harga disini mungkin seperti Jakarta 2025, mahal . Ada yang pernah bilang, sejak kolonialisasi Inggris, biaya hidup di Fiji 3x lipat bagi standar hidup local orang Fiji.

 

Bula,

Disclaimer:

Tulisan dan foto-foto ini semata-mata sharing pengalaman pribadi, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin pergi ke Fiji. Semua tulisan dan foto disini adalah milik pribadi.

 

Properti: Hibah, Hibah Wasiat dan Waris.

RizalPlanner Boy Hazuki RizalGrant house

souce pic: rumahpanturacom

published in Investor Daily 14 Dec 2019: https://investor.id/opinion/properti-hibah-hibah-wasiat-dan-waris

Dalam perencanaan keuangan, distribusi aset atau pembagian harta dikenal sebagai estate planning. Salah satu aset yang paling sering beralih hak kepemilikan adalah properti berupa tanah. Ada 3 (tiga) cara yang dikenal secara umum: hibah, hibah wasiat dan waris.

Ada peraturan yang mengatur mengenai hal peralihan hak kepemilikan tanah, mulai dari Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional, sampai Surat Edaran Kepala BPN. Jika disimpulkan dari semua peraturan tersebut, ada 2 (dua) hal kunci dalam peralihan hak, yaitu subjek dan objek dari peralihan hak tersebut. Subjek dibuktikan dengan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) jika pemegang haknya orang pribadi, dan Akte Perseroan jika pemegang haknya berbentuk badan hukum. Objek, adalah tanah tersebut.

Yang pertama: hibah. Hibah adalah suatu persetujuan dengan mana seorang penghibah menyerahkan suatu barang secara cuma-cuma, tanpa dapat menariknya kembali. Ini merupakan pengalihan hak atas sesuatu barang kepada siapapun tanpa mengharapkan imbalan. Ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Yang utama adalah bahwa hibah itu dilakukan semasa pemberi hibah masih hidup. Karena Undang-undang hanya mengakui penghibahan antara orang-orang yang masih hidup1). Hibah bisa diberikan kepada siapa saja, misalnya ke anak, orang tua, keponakan, sahabat, badan keagamaan, badan pendidikan dan badan sosial. Kalau hibah diberikan kepada anak, maka harus menjunjung tinggi azas keadilan. Karena jika orang tua tidak adil, maka anak yang mendapat bagian lebih kecil, bisa timbul dendam, dan dapat mengganggu hubungan kekeluargaan di antara mereka di kemudian hari.

Untuk hibah yang dilakukan dalam keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dikecualikan dari objek pajak penghasilan2), misalnya orang tua kepada anak kandung. Untuk orang tua sebagai pemberi hibah dalam garis keturunan lurus satu derajat, tidak ada pajak yang dikenakan, sementara yang menerima hibah wajib membayar pajak atau disebut Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang besarnya 5% dari Nilai Jual Objek Pajak setelah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak atau 5% (NJOP – NPOPTKP). Untuk hibah, besarnya NPOPTKP untuk area DKI Jakarta sebesar Rp. 80 juta, sedangkan untuk Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sebesar Rp. 60 juta. Sebagai ilustrasi, seorang ayah menghibahkan sebidang tanah di Jakarta dengan nilai NJOP sebesar Rp. 1,5 Milyar kepada putrinya, maka sebagai pemberi hibah, sang ayah tidak perlu membayar apapun, sementara putrinya sebagai penerima hibah, harus membayar BPHTB sebesar 5% x ( Rp. 1,5 M – Rp. 80 juta) = Rp. 71 juta. Prosedur pendaftaran hak tanah karena hibah harus dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berwenang dihadapan para pihak yang memberi dan menerima hibah, disaksikan minimal 2 (dua) orang saksi. Untuk kemudian didaftarkan ke Kantor Pertanahan setempat oleh PPAT.

Yang kedua: hibah wasiat. Jika pemberian dilakukan pada saat seseorang masih hidup namun baru berlaku jika pemberi hibah sudah meninggal dunia. Hibah wasiat ini berlaku untuk pihak manapun yang ditunjuk dalam wasiat. Namun dalam harta pemberi hibah, terdapat hak bagian mutlak (legitieme portie) anak sebagai ahli waris dan ini dilindungi undang-undang. Dalam hukum kewarisan Islam, maksimal pemberian hibah wasiat untuk orang lain di batasi hanya sepertiga dari harta. Membuat hibah wasiat dapat dilakukan melalui Notaris. Prosedur pendaftaran hak tanah atas hibah wasiat harus dilaksanakan dihadapan PPAT. Untuk hibah wasiat berupa tanah, karena pemberi hibah sudah meninggal dunia, maka tidak ada pajak yang dikenakan, sementara penerima hibah wasiat, karena menerima peralihan hak tanah meskipun secara cuma-cuma, tetap harus membayar pajak atau BPHTB. Ada keringanan 50% untuk BPHTB, yaitu besarnya: 50% x [5% (NJOP – NPOPTKP)].  Sedangkan NPOPTKP Hibah Wasiat pun lebih besar dari NPOPTKP Hibah. Untuk area Jakarta, NPOPTKP Hibah Wasiat senilai Rp. 350 juta, sementara untuk daerah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sebesar Rp. 300 juta. Mengambil ilustrasi di atas, misalkan sang ayah sudah meninggal dan meninggalkan wasiat, maka sang putri penerima hibah wasiat berupa tanah di Jakarta, harus membayar BPHTB sebesar: 50% x [5% ( Rp. 1,5M – Rp. 350 juta)] = Rp. 28,75 juta. Cukup signifikan bedanya BPHTB yang dibayarkan dengan hibah.

Yang ketiga, warisan. Waris adalah perpindahan hak dan kewajiban dari orang yang meninggal dunia kepada ahli waris yang masih hidup. Ahli waris hanya untuk keluarga yang mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris. Ahli waris dibuktikan secara tertulis melalui Surat Keterangan Waris (SKW). SKW untuk WNI asli dibuat dibawah tangan disahkan oleh lurah dan dikuatkan camat, sementara untuk keturunan Chinese dan Eropa dibuat oleh Notaris, dan untuk keturunan Timur asing seperti India dan Arab, dibuat oleh Balai Harta Peninggalan. Jika terjadi perkawinan campur, misal WNI Asli dengan Chinese, maka dilihat pihak mana yang meninggal. Jika yang meninggal adalah WNI Asli, cukup dibuatkan SKW di bawah tangan saja, sementara jika yang meninggal Chinese perlu dibuatkan akta notaris dengan pengecekan wasiat sebelumnya. Jika SKW sudah ada, maka perpindahan hak kepemilikan khususnya untuk properti, bisa dilakukan. Ahli waris tetap perlu membayar pajak BPHTB. Perhitungannya sama dengan hibah wasiat, yaitu 50% x [5% x (NJOP – NPOPTKP)]. Nilai NPOPTKP nya pun sama dengan hibah wasiat. Ilustrasinya, bila mengacu contoh hibah wasiat di atas, BPHTB yang dibayarkan sebesar Rp. 28,75 juta.

Untuk ketiga peralihan hak di atas, khusus untuk wilayah DKI Jakarta, BPHTB bisa menjadi 0% alias gratis4), dengan syarat dan ketentuan yang harus di penuhi yaitu wajib pajak pribadi yang mempunyai KTP DKI Jakarta minimum 2 (dua) tahun berturut-turut, harus merupakan perolehan hak untuk pertama kalinya karena pemindahan hak (jual beli, hibah, hibah wasiat dan waris), serta Nilai Perolehan Objek Pajak maksimum Rp. 2 Milyar. Dalam peraturan ini, berita baiknya, pemindahan hak tanah karena jual beli tanah di DKI Jakarta yang memenuhi kriteria di atas, berlaku juga BPHTB 0% alias gratis. Caranya bagaimana? Ajukan permohonan dan penuhi dokumen umum dan khusus yang dipersyaratkan.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

 

 

Catatan kaki:

1)  KUHP Pasal 1666

2) PMK No. 245/PMK.03/2008

3)  PerGub DKI Jakarta No. 112 Tahun 2011

4) PerGub DKI Jakarta No. 126 Tahun 2017

 

Rumah Warisan, Dokumen dan Pajak Terkait.

Boy Hazuki Rizal Investor Daily 28Sep19

Di publikasikan di Koran Investor Daily, 28 September 2019: https://investor.id/opinion/rumah-warisan-dokumen-dan-pajak-terkait

Rumah

Setelah berlalunya kesedihan atas kematian dari orang tua, salah satu peninggalan orang tua pada umumnya adalah harta berupa rumah warisan. Apalagi kalau ahli warisnya banyak, maka orang-orang yang ditinggalkan mungkin saja timbul perselisihan, karena salah satu ahli waris ingin menguasai harta peninggalan. Rumah warisan merupakan contoh harta peninggalan yang paling banyak kasusnya.

Kalau ada anggota keluarga yang tidak sepakat dengan pembagian harta waris, maka bisa mengajukan permohonan penetapan fatwa waris ke Pengadilan Agama (bagi yang muslim) dan Pengadilan Negeri (bagi non muslim). Fatwa waris juga diperlukan bila ahli waris dan pewaris secara hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus sudah terlalu jauh, sehingga putusan pengadilan diperlukan untuk menetapkan siapa saja ahli waris yang berhak.

Untuk menjual rumah warisan kepada pihak ketiga, harus ada Surat Keterangan Waris (SKW), jika SKW sudah cukup, maka tidak diperlukan lagi penetapan ahli waris dari pengadilan. SKW dibuat di bawah tangan, diketahui oleh Lurah dan dikuatkan oleh Camat setempat. Sedangkan untuk keturunan Chinese dan Eropa, maka perlu dibuatkan SKW di Notaris, yang didahului dengan pengecekan ke Pusat Daftar Wasiat di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, sedangkan untuk keturunan Timur Asing bukan Tionghoa seperti Arab dan India, SKW dibuatkan di Balai Harta Peninggalan (BHP). BHP merupakan unit pelaksana teknis instansi pemerintah yang berada di bawah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Bila para ahli waris sudah sepakat untuk menjual rumah, dan rumah tersebut atas nama orang tua yang sudah meninggal, maka nama yang terdaftar di sertifikat perlu dibaliknamakan terlebih dahulu ke nama para ahli waris. Misalnya sertifikat rumah atas nama bapak yang sudah meninggal, maka sertifikat dibaliknamakan dahulu ke istri dan anak-anaknya. Pada saat membaliknamakan ini, timbul konsekuensi pajak pembeli. Meskipun bukan transaksi beli, tapi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (BPHTB) akan dikenakan. Pada saat membayar kewajiban ini, ahli waris mendapatkan keringanan berupa potongan 50% dari tarif pajak pembeli dan nilai pengurang NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) yang berlaku khusus untuk waris atau hibah wasiat. Besarnya: 50% x 5% (NJOP – NJOPTKP). NJOPTKP adalah Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Untuk area Jakarta, sesuai ketentuan Perda Provinsi DKI Jakarta no 18 tahun 2010, untuk waris dan hibah wasiat, besarnya NJOPTKP sebesar Rp. 350 juta.

Jika sudah selesai balik nama ke para ahli waris, maka transaksi jual beli dengan pihak ketiga dapat dilakukan layaknya transaksi jual beli rumah biasa. Bila transaksi terjadi, maka pajak yang timbul adalah 2,5% bagi penjual (dalam hal ini para ahli waris pemilik rumah) dan 5% bagi pembeli (pihak ketiga). Bagi penjual, pajak penghasilan (PPh) yang harus dibayarkan sebesar 2,5% x Nilai Transaksi atau NJOP (mana yang lebih besar). Sedangkan bagi pembeli, pajak yang harus dibayarkan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan, sebesar 5% x (NJOP – NJOPTKP). Nilai NJOPTKP selain waris dan hibah wasiat, nilainya Rp. 80 juta, untuk wilayah Jakarta. Untuk wilayah lain ada ketentuannya masing-masing, bisa cek kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah setempat.

Dalam hal ini penjual terkena 2 (dua) kali pajak, yang pertama pajak pembeli, karena menerima rumah warisan tersebut, dan yang kedua adalah pajak penghasilan, sebagai penjual rumah warisan tersebut. Pajak pembeli atas rumah waris, berhak atas potongan 50% dari ketentuan tarif pajak yang berlaku. Sedangkan pajak penghasilan sebagai penjual, tidak ada potongan.

Di lain sisi, kalau ternyata, para ahli waris sepakat untuk memberikan rumah warisan tersebut kepada salah salah satu ahli waris, maka sertifikat tersebut dibaliknamakan terlebih dahulu ke seluruh ahli waris, kemudian dibuatkan Akta Pembagian Hak Bersama (APHB). Atas hal ini, konsekuensi pajak yang muncul adalah penerima hak tersebut harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sekaligus, hanya saja secara proporsional. Misalnya, ada 5 (lima) ahli waris, dan semuanya sepakat untuk memberikan ke salah satu ahli waris. Maka ahli waris penerima ini harus membayar 4/5 (empat per lima) dari PPh dan BPHTB karena 1/5 (seperlima) sudah menjadi miliknya.

Sebagai penutup, dalam transaksi jual beli rumah warisan, yang membedakan adalah dokumen dan pajak. Dokumen yang harus ada, adalah dokumen yang menunjukkan kepemilikan dari rumah tersebut, karena pada saat transaksi jual beli, yang harus hadir di hadapan notaris adalah pewaris dari rumah tersebut. Bila salah satu ahli waris karena alasan lokasi yang berjauhan, tidak dapat hadir, maka perlu dibuatkan Surat Kuasa di hadapan notaris setempat ke salah satu ahli waris yang isinya menyetujui penjualan rumah warisan tersebut. Surat kuasa ini kemudian dilampirkan di Akta Jual Beli.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan