Cermat Berasuransi

B1190A7B-6183-4E90-8725-3EE0750EBFA3

Pic source: Investor Daily

asuransi jiwa_rizalplanner

Melihat bencana dan kejadian 3 (tiga) bulan terakhir yang terjadi berturut-turut di Indonesia mulai dari gempa bumi di Lombok, likuifaksi di Palu dan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta – Pangkal Pinang di perairan Karawang membuat hati bersedih, berapa banyak keluarga korban yang kehilangan pencari nafkah (bread winner) atas kejadian ini. Ada anak kehilangan bapak, istri kehilangan suami. Namanya musibah memang tidak ada manusia yang mengharapkan dan tidak ada yang tahu kapan terjadinya. Bisa saja kejadian tersebut menimpa Anda dimana saja berada.

Dampak dari kehilangan pencari nafkah bagi keluarga atau tanggungan yang ditinggalkan tentu akan sangat berasa dalam menjalani hidup selanjutnya. Di luar kejadian luar biasa ataupun bencana yang mungkin timbul, seorang kepala keluarga sudah sepatutnya mempunyai perlindungan jiwa atas dirinya. Perlindungan jiwa ini untuk mengantisipasi hilangnya sumber pendapatan dari pencari nafkah, salah satu caranya adalah dengan mempunyai asuransi. Asuransi ini sebagai perlindungan kepada keluarga atau tanggungan yang ditinggalkan. Membeli asuransi itu seperti membeli payung sebelum hujan.

Siapa saja yang perlu asuransi? Menurut hemat saya, orang yang sudah mempunyai tanggungan perlu membeli asuransi. Sebagai bread winner, Anda harus punya payung jika keluarga atau tanggungan Anda kena hujan. Asuransi jiwa ini melindungi penghasilan Anda. Jika Anda sampai meninggal dunia maka istri dan anak-anak atau pihak yang menjadi tanggungan Anda, akan terlindungi. Asuransi jiwa bukan melindungi Anda tapi melindungi orang yang bergantung pada penghasilan Anda dalam hal ini ahli waris Anda bisa istri, anak atau pihak lainnya.

Apa saja yang perlu Anda perhatikan pada saat membeli asuransi?

Yang pertama, belilah perlindungan bukan investasi. Sekarang ini di pasaran memang banyak asuransi yang dikemas sekaligus investasi. Padahal yang dibutuhkan dari asuransi adalah perlindungannya, bukan investasinya. Investasinya dapat dibeli secara terpisah. Jika Anda belum punya perlindungan hendaklah Anda prioritaskan perlindungan saja dulu dibandingkan yang lainnya. Salah satu alasan mengapa harus dipisahkan antara membeli perlindungan dan investasi adalah, kinerja hasil investasi dari produk asuransi ini tidak seoptimal bila anda melakukan investasi secara langsung. Misalnya untuk underlying (dasar portfolio investasi) yang sama, produk investasi langsung memberikan yield (imbal hasil) sebesar 15%, sementara investasi produk asuransi memberikan yield sebesar 10%. Terdapat selisih 5%. Cukup lumayan besar selisih tersebut.

Yang kedua, pastikan ahli waris Anda adalah ahli waris yang cakap hukum. Di Indonesia, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ( Burgerlijk Wetboek) pasal 330, disebutkan bahwa jika belum berumur 21 tahun dan tidak kawin sebelumnya, maka belum dapat dikatakan cakap hukum. Artinya yang berhak menerima waris adalah anak yang sudah berusia di atas 21 tahun atau sudah menikah. Jika anak tersebut di bawah 21 tahun tapi sudah menikah, maka anak tersebut dapat dikatakan cakap hukum. Oleh karena itu jika Anda sebagai pemegang polis asuransi, maka pastikan bahwa ahli waris Anda bukan anak yang masih di bawah umur yang belum cakap hukum. Untuk itu ahli waris bisa diberikan kepada wali dari anak tersebut. Dalam hal ini wali bisa pasangan hidup atau orang tua atau pihak yang ditunjuk oleh pemegang polis dalam surat wasiat.

Yang ketiga, belilah asuransi yang memberikan perlindungan terhadap risiko yang ditakuti. Jadi jika ada risiko yang anda takutkan terjadi, pastikan bahwa Anda menemukan risiko tersebut ditanggung oleh pihak asuransi. Misalnya, Anda mempunyai hobi untuk melakukan extreme sports seperti terjun payung, layang gantung, olahraga selam (scuba diving), arung jeram, panjat tebing, pacuan kuda atau balapan mobil atau motor dan kemungkinan terjadi apa-apa dengan Anda pada saat melakukan olahraga tersebut, pasti ada. Untuk itu pastikan Anda menemukan klausula yang menanggung risiko atas extreme sports tersebut dalam polis yang Anda beli. Tidak cukup mengandalkan penjelasan dari agen, karena perusahaan Asuransi hanya akan membayarkan klaim sesuai dengan polis yang tertulis.

Demi mengantisipasi kemungkinan musibah atau kejadian di masa yang akan datang, cermatlah berasuransi, sehingga anda mendapatkan ‘peace of mind’. Bukalah kembali polis asuransi yang Anda sudah beli, bacalah kembali dengan teliti, sehingga Anda tidak mengalami kerugian atas asuransi yang Anda beli.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s