New Zealand: Part 1.

Sehabis dari Fiji (https://rizalplanner.com/2020/01/18/fiji-jakarta-rasa-80an/), perjalanan kami lanjut ke New Zealand, perjalanan di awal sempat tertunda karena pesawat yang di cancel karena badai cyclone Sarai di Fiji. Jadi sempat stranded selama 3 hari di Fiji, sebelumnya akhirnya kami mendapatkan pesawat pengganti. Itupun setelah meminta 2 kali supaya di lihat penerbangan terdekat.

Perjalanan dari Nadi, Fiji ke Auckland, NZ sempat terdelay 2 (dua) jam karena pintu pesawat nya gak mau nutup rapat. Jadilah kami harus nunggu di dalam pesawat menunggu kepastian berangkat. Perasaan udah harap-harap cemas karena dari awal perjalanan sudah banyak kejadian yang unexpected.

Sebelum berangkat, ada beberapa pre requirement yang harus di siapkan. Yang pertama Visa, karena paspor Indonesia harus apply visa paling tidak 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Apply nya bisa online ke New Zealand Visa Application Center (NZVAC) www.vfsglobal.com atau lewat travel agent. Setelah sebulan, akhirnya dapat Visa NZ dengan masa berlaku 3 (tiga) tahun, bentuknya cuma pemberitahuan surat, tidak ada visa tempel di paspor.

Yang kedua, SIM International, karena niatnya mau nyewa mobil dan nyetir sendiri di NZ, maka saya buat SIM International di Korlantas Polri SIM International, Jl. MT Haryono St No.37-38, RT.8/RW.2, Cikoko, Pancoran, South Jakarta City, Jakarta 12770. Biaya nya 250 ribu, kalau datang ke sini pagi-pagi supaya kebagian parkir, jam 8 udah buka. Siapin juga SIM yang berlaku sekarang. Prosesnya 20 menit sampai jadi, dengan catatan kalau antrian nya sedikit.

Yang ketiga: Itinerary. Jadwal perjalanan ini penting, sekarang ada apps nya untuk buat itinerary seperti Tripit dan Sygic apps. Dan yang paling konvensional, bisa buat di excel dong 😊. Ini penting, salah satunya terkait kapan kita mau ambil rental mobil. Tempat pick up rental mobil, biasanya deket dengan Airport/ Pelabuhan/ Stasiun atau Terminal. Dan ada jam-jam nya, mereka gak mau lebih awal atau lewat jam kantor mereka. Tempat mengambil mobil bisa sama dengan tempat mengembalikan mobil, bisa juga kota yang berbeda. Misalnya ambil di Auckland, kembaliin mobil nya di Christchurch. Otomatis biayanya jadi lebih gede kalau beda kota.

Yang hobi foto lewat handphone, bisa beli storage di google drive, karena ceprat cepret sana sini, bisa jadi kapasitas memori HPnya ga cukup. Atau yang bawa kamera, bisa bawa back up SD Card.

Perjalanan kali ini lewat udara, darat dan laut. Ada beberapa jalur transportasi yang kita gunakan dalam perjalanan ini, salah satunya jalur Laut di Cook Strait (Selat Cook). Jalur laut yang kita lewatin waktu nyebrangin Cook Strait, antara North Island dengan South Island. Dari kota Wellington ke kota Picton. Kita bisa berdiri di deck 10, deck paling atas, pemandangan sepanjang 3,5 jam ruarr biasa indahnya, anginnya juga paling kenceng. Kalu kecepatan angin udah di atas 40 knot, pintu akses deck 10 di tutup, dan penumpang di minta pindah ke deck bawah.

IMG_2928IMG_2938IMG_2939IMG_2948

 

Tips Driving di NZ

Sejak ambil rental Car, saya nyetir 2516 KM selama 8 hari, kurang lebih jarak dari Jakarta ke Banda Aceh selama 2 hari 2 jam non stop. Padahal di Indonesia, males banget jalan ke luar kota Jakarta – Bandung, atau Jakarta – Anyer. Kalau dulu ke kantor aja, kalau bisa ngojek atau nge grab. Tapi disini, transportasi publik tidak ada, hanya bus antar kota saja. Jadi pilihan nya, jalan kaki, naik sepeda atau nyewa mobil. Motor bebek ga ada, kalau ada pun motor juga tipe Trail yang besar, karena jarak tempuh nya jauh-jauh.

Disini setir kanan, drive on the left side of the road, sama dengan Indonesia. Jadi gak terlalu bermasalah. Hanya saja sign nya banyak yang unique dan cuma ada di NZ. Seperti One Lane Bridge. Ada jembatan yang di atas sungai yang menghubungkan 2 daratan. Ada tanda panah merah dan hitam. Kalau kita dari arah tanda merah, artinya kita harus stop dan give way buat kendaraan yang datang dari arah lawan. Dan sebaliknya, kalau kita datang dari arah panah hitam, kita yang diberikan prioritas untuk lewat duluan.

NZ Roads are different, give extra time to travel. Itu motto nya. Kalau rata-rata kecepatan di jalur luar kota 100 KM/jam, tapi begitu masuk kota mesti di turunin ke 50 KM/jam, ada sign otomatis yang langsung ‘nembak’ ke mobil kita, berapa kecepatan kita, seperti ngingetin supaya jangan kenceng-kenceng. Kalu dah lewat kota atau sekolah, maka sign 100 KM/jam dipasang lagi. GPS di mobil juga ngasih tahu kalau kecepatan rata-rata di area tersebut berapa. Mesti alert terus.

onelanebridge

Lagi di tengah gunung, tiba-tiba ada mobil polisi nongkrong, sambil ngeliat mana yang speeding. Jadi kalau nyetir disini harus compliance sama regulation, kayak di bank aja harus comply sama OJK 😊. Kalau ketangkap speeding, siap-siap deh di denda. Yang lucu juga, kalau ada yang ketangkap karena too slow.

Kalau mau ngelewatin mobil depan, ada 2 cara. Yang pertama, disini di kasih 2 jalur, ada sign nya, misalnya 2 km lagi ada jalur buat passing 2 jalur, ntar balik lagi jadi 1 jalur. Atau yang kedua, ada slow bay, maksudnya, kalau kendaraan yang pelan, minggir dulu, kayak ada tempat stop, ntar mobil-mobil di belakang yang mau ngebut, bisa duluan. Biasanya slow vehicle bay dipakai sama camper van yang gede-gede dan jalan nya lambat gak sampai 100km/jam.

slow bay

Saran saya sih setelah ngeliat medan di jalan, lebih baik sewa mobil yang ground clearance nya tinggi, seperti Jeep atau SUV. Karena banyak jalan-jalan di NZ yang kayak gravel, seperti lapangan tenis dari bata di tumbuk, Hanya saja ini, bukan bata tumbuk tapi batu-batu kali, yang di sebar sepanjang jalan, seperti jalur masuk ke hotel, atau tempat parkir dekat danau.

Cuaca dan Day light Savings

Januari ini, lagi summer, musim panas di Southern Hemisphere, belahan bumi selatan seperti New Zealand, mulai Desember sampai Februari. Dan sebelum musim panas tiba, ada tambahan 1 jam untuk siang yang lebih panjang (day light savings) dari bulan September sampai April. Bulan Januari ini, matahari terbit jam 6.00, terbenam jam 20.45. Semakin ke selatan, semakin lama waktu terbenam nya matahari.

Kalau musim panas begini, banyak turis domestic dan international yang liburan, otomatis, akomodasi juga jadi naik harganya dan jadi rebutan. Lebih baik book dulu di awal supaya dapat kepastian. Kecuali kalau sewa mobil Camper Van, bisa tidur di mobil di tempat parkir.

Karena cuaca juga, kami gagal naik ke Mount Cook, karena operator helicopter dan ski plane yang mau kami tumpangi mendadak membatalkan penerbangan karena cuaca pagi itu terlalu berangin. Risiko juga kalau sudah di atas, angin kencang, helicopter nya bisa terombang ambing. Sampai sore, cuacanya masih berangin kencang, ada hikmahnya juga, gak jadi terbang. Bagusnya, tiket bisa full refund, lewat Klook Apps.

Masih panjang tulisan nya, kita break dulu sampai sini dan lanjut ke part 2 ya gaes, https://rizalplanner.com/2020/01/20/new-zealand-part-2/

 

 

Disclaimer:

Tulisan dan foto-foto pribadi ini semata-mata sharing pengalaman pribadi, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin pergi ke NZ. Jika ingin mengutip atau mengambil, silakan mintakan ijin terlebih dahulu kepada penulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s