Tips Memilih Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Disclaimer:

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi dan tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pihak manapun juga.

Dari beberapa kasus mafia tanah yang muncul di media sosial belakangan ini, kita semua bisa membaca bahwa ada peran Notaris dan PPAT disitu untuk menerbitkan sertifikat baru. Penulis sendiri juga sudah sering kali berhubungan dengan pihak Notaris dan PPAT. Untuk itu ada beberapa tips yang ingin penulis share terkait dengan legalitas Notaris dan PPAT, dan juga output dari notaris. Yang perlu di ketahui secara dasar adalah bahwa Notaris diangkat oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sementara PPAT diangkat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Perlu diketahui, bahwa bisa saja seorang Notaris rangkap jabatan menjadi PPAT. Tapi belum tentu seorang PPAT juga seorang Notaris. Atau seorang notaris juga belum tentu juga seorang PPAT.

Untuk mengecek legal atau tidaknya seorang Notaris dan PPAT, bisa melalui cara-cara berikut:

Yang pertama, cek dulu di website ATR BPN (Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional) https://www.atrbpn.go.id/?menu=daftarPPAT. Di web tersebut semua PPAT yang diangkat oleh ATR / BPN terdaftar di halaman tersebut sesuai wilayah kerjanya. Kalau tidak ada di halaman tersebut, maka patut dipertanyakan legalitasnya. Lebih baik di cek di awal daripada bermasalah kemudian.

Yang kedua, salah satu cara untuk mengecek apakah seorang Notaris sudah diangkat oleh Kemenkumham adalah via website Administrasi Hukum Umum (AHU) https://ahu.go.id/. Disini pihak notaris harus mendaftarkan dirinya supaya bisa dilihat secara online oleh publik. Jika tidak terdaftar, bisa jadi memang seseorang bukan Notaris, atau mungkin belum mendaftar.

Yang ketiga, untuk notaris yang bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, bisa di cek melalui website OJK. https://www.ojk.go.id/id/kanal/pasar-modal/Daftar%20Perusahaan/Notaris/202010_Oktober/20201022_Statistik%20Notaris.pdf atau file excel nya juga bisa di download. Kalau di sini, bahwa selain notaris tersebut sudah terdaftar di AHU, notaris tersebut juga mempunyai sertifikat di bidang pasar modal sebagai profesi penunjang di pasar modal.

Yang ke empat, kalau mau bertransaksi Kredit Pemilikan Rumah (KPR atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), maka biasanya pihak bank yang memberikan rekomendasi daftar notaris /PPAT yang sudah menjadi rekanan bank (bank biasanya menyebut sebagai approved notary). Kalau sudah di cek bank, artinya bank sudah melakukan Pekerjaan Rumah (PR) nya untuk mengecek legalitas dari Notaris /PPAT tersebut. Umumnya bank sudah menunjuk Notaris/PPAT mana yang akan bekerja sama untuk pembuatan akte otentik seperti Akte Pengikatan Hak atas Tanggungan (APHT) buat yang KPR. Tapi kalau pun nasabah mau agak repot sedikit, nasabah bisa meminta daftar notaris yang bekerjasama dengan bank, kemudian di cek mana yang menurutnya paling favorable , mudah berkomunikasi, harga bisa di nego dan/atau hal-hal lainnya.

Selain legalitas dari notaris/ PPAT, ada hal lain terkait output notaris yang juga perlu diperhatikan pada saat menggunakan jasa notaris / PPAT.

Pertama, untuk kesalahan yang terjadi karena typo Notaris / PPAT dan kesalahan tersebut terjadi pada saat sudah menjadi sertifikat, pastikan bahwa notaris/ PPAT tersebut mau bertanggung jawab dan membantu memperbaiki atas kesalahannya. Ini terjadi pada penulis, ada kesalahan tanggal lahir di Sertifikat Hak Milik (SHM), misalnya tertulis tanggal lahir 27-6-1991, seharusnya 26-7-1991.  Maka mintalah bantuan notaris /PPAT yang menangani sertifikat tersebut untuk memperbaiki. Penulis melihat sendiri, bahwa hasil revisinya cepat dan tidak ada bekasnya, rapi jali kalau kata orang. Kebenaran data seperti tanggal lahir tersebut harus akurat, karena jika salah, maka apabila ada tindakan hukum terkait dengan sertifikat tersebut, akan repot jadinya. Misalnya jual beli atas tanah dan bangunan tersebut atau sertifikat tersebut diagunkan, maka perlu surat keterangan dari kelurahan, bahwa data yang benar adalah data sesuai KTP. Atau misalnya kesalahan ejaan nama pemilik, contoh Toni vs Tony, maka perlu juga surat keterangan dari kelurahan untuk klarifikasinya, namanya Surat PM1 Kelurahan. Jadi pastikan ejaan nama, tanggal lahir dan semua keterangan di akta otentik sudah benar dan akurat.

Yang kedua, mengenai biaya dan jasa notaris/ PPAT. Umumnya bagi notaris/ PPAT, ada asisten yang membantu untuk mengerjakan detail dari dokumen sampai biaya. Jika terjadi suatu transaksi jual beli, maka pembayaran pajak biasanya di transfer melalui notaris untuk membantu mengecek dan membayarkannya. Notaris akan memberikan rincian biaya apa saja yang harus dibayarkan baik kepada pembeli maupun penjual, termasuk pajaknya. Dibawah ada total biaya yang harus dibayarkan oleh para pihak. Nah disini, kita harus jeli, ini penulis alami sendiri. ada notaris/PPAT yang entah sengaja ataupun tidak atau asistennya typo, menuliskan total biaya dan pajaknya dilebihkan. Misalnya total biaya dan pajak tertulis Rp. 483.525.000 padahal seharusnya Rp. 438.525.000. Ini adalah selisih Rp. 45.000.000 (baca: 45 juta.red). Kalau penulis tidak menghitung ulang rinciannya dan hanya melihat totalnya saja, maka kerugian bagi pihak yang ditagih notaris/ PPAT tersebut. Setelah di counter, sang notaris/ PPAT dan asistennya hanya bilang bahwa itu typo dan dapat dibetulkan. Oleh karena itu, sebaiknya, cek dan re-cek output yang dilakukan Notaris/ PPAT agar tidak menimbulkan kerugian bagi pihak-pihak yang menggunakan jasanya.

Terakhir, memang sudah sepatutnya, kita sebagai customer atau pengguna jasa notaris/ PPAT hendaknya mengecek legalitas dan hasil kerja notaris/ PPAT, supaya kita tidak dirugikan.

Singkat kata teliti sebelum dan setelah membeli.

Catch me:

IG: @rizal.plannerindo

Rizalplanner.com

Email: rizal.plannerindo@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s