Review Investasi Reksadana via Apps Tanamduit

Tanamduit front

Aplikasi ini menawarkan tidak hanya investasi reksadana tapi juga penjualan asuransi dan investasi obligasi berupa Surat Berharga Negara (SBN). Tulisan ini hanya fokus untuk investasi reksadananya saja.

Pendaftaran

Untuk pendaftaran, isi nama sesuai KTP, upload scan KTP, isi nomer rekening dan tanda tangan secara digital. konfirmasinya gak bisa instan, masih butuh 2 (dua) hari kerja. Lumayan lama ya untuk verifikasi.

Pembelian Reksadana

Investasi bisa dilakukan mulai Rp. 10.000 (sepuluh ribu Rupiah).  Untuk pemula yang ingin berinvestasi, anda harus baca lebih dahulu penjelasan dari menu di apps ini, jadi buat yang belum paham reksadana dan bagaimana memilihnya, mungkin apps ini kurang favorable. Apps ini mirip seperti Bareksa, kita sendiri yang harus memilih reksadana mana untuk investasi.

Untuk memilih produk mana yang untuk investasi, diserahkan pada anda sendiri dengan membaca penjelasan yang ada disitu. Harapannya, setelah membaca penjelasan dan menonton youtube di awal, anda akan mengerti. Well, mudah-mudahan ya.

Sebelum beli, ada fitur bandingkan. Anda bisa membandingkan antar reksadana yang ingin dibeli. Bisa bandingkan return dari masing-masing reksadana. Perbandingan maksimum 3 (tiga) reksadana, reksadana mana saja, sembarang pilih.

Selanjutnya jika sudah yakin beli atas pilihan reksadana yang ada, isi nominal yang akan anda investasikan. Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer bank, untuk transfer bank, tentu saja dilakukan secara terpisah melalui mobile banking, ATM, internet banking masing-masing bank, kalau sudah transfer, masih perlu meng upload bukti transfer. Masih ribet dan ada biaya transfer (kalau bank berbeda antara bank custodian dan bank anda sebagai investor). Ada tambahan pilihan pembayaran pembelian reksadana, via Gopay, DANA dan LinkAja. Ini bagus untuk investor pemula karena dapat menghemat biaya transfer, supaya cuan gak habis di makan biaya transfer seperti ini.

Penjualan Reksadana

Untuk mencairkan reksadana anda, ada OTP yang dikirim via email demi keamanan dan verrifikasi. Baru kemudian bisa lanjut. Kalau kita mau menambah/mengubah rekening bank, bisa dilakukan dengan mengirimkan email terlebih dahulu ke help desk/support nya. Ribet ajaa.

Untuk help desk, mereka tidak menyediakan live chat support, tapi bantuan berupa FAQ, jadi anda harus ketik apa yang mau ditanyakan, kemudian akan muncul pilihan-pilihan pertanyaan yang sering di tanyakan dan solusinya. Sering kali apa yang anda tanyakan, tidak ada di FAQ tersebut. Kalau tidak ada jawabannya disitu, maka selanjutnya anda mengirimkan notifikasi, cantumkan email dan lampiran (kalau ada) dan kirim. Much work to do here.

Kesimpulan

Apps ini bagus sebagai alternative channel pembelian reksadana, hanya saja banyak yang perlu di improve, so investor doesn’t have much to do and be more convenient.

Review Investasi Reksadana via Apps Ajaib

ajaib 2

 

Satu lagi apps yang bisa digunakan untuk berinvestasi, Ajaib. Apps ini merupakan salah satu apps investasi online yang memadukan Modern Portfolio Theory dengan Perencanaan Keuangan. Aplikasi ini membuat algorithma yang memudahkan anda untuk memilih reksadana yang tepat sesuai dengan profil risiko. Jadi anda tidak perlu lagi melakukan analisa saat membeli reksadana. Aplikasi ini juga menyediakan live chat support dengan konsultan keuangan, untuk pertanyaan seputar investasi.

Pendaftaran

Isi data pribadi seperti no HP, email, juga ada data isian OJK yang wajib di isi, upload foto KTP dan tanda tangan di HP. Ajaib mengklaim 5 menit untuk memverifikasi data yang disampaikan. Next, isi profil anda, apakah sudah menikah atau belum, karena ini untuk menentukan profil risiko anda seperti apa, yang ujungnya menentukan pilihan portfolio yang akan direkomendasikan oleh Ajaib.

Paket Investasi

Seperti yang dicanangkan, apps Ajaib ini membuat paket-paket investasi yang menggunakan segmen perencanaan keuangan untuk investasi seperti Dana Pensiun, Dana Darurat, Investasi Impian. Jadi anda tinggal pilih tujuan keuangan anda apa, maka Ajaib akan menghitung dan memilihkan reksadananya untuk anda. Perlu diperhatikan bahwa paket investasi ini hanya bisa dilakukan via mobile, tidak bisa lewat web. Yang bisa lewat web hanya investasi umum, artinya yang non paket tersebut di atas.

Beli Reksadana

Ajaib akan merekomendasikan pilihan reksadana yang cocok dengan profil risiko anda. Misalnya kalau profil risiko moderat, maka pilihan investasi adalah pendapatan tetap dan saham dengan komposisi investasi masing-masing. Misal pendapatan tetap 70%, saham 30%. Di Ajaib, ada pilihan investasi reksadana seperti terpopuler, investasi bertema, risiko terendah, Syariah, saham, obligasi, dan campuran. Misalnya reksadana terpopuler, disebutkan reksadana mana yang masuk kategori ini, dilengkapi dengan min investasi dan return satu tahun. Kita klik lagi, maka akan terlihat berapa NAB terakhir dan apa saja undelying asset nya.

Jika kita mengajak orang lain untuk menggunakan apps Ajaib, ada program referral yang berhadiah, min 10 ribu perak dan maksimum 1 juta. Tentu saja ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Untuk pembayaran, masih menggunakan transfer manual antar bank. Harus transfer dulu ke rekening bank kustodian reksadana tsb dan upload ke system ajaib. Menurut penulis, ini jadi salah satu kelemahan dalam era e-commerce seperti sekarang ini. Selain itu, sudah ada juga transfer manual via OVO. Namun perlu diperhatikan rating apps OVO ini dan penilaian customers’ atas apps ini. Silakan lihat sendiri ya di google play atau app store.

Jual Reksadana

Untuk menjual, tinggal pilih reksadana yang mau di jual, kemudian klik Tarik. Dana akan ditransfer ke rekening anda, maksimal 7 hari kerja. Tapi kenyataannya bisa lebih cepat. Akan ada biaya transfer bank yang langsung dipotong dari hasil penjualan reksadana tersebut. Jadi kalau keuntungan reksadana kecil, maka gak berasa cuan nya.

Over all, systemnya sudah bagus, hanya saja ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian ke depan nya, seperti transfer dan verifikasi yang otomatis dan pastinya lebih aman dalam kerjasama dengan aplikasi lain untuk transfer transaksi. Pilihan produk yang lebih banyak dan juga ada fitur nabung rutin.

 

Selamat berinvestasi.

Catch me: @rizalplanner (twitter)

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

Review Investasi Reksadana via Apps Bibit

bibit

Satu lagi apps untuk yang ingin berinvestasi reksadana adalah Bibit. Bisa di download di ios ataupun google play atau jika ingin menggunakan laptop, bisa masuk ke web nya: https://app.bibit.id/.

Apps ini cocok untuk pemula atau orang awam yang baru belajar bagaimana mulai berinvestasi, karena melalui apps ini anda tidak perlu lagi mikir mau milih reksadana yang mana dan bagaimana cara investasinya, cukup klik-klik di gadget anda, maka anda bisa langsung berinvestasi. Tagline nya berinvestasi reksadana secara otomatis.

Pendaftaran

Cara daftarnya juga gampang, cukup scan KTP, tidak perlu manual isi data KTP karena sistem sudah mampu membacanya, isi no HP, nama bank dan no rekening dan ikuti petunjuk selanjutnya. Isian yang ada sekaligus mengukur risk profile anda. Seberapa besar risiko yang anda bisa tanggung bila sesuatu terjadi pada investasi anda, contohnya, bila harga suatu reksadana saham turun 15%, apakah anda panik atau malah beli lagi? Kalau beli lagi, berarti anda tipe investor agresif, kalau panik, anda termasuk yang konservatif, pilih yang aman-aman aja.

Kalau sudah isi semua, tidak perlu nunggu seharian, anda sudah bisa langsung investasi.

Robo Advisor

Untuk mengukur risk profile dan pilihan investasi yang ada, Bibit menggunakan yang namanya robo advisor.  Robo advisor ini fungsinya akan memilihkan reksadana mana saja yang sesuai dengan risk profile anda. Rekomendasi robo advisor bisa sekaligus 3 (tiga) reksadana dengan komposisinya masing-masing. Contohnya, untuk profil risiko agresif, nilainya 9.0, maka rekomendasi reksadana pasar uang 10%, obligasi 24%, dan saham 66%. Masing-masing sudah dipilihkan oleh robo advisor dari reksadana yang ada, mana yang paling cocok. Gak perlu pusing lagi memilih.

Cara kerja robo advisor adalah auto risk profiling, auto financial plan dan auto rebalancing. Dari algoritma jawaban-jawaban atas isian pendaftaran, robo advisor bisa mengetahui risk profile anda, lalu mendesain bagaimana perencanaan keuangan yang terbaik untuk anda, yang diterjemahkan dengan komposisi portfolio reksadana yang dipilih, dan terakhir menyesuaikan komposisi berdasarkan profil risiko, usia dan risiko pasar.

Kalau sudah familiar dengan reksadana, anda bisa pilih sendiri dari list reksadana yang ada, dan ada juga fitur bandingkan antara 3 (tiga) reksadana sekaligus untuk kategori yang sama, misalnya untuk kategori reksadana Obligasi, pilih 3 (tiga) reksadana obligasi, ada pula fitur filter, membandingkan dari total Asset Under Management, Return, Expense Ratio, Max Drawdown dan Minimum Pembelian.

Cara Pembayaran

Cara pembayaran nya mirip kalau belanja di market place seperti Tokopedia, Bukalapak. Tidak perlu kirim bukti transfer, verifikasi juga sudah otomatis. Pembayaran bisa dilakukan via Gopay, OVO, DANA, Virtual Account. Selain ke- 4 cara di atas, masih disediakan cara pembayaran via transfer manual, bukti transfer masih tetap perlu dikirim untuk verifikasi.

Untuk fitur pembayaran lewat Gopay, gratis biaya transfer, ini lumayan banget untuk pemula yang nilainya masih kecil, menghemat biaya transfer. Gak perlu online banking untuk transfer. Apalagi kalau profitnya gak gede-gede banget, jadi profit gak dimakan biaya transfer.

Ada juga pembayaran via virtual account, ada 4 (empat) bank yang saat ini ada no rekening virtualnya tercatat di Bibit. Ini juga lumayan untuk menghemat biaya transfer, hanya perlu memastikan bank anda sama dengan bank tujuan virtual account tersebut. Saat ini ada Bank BRI, BNI, Permata, CIMB Niaga dan bill payment via Mandiri.

Cara pembayaran ke virtual account tersebut bisa juga via apps OVO dan DANA, hanya saja ada biaya transfernya, tertera sebelum anda menyetujui pembayaran via metode ini.

Ada pembayaran via LinkAja, verifikasinya juga otomatis dan gratis biaya transfer. Lumayan untuk menghemat biaya transfer.

Inovasi seperti ini, penting bagi investor, karena membantu menghemat dari biaya-biaya yang tidak perlu.

Nabung Rutin

Fasilitas nabung rutin disediakan oleh apps ini. Nabungnya sebulan sekali. Caranya, tinggal klik saja nabung rutin di menu home yang ada, pilih tanggal berapa mau nabungnya, voila, maka setiap bulan uang anda akan dipotong. Nabung rutin ini adalah metode sederhana untuk untuk investasi rutin setiap bulan tanpa peduli harganya naik atau turun. Karena dengan nabung rutin atau istilahnya dollar cost averaging, anda tidak perlu mikir kapan saat yang tepat untuk berinvestasi. Yang penting anda konsisten dan disiplin dalam menabung,

Jual Reksadana

Untuk menjual reksadana, caranya juga mudah sekali, tinggal klik menu portfolio, maka akan muncul apa saja pilihan reksadana yang sudah dibeli, bisa dilihat performancenya, untung atau tidak. Kalau mau dicairkan, tinggal klik jual. Selanjutnya, di screen, akan muncul informasi bank kustodian dari reksadana tersebut, kalau bank kustodiannya berbeda dengan bank tujuan anda, maka akan ada biaya transfer, tapi kalau anda menyamakan bank anda dengan bank kustodian, maka gratis biaya transfer. Kalau di awal anda punya rekening bank yang berbeda dengan bank kustodian, dan anda ingin mengganti dengan bank yang sama dengan bank kustodian, maka tambahkan di menu profile no rekening bank yang sama tersebut. Penambahan rekening bank bisa dilakukan lebih dari satu.

Kesimpulan

Design apps, user interface (UI) nya bagus, dibuat semudah mungkin, jadi gak pake ribet buat pemula. Untuk yang mau Syariah, ada pilihan preferensi Syariah di menu profile. Sehingga otomatis, pilihan reksadana anda juga langsung yang Syariah. Untuk pilihan produknya secara keseluruhan menurut penulis belum terlalu banyak.

Selamat berinvestasi

Catch me @rizalplanner (twitter)

Email: rizal.plannerindo@gmail.com

PENTINGNYA BERWASIAT DENGAN CARA YANG BENAR

 

wasiatdictio

pic source: dictiotid

Tidak hanya saat virus Corona melanda seperti saat ini, tapi kapanpun saatnya, selama manusia hidup dan mempunyai harta yang ditinggalkan, maka hendaklah bersiap dengan berwasiat. Bisa jadi saat ini yang perlu membuat wasiat adalah para dokter, suster dan tenaga medis sebagai garda terdepan dalam penanganan virus di Rumah Sakit. Dalam kondisi virus Corona melanda dunia dan negeri Indonesia tercinta, anda bisa melihat laporan dan beritanya di media sosial, berapa banyak orang yang meninggal. Bisa terbayangkan betapa berat keluarga yang ditinggalkan. Untuk itu sebagai kepala keluarga, seandainya skenario risiko terburuk terjadi, persiapkan dan rencanakanlah dengan baik demi keluarga tercinta.

Dalam perencanaan keuangan, ada yang namanya perencanaan distribusi kekayaan atau istilahnya estate planning. Salah satu cara untuk distribusi kekayaan adalah dengan wasiat.

Wasiat adalah dokumen pribadi berupa akta. Akta berisi pernyataan seseorang terhadap apa yang dikehendakinya terjadi setelah ia meninggal, akta ini dapat dicabut kembali. Akta artinya adanya dokumen secara tertulis. Tidak bisa dibuat melalui video atau vlog, karena ini bukanlah akta. Akta dapat dibuat sendiri atau bisa dengan bantuan notaris. Bila dibuat di hadapan Notaris, maka akan dicatat pada Direktorat Harta Peninggalan dan Pusat Daftar Wasiat.

Tujuan berwasiat sendiri adalah memberikan kepastian orang yang anda inginkan memperoleh harta anda, ketika anda meninggal dunia. Selain itu, tentu anda menginginkan keharmonisan keluarga tetap terjadi, tidak terjadi keributan keluarga karena perebutan harta.

Ada 3 (tiga) hal yang perlu di highlights bagaimana berwasiat dengan cara yang benar:

Pertama, harta tercatat dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak. Pastikan bahwa setiap anda melaporkan SPT, harta anda tercatat dengan lengkap dan benar. Bahwa harta inilah yang kemudian akan dibagikan kepada orang-orang yang tertulis dalam wasiat. Karena jika tidak, maka orang-orang yang menerima harta tersebut, akan dianggap menerima tambahan pendapatan. Yang menerima tambahan pendapatan akan terkena pajak, dimana tarif progresif pajak bisa mencapai 25%. Contohnya, kalau anda punya 3 rumah tinggal, 1 ruko, 2 apartemen pastikan semuanya tercatat di laporan SPT anda.

Kedua, perwalian atas anak. Umumnya orang tua akan memberikan hartanya pada anak-anaknya. Kalau anda memberikan harta anda pada anak anda, maka bila anak-anak anda belum mencapai umur 21 tahun, maka anak anda belum cakap hukum. Konsekuensinya anak anda perlu wali. Maka dalam wasiat tersebut ditunjuk juga siapa walinya. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi wali, hal yang perlu di highlights, bahwa wali adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Indonesia, serta beragama sama dengan agama yang dianut oleh anak. Jadi kalau ada WNI tapi tidak berdomisili di Indonesia, maka tidak terpenuhi syaratnya menjadi wali, atau bila agama wali ternyata berbeda dengan agama anak, maka tidak bisa pula. Khusus untuk asuransi, tanyakan pada perusahaan asuransi, sampai batas umur berapa seorang anak masih perlu wali? Dan bila perlu cantumkan pula dalam polisnya, agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Yang ketiga, kemudahan akses terhadap surat wasiat. Kalau terjadi apa-apa dengan anda, maka pastikan bahwa surat wasiat anda dapat di akses dengan mudah, sehingga tidak menghambat dan merugikan proses yang dibutuhkan dalam mengurus wasiat. Misalnya, Salinan surat wasiat dapat disimpan di Notaris yang membuat wasiat. Sehingga jika terjadi apa-apa dapat dengan mudah di akses. Bayangkan bila surat wasiat tersimpan di Safe Deposit Box (SDB) di bank. Untuk mengaksesnya saja perlu prosedur dan persyaratan yang banyak dan bisa memakan waktu, dan berakibat menghambat pelaksanaan dari isi wasiat tersebut.

Bila anda membuat surat wasiat, pastikan hukum mana yang dipilih. Di Indonesia, ada 3 (tiga) hukum yang berlaku, hukum nasional, hukum islam dan hukum adat, pastikan bahwa anda menggunaksan salah satu dari hukum tersebut. Secara kedudukan, ketiga hukum tersebut sama. Jika menggunakan hukum nasional pastikan legitieme portie anak tidak terlanggar. Legitieme portie maksudnya bagian mutlak para ahli waris yang sama sekali tidak dapat dilanggar dengan suatu penetapan yang dimuat dalam wasiat. Ini harus diberikan kepada ahli waris yang berada dalam garis lurus menurut undang-undang. Hal ini dimaksudkan agar ahli waris terlindungi dan tidak dirugikan apabila si pewaris hendak bertindak sewenang-wenang.

Sebagai penutup, pastikan pula bahwa dalam isi wasiat tersebut, ada orang yang ditunjuk untuk melaksanakan wasiat tersebut jika yang membuat wasiat sudah tiada. Penunjukkan orang yang melaksanakan wasiat menjadi hal yang tak kalah penting, karena orang yang ditunjuk tersebut haruslah orang yang netral dan tidak mempunyai kepentingan terhadap wasiat tersebut. Orang yang ditunjuk ini akan menguasai dan membagikan isi wasiat tersebut.

 

Penulis

Boy Hazuki Rizal

Catch me: @rizalplanner (twitter)

 

 

 

 

 

 

 

Virus Melanda, Bagaimana penyelesaian Utang KTA/Kartu Kredit?

Sejak virus Corona (Covid-19) ini melanda dunia, termasuk Indonesia, kondisi perekonomian dan bisnis turun drastis, luar biasa dampaknya, semua terhenti, diam di rumah, demi mengurangi penyebaran virus, meratakan kurva istilahnya. Apalagi pemerintah tadi malam 13 April 2020, sudah menyatakan bahwa Virus Corona ini sebagai bencana nasional.

Kondisi tidak normal ini menyebabkan banyak perusahaan dan badan usaha yang berupaya untuk bertahan, seperti dengan potong gaji karyawan sekian persen, potong tunjangan, mengurangi hari kerja dengan konsekuensi mengurangi gaji juga, unpaid leave, sampai dengan pengurangan karyawan alias PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Buat yang punya Kredit Tanpa Agunan atau KTA dan utang Kartu Kredit (KK), bisa jadi kesulitan untuk bayar karena kondisi seperti ini. Utang KTA dan Kartu Kredit ini sifatnya konsumtif untuk individu. Ini berbeda dengan yang pemerintah tetapkan. Pemerintah hanya menetapkan kebijakan penundaan cicilan dan penurunan bunga kredit bagi usaha mikro, usaha kecil, tukang ojek, supir taksi dan nelayan.

Kalau yang punya utang KTA dan Kartu Kredit, dan karena kondisi tidak normal seperti ini jadi kesulitan membayar, hubungi bank tsb. Katakan kondisi anda sebenarnya, bahwa anda mau memenuhi kewajiban anda alias mau membayar, hanya saja mau bernegosiasi, waktu dan/atau bunga cicilan. Jangan jadikan kondisi seperti ini membuat anda tidak mau membayar. Beda lho, antara tidak mampu membayar dan tidak mau membayar. Bagaimanapun juga, namanya utang harus dibayarkan.

Yang namanya jasa keuangan, sekarang sudah di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi kalau anda punya utang dari Lembaga keuangan yang terdaftar di OJK, otomatis, nama anda sebagai peminjam akan tercatat. Ini bisa di lihat di SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Dulu disebut BI Checking, di bawah Bank Indonesia. Jadi anda punya utang dimana, berapa besarnya, kapan pembayaran terakhir, semuanya ada. Kalau anda ganti nama, bisa di cari dari nama ibu kandung, kalau ganti alamat, bisa di cari dari tanggal lahir. Kalau anda punya catatan yang jelek, dampaknya kredibilitas anda ikut jelek, kalau  anda mengajukan KPR, kartu kredit atau kredit apapun dari manapun akan di tolak. Gak enak kan. So, jangan berpikiran untuk ngemplang.

Apa yang mesti dilakukan? Tahap pertama, hubungi bank. Bila anda kesulitan membayar utang KTA atau Kartu Kredit, segera hubungi bank yang memberikan fasilitas KTA atau bank penerbit KK tersebut. Buat laporan secara tertulis kepada bank tersebut dan mintakan bukti lapornya. Dalam laporan tertulis tersebut, dapat sekaligus mengajukan proposal kapan anda bisa menyelesaikan pembayaran, anda bisa minta kebijakan bank dengan meminta perpanjangan waktu penyelesaian, pemberhentian bunga, penghapusan denda, hingga hanya pembayaran pokoknya saja. Ada bank yang bisa menerima proposal anda tersebut, tapi tidak jarang, bank yang membiarkan dulu, alias tidak mau langsung menerima, membiarkan sampai 3 (tiga) bulan, alias sampai macet.

Tahap kedua, nego. Kalau bulan-bulan pertama, hanya akan berupa SMS peringatan saja, atau customer service manis yang mengingatkan anda untuk segera membayar utang. Tapi kalau udah lewat dari 3 (tiga) bulan, maka debt collector akan mulai menelpon anda. Suara yang keras dan seram, akan meneror anda terus menerus. Kalau anda terus mendapat telpon cinta dari debt collector, hadapi. Jangan menghindar. Sampaikan pada debt collector, bahwa anda sudah punya tanda terima laporan dan anda berniat untuk menyelesaikannya. Karena dengan menunjukkan mampu berkomunikasi dengan pihak debt collector, ini menunjukkan bahwa anda memang berniat untuk menyelesaikan utang anda. Nego, kuat-kuatan saja, tinggal dilihat apakah bank yang menyetujui usulan anda atau anda menyetujui usulan bank.

Kalau sudah lewat dari 6 (enam) bulan, maka debt collector akan datang ke rumah anda. Sekali lagi, jangan menghindar, hadapi saja. Kalau dia melakukan tindakan yang tidak sesuai aturan seperti mengancam, bahkan mengambil barang pribadi anda dengan paksa, laporkan ke polisi karena pengambilan barang secara paksa itu bisa berarti tindakan pidana dan lapor pula ke OJK. Biarkan OJK tahu, bank apa dan siapa yang datang. Tinggal kuat-kuatan saja, tapi sampai kapan? Sampai terjadi kesepakatan antara anda dan bank. Apakah itu berupa penghapusan denda, penghentian bunga, perpanjangan waktu penyelesaian atau solusi lainnya.

Kalau diintip dari hukum online, berikut beberapa etika yang harus dimiliki oleh debt collector yang melakukan penagihan:

  1. Debt collector memiliki identitas dari Penerbit Kartu Kredit yang dilengkapi dengan foto diri yang bersangkutan;
  2. Penagihan tidak dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit;
  3. Penagihan tidak dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal;
  4. Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;
  5. Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu;
  6. Penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit;
  7. Penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit;
  8. Penagihan di luar tempat dan/atau waktu tersebut di atas, hanya dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu;
  9. Penagihan Kartu Kredit menggunakan tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan (debt collector) hanya dapat dilakukan jika kualitas tagihan Kartu Kredit dimaksud telah termasuk dalam kualitas macet berdasarkan kriteria kolektibilitas sesuai ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai kualitas kredit.

 

Mengingat kondisi seperti ini, jika memang anda kesulitan membayar utang KTA dan atau Kartu Kredit, lakukan dulu tahap pertama. Jika tahap pertama bisa dibicarakan dan dinegosiasikan dengan baik, maka tidak perlu ada debt collector dikemudian hari. Ingat, bahwa anda tidak mampu membayar bukan tidak mau membayar. Karena utang adalah kewajiban, jangan jadikan utang sebagai warisan anda.

Lain halnya, kalau utang anda ada agunannya, seperti utang rumah (KPR), atau utang kendaraan, maka worst case, bank akan menyita rumah atau kendaraan anda. Dan penyitaan itu sah secara hukum.

Terakhir, kalau kita mau berhutang, hendaklah kita mengukur kemampuan kita, maksimum 30% dari pendapatan bulanan yang bisa dialokasikan sebagai cicilan atas total utang kita.

Penulis,

Boy Hazuki Rizal

Catch me: @rizalplanner (twitter)

Yuk, Jaga Kesehatan Keuangan Saat Virus Melanda

dollarmask

pic source: pixabaydotcom

Sesuai publikasi di Investor Daily 2 April 2020:  https://investor.id/opinion/yuk-jaga-kesehatan-keuangan-saat-virus-melanda

Kita semua tahu bahwa masa-masa sulit seperti ini, Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) ini membuat dunia menunda dan sebagian menghentikan sementara kegiatannya. Penundaan kegiatan secara level internasional bisa dilihat dari penundaan Olimpiade Tokyo 2020, English Premiere League dan berbagai event internasional lainnya. Penghentian sementara jalur transportasi di Wuhan, China, penghentian sementara penerimaan jemaah umroh dan pengajuan visa umroh oleh Arab Saudi. Upaya pembatasan jarak (social atau physical distancing) juga sudah dihimbau oleh pemerintah Indonesia. Semua tentu berujung agar anda menjaga kesehatan badan anda dari virus Corona tersebut. Hal-hal yang bersifat membatasi atau menghentikan kegiatan dan menyarankan anda untuk tinggal di rumah, tentu berdampak bagi anda semua. Mulai dari kegiatan rutin harian sampai rencana-rencana yang telah dibuat jauh-jauh hari seperti travelling, semuanya terpaksa dibatalkan saat ini. Kegiatan semula yang terbiasa anda lakukan secara offline terpaksa anda hentikan atau batalkan, kalaupun ada, anda bisa lakukan secara online saja.

Dalam kondisi tidak normal seperti ini, selain menjaga kesehatan badan, anda juga perlu untuk menjaga kesehatan keuangan anda. Anda dapat melihat kembali kondisi keuangan anda agar lebih siap jika kondisi seperti ini terulang kembali. Ada 3 (tiga) hal yang perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana kondisi seperti ini memberikan pandangan baru bagi anda dan keluarga.

Pertama, saat kondisi normal, sebelum virus melanda. Pada kondisi ini kegiatan yang membutuhkan pengeluaran dibagi 2 bagian besar: non essensial dan essensial. Identifikasi kegiatan-kegiatan apa saja yang sifatnya bukan kebutuhan hidup ‘utama’ atau kegiatan dengan pengeluaran non esensial seperti outdoor entertainment, olahraga di luar, nonton bioskop, makan di luar, yang saat ini terhenti karena harus diam di rumah saja. Dan di lain sisi, kegiatan yang sifatnya untuk bertahan hidup atau pengeluaran yang esensial dan ‘harus’, seperti belanja sembako, bayar sewa, bayar uang sekolah anak, bayar listrik, bayar iuran lingkungan dan yang sejenisnya, meskipun anda dibatasi di dalam rumah saja, tetap saja pos-pos tersebut perlu dan harus dibayarkan.

Kedua, saat kondisi tidak normal seperti sekarang ini, saat virus melanda. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya bukan kebutuhan hidup utama, harus anda stop dulu. Kategori pos kegiatan seperti ini dapat menjadi potensi tabungan anda. Anda bisa mulai menyisihkan alokasi anggaran pos-pos ini ke dalam tabungan. Anda tidak tahu sampai kapan masa-masa sulit seperti ini akan berakhir. Tidak tahu apalagi yang akan muncul setelah ini. Anda harus bersiap atas kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi sambil berdoa bahwa kondisi ini akan segera berakhir.

Pada era digital seperti ini, metode pembayaran sudah banyak di dominasi oleh pembayaran online. Kemudahan pembayaran elektronik seperti Gopay, OVO, Dana dan lainnya membuat anda kadang kehilangan jejak atas pengeluaran anda. Untuk itu anda perlu membuat anggaran baru, agar anda tidak kebablasan dengan belanja online ini. Budget baru ini berfungsi untuk mengontrol seberapa besar pengeluaran-pengeluaran esensial yang diperlukan selama masa-masa seperti ini. Caranya bisa dengan melihat kembali pengeluaran-pengeluaran anda selama 3 (tiga) bulan terakhir pada saat kondisi normal. Dari situ, anda bisa mengatur berapa besar pengeluaran yang esensial untuk bertahan hidup, dan berapa alokasi tabungan yang bisa di alokasikan dari berhentinya pengeluaran yang non esensial. Sementara kegiatan untuk pos-pos pengeluaran yang esensial, yang harus dan perlu dalam kondisi keberlangsungan hidup, tetap ada dan terjaga.

Selain itu, dalam masa sulit seperti ini, potensi kehilangan pendapatan / penghasilan juga sangat besar sekali. Untuk pos pengeluaran yang sifatnya utang, bicarakan dengan kreditur anda, bahwa kondisi seperti ini menimbulkan ketidakpastian atas keberlangsungan kegiatan ekonomi dari usaha anda. Komunikasikan dengan baik bagaimana kondisi anda dan solusi apa yang dapat dicapai. Contohnya kredit terkait UMKM, seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 Maret 2020 untuk memberikan kelonggaran berupa relaksasi kredit. Mudah-mudahan dengan berkomunikasi kepada kreditur, akan memberikan kepercayaan bahwa anda akan tetap bertanggung jawab menyelesaikan kewajiban anda, dan sebaliknya, jika anda menghindar dari kreditur, akan memberikan catatan kurang baik terhadap kredibilitas anda sendiri.

Ketiga, ketika kondisi sudah kembali normal pasca virus. Ekonomi sudah berjalan seperti semula lagi, mungkin sebagian dari anda akan berpikiran untuk kembali menggunakan pos-pos anggaran yang berkategori non esensial seperti makan di luar dan lainnya untuk di alokasikan kembali dan berjalan normal seperti masa sebelum virus melanda. Untuk itu alangkah bijaknya, jika anda juga melihat kembali anggaran dan mengatur kembali pos-pos keuangan anda dengan mempersiapkan dana darurat untuk masa 3 (tiga) sampai 6 (enam) bulan. Dari kondisi tidak normal seperti saat ini, anda belajar untuk lebih mempersiapkan diri dalam bertahan hidup dan bersiap jika ada kondisi anomali lain yang mungkin muncul di masa datang. Siapa yang tahu?

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

Catch me: @rizalplanner (twitter)