KLAIM ASURANSI PERJALANAN

travel ins moneycontrolcom

seperti termuat di koran Investor Daily 28 Februari 2020: https://investor.id/opinion/klaim-asuransi-perjalanan

Sebelum perjalanan ataupun sedang dalam perjalanan, risiko perjalanan mungkin saja terjadi. Pasti anda tidak ingin hal-hal tersebut terjadi. Apapun kejadiannya bisa menjadi risiko yang menuntut pengeluaran ekstra. Untuk itu agar perjalanan anda ke luar negeri maupun ke dalam negeri tenang, anda membutuhkan proteksi. Asuransi perjalanan memberikan proteksi.  Mulai dari risiko kecelakaan, kehilangan bagasi, delay pesawat, kerusakaan kendaraan sewa sampai terorisme. Beli asuransi perjalanan sebagai bagian dari smart travelling. Negara-negara Eropa sudah mewajibkan turis atau wisatawan yang berkunjung untuk memiliki asuransi dengan jumlah cakupan tertentu sebelum keberangkatan.

Di mana membelinya? Jaman now, semuanya bisa di beli secara online. Bisa melalui marketplace, bisa melalui broker asuransi online, bisa melalui website dari perusahaan asuransi itu sendiri. Sekarang anda bisa membandingkan premi dan layanan yang diberikan perusahaan asuransi melalui financial aggregator seperti perusahaan broker asuransi online tersebut. Dari smartphone, anda bisa membandingkan dan memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan anda. Tidak perlu lagi tatap muka dengan agen asuransi.  Untuk pengajuan klaimnya pun sudah bisa dilakukan secara online, meskipun ada beberapa perusahaan asuransi yang masih harus lewat call center atau via email. Mayoritas cara klaim asuransi perjalanan adalah dengan skema reimbursement. Misalnya, kalau anda sakit, maka harus ada bukti tertulis atau keterangan berobat dari dokter atau institusi medis setempat, sehingga bukti tersebut dapat digunakan untuk mengajukan klaim.

Teliti sebelum membeli. Periksalah terlebih dahulu, apa saja fasilitas yang berlaku, apakah asuransi tersebut berlaku di negara tujuan anda? Berapa lama dan bagaimana mengajukan klaim? Sebagai contoh, untuk delay pesawat, ada perusahaan asuransi yang menyatakan bahwa klaim baru dapat dilakukan bila terjadi delay pesawat lebih dari 3 (tiga) jam, ada yang 4 (empat) jam, ada pula yang membatasi maksimal waktunya.

Jika sudah membeli, sebagai persiapan, simpanlah semua kuitansi, struk pembelian sampai dengan scan copy atau foto dari Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Paspor, tiket, boarding pass secara digital dan online. Sehingga jika dan hanya jika terjadi risiko dan anda perlu mengajukan klaim, dokumen-dokumen tersebut sudah ada dan siap digunakan. Tidak perlu bingung jika perlu claim, hubungi saja link atau no telp, email kontak yang ada di polis atau di formulir claim.

Jika dalam perjalanan ternyata terjadi gangguan karena bencana alam yang mengakibatkan delay pesawat, misalnya seperti yang terjadi di Fiji pada akhir Desember 2019, badai cyclone Sarai menghantam Fiji, sehingga mengakibatkan semua penerbangan kemanapun dari bandara international Nadi, Fiji harus dibatalkan. Ini tentu saja merugikan dari segi waktu dan biaya. Hotel dan kendaraan yang telah di booking jauh-jauh hari, aktivitas atau event yang telah di booking pada hari tersebut, semuanya menjadi hangus dan tidak dapat digunakan. Atau jika terjadi gunung meletus yang mengakibatkan gangguan kesehatan dan harus berobat ke Rumah Sakit setempat, semua kejadian tersebut menjadi risiko kerugian bagi orang yang melakukan perjalanan. Hal lain yang mungkin terjadi, kehilangan dokumen perjalanan atau tindakan kriminal lain seperti kecopetan atau dirampok dalam perjalanan. Meskipun anda sudah berhati-hati, kemungkinan terjadi ada, dan kejadian tesebut pastinya mengganggu perjalanan anda. Contoh lain, jika ada keterlambatan bagasi atau kehilangan bagasi, property irregularity report dari perusahaan penerbangan, menjadi salah satu dokumen yang diperlukan untuk mengajukan klaim. Secara umum ada beberapa kondisi yang terdapat dalam asuransi perjalanan yaitu Pengobatan, Kematian, Kehilangan Bagasi, Kehilangan Dokumen, Keterlambatan Bagasi, Tanggung Jawab Hukum Pribadi,  Pengobatan Darurat Untuk Pihak Ketiga, Kecelakaan Diri, Kehilangan Uang, Penundaan Perjalanan, Pembatalan Perjalanan, Pembajakan sampai Terorisme.

Jika risiko tersebut terjadi, segera lakukan klaim kepada perusahaan asuransi dimana anda membeli polis asuransi perjalanan. Ada berbeda-beda ketentuan dari perusahaan asuransi. Ada yang memberikan batas waktu klaim 5×24 jam, ada yang 15 hari, dan ada yang sampai 30 hari. Namun, semakin cepat melakukan klaim, semakin baik, agar klaim anda bisa segera diproses.

Untuk membuktikan bahwa klaim dapat disetujui, perusahaan asuransi membutuhkan dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa klaim tersebut memang valid. Untuk itu, simpan dan sampaikan semua dokumen-dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi. Pelaporan klaim dengan cepat dan segera menghindarkan kemungkinan hilangnya bukti-bukti kejadian atau kerusakan dan tidak teridentifikasinya penyebab terjadinya kerugian. Kecepatan pelaporan klaim oleh anda sebagai tertanggung dapat mempercepat proses klaim selanjutnya.

Jika klaim sudah disetujui, maka perusahaan asuransi akan mengirimkan konfirmasi dan selanjutnya mengirimkan ‘reimbursement’ kepada anda. Harap diingat, bahwa pengajuan klaim ini bukan bertujuan mencari untung, tapi mengganti kerugian atas risiko yang timbul. Premi yang dibayarkan cukup kecil jika dibandingkan dengan manfaatkan yang di dapat. Asuransi perjalanan membuat perjalanan anda peace of mind.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

New Zealand: Part 2

Tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya: https://rizalplanner.com/2020/01/20/new-zealand-part-1/

Lanjut lagi gaes,

Makanan.

Paling gampang disini makan beli fast food: Mc Donalds, KFC, Burger King, Subway. Tapi gak semua kota ada franchise nya, kami pernah ke satu kota, di Franz Josef. Tidak ada sama sekali fast food seperti di atas, karena kotanya hanya 100m panjangnya (kecil banget ya). Jadi kalu mau makan, bisa makan di restoran yang ada atau belanja di supermarket setempat, terus masak di dapur tempat kita nginep. Kalau di kota gede seperti Queenstown dan Christchurch, ada pilihan makanan asia seperti Vietnam dan Thai. Nasi goreng nya enak dan porsinya gede. Seporsinya cukup untuk perut 2 orang melayu. Imigran india juga banyak di NZ, selain banyak pekerja di supermarket, fast food dan toko-toko, mereka juga bisnis restoran disini.

Yang paling hits, ada di Queenstown, Fergburger. Porsi gede, dan taste nya emang enak. Kalu mau beli, lebih baik pagi-pagi sebelum jam makan, jam 9 mereka udah buka, karena kalau jam makan siang atau malam, antriannya bisa 40 menit. Kami sendiri antrinya terhitung cepat, hanya 2 menit karena masih pagi, tapi proses order sampai selesai, makan waktu 10 menit. Belum ke Queenstown kalau belum nyobain burger ini.

 

Tujuan wisata.

Landscape New Zealand memang cantik sekali. Gunung, Danau, Sungai, Selat, Teluk, Batu-batuan seperti kue pancake seperti Pancake Rocks dan Blowholes di Punakaiki, Pantai Barat, South Island, NZ.

IMG_3253

Ada lagi Glacier (ini kira-kira tumpukan es yang sangat tebal, bisa dilihat di pegunungan di Franz Josef di South Island). Untuk bisa melihat Glacier yang ada di Franz Josef, di South Island NZ. Kami harus jalan 90 menit untuk bisa melihat gunung yang di selimuti es. (Glacier seperti ini selain di New Zealand, ada juga di Norway dan Canada).

Ada lagi yang di sebut Fjords (kira-kira seperti teluk yang terjadi karena proses lelehan gletser atau glacier, ini bisa dilihat di Milford Sound, South Island). Sejauh mata memandang langit biru dengan landscape yang luar biasa indah nya.

Ada banyak danau dan gunung yang kita kunjungi, di antaranya Lake Wakatipu yang ada di Queenstown, Lake Matheson yang seperti cermin, Lake Tekapo deket Christchurch. Mount Cook. Semuanya punya keunikan tersendiri, yang pasti cantik banget. Ada yang mengejutkan pas kita ke Mount Cook Airport, bahwa udaranya tidak sedingin dengan ekspektasi kita bahwa sekitar gunung es pasti dingin banget, ternyata cukup pake kaos saja. Tidak perlu sampai pakai jaket berlapis-lapis.

Yang paling menarik memang di Queenstown, selain kotanya cantik terletak di pinggir danau, banyak kegiatan dan atraksi yang menarik disini. Mereka bilang Queenstown adalah adventure capital of the world. Ada paket kegiatan yang namanya Shotover Jet, promosinya heboh, bagus banget, naik jet ski, ngelewatin Gorge (ini gambarannya kayak sungai yang melintas di antara gunung-gunung, ada yang bebatuan, ada yang warna nya turquoise, ada beberapa Gorge yang luar biasa indahnya di NZ). Nah paket jet boat ini ternyata masih kalah heboh kalau dibandingkan dengan arung jeram di Citarik, atau di Bali atau di Yogya yang pernah penulis ikutin. Kayaknya kurang greget banget. Cuma muter-muter doang dengan high speed jet, manuver nya muter-muter sambil splashing jet ke kanan kiri sambil ngelewatin batu-batuan di Gorge ini. Memang driver nya highly skilled, tapi muter-muter 30 menit, kurang begitu greget kalau yang udah pernah ikutan rafting di Indonesia. Kita gak di kasih tahu kalau harus bawa penutup muka karena angin di jet boat ini emang kenceng banged. ~85 km/jam. Juga kita gak di kasih tahu, bahwa ada stop nya, dimana driver bisa ngobrol dengan penumpang nya, nah pada saat seperti ini kan kita bisa selfie/wefie dengan kamera ponsel. Sementara di awal dah dilarang gak boleh bawa handphone. Kecuali mau pake Go Pro dengan strap di kepala. Di awal, kita difoto dan kalau mau foto tersebut, bayar NZ$ 20. Untuk satu foto cetak dengan file online. Kalau mau video nya bayar lagi sekian puluh dollar. Kalau mau foto dan video plus file online, bayar lebih mahal lagi. Halah…

Ada banyak kegiatan lain yang di jual disini, seperti paragliding, skydive (make sure you gaes oredi haf insurance ya..:) ), jet cruise di danau, canyoing (yang ini kayak main-main di alam, jalan, loncat2, berenang, sliding, di sungai, di air terjun, turun pake tali lewat jalur air terjun, lalu di bawahnya ada sungai). Hazeek banget, tapi sayang kita gak ikutan karena durasinya lumayan lama, ½ hari atau 1 hari.

Yang lain yang kami ikut adalah Milford Sound Nature Cruise. Untuk kesini, bisa drive dari Te Anau, kira-kira 1,5 jam. Ada terowongan yang membelah gunung, area dimana tidak ada sinyal sama sekali, GPS off. Waktu untuk cruise kita pilih yang jam 10.30 am, paling telat at least jam 10.10 am sudah stand by. Parkir disini parkir paling mahal yang pernah saya bayar, $30 untuk 3 jam, bayar di depan. Jalan ke dermaganya sekitar 5 menit. Bayarnya harus pake kartu kredit. Ada juga tempat parkir gratis, tapi dari lokasi, perlu jalan 30-40 menit ke dermaga, mayan jauh. Cruise nya sendiri 1 jam 45 menit. Kapalnya lumayan besar, ada deck di atas untuk melihat fjords selama cruise berlangsung. Yang ini beda dengan kapal yang dipakai waktu ngelewatin Cook Strait, yang ini jalan nya pelan, jadi penumpang tetap boleh di atas selama perjalanan. Ada banyak operator cruise disini, tinggal pilih, harga mirip-mirip, rute juga, tinggal servis saja yang membedakan.

IMG_3991

IMG_3986IMG_4000

Kami juga mampir ke Hobbiton. tempat pembuatan film Lord of The Ring. Yang ini lokasinya ada di Rotorua, North Island,. Gak bisa pergi sendiri kesini, harus beli paket tour yang sudah di organize. Jadi kita beli tiketnya di tempat atau lewat Klook Apps, untuk ikut bus tour, pergi dan pulang bareng dalam satu group. Ada tour guide nya juga. Tempatnya luas banget, jadi setelah sampai di tempat, turun dari bus, kita di ajak tour jalan kaki keliling bukit tempat LOTR dibuat.

IMG_4565

Anyway, NZ is a beautiful country, laid back, orang-orang nya santai, aktivitas dan kegiatannya lebih prefer di outdoor. Weekend, hari libur nasional seperti tahun baru di isi dengan mancing di laut, duduk-duduk di pinggir pantai. Atau camping di taman kota, gelar tiker. Enjoying life banged.

Would love to go back again someday.

 

Disclaimer:

Tulisan dan foto-foto pribadi ini semata-mata sharing pengalaman pribadi. Jika ingin mengutip atau mengambil, silakan mintakan ijin terlebih dahulu kepada penulis.

 

 

 

Fiji: Jakarta Rasa 80an

Perjalanan kali ini ngeri-ngeri sedap, karena dari awal banyak yang unexpected seperti delay pesawat dari Jakarta ke Sydney, yang berakibat delay penerbangan ke Fiji, belum lagi pesawat di cancel karena ada cyclone di hari mau berangkat ke negara tetangga, New Zealand.

IMG_4296

Alam gak bisa di lawan, tapi kita bisa prepare dengan membeli asuransi perjalanan. Memang tidak diharuskan seperti kalau pergi ke Eropa, tapi untuk meng cover risk during travelling, kalau hal-hal tersebut terjadi, lebih safe beli travel insurance. Kalau beli asuransi, cek dulu coverage polisnya, misal: berapa lama mulai dihitung delay pesawat? Ada perusahaan asuransi yang menghitung mulai 3 jam sejak jadwal keberangkatan, ada yang 4 jam. *Travel smart dengan financial planning 😊.

Sebelum berangkat ke Fiji, kami sudah cek, bahwa tidak ada kewajiban untuk memperoleh Visa. Untuk pemegang paspor Indonesia tidak perlu minta Visa Fiji, tidak perlu bayar juga untuk visa on arrival. Gratis.  Selama masa berlaku paspor 6 bulan.

Di pesawat kita dikasih form imigrasi dan harus mendeclare kalau bawa makanan. Seperti kalau mau masuk Australia dan New Zealand. Mungkin karena mereka negara Commonwealth, jadi ngikut aja aturan dari sesama. Saya kira akan strict seperti di Oz dan NZ, tapi ternyata tidak sama sekali. Mereka memang memasang spanduk dan poster-poster bahwa makanan dan obat yang di bawa harus di declare, kalau tidak, akan di denda. Nyatanya di lapangan, meskipun koper-koper isi makanan masuk mesin detector, tapi alhamdulillah, lewat aja tuh, tidak sampai buka koper.

Anyway, ada yang unik, setiap ada arrivals, mereka bikin sambutan nyanyi dan nari hula-hula ala Fiji, Fijian Music Band. Band ini main gitar dan ukulele. Bisa di lihat di foto kalau orang Fiji seperti umumnya orang ras Polynesian dan Melanesian, kulit item, badan gede, rambut keriting.

IMG_1705

Fiji sendiri ada 2 (dua) pulau besar, Viti Levu dan Vanua Levu. Kami hanya di pulau Viti Levu, karena kota besarnya dan pusat aktivitas negara ada di pulau itu. Tepatnya di kota Nadi dan Suva. Nadi (bacanya Nandi) kayak kota besar nya di Fiji, isi nya airport internasional, hotel-hotel besar dan atraksi untuk turis lainnya. Suva sendiri ada di ujung pulau Viti Levu, kota pelabuhan dengan arsitektur Inggris. Kota yang ini jadi pusat pemerintahan Fiji. Isinya selain kantor pemerintah, juga kantor diplomatik perwakilan negara-negara lain. Salah satu contoh bangunan bekas kolonia adalah di Grand Pacific Hotel, pintunya aja masih kental suasana Enggres gini. Depan restoran nya, menghadap laut Pacific Selatan. Sayangnya pas kami di sana, hujan deras. Jadi tidak bisa menikmati sarapan pagi menghadap laut Pacific.

Disini kalau di lihat seperti transportasi nya seperti Jakarta tahun 80an, tapi harga-harga disini seperti seperti Jakarta sudah tahun 2025, mahal gaes. Kenapa mahal? Karena semuanya di pajakin pemerintah, ada 3 jenis pajak, Value Added Tax (VAT) besarnya 9% untuk semua jenis barang dan jasa di Fiji, Service Turnover Tax (STT) 6% dan Environmental and Climate Adoption Levy (ECAL) besarnya 10%. Total 25% euy. Mantaaap…, sudah kayak pajak perusahaan di Indonesia aja.

“Bula..”, sapaan ini umum di Fiji, artinya Halo atau Life.., setiap ketemu orang di Fiji, salamnya adalah Bula. Yang lain yang terkenal disini adalah Fiji Time, artinya kurang lebih leha-leha pake celana pendek di pantai, do nothing, kayak gambar di komik-komik, you’re at the beach having relaxing time sambil minum air kelapa. Tapi dampaknya jadi kurang bagus, karena servis jadinya lambat. Bagusnya ada orang India dan China disini yang sebagai pendatang, punya kepentingan untuk bisnis disini.

Makan, kalu mesen makan disini, tanya dulu size porsinya, ada size Small, Medium dan Large. Ada restoran Chinese yang enak di kota Nadi, kita pesen nasi goreng, size small mereka ukuran bule, jadi cukup untuk 3 orang perut melayu. Kalu medium lebih gede lagi. Disini udang nya gede-gede, manis rasanya dan gede porsinya (padahal pesen yang size small). Bandingin kalu di restoran padang, udang baladonya isi 5-6 buah, tapi di sini bisa 20 potong untuk small size. Disini yang taste nya masih bisa diterima menurut kami adalah masakan Chinese, karena kalau masakan India kurang cocok dgn lidah melayu ini. Makanan secara umum mahal disini. Jadi ga ada salahnya bawa makanan dari rumah.😊

Uang. Untuk urusan bayar membayar, disini terima kartu kredit, Cuma surcharge nya gede, seperti restoran Chinese tempat makan di Nadi, mereka charge 4% untuk setiap transaksi pembayaran. Rata-rata 3% di toko-toko. Kalau ambil uang di ATM, lihat ATM bank mana, kalau bank lokal, mereka charge FJ$ 10 (sepuluh dollar Fiji) untuk setiap penarikan, sementara kalau bank internasional, charge nya lebih gede lagi FJ$ 15 per withdrawal. 1 FJ$ kira-kira Rp. 6800 – 7000 perak. Tapi di lain sisi, mereka terima dollar Australia dan dollar New Zealand. Cuma kurs nya mereka pakai patokan kurs Westpac Bank. Jadi mereka punya lembar exchange rate di toko-toko mereka. Hanya saja kurs nya pasti lebih mahal daripada kita tukar sendiri ke money changer. Begitu juga kurs kalau pakai kartu kredit, pasti lebih tinggi. Lebih baik pakai cash FJ$ disini.

Internet, untuk urusan internet bisa beli paket kartu dan internet, paket bisa dibeli di airport, toko-toko dan supermarket. Wifi available, tapi tergantung hotel mana. Airport juga ada wifi. Tergantung tempatnya saja.

Listrik, untuk urusan listrik, nah ini penting untuk charge handphone, power bank dan lainnya, karena mereka listriknya pakai plug kaki 3 (tiga), seperti di Oz dan NZ, jadi harus siap-siap bawa dari Indonesia, karena disini serba mahal. Kalaupun harus beli disini, untuk colokan atau plug kaki 3 di jual di supermarket dan toko-toko.

Cuaca. Panas karena cuacanya mirip dengan Indonesia, jadi kemana-mana seperti di Indonesia saja, pake kaos saja. Malam juga tidak terlalu dingin. Di kamar hotel juga pakai AC, kalau gak, bakalan kepanasan banget.

Transportasi. Disini ada public bus, Hanya saja seperti ngeliat Mayasari Bakti tahun 80an, gak pake AC, bus nya tua-tua. Jalan nya dari kota Nadi menyusuri kota-kota di pinggir pantai pulau Viti Levu, sampai ke Suva dan kembali lagi ke Nadi mengitari pulau, pergi jam 6 pagi, sampai kembali ke Nadi jam 6 sore, harganya FJ$ 40. Kalau mau kemana-mana lebih baik rental mobil, karena susah transportasi publiknya.  Jadi lebih baik dari awal sudah rental mobil, kalau bisa sama supirnya, hehee…:). Seperti negara commonwealth Oz dan NZ, Fiji juga drive on the left side of the road, jadi mirip dengan Indonesia.

Turis destinasi. Di sini banyak tempat yang jadi tujuan turis, tapi menurut saya pengelolaan nya masih kurang professional dan kurang menarik. Contohnya ada mud pool (mandi lumpur) dan hot spring. Tempatnya persis seperti kubangan lumpur di lapangan rumput, Buat orang Indonesia, main lumpur pas main bola hujan-hujanan sepertinya bukan hal baru. Begitu juga hot spring nya, ada 3 kolam biasa, ada 1 yang belum di kuras, tinggal 2, itupun agak kotor, jadi overall kurang menarik jualannya. Heran nya banyak turis China yang pengen main lumpur-lumpuran. Terus berendem di hot spring. Lumayan 60’-70’ derajat celcius. Telor aja bisa mateng.

Ada destinasi turis lain yang juga terkenal disini: berenang dengan ikan Hiu. Katanya hiu-hiu nya dah jinak 😊. Promosi paket dan foto-fotonya sih keliatan menarik, tapi…, kalau si Hiu tiba-tiba laper, gimana?

Kami juga mampir ke ‘bar tengah laut’, namanya Cloud 9. Mereka buat trip pake boat selama kurang lebih 1 jam sekali jalan ke tengah laut Pasific Selatan. Di tengah laut mereka bangun bangunan 2 lantai, isinya untuk bule-bule jemuran dan minum-minum di bar. Its Floating bar dan pizzeria.

 

Harga paketnya lumayan mahal, dalam paket sudah termasuk FJ$ 60, per orang, di tengah laut gini aqua mahal, apalagi jual makanan. Yang menyedihkan, toiletnya ga ada air dong. Jadi beli aqua disitu atau bawa aqua sendiri. Gak bisa nge flush. Konsepnya marine toilet, jadi kalau buang tissue, jangan ke toilet, tapi ke tong sampah di dalam toilet. Karena kalau buang tissue ke dalam toilet, hasilnya bisa keliatan di bawah. Dan di bawah bisa keliatan orang lagi berenang renang… 😀

Sempet ngobrol dengan bule Ostrali yang bawa istri dan 3 (tiga) anak remaja nya. Dia bilang, wisata floating bar dan pizzeria seperti Cloud 9 ini ga cocok dengan umur anak-anak remajanya. Masih terlalu muda dan belum bisa enjoy, gak cocok juga untuk orang tua. Mungkin usia 20-30 yang cocok nya ke sini.

Anyway, rencana cuma 4 malam di Fiji, nambah jadi 6 malam, tertunda karena badai Sarai cyclone kategori 2. Kita melihat sendiri bagaimana satu kota dimatikan listriknya ber jam-jam, for safetly reason, karena air laut naik ke kota dan penduduk harus diungsikan. Unforgettable experience indeed.

Singkat cerita, Fiji seperti Jakarta era 80an tapi harga disini mungkin seperti Jakarta 2025, mahal . Ada yang pernah bilang, sejak kolonialisasi Inggris, biaya hidup di Fiji 3x lipat bagi standar hidup local orang Fiji.

 

Bula,

Disclaimer:

Tulisan dan foto-foto ini semata-mata sharing pengalaman pribadi, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin pergi ke Fiji. Semua tulisan dan foto disini adalah milik pribadi.

 

Cermat Berasuransi

 

asuransi jiwa_rizalplanner

Melihat bencana dan kejadian 3 (tiga) bulan terakhir yang terjadi berturut-turut di Indonesia mulai dari gempa bumi di Lombok, likuifaksi di Palu dan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta – Pangkal Pinang di perairan Karawang membuat hati bersedih, berapa banyak keluarga korban yang kehilangan pencari nafkah (bread winner) atas kejadian ini. Ada anak kehilangan bapak, istri kehilangan suami. Namanya musibah memang tidak ada manusia yang mengharapkan dan tidak ada yang tahu kapan terjadinya. Bisa saja kejadian tersebut menimpa Anda dimana saja berada.

Dampak dari kehilangan pencari nafkah bagi keluarga atau tanggungan yang ditinggalkan tentu akan sangat berasa dalam menjalani hidup selanjutnya. Di luar kejadian luar biasa ataupun bencana yang mungkin timbul, seorang kepala keluarga sudah sepatutnya mempunyai perlindungan jiwa atas dirinya. Perlindungan jiwa ini untuk mengantisipasi hilangnya sumber pendapatan dari pencari nafkah, salah satu caranya adalah dengan mempunyai asuransi. Asuransi ini sebagai perlindungan kepada keluarga atau tanggungan yang ditinggalkan. Membeli asuransi itu seperti membeli payung sebelum hujan.

Siapa saja yang perlu asuransi? Menurut hemat saya, orang yang sudah mempunyai tanggungan perlu membeli asuransi. Sebagai bread winner, Anda harus punya payung jika keluarga atau tanggungan Anda kena hujan. Asuransi jiwa ini melindungi penghasilan Anda. Jika Anda sampai meninggal dunia maka istri dan anak-anak atau pihak yang menjadi tanggungan Anda, akan terlindungi. Asuransi jiwa bukan melindungi Anda tapi melindungi orang yang bergantung pada penghasilan Anda dalam hal ini ahli waris Anda bisa istri, anak atau pihak lainnya.

Apa saja yang perlu Anda perhatikan pada saat membeli asuransi?

Yang pertama, belilah perlindungan bukan investasi. Sekarang ini di pasaran memang banyak asuransi yang dikemas sekaligus investasi. Padahal yang dibutuhkan dari asuransi adalah perlindungannya, bukan investasinya. Investasinya dapat dibeli secara terpisah. Jika Anda belum punya perlindungan hendaklah Anda prioritaskan perlindungan saja dulu dibandingkan yang lainnya. Salah satu alasan mengapa harus dipisahkan antara membeli perlindungan dan investasi adalah, kinerja hasil investasi dari produk asuransi ini tidak seoptimal bila anda melakukan investasi secara langsung. Misalnya untuk underlying (dasar portfolio investasi) yang sama, produk investasi langsung memberikan yield (imbal hasil) sebesar 15%, sementara investasi produk asuransi memberikan yield sebesar 10%. Terdapat selisih 5%. Cukup lumayan besar selisih tersebut.

Yang kedua, pastikan ahli waris Anda adalah ahli waris yang cakap hukum. Di Indonesia, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ( Burgerlijk Wetboek) pasal 330, disebutkan bahwa jika belum berumur 21 tahun dan tidak kawin sebelumnya, maka belum dapat dikatakan cakap hukum. Artinya yang berhak menerima waris adalah anak yang sudah berusia di atas 21 tahun atau sudah menikah. Jika anak tersebut di bawah 21 tahun tapi sudah menikah, maka anak tersebut dapat dikatakan cakap hukum. Oleh karena itu jika Anda sebagai pemegang polis asuransi, maka pastikan bahwa ahli waris Anda bukan anak yang masih di bawah umur yang belum cakap hukum. Untuk itu ahli waris bisa diberikan kepada wali dari anak tersebut. Dalam hal ini wali bisa pasangan hidup atau orang tua atau pihak yang ditunjuk oleh pemegang polis dalam surat wasiat.

Yang ketiga, belilah asuransi yang memberikan perlindungan terhadap risiko yang ditakuti. Jadi jika ada risiko yang anda takutkan terjadi, pastikan bahwa Anda menemukan risiko tersebut ditanggung oleh pihak asuransi. Misalnya, Anda mempunyai hobi untuk melakukan extreme sports seperti terjun payung, layang gantung, olahraga selam (scuba diving), arung jeram, panjat tebing, pacuan kuda atau balapan mobil atau motor dan kemungkinan terjadi apa-apa dengan Anda pada saat melakukan olahraga tersebut, pasti ada. Untuk itu pastikan Anda menemukan klausula yang menanggung risiko atas extreme sports tersebut dalam polis yang Anda beli. Tidak cukup mengandalkan penjelasan dari agen, karena perusahaan Asuransi hanya akan membayarkan klaim sesuai dengan polis yang tertulis.

Demi mengantisipasi kemungkinan musibah atau kejadian di masa yang akan datang, cermatlah berasuransi, sehingga anda mendapatkan ‘peace of mind’. Bukalah kembali polis asuransi yang Anda sudah beli, bacalah kembali dengan teliti, sehingga Anda tidak mengalami kerugian atas asuransi yang Anda beli.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

 

Boy Hazuki Rizal_ID_27Nov18.JPG

PROSES KLAIM ASURANSI.

claims,

rizalplanner @Tab Kontan 23Okt17

Kasus salah satu perusahaan Asuransi besar (baca: Allianz) yang heboh baru-baru ini di akhir September 2017 mengakibatkan selain kerugian material juga kerugian immaterial seperti lunturnya kepercayaan nasabah maupun calon nasabah terhadap asuransi secara umum. Kasus ini kemudian menjadi viral, karena perihal klaim merupakan perihal yang ‘sensitif’ bagi nasabah dan perusahaan asuransi. Bagi Anda yang punya asuransi baik yang beli melalui agen atau online pastikan Anda mempelajari dan memahami dengan baik polis Anda. Premi yang selama ini Anda bayarkan tentunya akan menjadi sia-sia jika klaim atas Uang Pertanggungan (UP) tidak dapat dicairkan. Dalam case Asuransi Jiwa, seandainya terjadi musibah (baca: kematian) atas diri Anda selaku pemegang polis dan karena satu dan lain hal terjadi kesalahan atau ketidakjujuran dalam pengisian Surat Permohonan Asuransi Jiwa (SPAJ) atau Surat Permohonan Penutupan Asuransi Jiwa (SPPAJ), maka ahli waris Anda tidak mendapat pencairan UP tersebut. Bayangkan betapa kesedihan yang mendalam bagi ahli waris, sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah kehilangan Anda sebagai pencari nafkah, hutang tidak dapat di lunasi karena UP asuransi tidak dapat dicairkan oleh ahli waris.

Untuk menghindari kejadian yang tidak mengenakkan di kemudian hari, dan agar klaim ahli waris Anda dibayar oleh pihak asuransi, maka ada 8 hal yang perlu di perhatikan.

Pertama, isilah dengan jujur dan benar. Pada saat Anda membeli asuransi jiwa, Anda akan diberikan formulir SPAJ atau SPPAJ, isilah dengan jujur dan benar, karena apabila dikemudian hari ditemukan ketidakcocokan atau kebohongan data, maka klaim tidak bisa di bayarkan. Contohnya, misalnya Anda sudah mempunyai penyakit tertentu sebelum Anda mengajukan SPAJ tapi  Anda tidak men-declare hal tersebut dalam SPAJ, maka dikemudian hari, bila ditemukan penyebab kematian karena penyakit tersebut, maka klaim Anda bisa ditolak.

Yang kedua, pastikan polis tidak lapse atau tidak aktif, karena artinya premi sudah jatuh tempo, namun belum terbayarkan. Umumnya pihak asuransi memberikan waktu 30-45 hari sebagai masa tenggang. Bila ada kejadian setelah batas waktu tenggang 30-45 hari, maka pihak asuransi tidak bertanggung jawab. Untuk itu pastikan Anda membayar premi tepat waktu, agar orang-orang yang Anda kasihi mendapat menfaatnya. Namun bila Anda membeli asuransi jiwa karena kredit yang Anda ajukan, maka hanya cukup di awal saja pembayaran preminya. Hal lain yang penting, buat pemegang asuransi unit link adalah nilai tunai yang cukup, bila nilai tunai kurang untuk menutupi biaya asuransi maka polis dianggap tidak berlaku.

Yang ketiga, pasal pengecualian dalam polis. Pengecualian yang mengakibatkan ahli waris Anda tidak berhak untuk mendapatkan pembayaran klaim. Dalam pasal ini, contoh yang paling umum adalah bila Anda terlibat dalam kriminal atau kejahatan baik secara langsung maupun tidak langsung.  Dan ini juga berlaku bagi penerima manfaat asuransi alias ahli waris. Apalagi kalau ada kongkalikong antara pemegang polis dan ahli waris dalam kriminal, maka UP tidak akan diterima.

Yang keempat adalah, klaim melebihi batas waktu. Umumnya perusahaan asuransi memberikan batas waktu 30-60 hari kalender terhitung sejak pemegang polis atau tertanggung meninggal dunia. Bila sang ahli waris telat mengajukan klaim, melebihi batas waktu yang telah di tetapkan, maka klaim tidak terima. Oleh karena itu pengajuan klaim Anda harus dalam batas waktu tersebut agar dapat di terima pihak asuransi.

Yang kelima, dokumen klaim harus lengkap. Pastikan Anda memenuhi semua persyaratan pengajuan klaim seperti yang tertulis dalam polis. Komunikasikan kepada ahli waris Anda dimana polis asli, dan/atau bukti pembayaran premi terakhir. Bila Anda penerima fasilitas kredit dari bank, mintalah polis aslinya, bisa lewat bank atau ke pihak asuransinya. Hal lain, misalnya terjadi musibah pada saat di luar negeri, maka surat keterangan kematian dari pihak yang berwenang seperti Konsulat Jenderal RI setempat diperlukan untuk kelengkapan dokumen klaim.

Yang ke enam, masa tunggu. Bila ahli waris mengajukan klaim dalam masa tunggu, maka pihak asuransi berhak untuk tidak membayar. Masa tunggu umumnya 30-365 hari untuk penyakit kritis. Jika Anda mengajukan klaim karena penyakit kritis sebelum masa tunggu berakhir, maka pihak asuransi berhak untuk menolak. Untuk itu perlu diperhatikan dengan baik masa tunggu dari tanggal polis tersebut.

Yang ketujuh, bila klaim tidak termasuk dalam polis. Misalnya terjadi kecelakaan yang mengakibatkan pemegang polis cacat kaki, sehingga harus di potong dari lutut ke bawah. Ternyata  setelah dibaca seksama, klausula menyebutkan hanya di cover bila terjadi kecacatan dari pangkal paha ke bawah, maka atas klaim Anda tidak dapat ditindaklanjuti.

Yang terakhir, setelah mempelajari dan memahami dengan cermat polis Anda, selalu komunikasikan dengan pasangan atau ahli waris Anda perihal asuransi yang dimiliki dan kewajiban yang mesti anda lunasi. Tidak ada yang tahu kapan malaikat maut akan menjemput, persiapkan yang terbaik untuk ahli waris Anda.

 

Menghitung UP Asuransi

alhealthinsurancetip

rizalplanner_Tabloid Kontan 17Apr17

Akhir-akhir ini banyak berita duka di sekitar kita, entah itu tokoh terkenal di negeri ini, teman kerja di kantor, tetangga, sampai keluarga dekat kita sendiri. Kalau kita lihat, bahkan ada yang masih sangat muda sudah ‘pergi’ untuk selamanya. Umur di tangan Tuhan, kita tidak tahu kapan maut akan menjemput. Ketika anda berkeluarga, dan mempunyai kewajiban menafkahi keluarga, saat itulah anda memerlukan proteksi bagi diri anda demi kepentingan keluarga. Kenapa? Karena kalau tiba-tiba terjadi sesuatu dengan anda -sebagai pencari nafkah- yang menyebabkan kematian, maka orang-orang yang ditinggalkan, istri dan anak, akan mendapatkan penggantian dari pendapatan anda yang hilang.

Salah satu cara untuk melindungi penghasilan anda jika terjadi apa-apa dengan anda adalah dengan Asuransi Jiwa. Asuransi Jiwa ini memberikan proteksi terhadap risiko kematian kepada tertanggung, dalam hal ini anda sebagai pencari nafkah. Kata orang, yang namanya untung tak dapat di raih, malang tak dapat di tolak. Memang kita harus menghilangkan dahulu prasangka negatif serta kekhawatiran, dan menumbuhkan harapan bagi diri kita dan keluarga terhadap Asuransi Jiwa.

Ada dua aspek kehidupan untuk setiap orang bila dilihat by product, yang pertama jika ia meninggal lebih dahulu, apa yang diwariskan untuk keluarga yang ditinggalkan, yang kedua, kalau ia panjang umur, mau hidup dengan apa? Untuk tulisan kali ini, hanya membahas poin yang pertama saja, sedangkan poin kedua, untuk orang-orang yang pensiun.

Dalam poin pertama, produk yang menjadi fokus adalah Asuransi Jiwa. Asumsikan dalam ilustrasi ini, anda adalah kepala keluarga dengan seorang istri dan satu orang anak.

Dalam menghitung kebutuhan Asuransi Jiwa, setidaknya ada 2 cara:

Yang pertama, pendekatan Human Life Value, pendekatan ini menghitung berdasarkan rata-rata pendapatan setiap bulan yang disetahunkan serta dikalikan dengan ekspektasi lamanya dana tersebut menopang hidup ahli waris sampai mampu mendapatkan incomenya sendiri. Cara perhitungannya: penghasilan rata-rata per bulan  x 12 x waktu pertanggungan. Ilustrasi sederhananya sebagai berikut, misalnya Anda, sebagai kepala keluarga (35 thn) mempunyai penghasilan Rp. 10 juta per bulan, dengan istri (30 thn) dan seorang anak (6 thn).

Maka dengan pendekatan ini, perhitungan kebutuhan asuransi Anda:

  • Rp. 10 juta x 12 x 17 = Rp. 2,04 Milyar.

Darimana datangnya angka 17 tahun? Asumsikan dalam 17 tahun, anak anda yang saat ini 6 tahun akan berusia 23 tahun dan diharapkan pada usia tersebut sudah selesai kuliah, mempunyai pekerjaan dan sudah dapat menopang dirinya sendiri.

Yang kedua, pendekatan Income Based Value, pendekatan ini berdasarkan pendapatan-rata-rata per bulan dibagi dengan faktor pertumbuhan dana (coupon atau suku bunga), karena UP tersebut harus di simpan dalam instrumen investasi.  Pilihan investasi bisa macam-macam, disarankan untuk memilih instrumen yang risikonya nyaris tidak ada, alias risk free.

Cara perhitungannya: pendapatan rata-rata perbulan / faktor pertumbuhan dana. Hasil investasi yang di dapat harus sama dengan penghasilan rata-rata perbulan atau uang yang dibutuhkan. Artinya jika terjadi klaim atas anda dan Uang Pertanggungan nya keluar, keluarga anda mendapatkan sejumlah uang yang jika di investasikan dalam instrumen tertentu, memberikan hasil yang sama dengan penghasilan rata-rata bulanan. Ilustrasinya masih sama seperti di atas, dengan asumsi penghasilan anda (Rp. 10 juta), instrumen yang dipilih adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia), contoh saat ini ORI 13 memberikan coupon 6,60% per tahun, nett 5,61% (setelah potong pajak) per tahun, atau 0,4675% per bulan.

Sehingga jika dihitung Uang Pertanggungan yang dibutuhkan:

  • Rp. 10 juta/ 0,4675% = Rp. 2,14 Milyar

Idealnya, keluarga ini punya UP sebesar Rp. 2,14 Milyar agar dapat menghasilkan Rp. 10 juta setiap bulannya. Pemilihan instrumen ORI pada pendekatan kedua ini, karena bisa di anggap investasi yang nyaris bebas risiko dan memberikan imbal hasil di atas suku bunga perbankan, jika kemudian kondisi perekonomian berubah dan instrumen yang bebas risiko berganti, maka pemilihan instrumen juga di sesuaikan.

Dari dua pendekatan ini, masing- masing punya kekurangan dan kelebihannya, yang pasti, biasanya, semakin besar Uang Pertanggungan semakin besar pula premi yang harus dibayarkan.

Setidaknya kita dapat mengetahui secara optimal berapa nilai UP yang wajar, sehingga ketika anda sebagai bread winner ‘pergi’ untuk selama-lamanya, anak istri tercinta terus dapat melangsungkan kehidupannya dengan baik tanpa perlu bergantung pada pihak lain.

Sedikit tips, mintalah contoh polis sebelum membeli, bacalah terlebih dahulu, tanyakan apa saja yang dijamin, apa saja yang tidak, hal ini mencakup manfaat yang diterima, bagaimana dan kapan manfaat diterima dan risiko apa saja yang masuk dalam pengecualian- yang mengakibatkan UP tidak dibayar (contoh pengecualian seperti tindakan kriminal, olahraga ekstrem-mendaki gunung, menyelam). Jika polis sudah diterima, masih ada waktu untuk  mempelajarinya kembali (free look) selama 2-3 minggu dan jika ingin membatalkan dapat dilakukan pada masa tersebut. Last but not least, yang paling PENTING diketahui secara clear adalah proses klaim. Pelajari ketentuannya, apa saja persyaratan yang harus dipersiapkan, siapa yang dapat di hubungi  di perusahaan asuransi tsb, dan berapa lama perusahaan asuransi memproses klaim anda. Pastikan ahli waris anda cukup umur, minimum 21 tahun atau sudah menikah sesuai undang-undang di Indonesia, karena kalau masih anak-anak, dianggap belum cakap hukum, sehingga tidak bisa menerima waris.

Asuransi Pendidikan, tepatkah untuk sang buah hati?

asuransi pendidikan

Sebagai orang tua pasti kita ingin yang terbaik untuk pendidikan anak-anak kita, pingin sekolah nya yang terbaik, mulai dari SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Selain menabung dan investasi, ada orang tua yang membeli produk asuransi pendidikan untuk anak-anaknya.

Sekarang, banyak penawaran asuransi pendidikan, yang notabene sekarang adalah produk unit link, produk yang sangat canggih dan sophisticated. Anda beli produk ini, kalau anda sudah punya produk proteksi yang memadai dan juga investasi yang trengginas (eeh.., betul kan bahasa indonesianya). Mengapa? Karena produk unit link adalah produk proteksi sekaligus investasi, produk yang dikemas canggih sedemikian rupa sehingga produk ini bisa memberikan perlindungan asuransi sekaligus memberikan return atas investasi yang dilakukan.

Namun, karena canggihnya produk ini, banyak dari nasabah yang kurang paham dan kurang mengerti bagaimana mekanisme nya, berikut hal-hal penting yang wajib anda ketahui mengenai asuransi pendidikan:

  1. Nilai tunai berkurang dalam periode awal, kalau misalnya di awal anda membayar premi Rp. X juta, maka dalam beberapa tahun pertama, nilai tunai anda akan berkurang. Ini namanya biaya akuisisi. Ilustrasinya begini, misalnya uang premi yang disetor Rp. 100 juta, ternyata dalam laporan tahunan sudah terpotong Rp. 10 juta, otomatis nilai tunai nya tersisa Rp. 90 juta. Nilai Rp. 10 juta tersebut adalah biaya akuisisi, artinya kurang lebih biaya yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi untuk komisi agen, biaya marketing, yang diambil dari setoran premi nasabah. Biaya ini akan terus ada sampai periode tertentu. Dan bukan tidak mungkin laporan berikutnya nominal uang anda akan berkurang lagi.
  1. Waiver premium, kurang lebih artinya, premi akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi, bila terjadi ketidakmampuan dari pihak yang membayarkan premi, sampai si anak mencapai usia sekolah/kuliah. Logikanya, buat apa dilanjutin bayar premi sampai anak mencapai usia sekolah/kuliah? Wong dibutuhin saat itu juga, saat si bapak udah ga ada lagi. Siapa yang akan bayarin sekolah si anak sekarang sampai usia sekolah/kuliah nanti? Emang nya si anak udah bisa otomatis cari duit sendiri saat si bapak ga ada sampai mencapai usia sekolah/kuliah nanti? Yang di asuransikan seharusnya adalah yang membayarkan premi, biasanya sih breadwinner alias pencari nafkah alias bapaknya BUKAN si anak sebagai penerima manfaat asuransi. Kalau ada apa-apa dengan bapaknya, maka otomatis anak akan ter-cover, bukan sebaliknya, kalau ada apa-apa dengan si anak, maka Bapaknya yang mendapatkan manfaatnya, ini kan salah kaprah.
  1. Asuransi sebagai proteksi, yang kita cari adalah untuk proteksi, sedangkan asuransi pendidikan unit link menawarkan proteksi sekaligus investasi, yang berakibat pada performance investasi dari nilai unit link itu sendiri yang tidak setinggi investasi murni. Ilustrasinya begini, misalnya Asuransi Unit Link dengan underlying asset yang sama (portfolio asset dasar yang sama) untuk Reksadana investasi murni, maka akan terlihat perbedaan yang nyata, jika pada reksadana bisa memberikan return hingga 12% p.a. (misalnya), maka return investasi di unit link biasanya lebih rendah dari 12% p.a.
  1. Perbedaan harga beli dan jual di asuransi unit link (di perusahaan asuransi tertentu), kalau diperhatikan di surat kabar, terdapat 2 kolom, jual dan beli, maka selisihnya kurang lebih sebesar 5 %. Ini adalah margin bagi perusahaan asuransi, sedangkan pada reksadana harga NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang dipublikasikan hanya closing price kolom saja, artinya harga jual dan beli unit Reksadana tersebut pada harga yang sama.

Kesimpulannya, dari 4 poin di atas, menurut saya, bisa dinilai bahwa asuransi pendidikan unit link kurang tepat sebagai proteksi sekaligus investasi untuk buah hati anda.

Oleh karena itu tetapkan tujuan dan kebutuhan anda, cermatlah dalam membeli asuransi, lebih baik bawel kepada agen asuransi daripada menyesal kemudian. Kalau masih kurang jelas, tanyakan pada financial planner anda.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

New Coal Power Plant vs Health

source: wikipedia.org & smart-labex.fr

source: wikipedia.org & smart-labex.fr

human health

In recent news topic, the new minister RR challenge VP JK to debate on the issue of build an additional 35 Gig watts of new power plants, while 22 Gig watts of which would come from coal power plants.

Based on recent report on the research “The Human Cost of Coal” from Harvard University and Greenpeace Southeast Asia, reveals that Indonesia’s coal-fired power plants cause an estimated 7,100 premature deaths every year. The number would increase to 28,000 per year if Jokowi – JK government goes ahead with an ambitious rollout of more than one hundred new coal-fired power plants. According to the report, the cause of this would be the emissions from coal-fired power plants form particulate matter and ozone would endanger to human health. More common that would likely happen in community are heart attacks, lung cancer and other cardiovascular and respiratory diseases that would likely to cut human’s life. The focus would be the quality of air and health.

By this plan to come, I urge the importance of life and health insurance to protect you and your beloved family. Not just having this issue now, even though there is no such issue like this, you would need health insurance to cover you. Of course we wouldn’t expect to be ill and hospitalized, but one never knew. Insurance protect us from such unexpected and accidentally sickness which might happened to us in the future.

As a family, you would need to buy each of your family members a health insurance and the bread-winner also a life insurance. No need to buy your kids a life insurance, because we do not expect our kids to ‘go’ first before their parents, right? Well, the point of buying life insurance is to make sure our kids are covered enough if we, as the bread-winner, gone. Not vice-versa.

This issue of having new coal power plant, quality of air, human health are just point out lately, but the main point is to take care our family by having sufficient protection with insurance.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

CARA PRAKTIS MENGHITUNG KEBUTUHAN UANG PERTANGGUNGAN ASURANSI ANDA

insurance

Salah satu cara untuk melindungi penghasilan anda jika terjadi apa-apa dengan anda adalah dengan asuransi jiwa. Asuransi jiwa ini memberikan proteksi terhadap risiko kepada tertanggung, dalam hal ini anda sebagai breadwinner atau pencari nafkah. Kata orang yang namanya untung tak dapat di raih, malang tak dapat di tolak. Memang kita harus menghilangkan dahulu prasangka negatif, kekhawatiran dan menumbuhkan harapan bagi diri kita dan keluarga terhadap asuransi jiwa.

Ada dua aspek kehidupan untuk setiap orang bila dilihat by product, yang pertama jika ia meninggal lebih dahulu, apa yang diwariskan untuk keluarga yang ditinggalkan, yang kedua, kalau ia panjang umur, mau hidup dengan apa? Untuk tulisan ini, hanya membahas yang poin pertama saja, sedangkan poin kedua, untuk orang-orang yang pensiun, jika dikaitkan dengan produk, inilah namanya produk anuitas.

Dalam poin pertama, produk yang menjadi fokus adalah asuransi jiwa. Dalam menghitung kebutuhan asuransi jiwa, setidaknya ada 3 cara:

Yang pertama, pendekatan Human Life Value, cara perhitungannya: penghasilan per bulan  x 12 x waktu pertanggungan. Semakin tinggi uang pertanggungan (sering disingkat UP), maka makin tinggi pula premi yang harus dibayarkan. Ilustrasi sederhananya, misalnya Mr. X (35 thn) mempunyai penghasilan 10 juta per bulan, mempunyai seorang istri yang ibu RT dan seorang anak 6 tahun. Maka dengan pendekatan ini, perhitungan kebutuhan asuransi Mr.X:

èRp. 10 juta x 12 bulan x 19 tahun = Rp. 2,28 Milyar.

Asumsi 19 tahun, karena anak akan berusia 25 tahun, dan diharapkan sudah selesai kuliah dan dapat membiayai dirinya sendiri.

Yang kedua, pendekatan Income Based Value, cara perhitungannya: uang yang dibutuhkan / suku bunga. Hasil bunga yang di dapat harus sama dengan penghasilan bulanan atau uang yang dibutuhkan. Maksudnya keluarga anda mendapatkan sejumlah uang yang jika di investasikan dalam instrumen tertentu, memberikan hasil yang sama dengan penghasilan bulanan. Ilutrasinya masih sama dengan asumsi penghasilan Mr.X di atas (Rp. 10 juta), instrumen yang dipilih adalah ORI (Obligasi Republik Indonesia) dengan tingkat suku bunga ORI 8.50% per tahun, nett 6,8% per tahun setelah dipotong pajak, atau 0.57% per bulan. Mengapa ORI? Karena instrumen tersebut diasumsikan aman dan memberikan yield (imbal hasil) di atas bunga perbankan. Sehingga jika dihitung Uang Pertanggungan yang dibutuhkan:

èRp. 10 juta/ 0.57% = Rp. 1,76 Milyar

Idealnya, keluarga ini punya UP sebesar Rp. 1,76M agar dapat menghasilkan Rp. 10 juta setiap bulannya.

Yang ketiga, pendekatan Survival Based Income, cara perhitungannya mirip dengan pendekatan human life value dengan menambahkan perhitungan utang dan berapa sisa penghasilan yang harus di cover, sampai orang yang ditinggalkan survive. Dengan ilustrasi penghasilan Mr.X di atas, asumsi istri (Mrs. X, 30th) pernah bekerja sebelumnya dengan gaji Rp.5 juta per bulan. Jika terjadi apa-apa dengan Mr.X, maka Mrs X diharapkan akan dapat kembali bekerja dengan gaji sebelumnya (Rp. 5 juta), selain itu misalkan terdapat cicilan KPR Rp. 2 juta per bulan, dan total pengeluaran rumah tangga per bulan Rp. 9 juta. maka dapat kita hitung, seandainya Mr.X meninggal, pengeluaran menjadi hanya Rp. 7 juta (Rp. 9 juta – Rp. 2 juta). Cicilan KPR sebesar Rp.2 juta dapat dikeluarkan karena umumnya KPR selalu di cover asuransi jiwa, sehingga otomatis sisa pinjaman akan ditutup oleh asuransi jika Mr.X meninggal. Selain itu diasumsikan Mrs X kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan Rp. 5 juta per bulan, sehingga kekurangan dana per bulan hanya Rp. 2 juta (Rp. 7 juta – Rp. 5 juta). Selama 19 tahun, sampai anak selesai kuliah dan siap memenuhi kebutuhannya sendiri, maka kebutuhan kekurangan dana tersebut:

èRp. 2 juta x 12 bulan x 19 tahun = Rp. 456 juta.

Dengan pendekatan ini, maka nilai uang pertanggungan yang dibutuhkan dari asuransi untuk menutup kekurangan tersebut Rp. 456 juta.

Dari tiga pendekatan ini, masing-masing punya kekurangan dan kelebihannya, yang pasti semakin besar Uang Pertanggungan semakin besar pula premi yang harus dibayarkan.

So, sudahkah anda menghitung kebutuhan proteksi anda?

 

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.planner@gmail.com

KASUS SI DUL

pic source: news.liputan6.com

pic source: news.liputan6.com

Awal minggu ini media heboh dengan berita kecelakaan, yang bikin heboh karena yang di duga menabrak adalah si Dul, anak bungsu Ahmad Dhani – salah seorang selebritis Indonesia. Si Dul yang baru berumur 13 tahun ini dengan sedan Lancer nya pada hari Minggu 8 September 2013 dini hari, masuk jalur berlawanan di Jagorawi, menghantam Grand Max dan Avanza, yang akhirnya menewaskan 6 orang dan 9 orang luka-luka.

Tulisan ini tidak untuk membahas si Dul, Ahmad Dhani atau perceraiannya dengan Maia, tapi dari sisi perlindungan asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle insurance). Anda sebagai pemilik mobil melindungi mobil anda dari risiko-risiko yang mungkin terjadi dengan membeli asuransi kendaraan bermotor. Bila anda baca klausula dalam Polis Asuransi Kendaraan Bermotor, maka ada klausula untuk Risiko Yang Dijamin, bahwa perusahaan asuransi akan menanggung kerugian pada pihak ketiga, meliputi:

  • Kerusakan atas harta benda
  • cedera badan atau kematian

Bersamaan dalam polis itu, juga ada klasula untuk Risiko Yang Tidak Dijamin, artinya perusahaan asuransi tidak mau memberikan ganti rugi, bila terjadi kondisi-kondisi tertentu, umumnya ada beberapa kondisi, salah satunya:

  • kendaraan bermotor tersebut dikemudikan oleh seseorang yang pada saat terjadinya kecelakaan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) yang sah atau yang oleh seseorang yang berada di bawah pengaruh minuman keras atau sesuatu bahan lain yang memabukkan.

Dalam kasus si Dul ini, perusahaan asuransi tidak akan mau mengganti kerusakan mobil Lancer atau cedera badannya si Dul, apalagi sampai menanggung mobil Grand Max dan Avanza yang rusak plus menanggung pula biaya kematian 6 orang maupun 9 orang yang luka-luka tersebut, dikarenakan si pengemudi tidak punya SIM yang sah.

Lesson learnt dari kasus ini, untuk kepentingan anda dan keluarga anda, periksalah kembali polis asuransi kendaraan bermotor anda, apa saja klasula Risiko Yang Dijamin dan Risiko Yang Tidak Dijamin, perbaharui selalu identitas anda seperti SIM supaya tidak expired, atau ingatkan supir anda untuk itu. Karena jangan sampai karena hal sepele, anda kehilangan hak anda untuk klaim, padahal kewajiban bayar premi sudah anda laksanakan.

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com