Terbebas dari Belitan Utang

Boy Hazuki Rizal ID 5Sept18

Merdeka dari utang

Anda suka berhutang? Sering ditawari supaya berhutang? Kalau anda diberikan fasilitas berupa utang artinya anda dipercaya oleh bank atau institusi keuangan. Kalau sampai bank tidak mau memberikan fasilitas kredit kepada anda, bisa jadi salah satu kriteria pemberian kredit tidak terpenuhi atau penilaian terhadap diri anda kurang bagus. Dalam dunia kredit perbankan, untuk menilai individu atau bisnis layak mendapat kredit atau tidak, dikenal adanya 5C: capacity, capital, collateral, conditions dan character.

Karakter dalam penilaian kredit bisa tercermin dari histori kredit anda, reputasi atau rekam jejak anda dalam membayar utang seperti apakah pernah menunggak bayar kredit atau pernah telat bayar tagihan baik di bank atau perusahaan pembiayaan (multifinance) maupun pegadaian. Semuanya akan terlihat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang mulai awal tahun 2018 ini di kelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya dikenal dengan sebagai BI Checking oleh nasabah dan pelaku industri keuangan.

Keinginan dan gaya hidup, terkadang ‘menghilangkan’ nalar sehat anda untuk menghitung kemampuan anda dalam membayar utang tersebut. Setiap hari anda dibombardir dengan iklan dan tawaran fasilitas berutang, telemarketing yang dengan rayuan manis menelpon anda setiap hari untuk mengambil tunai sisa limit kartu kredit yang belum terpakai, maupun tawaran online dan offline cash advance dari kartu kredit.

Kalau sudah tergiur dan terlanjur untuk mengambil fasilitas kredit tersebut, dan pada waktu mendekati tanggal jatuh tempo, anda bingung darimana uangnya untuk membayar tagihan-tagihan tersebut? Mungkin anda akan berpikir untuk mengambil jalan pintas yaitu ambil utang lagi untuk menutup utang sebelumnya, alias gali lubang tutup lubang. Apalagi jaman now, dengan banyaknya toko online, pemilik kartu kredit bisa melakukan gestun (gesek tunai) di toko online dengan pemotongan sejumlah komisi tertentu. Karena ini berlangsung terus menerus, akhirnya anda menggali begitu banyak lubang dan bingung bagaimana menutup semua lubangnya.

Saat ini, jasa fintech (financial technology) membuat anda mendapatkan fasilitas pinjaman semakin mudah. Dengan hanya sentuhan jari, tanpa harus bertele-tele  memikirkan persyaratan agunan, anda dapat dengan mudah mendapatkan pinjaman. Namun mudahnya pinjaman tanpa agunan ini di kompensasi dengan tingginya bunga pinjaman. Karena risiko tinggi yang harus ditanggung pemberi pinjaman membuat bunga pinjaman yang diberikan juga tinggi. Misalnya, sebagai perbandingan untuk bunga kartu kredit 26.95% per tahun, sementara ada fintech yang memberikan bunga 1% per hari, artinya 30 hari sudah 30%. Jauh lebih dahsyat dari bunga setahun kartu kredit!

Dan sebagai konsekuensinya, jika anda tidak mampu membayar utang, maka pihak kreditur, baik bank maupun institusi keuangan lainnya akan mengejar-ngejar anda. Kalau macet bayar, risikonya nama baik anda akan tercoreng. Bank atau perusahaan pembiayaan akan segan memberikan fasilitas kredit kepada anda. Kalau sudah begini kondisinya, ada beberapa langkah yang dapat anda lakukan agar keluar dari belitan utang:

Pertama, buatlah cash flow yang menggambarkan berapa besar pendapatan dan pengeluaran anda termasuk rincian utang. Hal ini untuk mengetahui berapa besar gaji, komisi dan lainnya serta biaya hidup, utang dan kewajiban lain anda setiap bulannya. Jika ternyata pengeluaran anda lebih besar dari pendapatan, artinya lebih besar pasak dari tiang, atau cash flow anda negatif.

Kedua, jika sudah tahu bahwa cash flow anda negatif, bicara dan jelaskan kondisi keuangan anda pada pihak bank atau institusi keuangan tempat anda mendapat fasilitas, hal ini menunjukkan itikad dan integritas yang baik bahwa anda akan menyelesaikan kewajiban anda. Lakukan permohonan restrukturisasi utang. Apakah nanti restrukturisasi utang berupa pemotongan denda, penurunan bunga, perpanjangan jangka waktu atau tenor cicilan pembayaran. Semua hal tersebut dapat menjadi solusi dari penyelesaian kewajiban anda. Pengajuan permohonan restrukturisasi utang ini tergantung pada kebijakan bank.

Ketiga, refinancing. Sebelum melakukan refinancing, lakukan terlebih dahulu konsolidasi utang yang ada. Jika ingin mengambil utang baru untuk refinancing, pastikan bahwa bunga jauh lebih rendah dari semua utang yang ada atau bila mungkin tanpa bunga, untuk melunasi konsolidasi utang tersebut. Kalau semua utang yang dikonsolidasikan tersebut telah selesai dibayarkan, maka fokus bayar utang anda hanya pada satu utang yaitu utang untuk refinancing tersebut. Refinancing tersebut misalnya pinjaman dari koperasi atau kantor.

Pada waktu mengambil pinjaman refinancing, yang perlu diperhatikan adalah jangan pernah mengambil pinjaman dengan mengagunkan aset, seperti properti (rumah tinggal). Karena jika satu dan lainnya, anda tidak mampu membayar cicilannya, maka properti anda akan disita. Sehingga kalau kejadian anda macet dalam bayar utang, properti anda hilang, lantas anda mau tinggal dimana?

Keempat, jual asset. Kalau anda punya emas batangan atau perhiasan, dapat dijual dulu untuk menutup utang-utang tersebut. Begitu juga dengan aset bergerak seperti kendaraan, dapat di jual juga agar sisa dari penjualan aset tersebut dapat menutup utang lainnya. Saat ini untuk menjual barang/aset sudah semakin mudah di toko online, tinggal klik dari gadget anda, tampilkan foto dan spesifikasinya, maka barang yang anda mau jual akan muncul di marketplace.

Kelima, cari tambahan penghasilan. Hal ini sebagai alternatif untuk menutup sisa cash flow negatif. Cari tambahan untuk menambah pendapatan dan menutup kewajiban bulanan yang timbul. Anda dapat membuka toko online yang menjual barang atau jasa yang dibutuhkan.

Terakhir, sebagai penutup, untuk mengantisipasi semua kemungkinan, jika terjadi apa-apa dengan anda sebagai debitur bank/ nasabah institusi keuangan/ fintech, siapkan asuransi jiwa yang nilai Uang Pertanggungan (UP) nya cukup untuk menutup seluruh utang anda. Ini bukan untuk menakut-nakuti tapi sebagai antisipasi skenario terburuk. Bisa dibayangkan bila tidak ada asuransi untuk ahli waris anda, maka baik itu suami/istri maupun anak-anak anda harus menderita menanggung semua utang anda kalau anda sudah tidak ada.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

 

Bisa di baca juga di Investor Daily online: http://id.beritasatu.com/home/terbebas-dari-belitan-utang/180127

Memilih Reksadana Yang Cocok

reksadana

Boy Hazuki Rizal @Tabloid Kontan18Dec17

Reksadana adalah instrumen investasi yang bisa di bilang juga keranjang investasi yang dikelola secara profesional oleh manajer investasi.  Seperti hal nya kalau kita beli pesan motor/mobil online seperti uber, gojek atau grab, semua alat transportasi tersebut sudah ada supirnya. Begitu juga dengan reksadana, supir nya adalah fund manager alias manajer investasi tersebut yang mengemudikan, dan Anda sebagai penumpang cukup duduk manis saja. Sebagai catatan, setiap manajer investasi harus mempunyai lisence dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Untuk bisa memiliki reksadana ini, sama halnya dengan memiliki produk perbankan, Anda harus buka rekening terlebih dahulu. Buka rekening bisa di manajer investasi atau bisa juga melalui bank sebagai agen penjual, atau era digital sekarang cukup lewat smartphone, melalui portal atau apps yang menyediakan jual-beli reksadana sekaligus informasi mengenai kinerja reksadana.

Sebelum kita memilih reksadana yang mana yang akan Anda beli, kenali dulu 4 (empat) jenis reksadana secara umum yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Ada yang konvensional dan ada yang syariah. Tinggal Anda pilih sesuai preferensi.

Sebelum membeli pastikan Anda membaca terlebih dahulu prospektusnya, dalam prospektus tersebut berisi apa saja isi keranjang investasi tersebut, berapa minimum investasi, biaya pembelian, biaya penjualan, biaya switching dan lain-lain. Selanjutnya, Anda  tinggal transfer sejumlah uang sesuai preferensi Anda  ke rekening atas nama reksadana tersebut di Bank Kustodian. Jika tidak ada prospektusnya, maka tidak disarankan untuk membeli reksadana tersebut.

Pertanyaan intinya bagaimana memilih yang terbaik untuk Anda ?

Tahap pertama yang perlu dipahami adalah bahwa Anda masing-masing mempunyai tujuan dan kebutuhan yang berbeda akan masa yang akan datang. Belum tentu pilihan investasi seseorang sama dengan Anda. Ada yang butuh dana kuliah anak untuk jangka panjang, ada yang butuh untuk renovasi rumah tahun depan, maka yang perlu ditetapkan terlebih dahulu adalah tujuan Anda untuk membeli reksadana tersebut. Jika tujuan Anda untuk jangka pendek (1 tahun) maka pilihlah reksadana pasar uang, untuk jangka pendek menengah (1-3 tahun) pilihlah reksadana pendapatan tetap, untuk jangka menengah – panjang (3-5 tahun) pilihlah reksadana campuran, dan terakhir untuk jangka panjang (> 5 tahun), pilihlah reksadana saham.

Kesalahan Investor Pemula

Hal yang lain yang perlu jadi perhatian, bagi investor pemula seringkali menganggap karena masih pemula, takut akan risiko, maka mengambil reksadana pasar uang dengan risiko paling rendah, padahal tujuannya untuk jangka waktu di atas 5 tahun, ini jelas salah. Sebaliknya karena ingin imbal hasil yang tinggi, sedangkan time horisonnya hanya 1 tahun, maka ia mengambil reksadana saham, ini juga tidak benar. Oleh karena itu, penting untuk tahu terlebih dahulu tujuan investasinya.

Contohnya, untuk keperluan dana kuliah anak, kalau anak Anda  masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD), maka masih ada waktu setidaknya 12 tahun untuk menyiapkan dananya, maka instrumen reksadana saham menjadi pilihan yang paling tepat, risiko tinggi, imbal hasil juga tinggi. Sebaliknya, jika tujuan Anda adalah melakukan renovasi rumah dalam waktu 1 tahun, maka instrumen yang bisa dipakai adalah reksadana pasar uang, karena risikonya rendah linier dengan imbal hasilnya.

Tahap kedua, review kinerja reksadana selama 3 -5 tahun terakhir (past performance). Apakah ia naik terus atau turun terus. Untuk melihat kinerja dari reksadana jaman now bisa dilihat lewat portal atau apps yang menyediakan jual beli dan kinerja reksadana, mulai dari pasar uang sampai pasar saham. Informasi kinerja reksadana bisa terlihat mulai dari 1 hari, 1 bulan, 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun sampai 10 tahun. Kinerja dari reksadana selama beberapa periode tersebut ditunjukkan dalam prosentase. Prosentase naik/turun nilai NAB dari waktu ke waktu. Idealnya, kinerja selama 5 tahun lebih tinggi dari pada kinerja 3 tahun, misalnya kinerja  3 tahun vs 5 tahun 14.19% vs 25.41%, ada juga yang kinerjanya                     1.4% vs -10.5%. Tentu kita akan pilih reksadana yang prosentasenya naik dan positif terus sampai tahun ke-5.

No Nama Reksadana Jenis NAB 1 Hari (%) 1 Bulan (%) 1 Thn (%) 3 Thn (%) 5 Thn (%) 10 Thn (%)
1 ABC Saham 1000

Tabel 1: Contoh Tabel Kinerja investasi Reksadana

Terakhir, monitor dan ukur perkiraan hasil investasi Anda .

Selamat berinvestasi reksadana!

DI BALIK PENAWARAN KREDIT TANPA AGUNAN

NYMEO Personal Loan

Image source: NYneo.org

TabKontan 4Dec17

Image source: Tabloid Kontan, 4-10 Desember 2017

 

Yth Bapak/Ibu, kami berikan kredit tanpa jaminan, s/d 200 juta, flat rate 1.25%, syarat kartu kredit usia 1th, proses 3-5 hari. Hub.: Andi 081808704xxx

Hampir 3-5 SMS seperti di atas setiap hari masuk ke nomer handphone penulis, bahkan tidak jarang ada yang telpon langsung ke penulis, menawarkan pinjaman tanpa agunan alias personal loan alias kredit tanpa agunan alias KTA. Penawaran produk kredit konsumtif seperti ini memang sangat menggoda sekali, terkadang antara butuh atau tidak butuh, dengan teknik marketing yang terus menerus meneror, bukan tidak mungkin Anda akhirnya tergoda juga. Padahal sebenarnya anda tidak butuh.

Yang namanya kredit tanpa agunan pasti menggiurkan tapi tentu saja bank akan mengkompensasikannya dengan bunga yang relatif tinggi, untuk menutupi apabila terjadi wanprestasi atau debitur gagal mengembalikan pinjaman.

Selain itu yang perlu di perhatikan adalah apabila Anda sudah punya cicilan rumah (KPR) atau cicilan kendaraan (KPM) tentu saja maksimal rasio utang bisa jadi sudah mentok 30%. Bank atau lembaga keuangan pasti akan melakukan cek atas fasilitas utang yang sudah dan pernah anda terima melalui Sistem Informasi Debitur (BI Checking). Apabila ternyata anda merupakan nasabah yang patuh, tidak pernah telat membayar angsuran, tidak pernah kena late charges atau denda, selalu bayar angsuran tepat waktu, maka bank atau lembaga keuangan akan senang sekali untuk ‘memberikan fasilitas’ baru kepada Anda.  Maka tidak heran, telpon anda akan terus berdering dan SMS anda akan penuh penawaran fasilitas KTA.

Untuk tahu bagaimana dibalik penawaran itu, kita lihat simulasi dengan menggunakan contoh  SMS di atas:

Misalnya asumsi pinjaman kita Rp.200 juta, bunga flat (flat rate): 1,25% (baca: bunga 1,25% rata per bulan, atau 15% flat per tahun). Lama pinjaman, misalnya 3 tahun. Jika dihitung, maka cicilan per bulannya: Rp. 8.056.000,-.

Bandingkan dengan KPR, kalau nilai pinjaman sejumlah uang yang sama, Rp. 200 juta, lama pinjaman atau tenor juga sama, 3 tahun, kita kredit rumah dengan bunga 15,00% (baca: bunga 15% persen efektif per tahun), jika di hitung, maka cicilannya per bulan ‘hanya’ Rp. 6.933.000

Untuk lebih jelasnya, bisa lihat tabelnya sbb:

  KTA KPR
Pinjaman Rp200.000.000 Rp. 200.000.000
Bunga 1,25% per bulan (flat) 15% per tahun (eff)
Lama pinjaman 3 tahun 3 tahun
Cicilan per bulan Rp8.056.000 Rp6.933.000

Kalau lihat tabelnya di atas, maka cicilan KTA jauh lebih mahal. Kenapa? Karena bunga kredit rumah  adalah bunga efektif sedangkan bunga KTA adalah bunga flat. Secara matematis sederhana, bunga flat perlu di kali 1,8 untuk mendapatkan bunga efektif.  Mengapa? Karena dalam perhitungannya, bunga flat dihitung dulu berapa total nilai bunga nya selama total waktu pinjaman, baru ditambahkan ke pokok pinjaman.

 Bunga flat x 1,8 = Bunga efektif

Jadi kalau bunga flat per bulan 1.25% artinya setara dengan ~27% per tahun bunga efektif nya. Bagi konsumen, bunga 1.25% flat per bulan, kelihatan nya kecil sekali, padahal bunga efektifnya jauh lebih dahsyat daripada bunga KPR. Untuk keperluan marketing memang kelihatan nya bunga flat lebih rendah, kita sebagai konsumen, wajib mengetahui bagaimana perhitungan dalam bahasa keuangannya.

Oleh karena itu jika kita meminjam dari bank atau lembaga keuangan, baik itu penawaran utang tanpa agunan atau lewat agen, fasilitas tarik tunai dari kartu kredit, atau pinjaman dari sisa plafon kartu kredit, ada hal-hal yang perlu di perhatikan:

  1. Tanyakan berapa sebenarnya bunga efektif dari penawaran tersebut.
  2. Mintalah jadwal dan komposisi perhitungan bunga dan angsuran pokok pinjaman lebih dini jika kita mau melakukan pelunasan sebelum jangka waktu pinjaman berakhir.
  3. Pastikan kita mengetahui sifat suku bunga yang dikenakan bank.

Untuk setiap penawaran produk, tanyakan dengan jelas dan pelajari produknya, kita sebagai konsumen, harus bijak dalam menyikapi tawaran-tawaran tersebut, tergoda atau tidak tergoda, semua tindakan atas pilihan kita pasti ada konsekuensinya, seperti halnya kehidupan ini.

ANGGARAN JAMAN NOW

budget boksbur

IMG_6967
Menjelang akhir tahun, perusahaan sudah mulai membuat anggaran untuk tahun depan, dengan menggunakan asumsi-asumsi ekonomi seperti nilai tukar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi. Proyeksi anggaran dapat dibuatkan untuk jangka pendek (1-2 tahun) sampai jangka menengah (3-5 tahun). Sama halnya juga dengan Anda, sebagai personal maupun kepala keluarga, Anda juga perlu membuat anggaran dengan asumsi-asumsi yang mungkin akan ada atau timbul dalam waktu dekat, misalnya, akan ada tambahan anggota keluarga baru, anak yang akan masuk sekolah atau Anda akan mengambil pendidikan strata lanjutan dan sebagainya.
Semua asumsi dalam keuangan personal ataupun keluarga, bisa kita artikan sebagai adanya alokasi anggaran yang mesti di persiapkan. Dalam jaman now, banyak aplikasi-aplikasi yang bisa di gunakan untuk membantu Anda dalam membuat anggaran personal ataupun keluarga, mencatat secara aktual berapa pengeluaran Anda, bahkan bisa membandingkan aktual terhadap anggaran.
Untuk membuat anggaran, tentu ada 2 (dua) komponen besar yang mesti Anda catat, pendapatan dan pengeluaran. Untuk membuat anggaran, mudahnya Anda bagi dalam beberapa tahapan:
Tahap pertama, catat pos pendapatan, Anda perlu mencatat semua pendapatan anda seperti gaji bulanan, jika Anda punya penghasilan lain selain gaji bulanan, seperti honor menjadi pengajar atau menyewakan motor untuk ojeg online, maka semua pendapatan variabel tersebut perlu di masukkan dalam pos pendapatatan, dan di proyeksikan dalam jangka pendek dan menengah. Sebagai ilustrasi, untuk gaji dalam pos pendapatan, akan lebih mudah bagi anda untuk memproyeksikan nya setiap bulan karena sudah tercatat rutin dalam rekening anda. Sedangkan untuk pendapatan non rutin, harus anda catat, kedua pendapatan rutin dan non rutin perlu diproyeksikan, dengan bantuan aplikasi yang ada, akan jauh lebih mudah.
Tahap kedua, mencatat semua pengeluaran selama 30 hari. Nah ini yang paling membuat orang kadang menyepelekan, atau tidak melihat urgensinya. “Buat apa sih mencatat, cuma segitu aja duit yang keluar”. Coba bayangkan bila Anda adalah perusahaan atau badan usaha, semua pengeluaran harus dipertanggungjawabkan dan ada pejabat yang mengotorisasi pengeluaran tersebut. Tidak sembarangan menyetujui sebuah pengeluaran. Begitu juga dengan keuangan personal ataupun keluarga anda, setiap pengeluaran harus dibuatkan anggarannya, kalau anggaran tersebut tidak ada, bagaimana? Misalnya anggaran untuk keperluan masuk sekolah untuk si kecil, apakah sudah disiapkan?
Untuk tahap kedua ini, Anda bisa mencatat semua pengeluaran rutin Anda, seperti bayar biaya listrik, biaya air, biaya telpon, iuran lingkungan/ keamanan dan lainnya yang bersifat rutin, ada atau tiada, Anda tetap perlu membayar setiap bulannya, paling tidak abonemen nya. Kemudian Anda lanjurkan mencatat semua pengeluaran non rutin Anda, seperti misalnya minum kopi lewat ‘drive thru’ dari kedai tertentu, kongkow-kongkow dengan kolega, nonton bioskop, nonton konser dan lainnya.
Dari perhitungan tahap satu dikurangi tahap dua, Anda bisa dapatkan berapa sisa penghasilan Anda setiap bulannya, apakah masih positif alias ada lebih nya atau malah negatif.
Jika Anda punya asumsi personal atau keluarga, bahwa tahun depan akan ada anggota keluarga baru, atau dalam 2-3 tahun ke depan Anda berniat untuk melanjutkan strata pendidikan lanjutan, maka perlu alokasi khusus dalam proyeksi anggaran pengeluaran tersebut. Misalnya biaya untuk kebutuhan bayi, beli susu bayi, atau menyiapkan uang kuliah untuk 2-3 tahun ke depan dan sebagainya.
Tahap ketiga, kalau melihat bahwa selisih antara pendapatan dan pengeluaran anda sudah mepet, maka lihat lagi pos-pos pengeluaran mana yang bisa di pangkas, atau di relokasi ke pos pengeluaran untuk kebutuhan akan datang. Contohnya, bila asumsi anda akan ada anggota keluarga baru, dan pasti membutuhkan popok, susu, dan lainnya yang baru, maka bisa Anda siasati merelokasi dari pos anggaran lainnya. Contohnya, bila setiap hari anda ke kantor membeli kopi secara drive thru dari kedai tertentu, maka biaya kopi tersebut dapat dipangkas dan diganti dengan membawa sendiri kopi dari rumah. Sehingga pemangkasan anggaran kopi ini, bisa di relokasikan ke anggaran untuk mempersiapkan kebutuhan calon bayi.
Yang keempat, bila selisih cash flow mepet dan pos pengeluaran sudah sedemikian hematnya, maka yang bisa anda lakukan adalah menambah pendapatan, misalnya dengan menyewakan kamar di Airbnb, atau anda sendiri menjadi partner dari taxi online, atau jualan melalui marketplace atau Instagram. Semua tahap-tahap tersebut dioptimalkan untuk membantu mewujudkan tujuan-tujuan anda dalam anggaran tersebut.
Yang menjadi perhatian dalam membuat anggaran personal atau keluarga ini adalah gaya hidup. Gaya hidup itu identik dengan pengeluaran, seperti minum kopi drive thru dari kedai tertentu, apakah anda rela menukarnya dengan kopi sachet dari rumah, demi kebutuhan calon baby. Atau misalnya anda terbiasa nonton dua kali seminggu di bioskop, apakah anda rela mengurangi nya menjadi sebulan sekali? Semua berpulang pada Anda pribadi. Yang terpenting disini adalah bagaimana mengatur pendapatan dan pengeluaran secara disiplin, demi mewujudkan mimpi-mimpi Anda.

Catch me: @rizalplannerEmail me: rizalplannerindo@gmail.com

Berhemat Dengan Take Over KPR

takeover

rizalplanner @TabKontan 6Nov17

Kalau anda punya hutang properti di bank dan suatu saat anda menjerit melihat tagihan rutin KPR (Kredit Pemilikan Rumah) anda naik, maka bisa dipastikan bunga KPR anda naik! Dan bunga ini bisa naik setiap 6 bulanan, sementara turunnya susah banget. Tapi tentu anda sudah paham sebelum mengambil KPR dengan fixed rate, bahwa setelah masa promo fixed rate habis, maka harus ada tambahan dana yang harus disiapkan bila tetap di bank tersebut. Tapi ada pilihan lain untuk menghemat waktu dan dana cicilan KPR, yaitu dengan take over KPR (ambil alih KPR) ke bank lain.

Kalau anda punya tagihan KPR yang bunga tetap (fixed rate) selama kisaran 12 – 36 bulan pertama, tentu selama 12 – 36 bulan tersebut besarnya cicilan per bulan akan tetap, misalnya bunga tetap KPR berkisar 7% – 8,9% per tahun, tapi begitu masa fixed rate habis, otomatis bank tersebut akan menerapkan floating rate (bunga mengambang) KPR yang baru, yang pasti lebih tinggi dari bunga tetap selama masa tersebut, berkisar 12% – 13.50% per tahun.

Bank mengenakan floating rate, artinya suku bunga bank mengikuti pasar. Dan kalau bunga acuan naik, maka yang paling cepat naik adalah bunga kredit, sementara bunga tabungan & deposito paling lambat mengikuti kenaikan, dan sebaliknya kalau bunga acuan turun. Kenapa? Karena bunga kredit adalah sumber pendapatan bank, sementara bunga tabungan dan deposito adalah kewajiban bank terhadap nasabah. Sebagai catatan, sampai September tahun 2017 ini bunga Acuan Bank Indonesia (BI) sudah di pangkas 0.5% oleh Bank Indonesia menjadi 4.25%, mengikuti hal tersebut, bunga deposito juga sudah langsung di gunting oleh perbankan, tapi suku bunga kredit tidak langsung turun, butuh waktu bulanan untuk bisa turun.

Kalau ada penawaran take over KPR dengan bunga tetap misalnya 3 tahun dari suatu bank, sementara tenor atau jangka waktu cicilan anda masih di atas 5 tahun, maka ini bisa jadi salah satu solusi penghematan dana dan waktu untuk anda dengan cara mengalihkannya (take over). Ilustrasinya sebagai berikut, kalau misalnya saat ini anda mempunyai KPR bank dengan asumsi floating rate 13,50% per tahun dan ada bank lain yang menawarkan fixed rate 8.50% selama 3 tahun,  maka dengan take over KPR, penghematan bunga cicilan anda sebesar 5% per tahun selama 3 tahun pertama, luar biasa kan? Ternyata penurunan rate 5% ini, jika dihitung dengan nilai pinjaman yang sama, cicilan lebih rendah 6%, maka anda dapat berhemat 2 tahun waktu cicilan.

Tentu saja ada biaya-biaya KPR untuk take over KPR, namun biaya ini hanya sekitar 7% dari total nilai pinjaman KPR, sementara penghematan total pokok dan bunga selama 2 tahun kurang lebih 37% dari nilai pinjaman. Jika di nett off, artinya anda berhemat 30% kan. Biaya take over disini meliputi  biaya denda pelunasan dipercepat dari bank asal dan bunga berjalan, di tambah biaya provisi, biaya notaris dan administrasi pada bank tujuan.

Ilustrasi tabel di bawah bisa menggambarkan penjelasan di atas:

 

Sebelum

Take Over

Sesudah

Take Over

    Delta
Tingkat Bunga KPR per tahun 13.50% 8.50% 5.00%
Cicilan per bulan (Rp.)           6,100,000                 5,760,000                       340.000
Jangka Waktu (tahun)                             10 8 2
Nilai Pinjaman (Outstanding) (Rp.)          400,000,000                  400,000,000 0
Bunga+Pokok selama 2 tahun pertama (Rp.)          149.000.000
Biaya take over (Rp.)                     30,000,000

*) angka dibulatkan

 

Dari tabel di atas, terlihat bahwa selisih bunga 5% sebelum dan sesudah take over, dengan nominal cicilan sebelum dan sesudah KPR take over mempunyai selisih sebesar  Rp. 340 ribu, jangka waktu cicilan lebih hemat 2 tahun, dari 10 tahun menjadi 8 tahun. Semua ini diasumsikan nilai pinjaman yang dipindahkan, nilainya  tetap, sebesar Rp. 400.000.000.

Selama 2 tahun tersebut, jika masih menggunakan bank yang lama, sebelum take over maka Anda harus membayar bunga dan pokok  sebesar Rp. 149 juta, tapi jika menggunakan fasilitas take over KPR, nilai penghematan bunga dan pokok ini setara dengan 37% dari nilai pinjaman. Sedangkan biaya take over sebesar Rp. 30.000.000 setara dengan 7% dari nilai pinjaman.  Jika di net off, anda berhemat 30%.

Dengan berhemat pembayaran bunga 5% selama 3 tahun, anda bisa mempercepat masa pembayaran menjadi lebih pendek, ditambah penghematan dana cicilan yang mesti di bayarkan. Ini tentu membantu dalam pengaturan arus kas (cash flow) anda.

Kalau masa pinjaman (tenor) tidak dikurangi, tetapi tetap 10 tahun, maka cicilan per bulan pasti lebih kecil. Ini juga bisa jadi pilihan jika anda perlu mengatur ulang cash flow anda atau anda perlukan untuk memperbesar ruang untuk pinjaman yang lain, supaya rasio hutang anda tetap 30%.

Memang ada syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi untuk take over, tapi jika anda sudah pernah disetujui untuk KPR, maka untuk take over kurang lebih syarat yang sama yang diperlukan.

Selanjutnya, jika sudah 3 tahun, dimana masa fixed rate sudah selesai, maka bunga akan kembali mengikuti pasar.

PROSES KLAIM ASURANSI.

claims,

rizalplanner @Tab Kontan 23Okt17

Kasus salah satu perusahaan Asuransi besar (baca: Allianz) yang heboh baru-baru ini di akhir September 2017 mengakibatkan selain kerugian material juga kerugian immaterial seperti lunturnya kepercayaan nasabah maupun calon nasabah terhadap asuransi secara umum. Kasus ini kemudian menjadi viral, karena perihal klaim merupakan perihal yang ‘sensitif’ bagi nasabah dan perusahaan asuransi. Bagi Anda yang punya asuransi baik yang beli melalui agen atau online pastikan Anda mempelajari dan memahami dengan baik polis Anda. Premi yang selama ini Anda bayarkan tentunya akan menjadi sia-sia jika klaim atas Uang Pertanggungan (UP) tidak dapat dicairkan. Dalam case Asuransi Jiwa, seandainya terjadi musibah (baca: kematian) atas diri Anda selaku pemegang polis dan karena satu dan lain hal terjadi kesalahan atau ketidakjujuran dalam pengisian Surat Permohonan Asuransi Jiwa (SPAJ) atau Surat Permohonan Penutupan Asuransi Jiwa (SPPAJ), maka ahli waris Anda tidak mendapat pencairan UP tersebut. Bayangkan betapa kesedihan yang mendalam bagi ahli waris, sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah kehilangan Anda sebagai pencari nafkah, hutang tidak dapat di lunasi karena UP asuransi tidak dapat dicairkan oleh ahli waris.

Untuk menghindari kejadian yang tidak mengenakkan di kemudian hari, dan agar klaim ahli waris Anda dibayar oleh pihak asuransi, maka ada 8 hal yang perlu di perhatikan.

Pertama, isilah dengan jujur dan benar. Pada saat Anda membeli asuransi jiwa, Anda akan diberikan formulir SPAJ atau SPPAJ, isilah dengan jujur dan benar, karena apabila dikemudian hari ditemukan ketidakcocokan atau kebohongan data, maka klaim tidak bisa di bayarkan. Contohnya, misalnya Anda sudah mempunyai penyakit tertentu sebelum Anda mengajukan SPAJ tapi  Anda tidak men-declare hal tersebut dalam SPAJ, maka dikemudian hari, bila ditemukan penyebab kematian karena penyakit tersebut, maka klaim Anda bisa ditolak.

Yang kedua, pastikan polis tidak lapse atau tidak aktif, karena artinya premi sudah jatuh tempo, namun belum terbayarkan. Umumnya pihak asuransi memberikan waktu 30-45 hari sebagai masa tenggang. Bila ada kejadian setelah batas waktu tenggang 30-45 hari, maka pihak asuransi tidak bertanggung jawab. Untuk itu pastikan Anda membayar premi tepat waktu, agar orang-orang yang Anda kasihi mendapat menfaatnya. Namun bila Anda membeli asuransi jiwa karena kredit yang Anda ajukan, maka hanya cukup di awal saja pembayaran preminya. Hal lain yang penting, buat pemegang asuransi unit link adalah nilai tunai yang cukup, bila nilai tunai kurang untuk menutupi biaya asuransi maka polis dianggap tidak berlaku.

Yang ketiga, pasal pengecualian dalam polis. Pengecualian yang mengakibatkan ahli waris Anda tidak berhak untuk mendapatkan pembayaran klaim. Dalam pasal ini, contoh yang paling umum adalah bila Anda terlibat dalam kriminal atau kejahatan baik secara langsung maupun tidak langsung.  Dan ini juga berlaku bagi penerima manfaat asuransi alias ahli waris. Apalagi kalau ada kongkalikong antara pemegang polis dan ahli waris dalam kriminal, maka UP tidak akan diterima.

Yang keempat adalah, klaim melebihi batas waktu. Umumnya perusahaan asuransi memberikan batas waktu 30-60 hari kalender terhitung sejak pemegang polis atau tertanggung meninggal dunia. Bila sang ahli waris telat mengajukan klaim, melebihi batas waktu yang telah di tetapkan, maka klaim tidak terima. Oleh karena itu pengajuan klaim Anda harus dalam batas waktu tersebut agar dapat di terima pihak asuransi.

Yang kelima, dokumen klaim harus lengkap. Pastikan Anda memenuhi semua persyaratan pengajuan klaim seperti yang tertulis dalam polis. Komunikasikan kepada ahli waris Anda dimana polis asli, dan/atau bukti pembayaran premi terakhir. Bila Anda penerima fasilitas kredit dari bank, mintalah polis aslinya, bisa lewat bank atau ke pihak asuransinya. Hal lain, misalnya terjadi musibah pada saat di luar negeri, maka surat keterangan kematian dari pihak yang berwenang seperti Konsulat Jenderal RI setempat diperlukan untuk kelengkapan dokumen klaim.

Yang ke enam, masa tunggu. Bila ahli waris mengajukan klaim dalam masa tunggu, maka pihak asuransi berhak untuk tidak membayar. Masa tunggu umumnya 30-365 hari untuk penyakit kritis. Jika Anda mengajukan klaim karena penyakit kritis sebelum masa tunggu berakhir, maka pihak asuransi berhak untuk menolak. Untuk itu perlu diperhatikan dengan baik masa tunggu dari tanggal polis tersebut.

Yang ketujuh, bila klaim tidak termasuk dalam polis. Misalnya terjadi kecelakaan yang mengakibatkan pemegang polis cacat kaki, sehingga harus di potong dari lutut ke bawah. Ternyata  setelah dibaca seksama, klausula menyebutkan hanya di cover bila terjadi kecacatan dari pangkal paha ke bawah, maka atas klaim Anda tidak dapat ditindaklanjuti.

Yang terakhir, setelah mempelajari dan memahami dengan cermat polis Anda, selalu komunikasikan dengan pasangan atau ahli waris Anda perihal asuransi yang dimiliki dan kewajiban yang mesti anda lunasi. Tidak ada yang tahu kapan malaikat maut akan menjemput, persiapkan yang terbaik untuk ahli waris Anda.

 

BI Checking

 

BI checking

Bagi yang ingin mengajukan kredit ke bank dan sebelumnya perlu mengetahui status riwayat kreditnya, bisa dilakukan lewat formulir BI Checking atau Informasi Debitur Individual (IDI) yang ada di halaman resmi Bank Indonesia:

http://www.bi.go.id/…/permin…/formulir/Contents/Default.aspx

Tinggal isi formulir online (http://www.bi.go.id/…/permintaan-idi…/formulir/Formulir.aspx), Tunggu respon dari BI, kalau sudah, siapkan copy KTP dan KTP asli, untuk ambil hasil checking di kantor BI setempat