Review Investasi Reksadana via Apps Bibit

bibit

Satu lagi apps untuk yang ingin berinvestasi reksadana adalah Bibit. Bisa di download di ios ataupun google play atau jika ingin menggunakan laptop, bisa masuk ke web nya: https://app.bibit.id/.

Apps ini cocok untuk pemula atau orang awam yang baru belajar bagaimana mulai berinvestasi, karena melalui apps ini anda tidak perlu lagi mikir mau milih reksadana yang mana dan bagaimana cara investasinya, cukup klik-klik di gadget anda, maka anda bisa langsung berinvestasi. Tagline nya berinvestasi reksadana secara otomatis.

Pendaftaran

Cara daftarnya juga gampang, cukup scan KTP, tidak perlu manual isi data KTP karena sistem sudah mampu membacanya, isi no HP, nama bank dan no rekening dan ikuti petunjuk selanjutnya. Isian yang ada sekaligus mengukur risk profile anda. Seberapa besar risiko yang anda bisa tanggung bila sesuatu terjadi pada investasi anda, contohnya, bila harga suatu reksadana saham turun 15%, apakah anda panik atau malah beli lagi? Kalau beli lagi, berarti anda tipe investor agresif, kalau panik, anda termasuk yang konservatif, pilih yang aman-aman aja.

Kalau sudah isi semua, tidak perlu nunggu seharian, anda sudah bisa langsung investasi.

Robo Advisor

Untuk mengukur risk profile dan pilihan investasi yang ada, Bibit menggunakan yang namanya robo advisor.  Robo advisor ini fungsinya akan memilihkan reksadana mana saja yang sesuai dengan risk profile anda. Rekomendasi robo advisor bisa sekaligus 3 (tiga) reksadana dengan komposisinya masing-masing. Contohnya, untuk profil risiko agresif, nilainya 9.0, maka rekomendasi reksadana pasar uang 10%, obligasi 24%, dan saham 66%. Masing-masing sudah dipilihkan oleh robo advisor dari reksadana yang ada, mana yang paling cocok. Gak perlu pusing lagi memilih.

Cara kerja robo advisor adalah auto risk profiling, auto financial plan dan auto rebalancing. Dari algoritma jawaban-jawaban atas isian pendaftaran, robo advisor bisa mengetahui risk profile anda, lalu mendesain bagaimana perencanaan keuangan yang terbaik untuk anda, yang diterjemahkan dengan komposisi portfolio reksadana yang dipilih, dan terakhir menyesuaikan komposisi berdasarkan profil risiko, usia dan risiko pasar.

Kalau sudah familiar dengan reksadana, anda bisa pilih sendiri dari list reksadana yang ada, dan ada juga fitur bandingkan antara 3 (tiga) reksadana sekaligus untuk kategori yang sama, misalnya untuk kategori reksadana Obligasi, pilih 3 (tiga) reksadana obligasi, ada pula fitur filter, membandingkan dari total Asset Under Management, Return, Expense Ratio, Max Drawdown dan Minimum Pembelian.

Cara Pembayaran

Cara pembayaran nya mirip kalau belanja di market place seperti Tokopedia, Bukalapak. Tidak perlu kirim bukti transfer, verifikasi juga sudah otomatis. Pembayaran bisa dilakukan via Gopay, OVO, DANA, Virtual Account. Selain ke- 4 cara di atas, masih disediakan cara pembayaran via transfer manual, bukti transfer masih tetap perlu dikirim untuk verifikasi.

Untuk fitur pembayaran lewat Gopay, gratis biaya transfer, ini lumayan banget untuk pemula yang nilainya masih kecil, menghemat biaya transfer. Gak perlu online banking untuk transfer. Apalagi kalau profitnya gak gede-gede banget, jadi profit gak dimakan biaya transfer.

Ada juga pembayaran via virtual account, ada 4 (empat) bank yang saat ini ada no rekening virtualnya tercatat di Bibit. Ini juga lumayan untuk menghemat biaya transfer, hanya perlu memastikan bank anda sama dengan bank tujuan virtual account tersebut. Saat ini ada Bank BRI, BNI, Permata, CIMB Niaga dan bill payment via Mandiri.

Cara pembayaran ke virtual account tersebut bisa juga via apps OVO dan DANA, hanya saja ada biaya transfernya, tertera sebelum anda menyetujui pembayaran via metode ini.

Ada pembayaran via LinkAja, verifikasinya juga otomatis dan gratis biaya transfer. Lumayan untuk menghemat biaya transfer.

Inovasi seperti ini, penting bagi investor, karena membantu menghemat dari biaya-biaya yang tidak perlu.

Nabung Rutin

Fasilitas nabung rutin disediakan oleh apps ini. Nabungnya sebulan sekali. Caranya, tinggal klik saja nabung rutin di menu home yang ada, pilih tanggal berapa mau nabungnya, voila, maka setiap bulan uang anda akan dipotong. Nabung rutin ini adalah metode sederhana untuk untuk investasi rutin setiap bulan tanpa peduli harganya naik atau turun. Karena dengan nabung rutin atau istilahnya dollar cost averaging, anda tidak perlu mikir kapan saat yang tepat untuk berinvestasi. Yang penting anda konsisten dan disiplin dalam menabung,

Jual Reksadana

Untuk menjual reksadana, caranya juga mudah sekali, tinggal klik menu portfolio, maka akan muncul apa saja pilihan reksadana yang sudah dibeli, bisa dilihat performancenya, untung atau tidak. Kalau mau dicairkan, tinggal klik jual. Selanjutnya, di screen, akan muncul informasi bank kustodian dari reksadana tersebut, kalau bank kustodiannya berbeda dengan bank tujuan anda, maka akan ada biaya transfer, tapi kalau anda menyamakan bank anda dengan bank kustodian, maka gratis biaya transfer. Kalau di awal anda punya rekening bank yang berbeda dengan bank kustodian, dan anda ingin mengganti dengan bank yang sama dengan bank kustodian, maka tambahkan di menu profile no rekening bank yang sama tersebut. Penambahan rekening bank bisa dilakukan lebih dari satu.

Kesimpulan

Design apps, user interface (UI) nya bagus, dibuat semudah mungkin, jadi gak pake ribet buat pemula. Untuk yang mau Syariah, ada pilihan preferensi Syariah di menu profile. Sehingga otomatis, pilihan reksadana anda juga langsung yang Syariah. Untuk pilihan produknya secara keseluruhan menurut penulis belum terlalu banyak.

Selamat berinvestasi

Catch me @rizalplanner (twitter)

Email: rizal.plannerindo@gmail.com

Virus Melanda, Bagaimana penyelesaian Utang KTA/Kartu Kredit?

Sejak virus Corona (Covid-19) ini melanda dunia, termasuk Indonesia, kondisi perekonomian dan bisnis turun drastis, luar biasa dampaknya, semua terhenti, diam di rumah, demi mengurangi penyebaran virus, meratakan kurva istilahnya. Apalagi pemerintah tadi malam 13 April 2020, sudah menyatakan bahwa Virus Corona ini sebagai bencana nasional.

Kondisi tidak normal ini menyebabkan banyak perusahaan dan badan usaha yang berupaya untuk bertahan, seperti dengan potong gaji karyawan sekian persen, potong tunjangan, mengurangi hari kerja dengan konsekuensi mengurangi gaji juga, unpaid leave, sampai dengan pengurangan karyawan alias PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Buat yang punya Kredit Tanpa Agunan atau KTA dan utang Kartu Kredit (KK), bisa jadi kesulitan untuk bayar karena kondisi seperti ini. Utang KTA dan Kartu Kredit ini sifatnya konsumtif untuk individu. Ini berbeda dengan yang pemerintah tetapkan. Pemerintah hanya menetapkan kebijakan penundaan cicilan dan penurunan bunga kredit bagi usaha mikro, usaha kecil, tukang ojek, supir taksi dan nelayan.

Kalau yang punya utang KTA dan Kartu Kredit, dan karena kondisi tidak normal seperti ini jadi kesulitan membayar, hubungi bank tsb. Katakan kondisi anda sebenarnya, bahwa anda mau memenuhi kewajiban anda alias mau membayar, hanya saja mau bernegosiasi, waktu dan/atau bunga cicilan. Jangan jadikan kondisi seperti ini membuat anda tidak mau membayar. Beda lho, antara tidak mampu membayar dan tidak mau membayar. Bagaimanapun juga, namanya utang harus dibayarkan.

Yang namanya jasa keuangan, sekarang sudah di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi kalau anda punya utang dari Lembaga keuangan yang terdaftar di OJK, otomatis, nama anda sebagai peminjam akan tercatat. Ini bisa di lihat di SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Dulu disebut BI Checking, di bawah Bank Indonesia. Jadi anda punya utang dimana, berapa besarnya, kapan pembayaran terakhir, semuanya ada. Kalau anda ganti nama, bisa di cari dari nama ibu kandung, kalau ganti alamat, bisa di cari dari tanggal lahir. Kalau anda punya catatan yang jelek, dampaknya kredibilitas anda ikut jelek, kalau  anda mengajukan KPR, kartu kredit atau kredit apapun dari manapun akan di tolak. Gak enak kan. So, jangan berpikiran untuk ngemplang.

Apa yang mesti dilakukan? Tahap pertama, hubungi bank. Bila anda kesulitan membayar utang KTA atau Kartu Kredit, segera hubungi bank yang memberikan fasilitas KTA atau bank penerbit KK tersebut. Buat laporan secara tertulis kepada bank tersebut dan mintakan bukti lapornya. Dalam laporan tertulis tersebut, dapat sekaligus mengajukan proposal kapan anda bisa menyelesaikan pembayaran, anda bisa minta kebijakan bank dengan meminta perpanjangan waktu penyelesaian, pemberhentian bunga, penghapusan denda, hingga hanya pembayaran pokoknya saja. Ada bank yang bisa menerima proposal anda tersebut, tapi tidak jarang, bank yang membiarkan dulu, alias tidak mau langsung menerima, membiarkan sampai 3 (tiga) bulan, alias sampai macet.

Tahap kedua, nego. Kalau bulan-bulan pertama, hanya akan berupa SMS peringatan saja, atau customer service manis yang mengingatkan anda untuk segera membayar utang. Tapi kalau udah lewat dari 3 (tiga) bulan, maka debt collector akan mulai menelpon anda. Suara yang keras dan seram, akan meneror anda terus menerus. Kalau anda terus mendapat telpon cinta dari debt collector, hadapi. Jangan menghindar. Sampaikan pada debt collector, bahwa anda sudah punya tanda terima laporan dan anda berniat untuk menyelesaikannya. Karena dengan menunjukkan mampu berkomunikasi dengan pihak debt collector, ini menunjukkan bahwa anda memang berniat untuk menyelesaikan utang anda. Nego, kuat-kuatan saja, tinggal dilihat apakah bank yang menyetujui usulan anda atau anda menyetujui usulan bank.

Kalau sudah lewat dari 6 (enam) bulan, maka debt collector akan datang ke rumah anda. Sekali lagi, jangan menghindar, hadapi saja. Kalau dia melakukan tindakan yang tidak sesuai aturan seperti mengancam, bahkan mengambil barang pribadi anda dengan paksa, laporkan ke polisi karena pengambilan barang secara paksa itu bisa berarti tindakan pidana dan lapor pula ke OJK. Biarkan OJK tahu, bank apa dan siapa yang datang. Tinggal kuat-kuatan saja, tapi sampai kapan? Sampai terjadi kesepakatan antara anda dan bank. Apakah itu berupa penghapusan denda, penghentian bunga, perpanjangan waktu penyelesaian atau solusi lainnya.

Kalau diintip dari hukum online, berikut beberapa etika yang harus dimiliki oleh debt collector yang melakukan penagihan:

  1. Debt collector memiliki identitas dari Penerbit Kartu Kredit yang dilengkapi dengan foto diri yang bersangkutan;
  2. Penagihan tidak dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit;
  3. Penagihan tidak dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal;
  4. Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;
  5. Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu;
  6. Penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit;
  7. Penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit;
  8. Penagihan di luar tempat dan/atau waktu tersebut di atas, hanya dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu;
  9. Penagihan Kartu Kredit menggunakan tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan (debt collector) hanya dapat dilakukan jika kualitas tagihan Kartu Kredit dimaksud telah termasuk dalam kualitas macet berdasarkan kriteria kolektibilitas sesuai ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai kualitas kredit.

 

Mengingat kondisi seperti ini, jika memang anda kesulitan membayar utang KTA dan atau Kartu Kredit, lakukan dulu tahap pertama. Jika tahap pertama bisa dibicarakan dan dinegosiasikan dengan baik, maka tidak perlu ada debt collector dikemudian hari. Ingat, bahwa anda tidak mampu membayar bukan tidak mau membayar. Karena utang adalah kewajiban, jangan jadikan utang sebagai warisan anda.

Lain halnya, kalau utang anda ada agunannya, seperti utang rumah (KPR), atau utang kendaraan, maka worst case, bank akan menyita rumah atau kendaraan anda. Dan penyitaan itu sah secara hukum.

Terakhir, kalau kita mau berhutang, hendaklah kita mengukur kemampuan kita, maksimum 30% dari pendapatan bulanan yang bisa dialokasikan sebagai cicilan atas total utang kita.

Penulis,

Boy Hazuki Rizal

Catch me: @rizalplanner (twitter)

Yuk, Jaga Kesehatan Keuangan Saat Virus Melanda

dollarmask

pic source: pixabaydotcom

Sesuai publikasi di Investor Daily 2 April 2020:  https://investor.id/opinion/yuk-jaga-kesehatan-keuangan-saat-virus-melanda

Kita semua tahu bahwa masa-masa sulit seperti ini, Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) ini membuat dunia menunda dan sebagian menghentikan sementara kegiatannya. Penundaan kegiatan secara level internasional bisa dilihat dari penundaan Olimpiade Tokyo 2020, English Premiere League dan berbagai event internasional lainnya. Penghentian sementara jalur transportasi di Wuhan, China, penghentian sementara penerimaan jemaah umroh dan pengajuan visa umroh oleh Arab Saudi. Upaya pembatasan jarak (social atau physical distancing) juga sudah dihimbau oleh pemerintah Indonesia. Semua tentu berujung agar anda menjaga kesehatan badan anda dari virus Corona tersebut. Hal-hal yang bersifat membatasi atau menghentikan kegiatan dan menyarankan anda untuk tinggal di rumah, tentu berdampak bagi anda semua. Mulai dari kegiatan rutin harian sampai rencana-rencana yang telah dibuat jauh-jauh hari seperti travelling, semuanya terpaksa dibatalkan saat ini. Kegiatan semula yang terbiasa anda lakukan secara offline terpaksa anda hentikan atau batalkan, kalaupun ada, anda bisa lakukan secara online saja.

Dalam kondisi tidak normal seperti ini, selain menjaga kesehatan badan, anda juga perlu untuk menjaga kesehatan keuangan anda. Anda dapat melihat kembali kondisi keuangan anda agar lebih siap jika kondisi seperti ini terulang kembali. Ada 3 (tiga) hal yang perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana kondisi seperti ini memberikan pandangan baru bagi anda dan keluarga.

Pertama, saat kondisi normal, sebelum virus melanda. Pada kondisi ini kegiatan yang membutuhkan pengeluaran dibagi 2 bagian besar: non essensial dan essensial. Identifikasi kegiatan-kegiatan apa saja yang sifatnya bukan kebutuhan hidup ‘utama’ atau kegiatan dengan pengeluaran non esensial seperti outdoor entertainment, olahraga di luar, nonton bioskop, makan di luar, yang saat ini terhenti karena harus diam di rumah saja. Dan di lain sisi, kegiatan yang sifatnya untuk bertahan hidup atau pengeluaran yang esensial dan ‘harus’, seperti belanja sembako, bayar sewa, bayar uang sekolah anak, bayar listrik, bayar iuran lingkungan dan yang sejenisnya, meskipun anda dibatasi di dalam rumah saja, tetap saja pos-pos tersebut perlu dan harus dibayarkan.

Kedua, saat kondisi tidak normal seperti sekarang ini, saat virus melanda. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya bukan kebutuhan hidup utama, harus anda stop dulu. Kategori pos kegiatan seperti ini dapat menjadi potensi tabungan anda. Anda bisa mulai menyisihkan alokasi anggaran pos-pos ini ke dalam tabungan. Anda tidak tahu sampai kapan masa-masa sulit seperti ini akan berakhir. Tidak tahu apalagi yang akan muncul setelah ini. Anda harus bersiap atas kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi sambil berdoa bahwa kondisi ini akan segera berakhir.

Pada era digital seperti ini, metode pembayaran sudah banyak di dominasi oleh pembayaran online. Kemudahan pembayaran elektronik seperti Gopay, OVO, Dana dan lainnya membuat anda kadang kehilangan jejak atas pengeluaran anda. Untuk itu anda perlu membuat anggaran baru, agar anda tidak kebablasan dengan belanja online ini. Budget baru ini berfungsi untuk mengontrol seberapa besar pengeluaran-pengeluaran esensial yang diperlukan selama masa-masa seperti ini. Caranya bisa dengan melihat kembali pengeluaran-pengeluaran anda selama 3 (tiga) bulan terakhir pada saat kondisi normal. Dari situ, anda bisa mengatur berapa besar pengeluaran yang esensial untuk bertahan hidup, dan berapa alokasi tabungan yang bisa di alokasikan dari berhentinya pengeluaran yang non esensial. Sementara kegiatan untuk pos-pos pengeluaran yang esensial, yang harus dan perlu dalam kondisi keberlangsungan hidup, tetap ada dan terjaga.

Selain itu, dalam masa sulit seperti ini, potensi kehilangan pendapatan / penghasilan juga sangat besar sekali. Untuk pos pengeluaran yang sifatnya utang, bicarakan dengan kreditur anda, bahwa kondisi seperti ini menimbulkan ketidakpastian atas keberlangsungan kegiatan ekonomi dari usaha anda. Komunikasikan dengan baik bagaimana kondisi anda dan solusi apa yang dapat dicapai. Contohnya kredit terkait UMKM, seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 Maret 2020 untuk memberikan kelonggaran berupa relaksasi kredit. Mudah-mudahan dengan berkomunikasi kepada kreditur, akan memberikan kepercayaan bahwa anda akan tetap bertanggung jawab menyelesaikan kewajiban anda, dan sebaliknya, jika anda menghindar dari kreditur, akan memberikan catatan kurang baik terhadap kredibilitas anda sendiri.

Ketiga, ketika kondisi sudah kembali normal pasca virus. Ekonomi sudah berjalan seperti semula lagi, mungkin sebagian dari anda akan berpikiran untuk kembali menggunakan pos-pos anggaran yang berkategori non esensial seperti makan di luar dan lainnya untuk di alokasikan kembali dan berjalan normal seperti masa sebelum virus melanda. Untuk itu alangkah bijaknya, jika anda juga melihat kembali anggaran dan mengatur kembali pos-pos keuangan anda dengan mempersiapkan dana darurat untuk masa 3 (tiga) sampai 6 (enam) bulan. Dari kondisi tidak normal seperti saat ini, anda belajar untuk lebih mempersiapkan diri dalam bertahan hidup dan bersiap jika ada kondisi anomali lain yang mungkin muncul di masa datang. Siapa yang tahu?

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

Catch me: @rizalplanner (twitter)

KLAIM ASURANSI PERJALANAN

travel ins moneycontrolcom

seperti termuat di koran Investor Daily 28 Februari 2020: https://investor.id/opinion/klaim-asuransi-perjalanan

Sebelum perjalanan ataupun sedang dalam perjalanan, risiko perjalanan mungkin saja terjadi. Pasti anda tidak ingin hal-hal tersebut terjadi. Apapun kejadiannya bisa menjadi risiko yang menuntut pengeluaran ekstra. Untuk itu agar perjalanan anda ke luar negeri maupun ke dalam negeri tenang, anda membutuhkan proteksi. Asuransi perjalanan memberikan proteksi.  Mulai dari risiko kecelakaan, kehilangan bagasi, delay pesawat, kerusakaan kendaraan sewa sampai terorisme. Beli asuransi perjalanan sebagai bagian dari smart travelling. Negara-negara Eropa sudah mewajibkan turis atau wisatawan yang berkunjung untuk memiliki asuransi dengan jumlah cakupan tertentu sebelum keberangkatan.

Di mana membelinya? Jaman now, semuanya bisa di beli secara online. Bisa melalui marketplace, bisa melalui broker asuransi online, bisa melalui website dari perusahaan asuransi itu sendiri. Sekarang anda bisa membandingkan premi dan layanan yang diberikan perusahaan asuransi melalui financial aggregator seperti perusahaan broker asuransi online tersebut. Dari smartphone, anda bisa membandingkan dan memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan anda. Tidak perlu lagi tatap muka dengan agen asuransi.  Untuk pengajuan klaimnya pun sudah bisa dilakukan secara online, meskipun ada beberapa perusahaan asuransi yang masih harus lewat call center atau via email. Mayoritas cara klaim asuransi perjalanan adalah dengan skema reimbursement. Misalnya, kalau anda sakit, maka harus ada bukti tertulis atau keterangan berobat dari dokter atau institusi medis setempat, sehingga bukti tersebut dapat digunakan untuk mengajukan klaim.

Teliti sebelum membeli. Periksalah terlebih dahulu, apa saja fasilitas yang berlaku, apakah asuransi tersebut berlaku di negara tujuan anda? Berapa lama dan bagaimana mengajukan klaim? Sebagai contoh, untuk delay pesawat, ada perusahaan asuransi yang menyatakan bahwa klaim baru dapat dilakukan bila terjadi delay pesawat lebih dari 3 (tiga) jam, ada yang 4 (empat) jam, ada pula yang membatasi maksimal waktunya.

Jika sudah membeli, sebagai persiapan, simpanlah semua kuitansi, struk pembelian sampai dengan scan copy atau foto dari Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Paspor, tiket, boarding pass secara digital dan online. Sehingga jika dan hanya jika terjadi risiko dan anda perlu mengajukan klaim, dokumen-dokumen tersebut sudah ada dan siap digunakan. Tidak perlu bingung jika perlu claim, hubungi saja link atau no telp, email kontak yang ada di polis atau di formulir claim.

Jika dalam perjalanan ternyata terjadi gangguan karena bencana alam yang mengakibatkan delay pesawat, misalnya seperti yang terjadi di Fiji pada akhir Desember 2019, badai cyclone Sarai menghantam Fiji, sehingga mengakibatkan semua penerbangan kemanapun dari bandara international Nadi, Fiji harus dibatalkan. Ini tentu saja merugikan dari segi waktu dan biaya. Hotel dan kendaraan yang telah di booking jauh-jauh hari, aktivitas atau event yang telah di booking pada hari tersebut, semuanya menjadi hangus dan tidak dapat digunakan. Atau jika terjadi gunung meletus yang mengakibatkan gangguan kesehatan dan harus berobat ke Rumah Sakit setempat, semua kejadian tersebut menjadi risiko kerugian bagi orang yang melakukan perjalanan. Hal lain yang mungkin terjadi, kehilangan dokumen perjalanan atau tindakan kriminal lain seperti kecopetan atau dirampok dalam perjalanan. Meskipun anda sudah berhati-hati, kemungkinan terjadi ada, dan kejadian tesebut pastinya mengganggu perjalanan anda. Contoh lain, jika ada keterlambatan bagasi atau kehilangan bagasi, property irregularity report dari perusahaan penerbangan, menjadi salah satu dokumen yang diperlukan untuk mengajukan klaim. Secara umum ada beberapa kondisi yang terdapat dalam asuransi perjalanan yaitu Pengobatan, Kematian, Kehilangan Bagasi, Kehilangan Dokumen, Keterlambatan Bagasi, Tanggung Jawab Hukum Pribadi,  Pengobatan Darurat Untuk Pihak Ketiga, Kecelakaan Diri, Kehilangan Uang, Penundaan Perjalanan, Pembatalan Perjalanan, Pembajakan sampai Terorisme.

Jika risiko tersebut terjadi, segera lakukan klaim kepada perusahaan asuransi dimana anda membeli polis asuransi perjalanan. Ada berbeda-beda ketentuan dari perusahaan asuransi. Ada yang memberikan batas waktu klaim 5×24 jam, ada yang 15 hari, dan ada yang sampai 30 hari. Namun, semakin cepat melakukan klaim, semakin baik, agar klaim anda bisa segera diproses.

Untuk membuktikan bahwa klaim dapat disetujui, perusahaan asuransi membutuhkan dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa klaim tersebut memang valid. Untuk itu, simpan dan sampaikan semua dokumen-dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi. Pelaporan klaim dengan cepat dan segera menghindarkan kemungkinan hilangnya bukti-bukti kejadian atau kerusakan dan tidak teridentifikasinya penyebab terjadinya kerugian. Kecepatan pelaporan klaim oleh anda sebagai tertanggung dapat mempercepat proses klaim selanjutnya.

Jika klaim sudah disetujui, maka perusahaan asuransi akan mengirimkan konfirmasi dan selanjutnya mengirimkan ‘reimbursement’ kepada anda. Harap diingat, bahwa pengajuan klaim ini bukan bertujuan mencari untung, tapi mengganti kerugian atas risiko yang timbul. Premi yang dibayarkan cukup kecil jika dibandingkan dengan manfaatkan yang di dapat. Asuransi perjalanan membuat perjalanan anda peace of mind.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

Review Investasi Emas di Apps Bukalapak

bukalapak

Salah satu instrumen yang tak lekang jaman dan lazim digunakan untuk investasi adalah emas. Kilau emas selalu memikat, apalagi kalau dikaitkan dengan wanita.

Saat ini, beli emas bisa dilakukan secara online melalui marketplace, salah satunya adalah melalui aplikasi Bukalapak, nama menunya BukaEmas. Khusus emas yang di perjualbelikan melalui BukaEmas adalah Logam Mulia (LM). Bukalapak sendiri hanya sebagai fasilitator, sementara penjualnya sendiri adalah pihak ketiga, sebuah perusahaan swasta.

Untuk mulai berinvestasi emas di Bukalapak, yang pertama perlu dilakukan adalah pendaftaran, untuk bisa beli emas melalui BukaEmas, anda harus buat account dulu, juga mendaftarkan no handphone. Tidak terlalu banyak persyaratan seperti halnya investasi reksadana di Bukareksa, tidak perlu scanned KTP dan menunggu verifikasi. Cukup buat account, anda sudah bisa langsung transaksi.

Selanjutnya dalam apps, istilah beli dan jual disini diterangkan bahwa beli artinya anda sebagai pihak pembeli yang melakukan pembelian emas, dan sebaliknya, jual, artinya, anda sebagai pihak penjual yang melakukan penjualan emas di Apps Bukalapak.

Yang kedua, pembelian, dalam apps Bukalapak, masuk ke menu BukaEmas, maka akan muncul harga beli emas per gram saat itu, karena harga emas selalu di update setiap 15 menit, ada indikator perubahan harga, apakah naik atau turun, juga ada grafik perubahan harga untuk 7 hari, 1 bulan dan 3 bulan dimana anda bisa melihat trend harga emas. Ada tabel harga beli tertinggi hari itu dan harga beli terendah, juga harga pembukaan pada hari itu dan harga penutupan perdagangan hari sebelumnya. Anda bisa beli emas dengan gram terendah 0.0001 gram sampai maksimal 850 gram. Dalam hal pembayaran, Bukalapak bekerjasama dengan Apps Dana (‘Dana’), sehingga untuk pembayaran bisa langsung di debit dari Dana. Cara pembayaran lain adalah melalui transfer bank. Selanjutnya, kalau sudah yakin beli emas dengan jumlah gram pembelian dan harga yang tercantum, tinggal klik bayar.

Yang ketiga, penjualan. Dalam BukaEmas, masuk ke menu Jual. Dalam menu ini mirip dengan yang ada di menu Beli, hanya saja harga yang tercantum adalah harga jual emas per gram. Terdapat pula indikator perubahan harga, naik atau turun, grafik trend perubahan harga serta harga tertinggi, terendah, pembukaan dan penutupan dari sisi jual. Yang notabene pasti selalu lebih rendah dari harga beli.  Jika dihitung, antara harga jual dan harga beli di BukaEmas, terdapat selisih 4%. Contohnya pada saat tulisan ini dibuat, harga beli Rp. 628.608 per gram, harga jualnya ‘hanya’ Rp. 604.000, 4% lebih rendah dari harga beli. Artinya kalau anda beli sekarang dan anda jual sekarang, maka akan rugi 4%.

Penulis mengakumulasikan emas dari 1 Februari 2019 sampai 24 Mei 2019, selama 4 bulan kurun waktu tersebut, memang harga emas dalam trend naik, namun meskipun demikian, pada saat menjual justru, terjadi kerugian. Mengapa? Bisa dilihat pada tabel di bawah:

Tabel 1 Dalam Rp.
Harga beli 1 Feb 2019       619.527
Harga jual 24 Mei 2019       604.000
Kerugian –       15.527
Kerugian dalam %              -3%

 

Tabel 2 Dalam Rp.
Harga beli 1 Feb 2019      619.527
Harga beli 24 Mei 2019      628.600
Kenaikan harga           9.073
Kenaikan dlm %               1%

 

Kalau dilihat tabel 1, ada selisih -3% pada saat jual 24 Mei’19 dengan harga beli 1 Feb’19, padahal, pada tabel 2, harga beli untuk 24 Mei’19 sudah naik 1% jika dibandingkan harga beli 1 Feb’19. Ini artinya, meskipun emas dalam trend naik, tapi karena selisih harga jual dan beli di awal sudah berkisar 4%, maka kenaikan harga emas tidak akan mampu memberikan profit atas selisih tersebut. Kalaupun break even, perlu waktu yang cukup panjang. Sementara kalau anda jual emas LM di toko secara fisik, akan dipotong Rp. 3.000 per gram dari harga beli saat itu. Contohnya, kalau harga beli 24 Mei 2019 Rp. 628.600, maka harga jual kembali Rp. 625.600. Selisihnya hanya 0.005 atau 0.5%.

Yang ke empat, penarikan uang. Jika sudah terjual, uang hasil penjualan emas, akan masuk ke Dana. Untuk melakukan penarikan uang dari Dana, anda perlu menginstall Apps Dana terlebih dahulu, dan juga melakukan registrasi untuk menjadi premium account. Disini perlu foto KTP dan selfie dengan KTP. Proses verifikasinya cepat, hanya 2 jam. Namun untuk dapat melakukan penarikan dana, tidak serta merta langsung bisa, karena Apps Dana selalu memberikan notifikasi bahwa account saya belum terdaftar sebagai premium account. Ini kontradiktif dengan notifikasi verifikasi yang 2 jam tersebut. Meskipun pada akhirnya setelah 2 hari, uang baru bisa ditarik.

Penarikan uang lewat Apps Dana bisa dilakukan lewat menu Cashout, anda tinggal memasukkan no. rekening anda sendiri. Pilihan lain, melalui menu kirim uang (Send Rp), disini pilihan bisa ke rekening bank atau ke no telpon pihak ketiga, anda harus hati-hati, mengecek windows notifikasi persetujuan yang menyatakan bahwa nominal uang akan di kirim ke no HP atau no rekening tujuan untuk memastikan. Setelah klik kirim, uang akan terkirim secara instan, langsung masuk pada rekening tujuan.

Terakhir, penarikan emas. Hanya bisa dilakukan di website Bukalapak, karena di Apps Bukalapak pada smartphone, belum ada fasilitas Tarik Emas. Untuk penarikan emas, ada ongkos pembuatan sertifikat sebesar Rp. 100.000 (saat ini) dan ada biaya kurir yang besarnya lumayan signifikan, nilainya tidak seperti kurir pengiriman belanja online. Besar kecilnya kurir tergantung jarak, contoh lihat tabel 3:

Tabel 3.

Ongkos cetak sertifikat   100.000
Kurir     84.840
Total   184.840

 

Artinya, jika anda menarik emas secara fisik, ada biaya cetak sertifikat dan kurir yang harus dibayarkan.

Kesimpulannya, meskipun jual beli emas lebih efisien dan mudah via online, tapi akan lebih hemat, jual dan beli emas langsung secara fisik di toko emas, just like old school way. Mengapa? Karena pertimbangan selisih jual beli dan biaya-biaya yang timbul di atas. Dimana kalau jual beli di toko emas secara fisik, sertifikat emas juga sudah ada dan tidak ada biaya kurir. Hal lain yang juga patut dipertimbangkan risiko investasi secara online adalah Apps yang mungkin dalam kondisi down atau secara traffic sedang overload, sehingga mengganggu lancarnya transaksi.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

 

 

 

Review Investasi Reksadana Via Apps Tokopedia

tokopedia apps

Sebelum dunia digital berkembang seperti sekarang ini, untuk orang bisa berinvestasi reksadana perlu menghubungi Manager Investasi nya atau melalui bank sebagai agen penjual. Namun sekarang investasi reksadana   bisa dilakukan melalui apps e-commerce yang ada, seperti Tokopedia. Selain untuk belanja barang, bisa juga untuk berinvestasi. Memang ada cara lain untuk berinvestasi melalui reksadana, yaitu melalui portal yang memang mengkhususkan untuk bertransaksi reksadana seperti Bareksa, IPOT atau Tanamduit.

Untuk tulisan kali ini, kita mulai dulu dengan yang ada di Apps Tokopedia. Perlu di catat bahwa pihak agen penjual tidak mempunyai pengaruh apapun terhadap kinerja Reksadana.

Pertama, untuk daftar, kita harus login dulu, kalau belum punya account, buat dulu. Siapkan foto KTP atau scanned KTP dan smartphone dan/atau laptop yang touchscreen. Selanjutnya, bisa masuk ke menu investasi. Pihak Tokopedia bekerjasama dengan Bareksa untuk menjual reksadana. Isi data dan tandatangan secara digital di smartphone dan/atau laptop. Mirip dengan pendaftaran di Bareksa.com itu sendiri. Setelah diverifikasi 1 hari, baru bisa transaksi. Dari sisi pendaftaran, tidak bisa instan untuk verifikasi, sehingga tidak bisa langsung untuk transaksi.

Kedua, pembelian reksadana di Tokopedia, saat ini, hanya bisa beli 2 produk saja, yaitu Syailendra Dana Kas dan Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra. Pembelian disebutkan mulai Rp. 10.000, tapi di kolom pembelian, akan otomatis tercantum Rp. 20.000, mungkin system default nya seperti itu. Namun kita dapat sesuaikan nominal yang kita mau. Reksadana yang di jual oleh Tokopedia adalah Reksadana Pasar Uang, sehingga cukup minim resikonya. Kedua Reksadana tersebut return nya berturut-turut 5,634% dan 5,701% lebih tinggi sedikit dari Deposito (setelah pajak). Seiring juga dengan return atau hasil yang diberikan, maka risikonya juga rendah, high risk high return, low risk low return. Selain itu, untuk pembelian saat ini juga tersedia fitur langganan reksadana, yang bisa anda klik untuk pembelian reksadana secara regular. Untuk beli, anda bisa transfer atau gunakan saldo OVO yang sekarang bekerjasama dengan Tokopedia. Setelah transfer, pembelian reksadana  akan di proses selama 48 jam. Untuk melihat kinerja reksadana  yang dibeli, Tokopedia kurang menampilkan informasi yang memadai, seperti berapa nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih) rata-rata pada saat pembelian dan berapa persen keuntungan/kerugian.

Ketiga, apabila Anda mau melakukan penjualan reksadana, anda perlu memasukkan nilai Rupiahnya. Agak berbeda dengan portal atau e-commerce yang menjual reksadana yang lain, dimana yang dimasukkan adalah nilai unitnya. Karena harga unit, baru akan ditransaksikan untuk settle pada saat akhir hari atau malam hari, sehingga sebenarnya kita belum tahu nilai nominalnya. Itupun bila transaksi dilakukan sebelum pukul 12.00 siang pada hari yang sama. Selanjutnya untuk pencairan dana, dana akan masuk ke saldo Tokopedia atau saldo OVO secara instan. Dana cair seketika ini cukup menarik, karena umumnya, jika menggunakan nilai unit, rata-rata perlu 2 (dua) hari untuk dana masuk ke rekening anda, pertama karena menunggu nilai settlement pada malam hari dan kedua, menunggu transfer dari bank custodian. Karena menggunakan nilai Rupiah, maka penjualan bisa dilakukan pada hari libur, tidak perlu menunggu NAB pada hari kerja berikutnya. Sehingga kalau anda butuh uang segera, maka investasi ini sangat likuid. Apabila anda menginginkan return yang lebih besar dari investasi yang lebih beresiko, maka bukan di Tokopedia tempatnya, karena saat ini, Tokopedia hanya menjual reksadana jenis pasar uang. Apabila dana cair esok harinya tapi menggunakan nilai Rupiah hari ini, maka ada potensi kerugian bunga, meskipun potensi kenaikan bunga relatif kecil untuk jenis reksadana pasar uang seperti ini.

Keempat, transfer dana hasil pencairan dari saldo Tokopedia atau OVO dilakukan secara instan ke rekening yang anda daftarkan di Tokopedia. Ada biaya kliring bila beneficiary bank atau bank tujuan berbeda dengan bank asal, tidak besar, saat ini hanya Rp. 5000, pastikan cukup waktu dalam berinvestasi, sehingga nilai nominal anda tidak tergerus karena biaya ini.

Sebagai penutup, investasi di Tokopedia sangat mudah, seperti halnya membeli barang online. Mulai dari pendaftaran, pembelian, penjualan sampai dana hasil penjualan efektif di rekening. Sehingga anda bisa langsung untuk belanja online kembali begitu uang efektif di rekening. Apabila dikemudian hari Tokopedia menjual reksadana jenis saham, campuran dan pendapatan tetap, maka ada potensi keuntungan atau kerugian yang tidak tercatat bila metode penjualan tetap dilakukan dengan nilai Rupiah.

Catch me: @rizalplanner

Email : rizal.plannerindo@gmail.com

 

Bagaimana Memulai Investasi?

Time To Invest Concept Clock

Pic source: beaconfinancialstrategies

Boy Hazuki Rizal ID 3Maret 2019

Investor Daily 3 Maret 2019: https://id.beritasatu.com/home/bagaimana-memulai-investasi/186106

Apa saja sih yang perlu Anda perhatikan bila mulai berinvestasi? Kenapa harus berinvestasi? Bagaimana cara berinvestasi? Apa saja yang bisa dijadikan instrumen untuk investasi? Setiap manusia yang hidup pasti punya kebutuhan dalam hidupnya, mulai dari kebutuhan tempat tinggal, kendaraan, pakaian, yang bersifat tangible (berwujud) sampai yang intangible (tidak berwujud) seperti pendidikan, berlibur dan lainnya.

Kalau Anda hanya berpikiran jangka pendek seperti hari ini makan siang di mana? Weekend ini mau pergi kemana? Atau, apa yang mesti dilakukan besok? Maka Anda belum berpikiran untuk jangka panjang. Jangka panjang dalam investasi contohnya adalah investasi untuk uang pensiun. Saat ini, penduduk Indonesia, banyak pensiunan yang menggantungkan hidupnya hanya dari uang pensiun saja, yang menurut perhitungan saya tidak cukup. Harus ada investasi tambahan untuk menambah kekurangan dari uang pensiun yang diterima tersebut. Karena setiap tahun biaya hidup semakin meningkat. Ada pula pensiunan yang baru mulai berinvestasi pada saat baru pensiun, dan dilakukan pada jenis investasi yang sangat beresiko (high risk) karena mengharapkan imbal hasil (return) yang tinggi dalam waktu yang singkat, demi masa pensiun. Padahal pada saat pensiun, justru investasi yang harus dilakukan adalah investasi dengan resiko rendah. Untuk menurunkan resiko dan stress yang mungkin terjadi.

Dalam hal berinvestasi, investor wajib mengenali apa itu investasi bodong agar tidak tertipu dan terjebak. Ada 3 (tiga) ciri umum yang bisa dilihat dalam penawaran investasi bodong. Yang pertama, menjanjikan imbal hasil yang tinggi. Kalau rata-rata deposito 7%  per tahun saat ini dan imbal hasil reksadana 15%-18% per tahun, tapi ada pihak yang berani menjamin imbal hasil 70% per tahun, maka patut dicurigai. If its too good to be true, Its not true. Terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Kedua, legalitas, apakah perusahaan investasi tersebut sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)? Kalau belum, jangan dilanjutkan. Untuk mengetahui legal atau tidak, bisa di cek langsung di website resmi OJK. Kalau tidak ada, sebaiknya jangan. Yang ketiga, menggunakan sistem Multi Level Marketing (MLM), ada yang menawarkan investasi dengan sistem berjenjang. Apabila sudah mendaftar sebagai anggota, maka harus merekrut sekian orang untuk menjadi downline. Kalau sudah begini, lebih baik dihindari. Bila Anda menemukan investasi dengan ciri-ciri di atas, sebaiknya lapor ke regulator (OJK).

Investasi jangka panjang, umumnya adalah investasi di atas 10 (sepuluh) tahun. Tidak bisa instan, ingin cepat-cepat agar hasil investasinya langsung mendapatkan hasil yang besar. Kunci dari investasi adalah waktu. Semakin panjang waktu yang diberikan, semakin besar hasil yang dapat dicapai. Investasi ini Anda perlukan untuk memberikan Anda dana yang cukup pada saat pensiun nanti, dengan gaya hidup yang Anda inginkan, atau gaya hidup yang mirip dengan yang Anda lakukan sekarang. Kalau Anda ingin gaya hidup yang lebih dari sekarang, maka semakin besar uang yang Anda harus investasikan.

Untuk memulai investasi, ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan. Pertama, Anda perlu cek kesehatan keuangan Anda. Caranya dengan membuat laporan keuangan pribadi, membuat arus kas Anda. Apakah pengeluaran Anda sudah lebih kecil daripada gaji yang diterima? Kalau setiap bulan Anda mendapatkan gaji atau pendapatan dari tempat Anda bekerja, maka belanjalah lebih sedikit dari yang Anda terima. Sehingga selisihnya bisa Anda investasikan. Lakukanlahlah terus menerus secara rutin setiap bulan, sehingga hasil investasi Anda bisa membiayai gaya hidup Anda. Contohnya, kalau setiap bulan Anda mendapatkan penghasilan Rp. 20 juta, maka pengeluaran setiap bulan harus kurang dari itu (misalnya Rp. 15 juta), maka selisihnya sebesar Rp. 5 juta dapat diinvestasikan.

Yang kedua, tetapkan tujuan keuangan Anda. Apakah tujuan Anda berinvestasi? Untuk pensiunkah? Berapa waktu yang yang Anda punyai untuk membentuk dana pensiun tersebut? Pemilihan produk investasi disesuaikan dengan jangka waktu. Semakin panjang jangka waktunya, semakin tinggi risiko produk yang dapat dipilih. Sehingga diharapkan, dapat memberikan imbal hasil yang tinggi pula. Sebaliknya, semakin pendek jangka waktunya, pilih instrumen yang rendah resikonya. Kalau Anda masih berumur 30 tahun, masih punya waktu 25 tahun sebelum pensiun, maka instrumen investasi seperti saham atau reksadana saham dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, jika Anda sudah berumur 50 tahunan, dan hanya punya waktu < 5 tahun, maka instrumen seperti Obligasi dengan jenis Saving Bond Retail (SBR), Sukuk Tabungan (ST), atau Reksadana Pendapatan Tetap dapat menjadi pilihan.

Instrumen lain yang dapat menjadi pilihan adalah Emas, Deposito, Properti, produk turunan atau derivative dari saham dan obligasi seperti Reksadana Campuran. Jaman now, peer to peer lending juga dapat menjadi alternatif pilihan investasi. Pelajari terlebih dahulu ketentuannya. Selanjutnya, tinggal klik dari gadget Anda, maka anda sudah mulai berinvestasi.

Yang ketiga, faktor resiko. Ini terkait kesanggupan Anda menerima resiko yang timbul. Kalau misalnya Anda berinvestasi pada saham, tapi ternyata membuat jantung Anda berdegup kencang melihat harga saham yang naik turun, maka instrumen saham bukan pilihan yang tepat. Sebaliknya, semakin konservatif Anda, semakin rendah resiko instrumen investasi yang dipilih. Untuk itu perlu pencocokan antara profil resiko dengan produk investasi yang dipilih.

Selamat berinvestasi.

Investasi untuk Millenial

NZDM9807

Investime di CNBC Indonesia, 4 Dec 2018.

https://www.cnbcindonesia.com/investment/20181204171152-23-44953/ini-dia-investasi-cocok-untuk-milenial.

Jakarta, CNBC Indonesia- Generasi milenial kini mulai akrab dengan investasi, budaya serba cepat membuat milenial cocok untuk mulai investasi di reksa dana online dan peer to peer lending. Namun investor pemula juga harus jeli dan memastikan legalitas investasi tersebut. Hal ini disampaikan oleh Financial Planner, Boy Hazuki Rizal dalam program Investime CNBC Indonesia.

Cermat Berasuransi

 

asuransi jiwa_rizalplanner

Melihat bencana dan kejadian 3 (tiga) bulan terakhir yang terjadi berturut-turut di Indonesia mulai dari gempa bumi di Lombok, likuifaksi di Palu dan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta – Pangkal Pinang di perairan Karawang membuat hati bersedih, berapa banyak keluarga korban yang kehilangan pencari nafkah (bread winner) atas kejadian ini. Ada anak kehilangan bapak, istri kehilangan suami. Namanya musibah memang tidak ada manusia yang mengharapkan dan tidak ada yang tahu kapan terjadinya. Bisa saja kejadian tersebut menimpa Anda dimana saja berada.

Dampak dari kehilangan pencari nafkah bagi keluarga atau tanggungan yang ditinggalkan tentu akan sangat berasa dalam menjalani hidup selanjutnya. Di luar kejadian luar biasa ataupun bencana yang mungkin timbul, seorang kepala keluarga sudah sepatutnya mempunyai perlindungan jiwa atas dirinya. Perlindungan jiwa ini untuk mengantisipasi hilangnya sumber pendapatan dari pencari nafkah, salah satu caranya adalah dengan mempunyai asuransi. Asuransi ini sebagai perlindungan kepada keluarga atau tanggungan yang ditinggalkan. Membeli asuransi itu seperti membeli payung sebelum hujan.

Siapa saja yang perlu asuransi? Menurut hemat saya, orang yang sudah mempunyai tanggungan perlu membeli asuransi. Sebagai bread winner, Anda harus punya payung jika keluarga atau tanggungan Anda kena hujan. Asuransi jiwa ini melindungi penghasilan Anda. Jika Anda sampai meninggal dunia maka istri dan anak-anak atau pihak yang menjadi tanggungan Anda, akan terlindungi. Asuransi jiwa bukan melindungi Anda tapi melindungi orang yang bergantung pada penghasilan Anda dalam hal ini ahli waris Anda bisa istri, anak atau pihak lainnya.

Apa saja yang perlu Anda perhatikan pada saat membeli asuransi?

Yang pertama, belilah perlindungan bukan investasi. Sekarang ini di pasaran memang banyak asuransi yang dikemas sekaligus investasi. Padahal yang dibutuhkan dari asuransi adalah perlindungannya, bukan investasinya. Investasinya dapat dibeli secara terpisah. Jika Anda belum punya perlindungan hendaklah Anda prioritaskan perlindungan saja dulu dibandingkan yang lainnya. Salah satu alasan mengapa harus dipisahkan antara membeli perlindungan dan investasi adalah, kinerja hasil investasi dari produk asuransi ini tidak seoptimal bila anda melakukan investasi secara langsung. Misalnya untuk underlying (dasar portfolio investasi) yang sama, produk investasi langsung memberikan yield (imbal hasil) sebesar 15%, sementara investasi produk asuransi memberikan yield sebesar 10%. Terdapat selisih 5%. Cukup lumayan besar selisih tersebut.

Yang kedua, pastikan ahli waris Anda adalah ahli waris yang cakap hukum. Di Indonesia, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ( Burgerlijk Wetboek) pasal 330, disebutkan bahwa jika belum berumur 21 tahun dan tidak kawin sebelumnya, maka belum dapat dikatakan cakap hukum. Artinya yang berhak menerima waris adalah anak yang sudah berusia di atas 21 tahun atau sudah menikah. Jika anak tersebut di bawah 21 tahun tapi sudah menikah, maka anak tersebut dapat dikatakan cakap hukum. Oleh karena itu jika Anda sebagai pemegang polis asuransi, maka pastikan bahwa ahli waris Anda bukan anak yang masih di bawah umur yang belum cakap hukum. Untuk itu ahli waris bisa diberikan kepada wali dari anak tersebut. Dalam hal ini wali bisa pasangan hidup atau orang tua atau pihak yang ditunjuk oleh pemegang polis dalam surat wasiat.

Yang ketiga, belilah asuransi yang memberikan perlindungan terhadap risiko yang ditakuti. Jadi jika ada risiko yang anda takutkan terjadi, pastikan bahwa Anda menemukan risiko tersebut ditanggung oleh pihak asuransi. Misalnya, Anda mempunyai hobi untuk melakukan extreme sports seperti terjun payung, layang gantung, olahraga selam (scuba diving), arung jeram, panjat tebing, pacuan kuda atau balapan mobil atau motor dan kemungkinan terjadi apa-apa dengan Anda pada saat melakukan olahraga tersebut, pasti ada. Untuk itu pastikan Anda menemukan klausula yang menanggung risiko atas extreme sports tersebut dalam polis yang Anda beli. Tidak cukup mengandalkan penjelasan dari agen, karena perusahaan Asuransi hanya akan membayarkan klaim sesuai dengan polis yang tertulis.

Demi mengantisipasi kemungkinan musibah atau kejadian di masa yang akan datang, cermatlah berasuransi, sehingga anda mendapatkan ‘peace of mind’. Bukalah kembali polis asuransi yang Anda sudah beli, bacalah kembali dengan teliti, sehingga Anda tidak mengalami kerugian atas asuransi yang Anda beli.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

 

Boy Hazuki Rizal_ID_27Nov18.JPG

Bijak dan Cermat Berutang

 

Boy Hazuki Rizal_printID15Okt18

Pernah dapat tawaran telpon untuk mengambil utang? Dengan iming-iming bunga rendah untuk mengambil sisa limit kartu kredit (unused credit) yang tidak terpakai? Apakah Anda sering mendengar bujukan di ujung telpon  “Sayang kalau gak di ambil sisanya..” atau “mumpung lagi bunga promo, murah lho…” dan rayuan sejenis nya. Dalam sehari, tawaran seperti ini bisa berpuluh kali, baik via telpon, sms, email, whatsapp dll. Apalagi jaman now, penawaran instant loan banyak sekali di marketplace, tinggal klik disitu.

Apa saja yang perlu menjadi perhatian kalau Anda mau berutang?  Apa tujuan Anda dari berutang ini?  Ada 3 (tiga) tujuan yang direkomendasikan jika Anda mau berutang. Pertama, utang untuk tujuan membeli aset produktif, misalnya untuk membeli properti. Tentu tidak semua orang mampu membeli secara cash untuk membeli properti, oleh karena itu kredit menjadi salah satu ‘jembatan’ untuk memiliki properti. Dengan berutang melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Anda mendapatkan aset produktif yang nilainya akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tentu saja ada bunga yang harus dibayarkan kepada bank atau lembaga keuangan yang memberi pinjaman, tapi seiring dengan berjalannya waktu, jika properti tersebut anda jual, kenaikan harga dari properti tersebut, akan menutup bunga pinjaman tersebut. Kedua, utang untuk tujuan menghasilkan income (pendapatan). Misalnya, Anda membeli motor, motor tersebut kemudian digunakan untuk ojek online. Maka diharapkan pendapatan dari ojek online tersebut dapat digunakan untuk menutup cicilan motor. Yang ketiga, untuk meningkatkan produktivitas, sebagai contoh misalnya Anda mendapat pinjaman untuk renovasi rumah, kemudian anda renovasi garasi Anda, dan kemudian digunakan untuk bengkel motor, sehingga dari usaha bengkel motor tersebut, Anda dapat menutup cicilan bulanan dari pinjaman renovasi tersebut. Utang seperti ini masuk dalam kategori utang yang produktif.

Mengapa Anda perlu berutang? Sebelum mengambil utang, Anda perlu bertanya dulu pada diri Anda sendiri, apakah memang perlu berutang? Umumnya gaya hidup menjadi ‘tuntutan utama’ orang untuk berutang. Seperti keinginan untuk terus exist di sosial media. Keinginan tidak mau ketinggalan dari peers. Sebagai contoh, jika ada teman yang sedang liburan, misalnya di Bali, dan menampilkan foto-foto liburan di sosial media, Anda tidak mau kalah, dan spontan membeli tiket pesawat dan akomodasi lewat kartu kredit dan kemudian mencicil nya selama sekian bulan. Padahal Anda tidak punya budget untuk membiayai liburan Anda. Atau menggunakan kartu kredit untuk membeli pakaian yang brand new  secara terus menerus, agar foto-foto di Instagram selalu di like orang.  Padahal Anda tidak punya uang untuk membayar pakaian tersebut. Contoh-contoh tekanan gaya hidup sosial seperti ini yang membuat orang berutang jadi salah tujuan.

Kalau sudah tahu tujuan Anda untuk berutang, maka sebelum mengajukan utang, cek terlebih dahulu kemampuan bayar Anda. Karena kalau tidak punya kemampuan bayar, sebaiknya tidak perlu berutang. Dan perbankan pasti akan melakukan pengecekan terlebih dahulu atas pengajuan pinjaman Anda. Secara umum kemampuan bayar seseorang dihitung maksimal sebesar 30% dari penghasilan atau sering disebut sebagai Debt Burden Ratio (DBR). Dari rumus ini, bisa dihitung berapa besar cicilan per bulan yang sanggup Anda sisihkan dari penghasilan Anda. Selanjutnya, dihitung berapa lama jangka waktu (tenor) dan berapa jumlah pinjaman (plafond) yang dapat anda terima. Contohnya, jika penghasilan anda per bulan Rp. 15 juta, maka maksimal cicilan yang sanggup Anda pikul hanya 30% saja atau sebesar Rp.4, 5 juta per bulan. Kalau Anda mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) selama 10 tahun, maka jumlah pinjaman yang bisa Anda ambil kurang lebih sebesar Rp. 400 juta.

Yang kedua, yang perlu jadi perhatian adalah suku bunga. Secara umum bisa dibedakan, yang ada agunan dan tanpa agunan. Umumnya di perbankan, pinjaman tanpa agunan, suku bunganya akan lebih besar daripada pinjaman dengan agunan.  Contohnya Kredit Tanpa Agunan (KTA)suku bunganya berkisar 21% – 28% vs Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan kisaran suku bunga 7% – 12%. Mengapa? Karena risiko yang ditanggung pemberi KTA lebih besar, dan untuk menutup risiko tersebut di terjemahkan dengan pengenaan bunga yang lebih tinggi ke konsumen. Untuk pinjaman syariah, dapat dihitung dengan equivalen ke bunga konvensional.

Dengan banyaknya penawaran fasilitas kredit atau pinjaman, Anda tidak perlu kreatif untuk membuat utang baru jika tidak perlu berutang. Karena utang baru berarti kewajiban dan beban baru. Sebaliknya, Anda  dituntut untuk semakin cerdas dan bijak dalam berutang.