Review Investasi Reksadana via Apps Tanamduit

Tanamduit front

Aplikasi ini menawarkan tidak hanya investasi reksadana tapi juga penjualan asuransi dan investasi obligasi berupa Surat Berharga Negara (SBN). Tulisan ini hanya fokus untuk investasi reksadananya saja.

Pendaftaran

Untuk pendaftaran, isi nama sesuai KTP, upload scan KTP, isi nomer rekening dan tanda tangan secara digital. konfirmasinya gak bisa instan, masih butuh 2 (dua) hari kerja. Lumayan lama ya untuk verifikasi.

Pembelian Reksadana

Investasi bisa dilakukan mulai Rp. 10.000 (sepuluh ribu Rupiah).  Untuk pemula yang ingin berinvestasi, anda harus baca lebih dahulu penjelasan dari menu di apps ini, jadi buat yang belum paham reksadana dan bagaimana memilihnya, mungkin apps ini kurang favorable. Apps ini mirip seperti Bareksa, kita sendiri yang harus memilih reksadana mana untuk investasi.

Untuk memilih produk mana yang untuk investasi, diserahkan pada anda sendiri dengan membaca penjelasan yang ada disitu. Harapannya, setelah membaca penjelasan dan menonton youtube di awal, anda akan mengerti. Well, mudah-mudahan ya.

Sebelum beli, ada fitur bandingkan. Anda bisa membandingkan antar reksadana yang ingin dibeli. Bisa bandingkan return dari masing-masing reksadana. Perbandingan maksimum 3 (tiga) reksadana, reksadana mana saja, sembarang pilih.

Selanjutnya jika sudah yakin beli atas pilihan reksadana yang ada, isi nominal yang akan anda investasikan. Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer bank, untuk transfer bank, tentu saja dilakukan secara terpisah melalui mobile banking, ATM, internet banking masing-masing bank, kalau sudah transfer, masih perlu meng upload bukti transfer. Masih ribet dan ada biaya transfer (kalau bank berbeda antara bank custodian dan bank anda sebagai investor). Ada tambahan pilihan pembayaran pembelian reksadana, via Gopay, DANA dan LinkAja. Ini bagus untuk investor pemula karena dapat menghemat biaya transfer, supaya cuan gak habis di makan biaya transfer seperti ini.

Penjualan Reksadana

Untuk mencairkan reksadana anda, ada OTP yang dikirim via email demi keamanan dan verrifikasi. Baru kemudian bisa lanjut. Kalau kita mau menambah/mengubah rekening bank, bisa dilakukan dengan mengirimkan email terlebih dahulu ke help desk/support nya. Ribet ajaa.

Untuk help desk, mereka tidak menyediakan live chat support, tapi bantuan berupa FAQ, jadi anda harus ketik apa yang mau ditanyakan, kemudian akan muncul pilihan-pilihan pertanyaan yang sering di tanyakan dan solusinya. Sering kali apa yang anda tanyakan, tidak ada di FAQ tersebut. Kalau tidak ada jawabannya disitu, maka selanjutnya anda mengirimkan notifikasi, cantumkan email dan lampiran (kalau ada) dan kirim. Much work to do here.

Kesimpulan

Apps ini bagus sebagai alternative channel pembelian reksadana, hanya saja banyak yang perlu di improve, so investor doesn’t have much to do and be more convenient.

Review Investasi Reksadana via Apps Ajaib

ajaib 2

 

Satu lagi apps yang bisa digunakan untuk berinvestasi, Ajaib. Apps ini merupakan salah satu apps investasi online yang memadukan Modern Portfolio Theory dengan Perencanaan Keuangan. Aplikasi ini membuat algorithma yang memudahkan anda untuk memilih reksadana yang tepat sesuai dengan profil risiko. Jadi anda tidak perlu lagi melakukan analisa saat membeli reksadana. Aplikasi ini juga menyediakan live chat support dengan konsultan keuangan, untuk pertanyaan seputar investasi.

Pendaftaran

Isi data pribadi seperti no HP, email, juga ada data isian OJK yang wajib di isi, upload foto KTP dan tanda tangan di HP. Ajaib mengklaim 5 menit untuk memverifikasi data yang disampaikan. Next, isi profil anda, apakah sudah menikah atau belum, karena ini untuk menentukan profil risiko anda seperti apa, yang ujungnya menentukan pilihan portfolio yang akan direkomendasikan oleh Ajaib.

Paket Investasi

Seperti yang dicanangkan, apps Ajaib ini membuat paket-paket investasi yang menggunakan segmen perencanaan keuangan untuk investasi seperti Dana Pensiun, Dana Darurat, Investasi Impian. Jadi anda tinggal pilih tujuan keuangan anda apa, maka Ajaib akan menghitung dan memilihkan reksadananya untuk anda. Perlu diperhatikan bahwa paket investasi ini hanya bisa dilakukan via mobile, tidak bisa lewat web. Yang bisa lewat web hanya investasi umum, artinya yang non paket tersebut di atas.

Beli Reksadana

Ajaib akan merekomendasikan pilihan reksadana yang cocok dengan profil risiko anda. Misalnya kalau profil risiko moderat, maka pilihan investasi adalah pendapatan tetap dan saham dengan komposisi investasi masing-masing. Misal pendapatan tetap 70%, saham 30%. Di Ajaib, ada pilihan investasi reksadana seperti terpopuler, investasi bertema, risiko terendah, Syariah, saham, obligasi, dan campuran. Misalnya reksadana terpopuler, disebutkan reksadana mana yang masuk kategori ini, dilengkapi dengan min investasi dan return satu tahun. Kita klik lagi, maka akan terlihat berapa NAB terakhir dan apa saja undelying asset nya.

Jika kita mengajak orang lain untuk menggunakan apps Ajaib, ada program referral yang berhadiah, min 10 ribu perak dan maksimum 1 juta. Tentu saja ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Untuk pembayaran, masih menggunakan transfer manual antar bank. Harus transfer dulu ke rekening bank kustodian reksadana tsb dan upload ke system ajaib. Menurut penulis, ini jadi salah satu kelemahan dalam era e-commerce seperti sekarang ini. Selain itu, sudah ada juga transfer manual via OVO. Namun perlu diperhatikan rating apps OVO ini dan penilaian customers’ atas apps ini. Silakan lihat sendiri ya di google play atau app store.

Jual Reksadana

Untuk menjual, tinggal pilih reksadana yang mau di jual, kemudian klik Tarik. Dana akan ditransfer ke rekening anda, maksimal 7 hari kerja. Tapi kenyataannya bisa lebih cepat. Akan ada biaya transfer bank yang langsung dipotong dari hasil penjualan reksadana tersebut. Jadi kalau keuntungan reksadana kecil, maka gak berasa cuan nya.

Over all, systemnya sudah bagus, hanya saja ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian ke depan nya, seperti transfer dan verifikasi yang otomatis dan pastinya lebih aman dalam kerjasama dengan aplikasi lain untuk transfer transaksi. Pilihan produk yang lebih banyak dan juga ada fitur nabung rutin.

 

Selamat berinvestasi.

Catch me: @rizalplanner (twitter)

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

Review Investasi Reksadana via Apps Bibit

bibit

Satu lagi apps untuk yang ingin berinvestasi reksadana adalah Bibit. Bisa di download di ios ataupun google play atau jika ingin menggunakan laptop, bisa masuk ke web nya: https://app.bibit.id/.

Apps ini cocok untuk pemula atau orang awam yang baru belajar bagaimana mulai berinvestasi, karena melalui apps ini anda tidak perlu lagi mikir mau milih reksadana yang mana dan bagaimana cara investasinya, cukup klik-klik di gadget anda, maka anda bisa langsung berinvestasi. Tagline nya berinvestasi reksadana secara otomatis.

Pendaftaran

Cara daftarnya juga gampang, cukup scan KTP, tidak perlu manual isi data KTP karena sistem sudah mampu membacanya, isi no HP, nama bank dan no rekening dan ikuti petunjuk selanjutnya. Isian yang ada sekaligus mengukur risk profile anda. Seberapa besar risiko yang anda bisa tanggung bila sesuatu terjadi pada investasi anda, contohnya, bila harga suatu reksadana saham turun 15%, apakah anda panik atau malah beli lagi? Kalau beli lagi, berarti anda tipe investor agresif, kalau panik, anda termasuk yang konservatif, pilih yang aman-aman aja.

Kalau sudah isi semua, tidak perlu nunggu seharian, anda sudah bisa langsung investasi.

Robo Advisor

Untuk mengukur risk profile dan pilihan investasi yang ada, Bibit menggunakan yang namanya robo advisor.  Robo advisor ini fungsinya akan memilihkan reksadana mana saja yang sesuai dengan risk profile anda. Rekomendasi robo advisor bisa sekaligus 3 (tiga) reksadana dengan komposisinya masing-masing. Contohnya, untuk profil risiko agresif, nilainya 9.0, maka rekomendasi reksadana pasar uang 10%, obligasi 24%, dan saham 66%. Masing-masing sudah dipilihkan oleh robo advisor dari reksadana yang ada, mana yang paling cocok. Gak perlu pusing lagi memilih.

Cara kerja robo advisor adalah auto risk profiling, auto financial plan dan auto rebalancing. Dari algoritma jawaban-jawaban atas isian pendaftaran, robo advisor bisa mengetahui risk profile anda, lalu mendesain bagaimana perencanaan keuangan yang terbaik untuk anda, yang diterjemahkan dengan komposisi portfolio reksadana yang dipilih, dan terakhir menyesuaikan komposisi berdasarkan profil risiko, usia dan risiko pasar.

Kalau sudah familiar dengan reksadana, anda bisa pilih sendiri dari list reksadana yang ada, dan ada juga fitur bandingkan antara 3 (tiga) reksadana sekaligus untuk kategori yang sama, misalnya untuk kategori reksadana Obligasi, pilih 3 (tiga) reksadana obligasi, ada pula fitur filter, membandingkan dari total Asset Under Management, Return, Expense Ratio, Max Drawdown dan Minimum Pembelian.

Cara Pembayaran

Cara pembayaran nya mirip kalau belanja di market place seperti Tokopedia, Bukalapak. Tidak perlu kirim bukti transfer, verifikasi juga sudah otomatis. Pembayaran bisa dilakukan via Gopay, OVO, DANA, Virtual Account. Selain ke- 4 cara di atas, masih disediakan cara pembayaran via transfer manual, bukti transfer masih tetap perlu dikirim untuk verifikasi.

Untuk fitur pembayaran lewat Gopay, gratis biaya transfer, ini lumayan banget untuk pemula yang nilainya masih kecil, menghemat biaya transfer. Gak perlu online banking untuk transfer. Apalagi kalau profitnya gak gede-gede banget, jadi profit gak dimakan biaya transfer.

Ada juga pembayaran via virtual account, ada 4 (empat) bank yang saat ini ada no rekening virtualnya tercatat di Bibit. Ini juga lumayan untuk menghemat biaya transfer, hanya perlu memastikan bank anda sama dengan bank tujuan virtual account tersebut. Saat ini ada Bank BRI, BNI, Permata, CIMB Niaga dan bill payment via Mandiri.

Cara pembayaran ke virtual account tersebut bisa juga via apps OVO dan DANA, hanya saja ada biaya transfernya, tertera sebelum anda menyetujui pembayaran via metode ini.

Ada pembayaran via LinkAja, verifikasinya juga otomatis dan gratis biaya transfer. Lumayan untuk menghemat biaya transfer.

Inovasi seperti ini, penting bagi investor, karena membantu menghemat dari biaya-biaya yang tidak perlu.

Nabung Rutin

Fasilitas nabung rutin disediakan oleh apps ini. Nabungnya sebulan sekali. Caranya, tinggal klik saja nabung rutin di menu home yang ada, pilih tanggal berapa mau nabungnya, voila, maka setiap bulan uang anda akan dipotong. Nabung rutin ini adalah metode sederhana untuk untuk investasi rutin setiap bulan tanpa peduli harganya naik atau turun. Karena dengan nabung rutin atau istilahnya dollar cost averaging, anda tidak perlu mikir kapan saat yang tepat untuk berinvestasi. Yang penting anda konsisten dan disiplin dalam menabung,

Jual Reksadana

Untuk menjual reksadana, caranya juga mudah sekali, tinggal klik menu portfolio, maka akan muncul apa saja pilihan reksadana yang sudah dibeli, bisa dilihat performancenya, untung atau tidak. Kalau mau dicairkan, tinggal klik jual. Selanjutnya, di screen, akan muncul informasi bank kustodian dari reksadana tersebut, kalau bank kustodiannya berbeda dengan bank tujuan anda, maka akan ada biaya transfer, tapi kalau anda menyamakan bank anda dengan bank kustodian, maka gratis biaya transfer. Kalau di awal anda punya rekening bank yang berbeda dengan bank kustodian, dan anda ingin mengganti dengan bank yang sama dengan bank kustodian, maka tambahkan di menu profile no rekening bank yang sama tersebut. Penambahan rekening bank bisa dilakukan lebih dari satu.

Kesimpulan

Design apps, user interface (UI) nya bagus, dibuat semudah mungkin, jadi gak pake ribet buat pemula. Untuk yang mau Syariah, ada pilihan preferensi Syariah di menu profile. Sehingga otomatis, pilihan reksadana anda juga langsung yang Syariah. Untuk pilihan produknya secara keseluruhan menurut penulis belum terlalu banyak.

Selamat berinvestasi

Catch me @rizalplanner (twitter)

Email: rizal.plannerindo@gmail.com

Review Investasi Reksadana via Apps Bukalapak

bukalapak apps 

Selain market place Tokopedia, kompetitor nya yaitu Bukalapak juga menyediakan layanan pembelian instrumen reksadana via Apps Bukalapak. Sebagai catatan, Bukalapak sebagai agen penjual produk reksadana tidak bertanggung jawab terhadap kinerja reksadana yang dijual.

Ada 3 hal yang bisa jadi perhatian.

Pertama, untuk pendaftaran, karena Bukalapak bekerjasama dengan Bareksa (portal jual beli reksadana online), maka tatacaranya mirip dengan yang ada di Bareksa.com. Anda perlu scanned KTP dan smartphone dan/atau laptop yang touchscreen untuk proses pendaftaran seperti terima sms dan tanda tangan online pada screen. Selanjutnya anda tinggal masuk ke menu BukaReksa (nama yang digunakan Bukalapak sebagai menu jual beli reksadana) lalu klik mulai investasi sekarang. Dari sini ikuti saja instruksi yang diberikan pada layar. Setelah daftar, perlu waktu 1 (satu) hari lamanya untuk account anda di verifikasi. Tidak serta merta pendaftaran online, saat itu juga langsung disetujui. Setelah verifikasi OK, maka baru anda bisa mulai bertransaksi.

Kedua, beli reksadana. Di Bukalapak, saat ini ada 4 jenis reksadana yang dijual:

  1. Pasar uang,
  2. Pendapatan tetap,
  3. Campuran dan
  4. Saham

 

Dari jenis reksadana tersebut, produk yang dijual berturut-turut adalah

  1. Pasar uang, reksadana yang mempunyai risiko rendah:
    1. Mandiri Investa Pasar Uang,
    2. Reksa Dana Syariah Mandiri Bukareksa,
    3. CIMB-P Bukareksa Pasar Uang
  2. Pendapatan Tetap, yang mempunyai risiko menengah:
    1. Syailendra Fixed Income Fund,
    2. CIMB-Principal Total Return Bond Fund,
    3. Mandiri Investa Dana Syariah,
    4. Reksadana Ashmore Dana Obligasi Nusantara,
    5. Bahana MES Syariah,
    6. Manulife Obligasi Negara Indonesia II.
  3. Campuran, juga mempunyai risiko menengah:
    1. Batavia Dana Dinamis,
    2. Kresna Flexima,
    3. Cipta Syariah Balance,
    4. Schroder Dynamic Balanced Fund,
    5. Schroder Dana Kombinasi,
  4. Saham, yang mempunyai risiko tinggi, yaitu:
    1. Manulife Dana Saham,
    2. BNP Paribas Infrastruktur Plus,
    3. BNP Paribas Pesona,
    4. BNP Paribas Pesona Syariah,
    5. Batavia Dana Saham,
    6. Sucorinvest Sharia Equity Fund,
    7. Sucorinvest Maxi Fund, dan
    8. BNP Paribas Ekuitas.

Anda bisa lihat di menu Produk yang ada di BukaReksa. Tinggal dipilih saja mana yang sesuai dengan tujuan dan risk profile anda. Kalau anda hanya punya tujuan jangka pendek, kurang dari 1 tahun, maka pasar uang menjadi pilihan yang tepat, begitu juga seberapa konservatif nya anda, dan sebaliknya. Semakin panjang tujuan anda dan semakin agresif profile anda, reksadana saham bisa menjadi pilihan. Bagusnya, buat yang belum familiar dengan reksadana, BukaReksa menampilkan kategori dari produk reksadana yang ada, apakah masuk risiko rendah atau risiko tinggi. Sehingga investor awam, bisa tahu masuk kategori mana produk reksadana tersebut.

Untuk membeli reksadana, tinggal klik pada salah satu reksadana yang menjadi pilihan, kemudian akan muncul tombol beli, klik saja. Pada tampilan produk, informasi Nilai Aktiva Bersih (NAB) ditampilkan secara jelas, bersamaan dengan kinerja harian nya. Apakah naik atau turun. Begitu juga dengan kinerja per 7 hari, 1 bulan, 3 bulan dan 1 tahun lengkap dengan grafiknya. Menurut saya ini akan membantu investor akan gambaran atas kinerja dari produk reksadana tersebut.

Pembelian minimum tercantum Rp. 10.000, namun di situ sudah tersedia kotak pilihan Rp. 50.000, Rp. 100.000, Rp. 200.000, Rp. 500.000 dan Rp. 1.000.000, atau anda bisa juga menuliskan secara manual pada kotak yang tersedia. Saat ini karena Bukalapak sudah bekerja sama dengan Apps Dana, maka uang untuk beli reksadana bisa digunakan dari saldo yang ada di Dana, atau bisa juga melalui transfer bank. Jika sudah beli, maka kita bisa melihat total harga yang ada dan biaya pembelian – ada produk yang masih memberikan fee gratis tapi ada pula yang sudah berbayar seperti di Schroder Dana Kombinasi. Informasi gratis atau tidak, ada di detail informasi produk. Tinggal klik saja. Secara umum, cara pembelian reksadana mirip dengan anda transaksi belanja online di Apps Bukalapak.

Ketiga, pada saat menjual reksadana, lihat dulu di menu portfolio, reksadana apa saja yang dimiliki. Dari menu portfolio ini, BukaReksa menampilkan berapa keuntungan/kerugian yang di dapat sejak pembelian dilakukan. Jika sudah dipilih pada reksadana yang ingin dijual, klik jual. Bisa jual semua unit bisa sebagian. Kalau ingin menjual semua unit, tinggal klik pada kotak yang tersedia. Kalau sebagian saja, ketik secara spesifik berapa jumlah unit yang ingin di jual. Tampilan ini mirip dengan menu yang ada di Bareksa.com itu sendiri. Info jumlah unit, tersedia di menu portfolio. Jika anda melakukan transaksi jual sebelum jam 13.00, maka akan digunakan NAB pada hari tersebut, tapi jika setelah jam 13.00, maka NAB H+1 atau hari berikutnya yang akan digunakan. Hal ini dikaitkan dengan settlement yang baru bisa dihitung pada akhir/ malam hari.

Selanjutnya bank kustodian, akan mentransfer uang langsung ke rekening anda maksimum 7 hari bursa. Karena menggunakan sistem kliring, maka akan ada biaya Rp. 5.000 untuk beneficiary atau bank tujuan jika berbeda dengan bank asal. Proses jual ini, sangat mudah, seperti halnya menjual barang secara online di marketplace.

Hal lain, sebelum membeli reksadana di marketplace seperti ini, investor juga perlu membaca fund fact sheet dan prospektus yang tersedia di detail informasi produk.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

Bagaimana Memulai Investasi?

Time To Invest Concept Clock

Pic source: beaconfinancialstrategies

Boy Hazuki Rizal ID 3Maret 2019

Investor Daily 3 Maret 2019: https://id.beritasatu.com/home/bagaimana-memulai-investasi/186106

Apa saja sih yang perlu Anda perhatikan bila mulai berinvestasi? Kenapa harus berinvestasi? Bagaimana cara berinvestasi? Apa saja yang bisa dijadikan instrumen untuk investasi? Setiap manusia yang hidup pasti punya kebutuhan dalam hidupnya, mulai dari kebutuhan tempat tinggal, kendaraan, pakaian, yang bersifat tangible (berwujud) sampai yang intangible (tidak berwujud) seperti pendidikan, berlibur dan lainnya.

Kalau Anda hanya berpikiran jangka pendek seperti hari ini makan siang di mana? Weekend ini mau pergi kemana? Atau, apa yang mesti dilakukan besok? Maka Anda belum berpikiran untuk jangka panjang. Jangka panjang dalam investasi contohnya adalah investasi untuk uang pensiun. Saat ini, penduduk Indonesia, banyak pensiunan yang menggantungkan hidupnya hanya dari uang pensiun saja, yang menurut perhitungan saya tidak cukup. Harus ada investasi tambahan untuk menambah kekurangan dari uang pensiun yang diterima tersebut. Karena setiap tahun biaya hidup semakin meningkat. Ada pula pensiunan yang baru mulai berinvestasi pada saat baru pensiun, dan dilakukan pada jenis investasi yang sangat beresiko (high risk) karena mengharapkan imbal hasil (return) yang tinggi dalam waktu yang singkat, demi masa pensiun. Padahal pada saat pensiun, justru investasi yang harus dilakukan adalah investasi dengan resiko rendah. Untuk menurunkan resiko dan stress yang mungkin terjadi.

Dalam hal berinvestasi, investor wajib mengenali apa itu investasi bodong agar tidak tertipu dan terjebak. Ada 3 (tiga) ciri umum yang bisa dilihat dalam penawaran investasi bodong. Yang pertama, menjanjikan imbal hasil yang tinggi. Kalau rata-rata deposito 7%  per tahun saat ini dan imbal hasil reksadana 15%-18% per tahun, tapi ada pihak yang berani menjamin imbal hasil 70% per tahun, maka patut dicurigai. If its too good to be true, Its not true. Terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Kedua, legalitas, apakah perusahaan investasi tersebut sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)? Kalau belum, jangan dilanjutkan. Untuk mengetahui legal atau tidak, bisa di cek langsung di website resmi OJK. Kalau tidak ada, sebaiknya jangan. Yang ketiga, menggunakan sistem Multi Level Marketing (MLM), ada yang menawarkan investasi dengan sistem berjenjang. Apabila sudah mendaftar sebagai anggota, maka harus merekrut sekian orang untuk menjadi downline. Kalau sudah begini, lebih baik dihindari. Bila Anda menemukan investasi dengan ciri-ciri di atas, sebaiknya lapor ke regulator (OJK).

Investasi jangka panjang, umumnya adalah investasi di atas 10 (sepuluh) tahun. Tidak bisa instan, ingin cepat-cepat agar hasil investasinya langsung mendapatkan hasil yang besar. Kunci dari investasi adalah waktu. Semakin panjang waktu yang diberikan, semakin besar hasil yang dapat dicapai. Investasi ini Anda perlukan untuk memberikan Anda dana yang cukup pada saat pensiun nanti, dengan gaya hidup yang Anda inginkan, atau gaya hidup yang mirip dengan yang Anda lakukan sekarang. Kalau Anda ingin gaya hidup yang lebih dari sekarang, maka semakin besar uang yang Anda harus investasikan.

Untuk memulai investasi, ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan. Pertama, Anda perlu cek kesehatan keuangan Anda. Caranya dengan membuat laporan keuangan pribadi, membuat arus kas Anda. Apakah pengeluaran Anda sudah lebih kecil daripada gaji yang diterima? Kalau setiap bulan Anda mendapatkan gaji atau pendapatan dari tempat Anda bekerja, maka belanjalah lebih sedikit dari yang Anda terima. Sehingga selisihnya bisa Anda investasikan. Lakukanlahlah terus menerus secara rutin setiap bulan, sehingga hasil investasi Anda bisa membiayai gaya hidup Anda. Contohnya, kalau setiap bulan Anda mendapatkan penghasilan Rp. 20 juta, maka pengeluaran setiap bulan harus kurang dari itu (misalnya Rp. 15 juta), maka selisihnya sebesar Rp. 5 juta dapat diinvestasikan.

Yang kedua, tetapkan tujuan keuangan Anda. Apakah tujuan Anda berinvestasi? Untuk pensiunkah? Berapa waktu yang yang Anda punyai untuk membentuk dana pensiun tersebut? Pemilihan produk investasi disesuaikan dengan jangka waktu. Semakin panjang jangka waktunya, semakin tinggi risiko produk yang dapat dipilih. Sehingga diharapkan, dapat memberikan imbal hasil yang tinggi pula. Sebaliknya, semakin pendek jangka waktunya, pilih instrumen yang rendah resikonya. Kalau Anda masih berumur 30 tahun, masih punya waktu 25 tahun sebelum pensiun, maka instrumen investasi seperti saham atau reksadana saham dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, jika Anda sudah berumur 50 tahunan, dan hanya punya waktu < 5 tahun, maka instrumen seperti Obligasi dengan jenis Saving Bond Retail (SBR), Sukuk Tabungan (ST), atau Reksadana Pendapatan Tetap dapat menjadi pilihan.

Instrumen lain yang dapat menjadi pilihan adalah Emas, Deposito, Properti, produk turunan atau derivative dari saham dan obligasi seperti Reksadana Campuran. Jaman now, peer to peer lending juga dapat menjadi alternatif pilihan investasi. Pelajari terlebih dahulu ketentuannya. Selanjutnya, tinggal klik dari gadget Anda, maka anda sudah mulai berinvestasi.

Yang ketiga, faktor resiko. Ini terkait kesanggupan Anda menerima resiko yang timbul. Kalau misalnya Anda berinvestasi pada saham, tapi ternyata membuat jantung Anda berdegup kencang melihat harga saham yang naik turun, maka instrumen saham bukan pilihan yang tepat. Sebaliknya, semakin konservatif Anda, semakin rendah resiko instrumen investasi yang dipilih. Untuk itu perlu pencocokan antara profil resiko dengan produk investasi yang dipilih.

Selamat berinvestasi.

Layanan Peer to Peer (P2P) Lending

fintech ci

Inovasi dan kemajuan teknologi membuat kita semakin mudah dalam melakukan transaksi keuangan, kapanpun dan dimanapun dengan smartphone di tangan. Cukup klik klik, voila.., transaksi Anda selesai. Memang generasi sekarang benar-benar dimanjakan dengan adanya teknologi digital ini. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai bulan Oktober 2018, sudah terdaftar lebih dari 70 start up Financial Technology (fintech) Lending. Fintech Lending sendiri sebenarnya hanya satu dari beberapa jenis start up jasa keuangan yang sedang marak saat ini. Di Indonesia sendiri jenis start up jasa keuangan ada bermacam-macam, yaitu: crowdfunding, P2P Lending (Peer to Peer Lending), Microfinancing, investasi retail, remitansi, riset keuangan dan perencana keuangan. Total transaksi fintech di Indonesia konon kabarnya mencapai Rp. 202.77 Triliun di tahun 2017.

Start up yang paling banyak menarik perhatian adalah P2P Lending. Seperti kata pepatah, ada gula ada semut. Ada yang ingin berinvestasi dengan imbal hasil yang tinggi, dan ada yang ingin mendapatkan pinjaman dengan mudah dan cepat. P2P Lending merupakan wadah yang mempertemukan antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman dalam satu tempat. Dimana penerima pinjaman bertanggung jawab penuh kepada yang memberi pinjaman. Tidak seperti halnya nasabah bank, yang meminjam uang ke bank, peminjam hanya bertanggung jawab ke bank tersebut, dimana bank berfungsi sebagai intermediari. Yang mendepositokan uangnya tidak tahu uangnya dipinjamkan ke siapa. Jika terjadi macet atau gagal bayar dalam pembayaran pinjaman, maka nasabah hanya berurusan ke bank.

Macet dalam pembayaran pinjaman atau dalam istilah perbankan dikenal sebagai Non Performing Loan (NPL) merupakan masalah serius di bank karena apabila NPL meningkat, maka bisa menggerus laba melalui peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai.

Sebagai pengguna P2P lending baik sebagai pemberi pinjaman maupun penerima pinjaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, adalah legalitas dari perusahaan P2P lending tersebut. Hal ini dapat di cek melalui website OJK, terdaftar atau tidak. Sehingga calon pengguna jasa mempunyai rasa aman terlebih dahulu, karena sudah ada OJK yang memvalidasi dan mengawasi perusahaan fintech tersebut. Bila tidak terdaftar di OJK, maka lebih baik hindari.

Yang kedua, adalah syarat dan ketentuan pengguna jasa. Misalnya, apakah perusahaan P2P Lending dalam perjanjian diperbolehkan untuk mengakses nomor telepon kontak pengguna? Karena apabila ya, dan ternyata penerima pinjaman gagal bayar, maka perusahaan mempunyai akses atas contact list. Meskipun dalam perjanjian hanya satu, tapi kenyataannya semua. Sudah banyak kasus yang menimpa penerima pinjaman yang gagal bayar sebagai pengguna jasa. Seperti yang pernah disiarkan oleh salah satu TV swasta, mulai dari ancaman pembunuhan, percobaan bunuh diri karena tidak kuat menanggung beban bunga tinggi, dipecat dari tempat bekerja karena perusahaan fintech menagih ke atasan maupun kolega tempat bekerja, diceraikan pasangan karena perusahaan fintech menagih ke mertua, dan kasus lainnya. Oleh karena itu tanyakan terlebih dahulu apa saja terms and condition dalam perjanjian, sehingga jelas hak dan kewajiban dari konsumen.

Yang ketiga, biaya. Pengguna jasa P2P Lending harus cermat dalam menghitung biaya yang muncul. Jika anda memang harus menggunakan jasa P2P lending ini, hitung terlebih dahulu berapa yang anda bayarkan, sehingga yang anda terima sesuai kebutuhan anda. Karena ada biaya yang dipotong dari total nominal pinjaman. Bagi peminjam, ada biaya administrasi, kurang lebih berkisar 10% dari total pinjaman, dan jika ada tambahan biaya lain maka harus dimasukkan pula dalam perhitungan. Sehingga nominal yang peminjam terima hanya berkisar 90%. Jadi, kalau Anda butuh pinjaman Rp. 1,8 juta, maka nilai yang Anda harus ajukan sebesar Rp. 2 juta.

Yang ke empat, bunga. Bagi pemberi pinjaman tentu akan senang bila dapat imbal hasil yang tinggi. Sejalan dengan itu, semakin besar imbal hasil yang dijanjikan kepada pemberi pinjaman, otomatis akan berdampak pada bunga yang harus dibayarkan oleh penerima pinjaman. Semakin besar tentu saja semakin mencekik. Bila dihitung dari kasus-kasus yang ada, ada perusahaan P2P Lending yang mengenakan bunga pinjaman selama 2 minggu sebesar 16.8%, artinya bunga 1% lebih per hari nya. Bahkan ada yang mengenakan biaya 30% selama 2 minggu, artinya bunga kurang lebih 2% per hari. Bandingkan dengan bunga kartu kredit sebesar 26.95% per tahun atau 2,25% per bulan. Kalau bunga kartu kredit saja sudah tinggi, bisa dibayangkan bagaimana penerima pinjaman mampu membayar dengan bunga yang lebih tinggi dari itu?

Yang ke lima, Minimalkan risiko melalui diversifikasi. Bagi pemberi pinjaman, demi menghindari kemungkinan gagal bayar dari penerima pinjaman, maka investasikan uang Anda pada beberapa perusahaan P2P Lending. Sehingga apabila ada satu yang gagal bayar, maka masih ada yang lainnya. Kalau ada uang Rp. 100 juta untuk investasi, maka letakkan pada 10 perusahaan P2P Lending, masing-masing sebesar Rp. 10 juta. Risiko investasi akan jauh lebih kecil bila disebar pada 10 perusahaan P2P Lending dibandingkan hanya diletakkan pada satu perusahaan P2P Lending saja. Hal ini seperti resep investasi yang sudah kita kenal: Don’t put all your eggs in one basket. Akan sangat bijak untuk mendiversifikasikan investasi Anda pada beberapa instrumen yang berbeda demi meminimalkan risiko.

Sebagai penutup, baik pemberi maupun penerima pinjaman mempunyai ekspektasi dan risikonya masing-masing. Semakin tinggi ekspektasi imbal hasil, semakin tinggi pula risikonya. Ukur kesanggupan diri masing-masing dalam menerima ekspektasi dan risiko bila memakai jasa P2P Lending ini.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan.

as published in Investor Daily 16 Des 2018: https://id.beritasatu.com/opini/layanan-peer-to-peer-p2p-lending/183640

Boy Hazuki Rizal_ID_16Dec18.JPG

Investasi untuk Millenial

NZDM9807

Investime di CNBC Indonesia, 4 Dec 2018.

https://www.cnbcindonesia.com/investment/20181204171152-23-44953/ini-dia-investasi-cocok-untuk-milenial.

Jakarta, CNBC Indonesia- Generasi milenial kini mulai akrab dengan investasi, budaya serba cepat membuat milenial cocok untuk mulai investasi di reksa dana online dan peer to peer lending. Namun investor pemula juga harus jeli dan memastikan legalitas investasi tersebut. Hal ini disampaikan oleh Financial Planner, Boy Hazuki Rizal dalam program Investime CNBC Indonesia.