PENDANAAN ONLINE

Tulisan ini merupakan sisi lain dari tulisan saya sebelumnya mengenai pinjaman online (Tabloid Kontan, 15-21 Januari 2018). Sisi lain dari pinjaman online dalam Peer to Peer Lending (P2PL) adalah pendanaan online. Peer to peer lending adalah suatu wadah atau market place dimana antara pemberi pinjaman dan peminjam dipertemukan dalam suatu wadah secara online, dan P2P ini merupakan platform yang dikuasai oleh perusahaan rintisan (start-up) teknologi finansial (tekfin). Pendanaan online merupakan salah satu alternatif channel yang dapat digunakan untuk berinvestasi. Channel ini memberikan imbal hasil yang jauh lebih besar daripada produk perbankan, bahkan ada yang bisa memberikan lebih besar daripada rata-rata produk reksadana saham di pasar modal.

Dalam pendanaan online yang di fasilitasi oleh perusahaan tekfin, proses pendanaan online akan dilakukan setelah ada pengajuan pinjaman yang dilakukan baik oleh individu maupun oleh badan usaha (Usaha Mikro Kecil dan Menengah – UMKM). Pendanaan online ini dilakukan melalui penggalangan dana. Dalam penggalangan dana ini, pihak yang ingin melakukan pendanaan, dapat mengetahui, berapa besar dana yang dibutuhkan, lama waktu (tenor) dan berapa bunga yang diberikan sebagai imbal hasil atas pendanaan yang diberikan.  Dalam penilaian perusahaan tekfin, ada grade yang diberikan atas proposal pinjaman, semakin tinggi risiko peminjam, maka semakin tinggi pula imbal hasil yang diberikan kepada pemberi dana.

Pendanaan online ini terlihat seksi, karena ada beberapa perusahaan tekfin yang mampu memberikan bunga jauh di atas rata-rata, dibandingkan dengan produk investasi seperti reksadana saham. Ada yang mengklaim mampu memberikan bunga hingga 35% per tahun, ini jauh di atas reksadana saham yang memberikan imbal hasil berkisar antara 15%-20% per tahun.

Untuk memulai investasi melalui pendanaan online ini, ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian.

Yang pertama, adalah risiko. Semakin tinggi bunga atau imbal hasil yang diberikan kepada pendana online, semakin besar risiko dari peminjam. Risiko yang dimaksud adalah risiko gagal bayar. Artinya ada kemungkinan pengembalian dana pokok dan bunga pinjaman macet atau tidak bayar sama sekali di tengah jalan. Credit scoring yang dilakukan oleh perusahaan tekfin, dicerminkan dalam grade yang dilsematkan dalam proposal tersebut. Semakin rendah grade, semakin tinggi imbal hasil yang diberikan kepada pendana online. Hal lain yang bisa dilihat, khususnya untuk proposal penawaran dari bisnis, ada platform yang memberikan ringkasan laporan keuangan seperti pendapatan dan laba. Kalau pendapatan dan laba bersihnya positif dan bagus, bisa jadi pilihan investasi. Anda tetap perlu menilai, meskipun diasumsikan pihak tekfin sudah melakukan analisa yang memadai untuk menilai kelayakan atas proposal pinjaman sebelum ditawarkan.

Yang kedua, biaya. Ada perusahaan tekfin yang mengklaim tidak memungut biaya atas pendanaan yang dilakukan, tapi ada juga yang memungut. Namanya bisa service fee, biaya layanan, biaya administrasi, biaya platform dll. Biaya layanan pendanaan bisa dihitung berdasarkan prosentase atas nominal bunga (imbal hasil) yang diberikan, besarnya biaya sekitar 1%-3%. Jadi kalau nilai nominal bunga 22%, dikurangi biaya 3%, maka suku bunga yang diterima (imbal hasil) ‘hanya’ 19%. Jika Anda berinvestasi lewat tekfin secara online, tanyakanlah secara jelas mengenai biaya jasa ini, apakah ada atau tidak? Jika ada, berapa besar nya? Karena ini akan mengurangi bunga atau imbal hasil yang mestinya diterima.

Yang ketiga adalah minimum modal investasi. Ada perusahaan tekfin yang meminta dana yang dimasukkan dalam account sebelum dapat mulai berinvestasi di platform mereka minimum sebesar Rp. 100 juta. Ada juga yang minimum Rp. 10 juta,tapi  ada yang hanya Rp. 100 ribu. Pilihan platform disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan investasi Anda.

Yang ke empat adalah diversifikasi. Untuk diversifikasi bisa dilakukan pada satu platform dengan proposal pinjaman yang berbeda atau pada berbagai platform yang berbeda. Contohnya, jika Anda punya dana investasi Rp. 100 juta, maka investasi bisa dilakukan pada satu platform untuk 10 proposal pinjaman yang berbeda dengan investasi masing-masing @Rp. 10 juta, atau investasi pada 10 platform tekfin yang berbeda untuk 10 proposal dengan nilai masing-masing @Rp. 10 juta. Tujuannya untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan imbal hasil. Saat ini, per 9 Desember 2017, sudah ada 28 perusahaan tekfin yang terdaftar dan di awasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Tinggal Anda pilih, mana yang sesuai dengan tujuan investasi Anda.

Dengan adanya platform teknologi finansial, investasi sekarang menjadi lebih luas, tidak terpaku pada instrumen investasi konvensional  dan lebih sexy dengan imbal hasil yang lebih menjanjikan dibandingkan produk investasi konvensional.

Sebagai investor, Anda juga di tuntut untuk paham atas proses dan risiko yang dihadapi dalam investasi pendanaan online ini.

 

 

 

Resolusi Rp. 1 Miliar

NYResolution2018

Boy Hazuki Rizal_Tabloid Kontan 1Jan18

Tahun baru, resolusi baru.

Saya dan Anda mungkin punya resolusi tahun baru yang berbeda, tapi bisa jadi akhirnya adalah kesejahteraan diri dan keluarga. Sebagai manusia, tentu kita mengharapkan tahun baru lebih baik dari tahun sebelumnya,lebih dapat mengatur cash flow dan lebih sejahtera dalam hal finansial. Dan kita semua sangat prihatin dengan kejadian korupsi di negeri kita tercinta ini. Berapapun nilai korupsinya, sangat tidak sebandingkan dengan integrity dan harga diri. Memperkaya diri sendiri dengan tujuan mensejahterakan diri dan keluarga dengan korupsi jelas merupakan jalan yang salah.

Anda sebagai pribadi maupun kepala keluarga, tentu juga berpikir dan berharap bagaimana caranya supaya dapat mensejahterakan diri dan keluarga dengan jalan yang bersih dan halal, tanpa perlu berurusan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) maupun pihak berwajib lainnya.

Bisa! Harus bisa dan pasti bisa! Caranya dengan berinvestasi. Salah satunya melalui investasi di pasar modal. Anda semua tahu bahwa setiap pilihan investasi pasti ada risiko yang mesti di tanggung. Semakin tinggi imbal hasil yang diharapkan, semaking tinggi risiko yang mesti ditanggung. Namun risiko tersebut dapat kita ukur dan mitigasi. Dengan membeli instrumen investasi melalui manager investasi yang sudah resmi terdaftar di OJK, melindungi diri kita dari investasi bodong.

Untuk resolusi tahun baru, mari jadikan dana Rp. 1 Milyar sebagai resolusi kesejahteraan diri dan keluarga. Bagaimana cara mewujudkannya? Dengan investasi di reksadana saham. Saat ini imbal hasil rata-rata reksadana saham sekitar 17%.

Kalau kita hitung dengan skenario imbal hasil 17% per tahun, maka Anda ‘cukup’ berinvestasi Rp. 3,22 juta sebulan selama 10 tahun, maka pada tahun ke-10 uang Rp. 1 Milyar akan terakumulasi jadi milik Anda. Kalau merasa jumlah per bulannya masih terlalu besar, jangka waktunya bisa di perpanjang menjadi 15 tahun, dengan investasi bulanan yang lebih kecil lagi menjadi Rp. 1,23 juta, dan kalau Anda merasa bulanannya masih terlalu besar dan punya waktu lebih panjang, waktu investasinya bisa di extend lagi menjadi 20 tahun, dengan investasi per bulan ‘hanya’ Rp. 502 ribu. Nah semua ini selama Anda lakukan dengan disiplin dan konsisten, maka yakinlah uang Rp. 1 Milyar tersebut akan jadi resolusi baru Anda.

Imbal hasil reksadana saham mencapai 17% per tahun, sangat amat jauh bila dibandingkan dengan deposito yang berkisar 5% per tahun atau bahkan dengan tabungan biasa yang hanya berkisar 1% per tahun.

Ada 3 tahap yang perlu anda lakukan untuk mewujudkan resolusi Rp. 1 Milyar pertama Anda.

Tahap pertama, tetapkan jangka waktunya. Semakin pendek, semakin besar dana yang harus disediakan dan sebaliknya. Jangka waktu berhubungan dengan tingkat risiko, imbal hasil serta nilai investasi yang harus di investasikan setiap bulan. Semakin lama jangka waktu, investasi per bulan nya juga rendah.

Tahap kedua, pilih instrumen investasi yang tepat yang memberikan imbal hasil yang optimal. Akses atas informasi instrumen investasi reksadana jaman now bisa di akses secara online melalui smartphone Anda lewat portal maupun aplikasi yang menyediakan jual-beli dan kinerja reksadana. Informasi atas kinerja reksadana dapat Anda filter dan banding-bandingkan antara satu dengan lainnya.

Tahap ketiga, disiplin dan konsisten, dengan menggunakan metode dollar cost averaging, lakukan secara konsisten dalam berinvestasi setiap bulan pada instrumen yang sudah di pilih pada tahap pertama. Anda membeli instrumen investasi tersebut secara disiplin setiap bulan, tidak peduli berapa harganya. Kalau kebetulan harga sedang rendah, Anda mendapat barang lebih banyak, sebaliknya, kalau harga sedang tinggi, barang lebih sedikit.

Jika itu sudah dilakukan, maka Anda tinggal memonitor saja secara online kinerja dari instrumen pilihan Anda.

Yuk, mari kita jadikan resolusi tahun baru ini untuk hidup yang lebih sejahtera untuk diri dan keluarga.

Selamat tahun baru!

Memilih Reksadana Yang Cocok

reksadana

Boy Hazuki Rizal @Tabloid Kontan18Dec17

Reksadana adalah instrumen investasi yang bisa di bilang juga keranjang investasi yang dikelola secara profesional oleh manajer investasi.  Seperti hal nya kalau kita beli pesan motor/mobil online seperti uber, gojek atau grab, semua alat transportasi tersebut sudah ada supirnya. Begitu juga dengan reksadana, supir nya adalah fund manager alias manajer investasi tersebut yang mengemudikan, dan Anda sebagai penumpang cukup duduk manis saja. Sebagai catatan, setiap manajer investasi harus mempunyai lisence dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Untuk bisa memiliki reksadana ini, sama halnya dengan memiliki produk perbankan, Anda harus buka rekening terlebih dahulu. Buka rekening bisa di manajer investasi atau bisa juga melalui bank sebagai agen penjual, atau era digital sekarang cukup lewat smartphone, melalui portal atau apps yang menyediakan jual-beli reksadana sekaligus informasi mengenai kinerja reksadana.

Sebelum kita memilih reksadana yang mana yang akan Anda beli, kenali dulu 4 (empat) jenis reksadana secara umum yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Ada yang konvensional dan ada yang syariah. Tinggal Anda pilih sesuai preferensi.

Sebelum membeli pastikan Anda membaca terlebih dahulu prospektusnya, dalam prospektus tersebut berisi apa saja isi keranjang investasi tersebut, berapa minimum investasi, biaya pembelian, biaya penjualan, biaya switching dan lain-lain. Selanjutnya, Anda  tinggal transfer sejumlah uang sesuai preferensi Anda  ke rekening atas nama reksadana tersebut di Bank Kustodian. Jika tidak ada prospektusnya, maka tidak disarankan untuk membeli reksadana tersebut.

Pertanyaan intinya bagaimana memilih yang terbaik untuk Anda ?

Tahap pertama yang perlu dipahami adalah bahwa Anda masing-masing mempunyai tujuan dan kebutuhan yang berbeda akan masa yang akan datang. Belum tentu pilihan investasi seseorang sama dengan Anda. Ada yang butuh dana kuliah anak untuk jangka panjang, ada yang butuh untuk renovasi rumah tahun depan, maka yang perlu ditetapkan terlebih dahulu adalah tujuan Anda untuk membeli reksadana tersebut. Jika tujuan Anda untuk jangka pendek (1 tahun) maka pilihlah reksadana pasar uang, untuk jangka pendek menengah (1-3 tahun) pilihlah reksadana pendapatan tetap, untuk jangka menengah – panjang (3-5 tahun) pilihlah reksadana campuran, dan terakhir untuk jangka panjang (> 5 tahun), pilihlah reksadana saham.

Kesalahan Investor Pemula

Hal yang lain yang perlu jadi perhatian, bagi investor pemula seringkali menganggap karena masih pemula, takut akan risiko, maka mengambil reksadana pasar uang dengan risiko paling rendah, padahal tujuannya untuk jangka waktu di atas 5 tahun, ini jelas salah. Sebaliknya karena ingin imbal hasil yang tinggi, sedangkan time horisonnya hanya 1 tahun, maka ia mengambil reksadana saham, ini juga tidak benar. Oleh karena itu, penting untuk tahu terlebih dahulu tujuan investasinya.

Contohnya, untuk keperluan dana kuliah anak, kalau anak Anda  masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD), maka masih ada waktu setidaknya 12 tahun untuk menyiapkan dananya, maka instrumen reksadana saham menjadi pilihan yang paling tepat, risiko tinggi, imbal hasil juga tinggi. Sebaliknya, jika tujuan Anda adalah melakukan renovasi rumah dalam waktu 1 tahun, maka instrumen yang bisa dipakai adalah reksadana pasar uang, karena risikonya rendah linier dengan imbal hasilnya.

Tahap kedua, review kinerja reksadana selama 3 -5 tahun terakhir (past performance). Apakah ia naik terus atau turun terus. Untuk melihat kinerja dari reksadana jaman now bisa dilihat lewat portal atau apps yang menyediakan jual beli dan kinerja reksadana, mulai dari pasar uang sampai pasar saham. Informasi kinerja reksadana bisa terlihat mulai dari 1 hari, 1 bulan, 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun sampai 10 tahun. Kinerja dari reksadana selama beberapa periode tersebut ditunjukkan dalam prosentase. Prosentase naik/turun nilai NAB dari waktu ke waktu. Idealnya, kinerja selama 5 tahun lebih tinggi dari pada kinerja 3 tahun, misalnya kinerja  3 tahun vs 5 tahun 14.19% vs 25.41%, ada juga yang kinerjanya                     1.4% vs -10.5%. Tentu kita akan pilih reksadana yang prosentasenya naik dan positif terus sampai tahun ke-5.

No Nama Reksadana Jenis NAB 1 Hari (%) 1 Bulan (%) 1 Thn (%) 3 Thn (%) 5 Thn (%) 10 Thn (%)
1 ABC Saham 1000

Tabel 1: Contoh Tabel Kinerja investasi Reksadana

Terakhir, monitor dan ukur perkiraan hasil investasi Anda .

Selamat berinvestasi reksadana!

NAIK HAJI LEBIH CEPAT

kabah

rizalplanner_Tabloid Kontan 4Oct17

Jemaah haji baru saja pulang untuk musim haji tahun 2017 ini. Yang sudah mampu mengerjakan rukun Islam ke-5, naik haji, senangnya luar biasa, merupakan impian yang tak terkira. Ingin rasanya kembali lagi dan lagi. Siapa umat muslim yang tidak kepengen naik haji, mulai dari tukang ojek sampai pemimpin negara yang muslim pasti punya keinginan untuk naik haji, karena itu seperti ‘mimpi’ umat muslim untuk bisa bertamu ke rumah Tuhan Yang Maha Kuasa. Naik haji (bagi yang mampu) juga merupakan tujuan untuk melengkapi rukun Islam.

Memang tidak murah naik haji, untuk biaya haji reguler sesuai ketetapan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 sekitar Rp. 35 juta atau setara USD 2.585 dengan asumsi nilai tukar Rp. 13.400/USD dan daftar tunggu (waiting list) sampai 24 tahun – berdasarkan data dari Kementrian Agama. Kalau Anda daftar dan dapat nomor porsi haji umur 40 tahun, maka baru bisa berangkat umur 60 tahun, itu juga dengan catatan kalau umur Anda sampai. Untuk mendapatkan nomer porsi haji yang 10 digit Anda harus menabung dahulu sampai terkumpul dana Rp. 25 juta. Bisa dibayangkan bila ternyata 20 tahun kemudian ongkos haji naik menjadi Rp. 236 juta, maka sisanya harus kita lunasi untuk bisa pergi haji, sementara uang yang Rp. 25 juta itu mengendap di tabungan tanpa imbal hasil yang memadai.

Alternatif lain selain haji reguler yang 40 hari, adalah haji khusus (dulu Ongkos Naik Haji – ONH – plus) dan Haji Khusus Non-Kuota. Kalau ONH Plus, mendapatkan nomer porsi haji seperti halnya haji reguler, namun layanan lebih mewah, jumlah hari lebih sedikit, tapi tetap harus antri beberapa tahun meskipun relatif lebih cepat dari haji reguler. Sedangkan Haji Khusus Non-Kuota, atau ada yang menyebut ‘haji sendal jepit’ tidak mendapatkan nomer porsi haji, visanya di luar kuota nasional resmi. Visa ini tetap dikeluarkan secara resmi oleh Pemerintah Arab Saudi untuk tamu raja atau tamu pangeran. Dan harganya juga relatif lebih mahal dibandingkan reguler, mirip harga ONH Plus. Namun kelebihan Haji Khusus Non-Kuota, tidak perlu antri, bila Anda bayar tahun ini, maka tahun depan insya allah Anda sudah bisa berangkat haji.

Haji Khusus Non-Kuota, di tawarkan oleh beberapa travel agent, harganya sekitar USD 12.000 per orang, kurang lebih Rp. 160 juta per orang dengan kurs Rp. 13.400/USD atau 4,6 kali dari ONH regular. Haji Khusus Non-Kuota jadi pilihan paling efisien dari sisi waktu, meskipun lebih mahal, tapi dari sisi umur calon haji pada saat melaksanakan ibadah haji dan rentang waktu tidak terlalu jauh.

Perhitungannya sebagai berikut, seperti tersebut di atas, biaya Haji Khusus Non-Kuota Rp. 160 juta per orang, kita gunakan asumsi waktu keberangkatan 2x lebih cepat dari waktu tunggu rata-rata haji reguler, artinya Anda bisa berangkat ‘hanya’ dalam waktu 10 tahun dan asumsi kenaikan biaya haji dan kurs dollar per tahun 10%, maka biaya Haji Khusus Non-Kuota dalam waktu 10 tahun mendatang naik menjadi Rp. 415 juta.

Untuk kegiatan haji ini agar lebih pas, kita gunakan instrumen berbasis syariah. Bila kita menggunakan tabungan syariah Rupiah, dengan bagi hasil setara 2%, maka akan butuh dana yang besar untuk mengakumulasikan dana naik haji, tapi bila kita gunakan instrumen reksadana syariah saham, maka waktu dan dana dapat lebih cepat dan lebih efisien.

Ilustrasinya, lihat tabel di bawah ini:

Item:

Haji Khusus Non-Kuota

Rp. 415 juta

Tabungan syariah Reksadana syariah saham
Imbal hasil 1% per tahun 15% per tahun
Waktu 10 tahun 10 tahun
Cicilan per bulan Rp. 3,3 juta Rp. 1,5 juta

Asumsi kurs: Rp. 13.400/USD

Bila kita gunakan tabungan syariah, dengan asumsi bagi hasil setara 1% per tahun, maka dana yang harus kita cicil tiap bulan sebesar Rp. 3,3 juta, tapi bila kita menggunakan instrumen reksadana syariah saham yang bersifat agresif untuk 10 tahun, maka cicilan nya ‘hanya’ Rp. 1,5 juta setiap bulan selama 10 tahun. Ini berarti efisiensi dana sebesar 64%. Apabila kita kombinasikan dengan setoran awal yang Rp. 25 juta – seperti halnya Anda daftar haji reguler – bila dikembangkan dalam instrumen reksadana syariah saham yang punya imbal hasil setara 15%, maka dalam waktu 10 tahun akan menjadi Rp. 101 juta. Artinya sisa sebesar Rp. 314 juta dapat menggunakan instrumen syariah juga, dan cicilan lebih kecil lagi tiap bulan nya selama 10 tahun, yaitu hanya Rp. 1,1 juta. Kalau Anda berangkat berdua bersama pasangan, maka tinggal kalikan dua saja. Selain waktu yang bisa Anda persingkat 50%, fisik Anda juga masih relatif lebih kuat untuk musim haji 10 tahun lagi, dibandingkan 20 tahun kemudian.

Dari perhitungan di atas, jika waktu 10 tahun dirasakan lama, maka waktu keberangkatan bisa di percepat, misalnya, menjadi 5 tahun, maka otomatis ‘cicilan’ per bulan nya juga lebih besar, menjadi Rp. 3 juta per bulan, sebaliknya jika dirasakan masih cukup sabar menunggu keberangkatan 20 tahun lagi, maka ‘cicilan’ nya pun menjadi lebih kecil, yaitu sebesar Rp. 720 ribu.

Tinggal di pilih mana waktu dan dana yang paling pas, selanjutnya luruskan niat untuk bisa berangkat haji!

 

Catch  me: @rizalplanner

Email : rizal.plannerindo@gmail.com

FIRST TRAVEL DAN SKEMA PONZI

Ponzi scheme

Charles Ponzi adalah orang yang pertama kali membangun skema Ponzi (1919), pada jaman tersebut, dengan jasa pos, dia membangun sistem yang membolehkan orang membeli terlebih dahulu kupon perangko, untuk kemudian di kirim ke orang yang dalam korespondensi. Penerima perangko ini kemudian membawa kupon tersebut ke kantor pos dan menukarnya dengan perangko yang lebih mahal untuk mengirimkan balasan.

Karena perbedaan harga perangko antar negara, adalah hal yang wajar bila perangko di suatu negara lebih mahal dari negara lain. Untuk mengakali hal tersebut, Ponzi kemudian mengajak suatu perusahaan untuk membeli perangko yang lebih murah yang berlaku secara internasional, kemudian perangko tersebut di kirimkan kepada koresponden nya. Sebagai gantinya, Ponzi mendapatkan perangko yang lebih mahal. Perangko tersebut kemudian di jual sebagai keuntungan.

Karena skema ini berhasil, Ponzi menjadi serakah, dan kemudian dia menjanjikan imbal hasil 50% dalam 6 bulan atau 100% dalam 1 tahun. Tapi uang yang dia dapat tidak diinvestasikan, malah kemudian ia distribusikan ulang dan mengatakan pada investor kalau mereka sudah dapat untung. Akhirnya pada tahun 1920, skema Ponzi berakhir, setelah otoritas berwenang di Amerika melakukan investigasi.

Adalah sepasang suami istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang menjadi pimpinan perusahaan First Travel (FT). Mereka tidak jual perangko, tapi mereka menjual paket umroh murah. Mereka mengiming-imingi program umroh murah kepada calon jemaah, yang dijanjikan akan berangkat 2-3 tahun kemudian setelah dana disetor. Seiring dengan semakin banyaknya jamaah yang mendaftar, uang tersebut bukan di buatkan program umroh sebagaimana mestinya, tapi mereka mengalihkan dana jamaah tersebut untuk kepentingan pribadi mereka. Disinyalir penggunaan uang calon jamaah untuk membeli barang luxury sampai properti mulai dari air soft gun, tas-tas mewah, mobil mewah, pelesiran ke luar negeri, beli restoran di Inggris, fashion show di New York, butik hingga rumah mewah di Sentul.

Sungguh ini lebih dari sekedar penipuan, karena FT menjual agama, menjual  mimpi orang-orang untuk bisa menginjakkan kakinya ke Tanah Suci Mekkah, untuk kepentingan pribadi. Sungguh keterlaluan.

Skema Ponzi

Kasus FT ini bisa dikatakan menggunakan skema Ponzi.  Ponzi menjanjikan keuntungan yang luar biasa kepada investor dengan risiko yang sangat kecil. Mereka mendapatkan keuntungan bagi investor yang telah lebih dahulu masuk dengan merekrut investor baru. Dan seterusnya, tapi begitu uang yang terkumpul tidak cukup, mereka jatuh. FT menjual produk jasa berupa paket umroh murah, menggiring korban untuk melihat bagaimana suksesnya program umroh yang telah berhasil di jalankan di awal periode. Karena di awal-awal sudah berhasil, FT mendapatkan kepercayaan luar biasa dari calon jemaah. Setelah itu FT menarik lagi jamaah lain untuk ikut program umroh murahnya. Sampai akhirnya jamaah banyak yang terlantar karena tidak berangkat,  sehingga dana masuk mulai berkurang, dan berujung pada jatuhnya FT.

 

Karakter Ponzi

Bagaimana mengenali bahwa suatu penawaran investasi atau produk itu Ponzi atau bukan?

Yang pertama, keuntungan atau imbal hasil yang ditawarkan sangat besar. Misalnya promo umroh Rp. 14,5 juta, tapi bisa dapat setara paket Rp. 23 juta. Atau investasi hanya Rp. 10 juta, bisa dapat bunga Rp.1 juta atau 10% sebulan. Yang kedua, produk investasi ditawarkan dengan jaminan. Ingat, bahwa Pemerintah mempunyai lembaga khusus yang hanya menjamin dana simpanan di Bank dan itupun maksimalnya Rp. 2M.Yang ketiga menggunakan endorser, tokoh masyarakat, orang terkenal untuk memberikan testimoni atas produk atau jasanya seperti kasus Raihan Jewelry yang mendapat endoser dari Tokoh Agama tertentu. Yang ke empat, memakai nama perusahaan besar secara tidak legal untuk meyakinkan investor.

Ciri-ciri apa yang mesti kita ketahui

Yang pertama, tidak ada produk yang di jual, bilapun ada di jual, hanya sebagai kedok bisnis saja, dan harganya pun tidak masuk akal. Misalnya dulu kasus QSAR dengan kedok perkebunan, ADD Farm dengan kedok bisnis bebek, Raihan Jewelry menjual emas 30% lebih mahal dari harga pasar. Semuanya menjual dengan harga yang fantastis dengan janji  keuntungan fantastis juga. Yang kedua, bonus hanya diberikan jika merekrut anggota baru, jika tidak merekrut tapi hanya investasi saja, maka sifatnya bonus pasif. Yang ketiga, imbal hasil yang tidak masuk akal, contohnya Koperasi Pandawa Mandiri  yang bisa memberikan imbal hasil 10% perbulan, artinya 120% per tahun. Sementara bunga deposito rata-rata hanya 6% per tahun.

Apa yang mesti kita lakukan?

Yang pertama adalah cek legalitas dari usaha tersebut? Kalau memang legal, adakah perijinannya dari Otoritas berwenang? Bisa dari Otoritas Jasa Keuangan, Kementrian Perdagangan, Kementrian Koperasi & UKM, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kementrian Komunikasi dan Informasi.  Dalam hal ini untuk kasus FT, ijin nya sudah ada ijin dari Kementrian Agama. Namun meskipun ijin sudah ada, dalam operasional nya FT tidak melakukan penyalahgunaan atas dana tersebut, sampai kemudian FT jatuh.

Yang kedua, cek produk yang di tawarkan logis tidak? Kalau tidak logis jangan diikuti. Makin besar keuntungan yang diimingi, makin besar kemungkinan risikonya. Contohnya harga paket umroh Rp. 14.5 juta, padahal jika kita cek Kementrian Agama (Kemenag) minimum harga Umroh US$ 1700 atau sekitar Rp. 23 juta (kurs Rp. 13500/US$). Bagaimana FT menutupi kekurangan yang 9 juta tersebut? Padahal US$ 1700 saja keuntungan bagi perusahaan Travel sudah minim.

Yang ketiga, kita tanyakan kepada promotor (orang yang mengajak atau yang di puncak piramida skema), apakah jika tidak ada lagi anggota yang di rekrut, bisnis atau jasa ini akan tetap berjalan? Jika si promotor menjawab tidak, maka bisa dipastikan itu adalah skema ponzi. Artinya tidak ada uang masuk lagi, maka tidak ada bonus yang di bayar atau jasa yang dijalankan. Dalam kasus First Travel ini, karena sudah banyak yang telantar, dan makin berkurang calon jemaah yang mendaftar, maka tidak ada lagi pemasukan uang ke FT. Tidak ada lagi dana baru untuk membayar orang yang mengajaknya atau di atasnya.

Yang terakhir, cek di website resmi OJK, apakah perusahaan tersebut masuk dalam kategori investasi yang patut di waspadai atau tidak? Atau bisa juga ke Layanan Konsumen OJK atau email ke Satgas Waspada Investasi OJK.

Dari data resmi OJK, kerugian karena kasus investasi bodong dan sejenisnya sudah mencapai Rp. 45 Triliun dana 2272 laporan pengaduan masyarakat terkait investasi bodong/mencurigakan ini.

Marilah kita bijak melihat penawaran produk atau jasa. Jangan mudah tergiur oleh iming-iming harga murah atau imbal hasil yang sangat besar, karena bisa jadi mau untung malah jadi buntung.

 

Catch me: @rizalplanner

email: rizal.plannerindo@gmail.com

INVESTASI JANGKA PENDEK, JANGAN BELI EMAS MENCICIL

 

emas-batangan

rizalplanner_Tab Kontan 31Jul17

Emas memang sangat populer untuk investasi, tidak ada matinya, gak kenal jaman, dari dulu sampai sekarang, emas selalu menjadi pilihan untuk investasi. Untuk investasi emas khususnya Logam Mulia (LM) atau goldbar saat ini dimudahkan dengan adanya berbagai macam pilihan untuk membeli emas, baik online maupun secara fisik datang ke toko emas, pegadaian maupun bank syariah tertentu.

Pembelian LM secara fisik bisa dilakukan baik secara tunai, cicilan atau menabung emas. Ideal nya kita membeli emas LM dalam kepingan yang ekonomis seperti 100 gram, dimana harga per gram nya lebih murah di bandingkan kepingan standar 1,2,5,10, 25 dan 50 gram. Semata-mata karena ongkos produksi kepingan logam yang lebih kecil lebih besar dibandingkan kepingan yang 100 gram.

Dalam 30-60 hari terakhir emas dalam trend bearish market, meskipun sempat rebound tapi kemudian turun lagi. Banyak orang yang membeli emas LM hari-hari terakhir ini, memanfaatkan momentum bearish ini. Pegadaian menawarkan jasa pembelian emas LM secara cicilan, dimana kita bisa membeli LM dengan harga hari ini atau pada saat akad (jika menggunakan bank Syariah), plus tambahan perhitungan administrasi dan jasa penyimpanan, dengan cara mencicil selama 1, 3, 6, 12, 18, 24 dan 36 bulan.

Untuk membeli emas dengan menggunakan metode cicilan di Pegadaian, ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli emas LM secara cicilan.

Pertama, adanya margin setiap pembelian LM baik cash maupun cicil.

Sebagai ilustrasi, misalnya kita membeli 100 gram LM Antam dengan harga pasar saat ini Rp. 56.200.000, tapi karena Pegadaian menerapkan margin baik beli secara mencicil maupun beli cash, maka harga beli cash LM Antam harus ditambah 3% dari harga pasar, sehingga harga yang dibayarkan menjadi Rp. 57.886.000 (lihat tabel 1 di bawah). Artinya meskipun kita mampu beli cash, kita tidak bisa dapat harga pasaran LM Antam, karena ada margin untuk Pegadaian.

Tabel 1

Unit Harga pasar LM (Rp.) Harga Jual Pegadaian (Rp.) Margin % Margin Harga Beli Kembali (Rp.)
100 gram          56.200.000    57.886.000                1.686.000 3%                        53.700.000

 

Kedua, harga jual tersebut belum termasuk biaya administrasi, materai dan asuransi. Analoginya sama seperti kalau kita beli properti secara kredit, pasti akan ada biaya-biaya yang timbul atau yang disebut biaya-biaya untuk memperoleh kredit tersebut. Sama halnya dengan properti, semakin tinggi nilai properti semakin besar asuransinya, begitu juga nilai emas, semakin tinggi nilai emasnya, semakin besar pula asuransi yang harus di bayarkan.

Yang ketiga, prosentase kenaikan harga emas belum tentu lebih tinggi dari prosentase bunga cicilan.

Ilustrasinya, kalau kita beli LM secara mencicil di Pegadaian, misalnya untuk pembelian LM 100 gram selama 12 bulan, maka ada down payment atau uang muka minimum yang harus di bayar, besarnya 34% dari harga pasar saat itu, dalam contoh ini Rp. 19.108.000, dan pastinya ada cicilan per bulan selama 12 bulan yang nilainya sebesar Rp. 3.669.460/ bulan. Jika kita hitung, maka total harga yang dibayar sampai lunas Rp. 63.141.514, yang artinya Pegadaian mengenakan bunga 12%  setahun atau kurang lebih 1% sebulan kepada kita selaku pembeli. Pengenaan bunga cicilan ini sebenarnya wajar-wajar saja, karena kita beli secara mencicil. Tapi jika kita lihat kinerja emas tahun sebelumnya (2016) kenaikan harganya hanya 8,5%, artinya jika kita asumsikan selama 1 tahun ke depan kenaikan harga emas tetap 8,5% sejak kita beli hari ini, maka emas yang kita sudah beli selama setahun imbal hasil (return) nya negatif (-3,5%)., dan kalau dihitung value dari 100 gram emas kita tersebut menjadi hanya Rp. 60.977.000 pada saat lunas 12 bulan kemudian, atau kita rugi Rp. 2.164.514.

Yang empat, kalau di jual kembali, harga beli LM Antam di Pegadaian selisih nya cukup besar, atau hanya dihargai sekitar ~95% dari harga pasar.

Dari ke empat alasan di atas itulah mengapa membeli emas fisik itu tidak direkomendasikan dengan cara mencicil di Pegadaian.

Meskipun data kinerja emas menunjukkan bahwa sampai di pertengahan tahun 2017 ini perubahan harga emas positif naik 6,7%, namun tahun 2013, 2014, 2015 perubahan harga menunjukkan penurunan -28,3%, -1,5%, -10,4% berturut-turut dan baru di tahun 2016 naik 8,5% dan tidak ada jaminan bahwa dalam jangka pendek harga emas akan terus naik. Banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga emas di dunia. Kalau tujuan kita beli emas dalam jangka pendek untuk dijual lagi setelah cicilan lunas, maka bisa bukan untung yang di dapat tapi malah jadi bunting.

Terkait dengan perubahan harga emas yang berfluktuasi tersebut, sebagai catatan beberapa tahun lalu, kita pernah dengar yang namanya berkebun emas, ‘berkebun’ dengan skema gadai dengan asumsi harga emasnya naik terus. Menggadaikan emas yang di beli untuk membeli emas yang baru, dan seterusnya. Asumsi harga naik terus dan diharapkan keuntungan yang di dapat tinggi, tapi risikonya juga pasti tinggi. Namun kalau ke depan harganya turun seperti tahun 2013-2015, maka bisa dipastikan berkebun nya akan gagal alias rugi.

Oleh karena itu jika kita membeli emas, belilah secara tunai, jika kita hanya mampu 50 gram, tidak usah dipaksakan untuk mencicil 100 gram, sesuaikan dengan kemampuan kita. Karena investasi emas memang unik, jagalah investasi anda.

CERMAT BERINVESTASI EMAS

gold 100

pic source: 4-designer.com

rizalplanner_Tab Kontan 17Jul17

Salah satu bentuk investasi yang populer di ajarkan oleh orang tua kita dulu adalah investasi emas. Investasi emas itu digunakan untuk hedging (lindung nilai) dari kekayaan kita dan untuk meredam inflasi. Mengapa emas? Karena dalam jangka panjang nilainya akan selalu naik, misalkan sebagai contoh seperti biaya naik haji dari dulu setara dengan 100 gram emas Logam Mulia (LM), pada saat 10 tahun lagi jika emas tersebut di jual, maka kenaikan biaya haji 10 tahun mendatang akan tetap terbeli dengan jumlah gram emas yang sama. Begitu dahsyat nya kekuatan emas ini. Mengapa bisa begitu? Karena simpanan atau cadangan emas tidak bertambah, belum ditemukan tambang emas baru,  cadangan emas segitu-gitu saja.  Yang bertambah permintaannya, sehingga berlaku hukum ekonomi, apabila supply nya kurang  tapi demand nya tinggi, maka otomatis harganya akan terus naik, apalagi bila kemudian permintaan sangat tinggi tapi barang sulit di dapat. Bisa dibayangkan kenaikan harganya.

Dulu, orang menyimpan emas dalam bentuk perhiasan, namun saat ini sudah semakin banyak pilihan, selain fisik seperti Logam Mulia, ada pula emas non fisik seperti kontrak emas yang di perdagangkan di Bursa Berjangka maupun lewat portal online.

Apabila ingin membeli emas non fisik secara kontrak berjangka, bisa dilakukan melalui Bursa Berjangka. Seperti layaknya orang bertransaksi saham di Bursa Efek. Ada peran broker yang dibutuhkan untuk bertransaksi emas secara kontrak. Bila kontrak beli emas kita jatuh tempo, maka terpenuhinya kontrak tersebut di jamin oleh suatu lembaga khusus, yaitu Lembaga Kliring Berjangka. Namun umumnya orang bertransaksi jual dan beli di bursa berjangka tanpa harus menunggu jatuh tempo.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, bila ingin membeli emas LM bisa dilakukan online melalui situs Pegadaian atau portal jual beli online, disitu kita bisa melakukan transaksi beli emas layaknya beli toko fisik dan bisa di mulai dari ukuran gram yang terkecil. Fisik emas bisa kita ambil di Galeri Pegadaian bila beli di Pegadaian atau bila melalui portal online , tidak perlu buang waktu keluar rumah atau kantor, fisik emas akan dikirim.

LOGAM MULIA

Bila kita membeli Logam Mulia (LM) atau emas batangan (gold bar), berikut hal-hal yang mesti kita cermati:

Yang pertama, pastikan kita mendapatkan sertifikatnya. Saat ini di Indonesia, PT. Aneka Tambang (Antam) sebagai produsen Logam Mulia terbesar milik pemerintah yang memproduksi LM bersertifikasi. Namun sudah ada juga produsen LM swasta sekarang ini (UBS). Dari produsen LM yang ada, yang paling penting kita perhatikan dari kedua produsen tersebut adalah kadar emasnya (fineness). Untuk kadar emas LM harus 999.9. Artinya kadar emasnya hampir sempurna, hampir 100%, dikenal juga sebagai emas dengan kadar 24 karat. Jika di jual dimana pun, harga jual dan belinya sudah pasti. Sehingga harganya tidak bisa dimainkan. Di Indonesia, karena Antam merupakan satu-satunya produsen Logam Mulia milik pemerintah, maka tidak heran harganya sedikit lebih tinggi dibandingkan produsen milik swasta.

Yang kedua, pastikan no seri, yang ada di sertifikat sama dengan yang tertulis di fisik LM tersebut. Sertifikat disini maksudnya adalah sertifikat dari produsen Logam Mulia tersebut, biasanya terdapat di dalam plastik pembungkus LM tersebut, dan bertuliskan no seri, kadar dan berat dari LM tersebut.

Yang ketiga, beli LM dalam kepingan ekonomis 100 gram, karena harga pasar mengacu pada kepingan tersebut. Bila dilihat dari berat, LM produksi pemerintah yang tersedia sangat beragam, mulai dari 1,2,5,10,25,50,100,250 gram sampai 1 kilogram. Semakin kecil berat LM semakin mahal harga per gramnya. Jika kita membeli LM dengan berat 25 gram, harga per gram nya lebih mahal daripada kepingan 100 gram. Mengapa? Karena ongkos produksi untuk membuat kepingan yang lebih kecil jauh lebih besar daripada kepingan yang besar. Bila kita membeli LM, jangan beli sekaligus dalam bentuk yang paling besar, misalnya dalam hal ini 1 kg, tapi pecahlah dalam kepingan 100 gram sebanyak 10 keping. Sehingga apabila dikemudian hari, kita perlu untuk menjual emas, kepingan yang lebih kecil akan jauh lebih praktis dan kita tidak perlu menjual keseluruhannya.

Yang keempat, jangan biarkan sampai LM terjatuh, karena bila terjatuh, dan timbul cacat, maka nilainya bisa berkurang.

Yang kelima, demi keamanan, simpanlah LM kita di safe deposit box (SDB), untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Terakhir, yang keenam, berhati-hati dengan berbagai macam tawaran investasi emas, seperti kasus investasi bodong yang ditawarkan oleh Golden Traders Syariah Indonesia (GTIS) dimana calon konsumen harus membayar emas dengan harga 30% lebih tinggi dari harga pasar. Tawaran seperti ini biasanya menawarkan imbal hasil yang fantastis, too good to be true.

Di sisi lain, kita juga mengenal emas perhiasan, perhiasan memang kelihatan cantik dan sedap di pandang, namun emas perhiasan bukanlah investasi yang tepat karena perhiasan mempunyai kelemahan. Pada saat kita membeli, pasti akan dihitung ongkos pembuatannya, tapi pada saat kita menjual, akan ada potongan yang lumayan besar yaitu ongkos pembuatan perhiasan itu sendiri, karena ongkos pembuatan tersebut hanya dihitung pada saat kita beli perhiasan emas tersebut dan pada waktu kita menjual emas perhiasan, hanya dihitung berat dan kadarnya saja. Selain itu bila anda tidak paham kadar dan karat emas, maka bisa saja anda di bohongi oleh penjual. misalnya kita membeli perhiasan kalung emas 75% dengan 22 karat. Pastikan kita mendapatkan surat atau sertifikat dari toko penjual nya. Jangan sampai pada saat kita ingin menjual perhiasan emas nya lagi, ternyata perhiasan yang kita beli hanya 70% dan 18 karat.

Investasi emas memang unik, cermatlah dalam membeli emas.