KLAIM ASURANSI PERJALANAN

travel ins moneycontrolcom

seperti termuat di koran Investor Daily 28 Februari 2020: https://investor.id/opinion/klaim-asuransi-perjalanan

Sebelum perjalanan ataupun sedang dalam perjalanan, risiko perjalanan mungkin saja terjadi. Pasti anda tidak ingin hal-hal tersebut terjadi. Apapun kejadiannya bisa menjadi risiko yang menuntut pengeluaran ekstra. Untuk itu agar perjalanan anda ke luar negeri maupun ke dalam negeri tenang, anda membutuhkan proteksi. Asuransi perjalanan memberikan proteksi.  Mulai dari risiko kecelakaan, kehilangan bagasi, delay pesawat, kerusakaan kendaraan sewa sampai terorisme. Beli asuransi perjalanan sebagai bagian dari smart travelling. Negara-negara Eropa sudah mewajibkan turis atau wisatawan yang berkunjung untuk memiliki asuransi dengan jumlah cakupan tertentu sebelum keberangkatan.

Di mana membelinya? Jaman now, semuanya bisa di beli secara online. Bisa melalui marketplace, bisa melalui broker asuransi online, bisa melalui website dari perusahaan asuransi itu sendiri. Sekarang anda bisa membandingkan premi dan layanan yang diberikan perusahaan asuransi melalui financial aggregator seperti perusahaan broker asuransi online tersebut. Dari smartphone, anda bisa membandingkan dan memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan anda. Tidak perlu lagi tatap muka dengan agen asuransi.  Untuk pengajuan klaimnya pun sudah bisa dilakukan secara online, meskipun ada beberapa perusahaan asuransi yang masih harus lewat call center atau via email. Mayoritas cara klaim asuransi perjalanan adalah dengan skema reimbursement. Misalnya, kalau anda sakit, maka harus ada bukti tertulis atau keterangan berobat dari dokter atau institusi medis setempat, sehingga bukti tersebut dapat digunakan untuk mengajukan klaim.

Teliti sebelum membeli. Periksalah terlebih dahulu, apa saja fasilitas yang berlaku, apakah asuransi tersebut berlaku di negara tujuan anda? Berapa lama dan bagaimana mengajukan klaim? Sebagai contoh, untuk delay pesawat, ada perusahaan asuransi yang menyatakan bahwa klaim baru dapat dilakukan bila terjadi delay pesawat lebih dari 3 (tiga) jam, ada yang 4 (empat) jam, ada pula yang membatasi maksimal waktunya.

Jika sudah membeli, sebagai persiapan, simpanlah semua kuitansi, struk pembelian sampai dengan scan copy atau foto dari Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Paspor, tiket, boarding pass secara digital dan online. Sehingga jika dan hanya jika terjadi risiko dan anda perlu mengajukan klaim, dokumen-dokumen tersebut sudah ada dan siap digunakan. Tidak perlu bingung jika perlu claim, hubungi saja link atau no telp, email kontak yang ada di polis atau di formulir claim.

Jika dalam perjalanan ternyata terjadi gangguan karena bencana alam yang mengakibatkan delay pesawat, misalnya seperti yang terjadi di Fiji pada akhir Desember 2019, badai cyclone Sarai menghantam Fiji, sehingga mengakibatkan semua penerbangan kemanapun dari bandara international Nadi, Fiji harus dibatalkan. Ini tentu saja merugikan dari segi waktu dan biaya. Hotel dan kendaraan yang telah di booking jauh-jauh hari, aktivitas atau event yang telah di booking pada hari tersebut, semuanya menjadi hangus dan tidak dapat digunakan. Atau jika terjadi gunung meletus yang mengakibatkan gangguan kesehatan dan harus berobat ke Rumah Sakit setempat, semua kejadian tersebut menjadi risiko kerugian bagi orang yang melakukan perjalanan. Hal lain yang mungkin terjadi, kehilangan dokumen perjalanan atau tindakan kriminal lain seperti kecopetan atau dirampok dalam perjalanan. Meskipun anda sudah berhati-hati, kemungkinan terjadi ada, dan kejadian tesebut pastinya mengganggu perjalanan anda. Contoh lain, jika ada keterlambatan bagasi atau kehilangan bagasi, property irregularity report dari perusahaan penerbangan, menjadi salah satu dokumen yang diperlukan untuk mengajukan klaim. Secara umum ada beberapa kondisi yang terdapat dalam asuransi perjalanan yaitu Pengobatan, Kematian, Kehilangan Bagasi, Kehilangan Dokumen, Keterlambatan Bagasi, Tanggung Jawab Hukum Pribadi,  Pengobatan Darurat Untuk Pihak Ketiga, Kecelakaan Diri, Kehilangan Uang, Penundaan Perjalanan, Pembatalan Perjalanan, Pembajakan sampai Terorisme.

Jika risiko tersebut terjadi, segera lakukan klaim kepada perusahaan asuransi dimana anda membeli polis asuransi perjalanan. Ada berbeda-beda ketentuan dari perusahaan asuransi. Ada yang memberikan batas waktu klaim 5×24 jam, ada yang 15 hari, dan ada yang sampai 30 hari. Namun, semakin cepat melakukan klaim, semakin baik, agar klaim anda bisa segera diproses.

Untuk membuktikan bahwa klaim dapat disetujui, perusahaan asuransi membutuhkan dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa klaim tersebut memang valid. Untuk itu, simpan dan sampaikan semua dokumen-dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi. Pelaporan klaim dengan cepat dan segera menghindarkan kemungkinan hilangnya bukti-bukti kejadian atau kerusakan dan tidak teridentifikasinya penyebab terjadinya kerugian. Kecepatan pelaporan klaim oleh anda sebagai tertanggung dapat mempercepat proses klaim selanjutnya.

Jika klaim sudah disetujui, maka perusahaan asuransi akan mengirimkan konfirmasi dan selanjutnya mengirimkan ‘reimbursement’ kepada anda. Harap diingat, bahwa pengajuan klaim ini bukan bertujuan mencari untung, tapi mengganti kerugian atas risiko yang timbul. Premi yang dibayarkan cukup kecil jika dibandingkan dengan manfaatkan yang di dapat. Asuransi perjalanan membuat perjalanan anda peace of mind.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

New Zealand: Part 2

Tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya: https://rizalplanner.com/2020/01/20/new-zealand-part-1/

Lanjut lagi gaes,

Makanan.

Paling gampang disini makan beli fast food: Mc Donalds, KFC, Burger King, Subway. Tapi gak semua kota ada franchise nya, kami pernah ke satu kota, di Franz Josef. Tidak ada sama sekali fast food seperti di atas, karena kotanya hanya 100m panjangnya (kecil banget ya). Jadi kalu mau makan, bisa makan di restoran yang ada atau belanja di supermarket setempat, terus masak di dapur tempat kita nginep. Kalau di kota gede seperti Queenstown dan Christchurch, ada pilihan makanan asia seperti Vietnam dan Thai. Nasi goreng nya enak dan porsinya gede. Seporsinya cukup untuk perut 2 orang melayu. Imigran india juga banyak di NZ, selain banyak pekerja di supermarket, fast food dan toko-toko, mereka juga bisnis restoran disini.

Yang paling hits, ada di Queenstown, Fergburger. Porsi gede, dan taste nya emang enak. Kalu mau beli, lebih baik pagi-pagi sebelum jam makan, jam 9 mereka udah buka, karena kalau jam makan siang atau malam, antriannya bisa 40 menit. Kami sendiri antrinya terhitung cepat, hanya 2 menit karena masih pagi, tapi proses order sampai selesai, makan waktu 10 menit. Belum ke Queenstown kalau belum nyobain burger ini.

 

Tujuan wisata.

Landscape New Zealand memang cantik sekali. Gunung, Danau, Sungai, Selat, Teluk, Batu-batuan seperti kue pancake seperti Pancake Rocks dan Blowholes di Punakaiki, Pantai Barat, South Island, NZ.

IMG_3253

Ada lagi Glacier (ini kira-kira tumpukan es yang sangat tebal, bisa dilihat di pegunungan di Franz Josef di South Island). Untuk bisa melihat Glacier yang ada di Franz Josef, di South Island NZ. Kami harus jalan 90 menit untuk bisa melihat gunung yang di selimuti es. (Glacier seperti ini selain di New Zealand, ada juga di Norway dan Canada).

Ada lagi yang di sebut Fjords (kira-kira seperti teluk yang terjadi karena proses lelehan gletser atau glacier, ini bisa dilihat di Milford Sound, South Island). Sejauh mata memandang langit biru dengan landscape yang luar biasa indah nya.

Ada banyak danau dan gunung yang kita kunjungi, di antaranya Lake Wakatipu yang ada di Queenstown, Lake Matheson yang seperti cermin, Lake Tekapo deket Christchurch. Mount Cook. Semuanya punya keunikan tersendiri, yang pasti cantik banget. Ada yang mengejutkan pas kita ke Mount Cook Airport, bahwa udaranya tidak sedingin dengan ekspektasi kita bahwa sekitar gunung es pasti dingin banget, ternyata cukup pake kaos saja. Tidak perlu sampai pakai jaket berlapis-lapis.

Yang paling menarik memang di Queenstown, selain kotanya cantik terletak di pinggir danau, banyak kegiatan dan atraksi yang menarik disini. Mereka bilang Queenstown adalah adventure capital of the world. Ada paket kegiatan yang namanya Shotover Jet, promosinya heboh, bagus banget, naik jet ski, ngelewatin Gorge (ini gambarannya kayak sungai yang melintas di antara gunung-gunung, ada yang bebatuan, ada yang warna nya turquoise, ada beberapa Gorge yang luar biasa indahnya di NZ). Nah paket jet boat ini ternyata masih kalah heboh kalau dibandingkan dengan arung jeram di Citarik, atau di Bali atau di Yogya yang pernah penulis ikutin. Kayaknya kurang greget banget. Cuma muter-muter doang dengan high speed jet, manuver nya muter-muter sambil splashing jet ke kanan kiri sambil ngelewatin batu-batuan di Gorge ini. Memang driver nya highly skilled, tapi muter-muter 30 menit, kurang begitu greget kalau yang udah pernah ikutan rafting di Indonesia. Kita gak di kasih tahu kalau harus bawa penutup muka karena angin di jet boat ini emang kenceng banged. ~85 km/jam. Juga kita gak di kasih tahu, bahwa ada stop nya, dimana driver bisa ngobrol dengan penumpang nya, nah pada saat seperti ini kan kita bisa selfie/wefie dengan kamera ponsel. Sementara di awal dah dilarang gak boleh bawa handphone. Kecuali mau pake Go Pro dengan strap di kepala. Di awal, kita difoto dan kalau mau foto tersebut, bayar NZ$ 20. Untuk satu foto cetak dengan file online. Kalau mau video nya bayar lagi sekian puluh dollar. Kalau mau foto dan video plus file online, bayar lebih mahal lagi. Halah…

Ada banyak kegiatan lain yang di jual disini, seperti paragliding, skydive (make sure you gaes oredi haf insurance ya..:) ), jet cruise di danau, canyoing (yang ini kayak main-main di alam, jalan, loncat2, berenang, sliding, di sungai, di air terjun, turun pake tali lewat jalur air terjun, lalu di bawahnya ada sungai). Hazeek banget, tapi sayang kita gak ikutan karena durasinya lumayan lama, ½ hari atau 1 hari.

Yang lain yang kami ikut adalah Milford Sound Nature Cruise. Untuk kesini, bisa drive dari Te Anau, kira-kira 1,5 jam. Ada terowongan yang membelah gunung, area dimana tidak ada sinyal sama sekali, GPS off. Waktu untuk cruise kita pilih yang jam 10.30 am, paling telat at least jam 10.10 am sudah stand by. Parkir disini parkir paling mahal yang pernah saya bayar, $30 untuk 3 jam, bayar di depan. Jalan ke dermaganya sekitar 5 menit. Bayarnya harus pake kartu kredit. Ada juga tempat parkir gratis, tapi dari lokasi, perlu jalan 30-40 menit ke dermaga, mayan jauh. Cruise nya sendiri 1 jam 45 menit. Kapalnya lumayan besar, ada deck di atas untuk melihat fjords selama cruise berlangsung. Yang ini beda dengan kapal yang dipakai waktu ngelewatin Cook Strait, yang ini jalan nya pelan, jadi penumpang tetap boleh di atas selama perjalanan. Ada banyak operator cruise disini, tinggal pilih, harga mirip-mirip, rute juga, tinggal servis saja yang membedakan.

IMG_3991

IMG_3986IMG_4000

Kami juga mampir ke Hobbiton. tempat pembuatan film Lord of The Ring. Yang ini lokasinya ada di Rotorua, North Island,. Gak bisa pergi sendiri kesini, harus beli paket tour yang sudah di organize. Jadi kita beli tiketnya di tempat atau lewat Klook Apps, untuk ikut bus tour, pergi dan pulang bareng dalam satu group. Ada tour guide nya juga. Tempatnya luas banget, jadi setelah sampai di tempat, turun dari bus, kita di ajak tour jalan kaki keliling bukit tempat LOTR dibuat.

IMG_4565

Anyway, NZ is a beautiful country, laid back, orang-orang nya santai, aktivitas dan kegiatannya lebih prefer di outdoor. Weekend, hari libur nasional seperti tahun baru di isi dengan mancing di laut, duduk-duduk di pinggir pantai. Atau camping di taman kota, gelar tiker. Enjoying life banged.

Would love to go back again someday.

 

Disclaimer:

Tulisan dan foto-foto pribadi ini semata-mata sharing pengalaman pribadi. Jika ingin mengutip atau mengambil, silakan mintakan ijin terlebih dahulu kepada penulis.

 

 

 

New Zealand: Part 1.

Sehabis dari Fiji (https://rizalplanner.com/2020/01/18/fiji-jakarta-rasa-80an/), perjalanan kami lanjut ke New Zealand, perjalanan di awal sempat tertunda karena pesawat yang di cancel karena badai cyclone Sarai di Fiji. Jadi sempat stranded selama 3 hari di Fiji, sebelumnya akhirnya kami mendapatkan pesawat pengganti. Itupun setelah meminta 2 kali supaya di lihat penerbangan terdekat.

Perjalanan dari Nadi, Fiji ke Auckland, NZ sempat terdelay 2 (dua) jam karena pintu pesawat nya gak mau nutup rapat. Jadilah kami harus nunggu di dalam pesawat menunggu kepastian berangkat. Perasaan udah harap-harap cemas karena dari awal perjalanan sudah banyak kejadian yang unexpected.

Sebelum berangkat, ada beberapa pre requirement yang harus di siapkan. Yang pertama Visa, karena paspor Indonesia harus apply visa paling tidak 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Apply nya bisa online ke New Zealand Visa Application Center (NZVAC) www.vfsglobal.com atau lewat travel agent. Setelah sebulan, akhirnya dapat Visa NZ dengan masa berlaku 3 (tiga) tahun, bentuknya cuma pemberitahuan surat, tidak ada visa tempel di paspor.

Yang kedua, SIM International, karena niatnya mau nyewa mobil dan nyetir sendiri di NZ, maka saya buat SIM International di Korlantas Polri SIM International, Jl. MT Haryono St No.37-38, RT.8/RW.2, Cikoko, Pancoran, South Jakarta City, Jakarta 12770. Biaya nya 250 ribu, kalau datang ke sini pagi-pagi supaya kebagian parkir, jam 8 udah buka. Siapin juga SIM yang berlaku sekarang. Prosesnya 20 menit sampai jadi, dengan catatan kalau antrian nya sedikit.

Yang ketiga: Itinerary. Jadwal perjalanan ini penting, sekarang ada apps nya untuk buat itinerary seperti Tripit dan Sygic apps. Dan yang paling konvensional, bisa buat di excel dong 😊. Ini penting, salah satunya terkait kapan kita mau ambil rental mobil. Tempat pick up rental mobil, biasanya deket dengan Airport/ Pelabuhan/ Stasiun atau Terminal. Dan ada jam-jam nya, mereka gak mau lebih awal atau lewat jam kantor mereka. Tempat mengambil mobil bisa sama dengan tempat mengembalikan mobil, bisa juga kota yang berbeda. Misalnya ambil di Auckland, kembaliin mobil nya di Christchurch. Otomatis biayanya jadi lebih gede kalau beda kota.

Yang hobi foto lewat handphone, bisa beli storage di google drive, karena ceprat cepret sana sini, bisa jadi kapasitas memori HPnya ga cukup. Atau yang bawa kamera, bisa bawa back up SD Card.

Perjalanan kali ini lewat udara, darat dan laut. Ada beberapa jalur transportasi yang kita gunakan dalam perjalanan ini, salah satunya jalur Laut di Cook Strait (Selat Cook). Jalur laut yang kita lewatin waktu nyebrangin Cook Strait, antara North Island dengan South Island. Dari kota Wellington ke kota Picton. Kita bisa berdiri di deck 10, deck paling atas, pemandangan sepanjang 3,5 jam ruarr biasa indahnya, anginnya juga paling kenceng. Kalu kecepatan angin udah di atas 40 knot, pintu akses deck 10 di tutup, dan penumpang di minta pindah ke deck bawah.

IMG_2928IMG_2938IMG_2939IMG_2948

 

Tips Driving di NZ

Sejak ambil rental Car, saya nyetir 2516 KM selama 8 hari, kurang lebih jarak dari Jakarta ke Banda Aceh selama 2 hari 2 jam non stop. Padahal di Indonesia, males banget jalan ke luar kota Jakarta – Bandung, atau Jakarta – Anyer. Kalau dulu ke kantor aja, kalau bisa ngojek atau nge grab. Tapi disini, transportasi publik tidak ada, hanya bus antar kota saja. Jadi pilihan nya, jalan kaki, naik sepeda atau nyewa mobil. Motor bebek ga ada, kalau ada pun motor juga tipe Trail yang besar, karena jarak tempuh nya jauh-jauh.

Disini setir kanan, drive on the left side of the road, sama dengan Indonesia. Jadi gak terlalu bermasalah. Hanya saja sign nya banyak yang unique dan cuma ada di NZ. Seperti One Lane Bridge. Ada jembatan yang di atas sungai yang menghubungkan 2 daratan. Ada tanda panah merah dan hitam. Kalau kita dari arah tanda merah, artinya kita harus stop dan give way buat kendaraan yang datang dari arah lawan. Dan sebaliknya, kalau kita datang dari arah panah hitam, kita yang diberikan prioritas untuk lewat duluan.

NZ Roads are different, give extra time to travel. Itu motto nya. Kalau rata-rata kecepatan di jalur luar kota 100 KM/jam, tapi begitu masuk kota mesti di turunin ke 50 KM/jam, ada sign otomatis yang langsung ‘nembak’ ke mobil kita, berapa kecepatan kita, seperti ngingetin supaya jangan kenceng-kenceng. Kalu dah lewat kota atau sekolah, maka sign 100 KM/jam dipasang lagi. GPS di mobil juga ngasih tahu kalau kecepatan rata-rata di area tersebut berapa. Mesti alert terus.

onelanebridge

Lagi di tengah gunung, tiba-tiba ada mobil polisi nongkrong, sambil ngeliat mana yang speeding. Jadi kalau nyetir disini harus compliance sama regulation, kayak di bank aja harus comply sama OJK 😊. Kalau ketangkap speeding, siap-siap deh di denda. Yang lucu juga, kalau ada yang ketangkap karena too slow.

Kalau mau ngelewatin mobil depan, ada 2 cara. Yang pertama, disini di kasih 2 jalur, ada sign nya, misalnya 2 km lagi ada jalur buat passing 2 jalur, ntar balik lagi jadi 1 jalur. Atau yang kedua, ada slow bay, maksudnya, kalau kendaraan yang pelan, minggir dulu, kayak ada tempat stop, ntar mobil-mobil di belakang yang mau ngebut, bisa duluan. Biasanya slow vehicle bay dipakai sama camper van yang gede-gede dan jalan nya lambat gak sampai 100km/jam.

slow bay

Saran saya sih setelah ngeliat medan di jalan, lebih baik sewa mobil yang ground clearance nya tinggi, seperti Jeep atau SUV. Karena banyak jalan-jalan di NZ yang kayak gravel, seperti lapangan tenis dari bata di tumbuk, Hanya saja ini, bukan bata tumbuk tapi batu-batu kali, yang di sebar sepanjang jalan, seperti jalur masuk ke hotel, atau tempat parkir dekat danau.

Cuaca dan Day light Savings

Januari ini, lagi summer, musim panas di Southern Hemisphere, belahan bumi selatan seperti New Zealand, mulai Desember sampai Februari. Dan sebelum musim panas tiba, ada tambahan 1 jam untuk siang yang lebih panjang (day light savings) dari bulan September sampai April. Bulan Januari ini, matahari terbit jam 6.00, terbenam jam 20.45. Semakin ke selatan, semakin lama waktu terbenam nya matahari.

Kalau musim panas begini, banyak turis domestic dan international yang liburan, otomatis, akomodasi juga jadi naik harganya dan jadi rebutan. Lebih baik book dulu di awal supaya dapat kepastian. Kecuali kalau sewa mobil Camper Van, bisa tidur di mobil di tempat parkir.

Karena cuaca juga, kami gagal naik ke Mount Cook, karena operator helicopter dan ski plane yang mau kami tumpangi mendadak membatalkan penerbangan karena cuaca pagi itu terlalu berangin. Risiko juga kalau sudah di atas, angin kencang, helicopter nya bisa terombang ambing. Sampai sore, cuacanya masih berangin kencang, ada hikmahnya juga, gak jadi terbang. Bagusnya, tiket bisa full refund, lewat Klook Apps.

Masih panjang tulisan nya, kita break dulu sampai sini dan lanjut ke part 2 ya gaes, https://rizalplanner.com/2020/01/20/new-zealand-part-2/

 

 

Disclaimer:

Tulisan dan foto-foto pribadi ini semata-mata sharing pengalaman pribadi, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin pergi ke NZ. Jika ingin mengutip atau mengambil, silakan mintakan ijin terlebih dahulu kepada penulis.

Fiji: Jakarta Rasa 80an

Perjalanan kali ini ngeri-ngeri sedap, karena dari awal banyak yang unexpected seperti delay pesawat dari Jakarta ke Sydney, yang berakibat delay penerbangan ke Fiji, belum lagi pesawat di cancel karena ada cyclone di hari mau berangkat ke negara tetangga, New Zealand.

IMG_4296

Alam gak bisa di lawan, tapi kita bisa prepare dengan membeli asuransi perjalanan. Memang tidak diharuskan seperti kalau pergi ke Eropa, tapi untuk meng cover risk during travelling, kalau hal-hal tersebut terjadi, lebih safe beli travel insurance. Kalau beli asuransi, cek dulu coverage polisnya, misal: berapa lama mulai dihitung delay pesawat? Ada perusahaan asuransi yang menghitung mulai 3 jam sejak jadwal keberangkatan, ada yang 4 jam. *Travel smart dengan financial planning 😊.

Sebelum berangkat ke Fiji, kami sudah cek, bahwa tidak ada kewajiban untuk memperoleh Visa. Untuk pemegang paspor Indonesia tidak perlu minta Visa Fiji, tidak perlu bayar juga untuk visa on arrival. Gratis.  Selama masa berlaku paspor 6 bulan.

Di pesawat kita dikasih form imigrasi dan harus mendeclare kalau bawa makanan. Seperti kalau mau masuk Australia dan New Zealand. Mungkin karena mereka negara Commonwealth, jadi ngikut aja aturan dari sesama. Saya kira akan strict seperti di Oz dan NZ, tapi ternyata tidak sama sekali. Mereka memang memasang spanduk dan poster-poster bahwa makanan dan obat yang di bawa harus di declare, kalau tidak, akan di denda. Nyatanya di lapangan, meskipun koper-koper isi makanan masuk mesin detector, tapi alhamdulillah, lewat aja tuh, tidak sampai buka koper.

Anyway, ada yang unik, setiap ada arrivals, mereka bikin sambutan nyanyi dan nari hula-hula ala Fiji, Fijian Music Band. Band ini main gitar dan ukulele. Bisa di lihat di foto kalau orang Fiji seperti umumnya orang ras Polynesian dan Melanesian, kulit item, badan gede, rambut keriting.

IMG_1705

Fiji sendiri ada 2 (dua) pulau besar, Viti Levu dan Vanua Levu. Kami hanya di pulau Viti Levu, karena kota besarnya dan pusat aktivitas negara ada di pulau itu. Tepatnya di kota Nadi dan Suva. Nadi (bacanya Nandi) kayak kota besar nya di Fiji, isi nya airport internasional, hotel-hotel besar dan atraksi untuk turis lainnya. Suva sendiri ada di ujung pulau Viti Levu, kota pelabuhan dengan arsitektur Inggris. Kota yang ini jadi pusat pemerintahan Fiji. Isinya selain kantor pemerintah, juga kantor diplomatik perwakilan negara-negara lain. Salah satu contoh bangunan bekas kolonia adalah di Grand Pacific Hotel, pintunya aja masih kental suasana Enggres gini. Depan restoran nya, menghadap laut Pacific Selatan. Sayangnya pas kami di sana, hujan deras. Jadi tidak bisa menikmati sarapan pagi menghadap laut Pacific.

Disini kalau di lihat seperti transportasi nya seperti Jakarta tahun 80an, tapi harga-harga disini seperti seperti Jakarta sudah tahun 2025, mahal gaes. Kenapa mahal? Karena semuanya di pajakin pemerintah, ada 3 jenis pajak, Value Added Tax (VAT) besarnya 9% untuk semua jenis barang dan jasa di Fiji, Service Turnover Tax (STT) 6% dan Environmental and Climate Adoption Levy (ECAL) besarnya 10%. Total 25% euy. Mantaaap…, sudah kayak pajak perusahaan di Indonesia aja.

“Bula..”, sapaan ini umum di Fiji, artinya Halo atau Life.., setiap ketemu orang di Fiji, salamnya adalah Bula. Yang lain yang terkenal disini adalah Fiji Time, artinya kurang lebih leha-leha pake celana pendek di pantai, do nothing, kayak gambar di komik-komik, you’re at the beach having relaxing time sambil minum air kelapa. Tapi dampaknya jadi kurang bagus, karena servis jadinya lambat. Bagusnya ada orang India dan China disini yang sebagai pendatang, punya kepentingan untuk bisnis disini.

Makan, kalu mesen makan disini, tanya dulu size porsinya, ada size Small, Medium dan Large. Ada restoran Chinese yang enak di kota Nadi, kita pesen nasi goreng, size small mereka ukuran bule, jadi cukup untuk 3 orang perut melayu. Kalu medium lebih gede lagi. Disini udang nya gede-gede, manis rasanya dan gede porsinya (padahal pesen yang size small). Bandingin kalu di restoran padang, udang baladonya isi 5-6 buah, tapi di sini bisa 20 potong untuk small size. Disini yang taste nya masih bisa diterima menurut kami adalah masakan Chinese, karena kalau masakan India kurang cocok dgn lidah melayu ini. Makanan secara umum mahal disini. Jadi ga ada salahnya bawa makanan dari rumah.😊

Uang. Untuk urusan bayar membayar, disini terima kartu kredit, Cuma surcharge nya gede, seperti restoran Chinese tempat makan di Nadi, mereka charge 4% untuk setiap transaksi pembayaran. Rata-rata 3% di toko-toko. Kalau ambil uang di ATM, lihat ATM bank mana, kalau bank lokal, mereka charge FJ$ 10 (sepuluh dollar Fiji) untuk setiap penarikan, sementara kalau bank internasional, charge nya lebih gede lagi FJ$ 15 per withdrawal. 1 FJ$ kira-kira Rp. 6800 – 7000 perak. Tapi di lain sisi, mereka terima dollar Australia dan dollar New Zealand. Cuma kurs nya mereka pakai patokan kurs Westpac Bank. Jadi mereka punya lembar exchange rate di toko-toko mereka. Hanya saja kurs nya pasti lebih mahal daripada kita tukar sendiri ke money changer. Begitu juga kurs kalau pakai kartu kredit, pasti lebih tinggi. Lebih baik pakai cash FJ$ disini.

Internet, untuk urusan internet bisa beli paket kartu dan internet, paket bisa dibeli di airport, toko-toko dan supermarket. Wifi available, tapi tergantung hotel mana. Airport juga ada wifi. Tergantung tempatnya saja.

Listrik, untuk urusan listrik, nah ini penting untuk charge handphone, power bank dan lainnya, karena mereka listriknya pakai plug kaki 3 (tiga), seperti di Oz dan NZ, jadi harus siap-siap bawa dari Indonesia, karena disini serba mahal. Kalaupun harus beli disini, untuk colokan atau plug kaki 3 di jual di supermarket dan toko-toko.

Cuaca. Panas karena cuacanya mirip dengan Indonesia, jadi kemana-mana seperti di Indonesia saja, pake kaos saja. Malam juga tidak terlalu dingin. Di kamar hotel juga pakai AC, kalau gak, bakalan kepanasan banget.

Transportasi. Disini ada public bus, Hanya saja seperti ngeliat Mayasari Bakti tahun 80an, gak pake AC, bus nya tua-tua. Jalan nya dari kota Nadi menyusuri kota-kota di pinggir pantai pulau Viti Levu, sampai ke Suva dan kembali lagi ke Nadi mengitari pulau, pergi jam 6 pagi, sampai kembali ke Nadi jam 6 sore, harganya FJ$ 40. Kalau mau kemana-mana lebih baik rental mobil, karena susah transportasi publiknya.  Jadi lebih baik dari awal sudah rental mobil, kalau bisa sama supirnya, hehee…:). Seperti negara commonwealth Oz dan NZ, Fiji juga drive on the left side of the road, jadi mirip dengan Indonesia.

Turis destinasi. Di sini banyak tempat yang jadi tujuan turis, tapi menurut saya pengelolaan nya masih kurang professional dan kurang menarik. Contohnya ada mud pool (mandi lumpur) dan hot spring. Tempatnya persis seperti kubangan lumpur di lapangan rumput, Buat orang Indonesia, main lumpur pas main bola hujan-hujanan sepertinya bukan hal baru. Begitu juga hot spring nya, ada 3 kolam biasa, ada 1 yang belum di kuras, tinggal 2, itupun agak kotor, jadi overall kurang menarik jualannya. Heran nya banyak turis China yang pengen main lumpur-lumpuran. Terus berendem di hot spring. Lumayan 60’-70’ derajat celcius. Telor aja bisa mateng.

Ada destinasi turis lain yang juga terkenal disini: berenang dengan ikan Hiu. Katanya hiu-hiu nya dah jinak 😊. Promosi paket dan foto-fotonya sih keliatan menarik, tapi…, kalau si Hiu tiba-tiba laper, gimana?

Kami juga mampir ke ‘bar tengah laut’, namanya Cloud 9. Mereka buat trip pake boat selama kurang lebih 1 jam sekali jalan ke tengah laut Pasific Selatan. Di tengah laut mereka bangun bangunan 2 lantai, isinya untuk bule-bule jemuran dan minum-minum di bar. Its Floating bar dan pizzeria.

 

Harga paketnya lumayan mahal, dalam paket sudah termasuk FJ$ 60, per orang, di tengah laut gini aqua mahal, apalagi jual makanan. Yang menyedihkan, toiletnya ga ada air dong. Jadi beli aqua disitu atau bawa aqua sendiri. Gak bisa nge flush. Konsepnya marine toilet, jadi kalau buang tissue, jangan ke toilet, tapi ke tong sampah di dalam toilet. Karena kalau buang tissue ke dalam toilet, hasilnya bisa keliatan di bawah. Dan di bawah bisa keliatan orang lagi berenang renang… 😀

Sempet ngobrol dengan bule Ostrali yang bawa istri dan 3 (tiga) anak remaja nya. Dia bilang, wisata floating bar dan pizzeria seperti Cloud 9 ini ga cocok dengan umur anak-anak remajanya. Masih terlalu muda dan belum bisa enjoy, gak cocok juga untuk orang tua. Mungkin usia 20-30 yang cocok nya ke sini.

Anyway, rencana cuma 4 malam di Fiji, nambah jadi 6 malam, tertunda karena badai Sarai cyclone kategori 2. Kita melihat sendiri bagaimana satu kota dimatikan listriknya ber jam-jam, for safetly reason, karena air laut naik ke kota dan penduduk harus diungsikan. Unforgettable experience indeed.

Singkat cerita, Fiji seperti Jakarta era 80an tapi harga disini mungkin seperti Jakarta 2025, mahal . Ada yang pernah bilang, sejak kolonialisasi Inggris, biaya hidup di Fiji 3x lipat bagi standar hidup local orang Fiji.

 

Bula,

Disclaimer:

Tulisan dan foto-foto ini semata-mata sharing pengalaman pribadi, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin pergi ke Fiji. Semua tulisan dan foto disini adalah milik pribadi.

 

Catatan Umroh

 

1C12C608-9B54-40CB-820A-8084CE8662A7.jpeg

Perjalanan kali ini, ingin saya sharing, supaya teman2 yg berencana umrah atau haji lebih aware dan safe.
Ada beberapa hal yg bisa jadi ref:

Pick your travel agent
1. Kalu kita sudah niat utk umroh atau haji, maka hal yg pertama perlu kita lakukan adalah memiliki pengetahuan bagaimana umroh dan haji yg sesuai tuntunan/ napak tilas nabi.
Tidak semua tour travel yg menyelenggarakan umroh paham hal begini ini. Tidak berarti semakin mahal paket semakin dijamin pelaksanaan nya sesuai tuntunan rosul. Karena biaya paket tsb lebih mencerminkan fasilitas yg diterima, spt pesawat, hotel, bus 🚌 yg dipakai, makanan di hotel/ bus. Semakin mahal semakin bagus pastinya.
Yg lebih penting adalah content nya, bukan bungkusnya. Dan apa yg ada dalam tuntunan Nabi, dikerjakan secara tertib, karena sebenernya tatacara umrah dan haji sangat simpel, tidak serumit buku2 tebal yg diberikan Travel.

2. Siapa pembimbing nya?
Kadang saya melihat bhw orang indo itu manut aja apa yg dikatakan ustadz, tidak tahu bagaimana mestinya tatacara umrah dan haji yg benar. Karena tidak semua yg di panggil ustadz mengerti bagaimana umrah dan haji seharusnya.
Bagi yg pertama kali umroh atau haji, kadang gak sempat untuk membaca, maka apa yg di katakan pembimbing semua di telan aja.

Tanya saja sama tour travel nya, siapa ustadz pembimbing nya. Apa cuma TKI yg di kasih sorban trus diberi tanggung jawab utk memimpin atau benar-benar ustadz yg mengerti dan paham caranya umroh dan haji.

Untuk bisa tahu sudah sesuai apa tidak yg di sampaikan ustadz, bisa cross cek dgn buku panduan tsb (poin no 1).

Prep stage
3. Selain dana, fisik juga harus disiapin, karena lumayan meletihkan kegiatan umroh ini.
4. Bawa obat batuk pilek, jokes yg ada: yg gak batuk cuma onta 😀. Kalu biasa pakai panadol, bawa lebih. Sharing dgn yg lain.
5. Bawa obat/salep pegel. Tawaf 7x dan sai 7x, takes up most of your energy. Betis kenceng, kaki pegel. Saya dapat ginseng dari jamaah lain, ajaib, ruarr biasa, kaki yg udah sakit banget, begitu minum ginseng langsung spt kaki baru! ( Lebay 😀).
6. Bawa tas tali, pihak travel umumnya memberikan tas yg pake resleting, tas model ini yg paling gampang dicopet, krn kondisi lautan manusia, berdesak2an membuat susah jaga tas. jadi sebaiknya pilih tas yg pake tali supaya susah di buka org lain.
7. Beli travel insurance, cek dulu dengan pihak travel, apakah harga paket sudah termasuk atau tidak? Kalu sudah, alhamdulillah.

Money money 💰
8. Kalu tukar uang, lebih murah rate nya di tanah haram, Mekah atau Madinah, karena bedanya jauh jika tukar di Jakarta. Dari beberapa money changer di Mekah, ada 1 counter money changer dekat hotel Al Shafwah, yg kurs nya bagus. Lokasi nya di belakang, dekat akses masuk keluar mobil.

9. Transaksi di toko, supermarket atau dimana saja di Mekah dan Madinah bisa pakai Rupiah. Mereka terima Rupiah dan kalu belum sempet tuker Riyal, transaksi bisa done dgn Rupiah. Jadi seperti transaksi di Indo aja.

On the Ground.
10. Di Madinah, orang- orang berlomba untuk sholat di Raudah, antara makam dan mimbar rosul.
For gentleman, sholatlah sekitar jam 12-1 malam, karena pada jam window tsb buka, raudah agak lengang, tapi kalau masuk jam 2 pagi dst, mulai padat, krn banyak yg ingin tahajud terus lanjut subuh. Sehingga jamaah duduk di raudah terus menunggu subuh. Untuk ladies, windows raudah jam 9 malem, antri dari abis sholat isya. Siap2 compete dgn emak2 Turki yg badan nya guede2.

11. Di Mekah, pintu Ka’bah dan Hijr Ismail, merupakan tempat2 yang mustajab utk berdoa. Favorit org2 utk berdoa. Tempat2 seperti ini pada waktu tawaf, rawan copet. Ada orang2 tertentu yg memanfaatkan untuk ‘bisnis’. Tas tali bisa jadi salah satu cara utk memprotek barang2 yg di bawa. Gak pernah nyangka, kalu di rumah Tuhan, ada copet. Kata orang2, hindari orang2 Africa (Nigeria dan Mesir), juga Pakistan, kalu mendekat, atau mengajak ngobrol, lebih baik hindari. Ini seperti di film ‘Focus’ nya Will Smith.

12. Joki di hajar Aswad, orang2 Indonesia ada yg menawarkan jasa joki cium Hajar Aswad, saya ketemu dengan 3 orang Madura, awalnya baik nawarin cium Hajar Aswad, tapi setelah selesai mereka akan minta uang. Again, ‘bisnis’ di rumah Allah.

13. Air zam zam Not Cold.
Di mesjidil Haram baik di Madinah maupun Mekah, disediakan tong-tong air zam zam, semua jamaah boleh minum, hampir semua airnya dingin kayak air es. Nikmat banget, tapi ujung nya batuk. Tapi di antara 5 tong air, ada 1 yg Not Cold, jadi kalu gak mau risiko batuk, pilih yg Not Cold.

14. Renovasi Mesjidil Haram di Mekah
Karena sedang perluasan mesjid, area tawaf di seputaran Ka’bah persempit, akibatnya yang bisa tawaf hanya laki2 yg berpakaian ihram serta wanita. Kalau di luar ihram, tawaf di lantai 2 dan 3. Pintu masuk di bawah juga di jaga askar dan hanya bisa di akses laki2 berihram dan wanita, seperti di Gate no 94, sebelah Gate no. I King Abdul Aziz. Sedangkan kalau masuk ke Gate no.1, langsung di arahkan ke lt.2 utk tawaf/ sholat, jaraknya otomatis juga lebih jauh utk tawaf.
Jadi kalau mau di lantai bawah, pakailah pakaian ihram utk laki-laki.

Thank you for reading my thoughts.

Sent from my iPhone