Catatan Umroh

 

1C12C608-9B54-40CB-820A-8084CE8662A7.jpeg

Perjalanan kali ini, ingin saya sharing, supaya teman2 yg berencana umrah atau haji lebih aware dan safe.
Ada beberapa hal yg bisa jadi ref:

Pick your travel agent
1. Kalu kita sudah niat utk umroh atau haji, maka hal yg pertama perlu kita lakukan adalah memiliki pengetahuan bagaimana umroh dan haji yg sesuai tuntunan/ napak tilas nabi.
Tidak semua tour travel yg menyelenggarakan umroh paham hal begini ini. Tidak berarti semakin mahal paket semakin dijamin pelaksanaan nya sesuai tuntunan rosul. Karena biaya paket tsb lebih mencerminkan fasilitas yg diterima, spt pesawat, hotel, bus 🚌 yg dipakai, makanan di hotel/ bus. Semakin mahal semakin bagus pastinya.
Yg lebih penting adalah content nya, bukan bungkusnya. Dan apa yg ada dalam tuntunan Nabi, dikerjakan secara tertib, karena sebenernya tatacara umrah dan haji sangat simpel, tidak serumit buku2 tebal yg diberikan Travel.

2. Siapa pembimbing nya?
Kadang saya melihat bhw orang indo itu manut aja apa yg dikatakan ustadz, tidak tahu bagaimana mestinya tatacara umrah dan haji yg benar. Karena tidak semua yg di panggil ustadz mengerti bagaimana umrah dan haji seharusnya.
Bagi yg pertama kali umroh atau haji, kadang gak sempat untuk membaca, maka apa yg di katakan pembimbing semua di telan aja.

Tanya saja sama tour travel nya, siapa ustadz pembimbing nya. Apa cuma TKI yg di kasih sorban trus diberi tanggung jawab utk memimpin atau benar-benar ustadz yg mengerti dan paham caranya umroh dan haji.

Untuk bisa tahu sudah sesuai apa tidak yg di sampaikan ustadz, bisa cross cek dgn buku panduan tsb (poin no 1).

Prep stage
3. Selain dana, fisik juga harus disiapin, karena lumayan meletihkan kegiatan umroh ini.
4. Bawa obat batuk pilek, jokes yg ada: yg gak batuk cuma onta 😀. Kalu biasa pakai panadol, bawa lebih. Sharing dgn yg lain.
5. Bawa obat/salep pegel. Tawaf 7x dan sai 7x, takes up most of your energy. Betis kenceng, kaki pegel. Saya dapat ginseng dari jamaah lain, ajaib, ruarr biasa, kaki yg udah sakit banget, begitu minum ginseng langsung spt kaki baru! ( Lebay 😀).
6. Bawa tas tali, pihak travel umumnya memberikan tas yg pake resleting, tas model ini yg paling gampang dicopet, krn kondisi lautan manusia, berdesak2an membuat susah jaga tas. jadi sebaiknya pilih tas yg pake tali supaya susah di buka org lain.
7. Beli travel insurance, cek dulu dengan pihak travel, apakah harga paket sudah termasuk atau tidak? Kalu sudah, alhamdulillah.

Money money 💰
8. Kalu tukar uang, lebih murah rate nya di tanah haram, Mekah atau Madinah, karena bedanya jauh jika tukar di Jakarta. Dari beberapa money changer di Mekah, ada 1 counter money changer dekat hotel Al Shafwah, yg kurs nya bagus. Lokasi nya di belakang, dekat akses masuk keluar mobil.

9. Transaksi di toko, supermarket atau dimana saja di Mekah dan Madinah bisa pakai Rupiah. Mereka terima Rupiah dan kalu belum sempet tuker Riyal, transaksi bisa done dgn Rupiah. Jadi seperti transaksi di Indo aja.

On the Ground.
10. Di Madinah, orang- orang berlomba untuk sholat di Raudah, antara makam dan mimbar rosul.
For gentleman, sholatlah sekitar jam 12-1 malam, karena pada jam window tsb buka, raudah agak lengang, tapi kalau masuk jam 2 pagi dst, mulai padat, krn banyak yg ingin tahajud terus lanjut subuh. Sehingga jamaah duduk di raudah terus menunggu subuh. Untuk ladies, windows raudah jam 9 malem, antri dari abis sholat isya. Siap2 compete dgn emak2 Turki yg badan nya guede2.

11. Di Mekah, pintu Ka’bah dan Hijr Ismail, merupakan tempat2 yang mustajab utk berdoa. Favorit org2 utk berdoa. Tempat2 seperti ini pada waktu tawaf, rawan copet. Ada orang2 tertentu yg memanfaatkan untuk ‘bisnis’. Tas tali bisa jadi salah satu cara utk memprotek barang2 yg di bawa. Gak pernah nyangka, kalu di rumah Tuhan, ada copet. Kata orang2, hindari orang2 Africa (Nigeria dan Mesir), juga Pakistan, kalu mendekat, atau mengajak ngobrol, lebih baik hindari. Ini seperti di film ‘Focus’ nya Will Smith.

12. Joki di hajar Aswad, orang2 Indonesia ada yg menawarkan jasa joki cium Hajar Aswad, saya ketemu dengan 3 orang Madura, awalnya baik nawarin cium Hajar Aswad, tapi setelah selesai mereka akan minta uang. Again, ‘bisnis’ di rumah Allah.

13. Air zam zam Not Cold.
Di mesjidil Haram baik di Madinah maupun Mekah, disediakan tong-tong air zam zam, semua jamaah boleh minum, hampir semua airnya dingin kayak air es. Nikmat banget, tapi ujung nya batuk. Tapi di antara 5 tong air, ada 1 yg Not Cold, jadi kalu gak mau risiko batuk, pilih yg Not Cold.

14. Renovasi Mesjidil Haram di Mekah
Karena sedang perluasan mesjid, area tawaf di seputaran Ka’bah persempit, akibatnya yang bisa tawaf hanya laki2 yg berpakaian ihram serta wanita. Kalau di luar ihram, tawaf di lantai 2 dan 3. Pintu masuk di bawah juga di jaga askar dan hanya bisa di akses laki2 berihram dan wanita, seperti di Gate no 94, sebelah Gate no. I King Abdul Aziz. Sedangkan kalau masuk ke Gate no.1, langsung di arahkan ke lt.2 utk tawaf/ sholat, jaraknya otomatis juga lebih jauh utk tawaf.
Jadi kalau mau di lantai bawah, pakailah pakaian ihram utk laki-laki.

Thank you for reading my thoughts.

Sent from my iPhone

ANGGARAN JAMAN NOW

 

IMG_6967
Menjelang akhir tahun, perusahaan sudah mulai membuat anggaran untuk tahun depan, dengan menggunakan asumsi-asumsi ekonomi seperti nilai tukar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi. Proyeksi anggaran dapat dibuatkan untuk jangka pendek (1-2 tahun) sampai jangka menengah (3-5 tahun). Sama halnya juga dengan Anda, sebagai personal maupun kepala keluarga, Anda juga perlu membuat anggaran dengan asumsi-asumsi yang mungkin akan ada atau timbul dalam waktu dekat, misalnya, akan ada tambahan anggota keluarga baru, anak yang akan masuk sekolah atau Anda akan mengambil pendidikan strata lanjutan dan sebagainya.
Semua asumsi dalam keuangan personal ataupun keluarga, bisa kita artikan sebagai adanya alokasi anggaran yang mesti di persiapkan. Dalam jaman now, banyak aplikasi-aplikasi yang bisa di gunakan untuk membantu Anda dalam membuat anggaran personal ataupun keluarga, mencatat secara aktual berapa pengeluaran Anda, bahkan bisa membandingkan aktual terhadap anggaran.
Untuk membuat anggaran, tentu ada 2 (dua) komponen besar yang mesti Anda catat, pendapatan dan pengeluaran. Untuk membuat anggaran, mudahnya Anda bagi dalam beberapa tahapan:
Tahap pertama, catat pos pendapatan, Anda perlu mencatat semua pendapatan anda seperti gaji bulanan, jika Anda punya penghasilan lain selain gaji bulanan, seperti honor menjadi pengajar atau menyewakan motor untuk ojeg online, maka semua pendapatan variabel tersebut perlu di masukkan dalam pos pendapatatan, dan di proyeksikan dalam jangka pendek dan menengah. Sebagai ilustrasi, untuk gaji dalam pos pendapatan, akan lebih mudah bagi anda untuk memproyeksikan nya setiap bulan karena sudah tercatat rutin dalam rekening anda. Sedangkan untuk pendapatan non rutin, harus anda catat, kedua pendapatan rutin dan non rutin perlu diproyeksikan, dengan bantuan aplikasi yang ada, akan jauh lebih mudah.
Tahap kedua, mencatat semua pengeluaran selama 30 hari. Nah ini yang paling membuat orang kadang menyepelekan, atau tidak melihat urgensinya. “Buat apa sih mencatat, cuma segitu aja duit yang keluar”. Coba bayangkan bila Anda adalah perusahaan atau badan usaha, semua pengeluaran harus dipertanggungjawabkan dan ada pejabat yang mengotorisasi pengeluaran tersebut. Tidak sembarangan menyetujui sebuah pengeluaran. Begitu juga dengan keuangan personal ataupun keluarga anda, setiap pengeluaran harus dibuatkan anggarannya, kalau anggaran tersebut tidak ada, bagaimana? Misalnya anggaran untuk keperluan masuk sekolah untuk si kecil, apakah sudah disiapkan?
Untuk tahap kedua ini, Anda bisa mencatat semua pengeluaran rutin Anda, seperti bayar biaya listrik, biaya air, biaya telpon, iuran lingkungan/ keamanan dan lainnya yang bersifat rutin, ada atau tiada, Anda tetap perlu membayar setiap bulannya, paling tidak abonemen nya. Kemudian Anda lanjurkan mencatat semua pengeluaran non rutin Anda, seperti misalnya minum kopi lewat ‘drive thru’ dari kedai tertentu, kongkow-kongkow dengan kolega, nonton bioskop, nonton konser dan lainnya.
Dari perhitungan tahap satu dikurangi tahap dua, Anda bisa dapatkan berapa sisa penghasilan Anda setiap bulannya, apakah masih positif alias ada lebih nya atau malah negatif.
Jika Anda punya asumsi personal atau keluarga, bahwa tahun depan akan ada anggota keluarga baru, atau dalam 2-3 tahun ke depan Anda berniat untuk melanjutkan strata pendidikan lanjutan, maka perlu alokasi khusus dalam proyeksi anggaran pengeluaran tersebut. Misalnya biaya untuk kebutuhan bayi, beli susu bayi, atau menyiapkan uang kuliah untuk 2-3 tahun ke depan dan sebagainya.
Tahap ketiga, kalau melihat bahwa selisih antara pendapatan dan pengeluaran anda sudah mepet, maka lihat lagi pos-pos pengeluaran mana yang bisa di pangkas, atau di relokasi ke pos pengeluaran untuk kebutuhan akan datang. Contohnya, bila asumsi anda akan ada anggota keluarga baru, dan pasti membutuhkan popok, susu, dan lainnya yang baru, maka bisa Anda siasati merelokasi dari pos anggaran lainnya. Contohnya, bila setiap hari anda ke kantor membeli kopi secara drive thru dari kedai tertentu, maka biaya kopi tersebut dapat dipangkas dan diganti dengan membawa sendiri kopi dari rumah. Sehingga pemangkasan anggaran kopi ini, bisa di relokasikan ke anggaran untuk mempersiapkan kebutuhan calon bayi.
Yang keempat, bila selisih cash flow mepet dan pos pengeluaran sudah sedemikian hematnya, maka yang bisa anda lakukan adalah menambah pendapatan, misalnya dengan menyewakan kamar di Airbnb, atau anda sendiri menjadi partner dari taxi online, atau jualan melalui marketplace atau Instagram. Semua tahap-tahap tersebut dioptimalkan untuk membantu mewujudkan tujuan-tujuan anda dalam anggaran tersebut.
Yang menjadi perhatian dalam membuat anggaran personal atau keluarga ini adalah gaya hidup. Gaya hidup itu identik dengan pengeluaran, seperti minum kopi drive thru dari kedai tertentu, apakah anda rela menukarnya dengan kopi sachet dari rumah, demi kebutuhan calon baby. Atau misalnya anda terbiasa nonton dua kali seminggu di bioskop, apakah anda rela mengurangi nya menjadi sebulan sekali? Semua berpulang pada Anda pribadi. Yang terpenting disini adalah bagaimana mengatur pendapatan dan pengeluaran secara disiplin, demi mewujudkan mimpi-mimpi Anda.

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizalplannerindo@gmail.com

Take Over KPR = Hemat Dana & Waktu Cicilan

takeover

Kalau anda punya hutang properti di bank dan suatu saat anda menjerit melihat tagihan rutin KPR (Kredit Pemilikan Rumah) anda naik, maka bisa dipastikan bunga KPR anda naik! Dan bunga ini bisa naik setiap 6 bulanan, sementara turunnya susah banget. Tapi tentu anda sudah paham sebelum mengambil KPR dengan fixed rate, bahwa setelah masa promo fixed rate habis, maka harus ada tambahan dana yang harus disiapkan bila tetap di bank tersebut. Tapi ada pilihan lain untuk menghemat waktu dan dana cicilan KPR, yaitu dengan take over KPR (ambil alih KPR) ke bank lain.

Kalau anda punya tagihan KPR yang bunga tetap (fixed rate) selama kisaran 12 – 36 bulan pertama, tentu selama 12 – 36 bulan tersebut besarnya cicilan per bulan akan tetap, misalnya bunga tetap KPR berkisar 7% – 8,9% per tahun, tapi begitu masa fixed rate habis, otomatis bank tersebut akan menerapkan floating rate (bunga mengambang) KPR yang baru, yang pasti lebih tinggi dari bunga tetap selama masa tersebut, berkisar 12% – 13.50% per tahun.

Bank mengenakan floating rate, artinya suku bunga bank mengikuti pasar. Dan kalau bunga acuan naik, maka yang paling cepat naik adalah bunga kredit, sementara bunga tabungan & deposito paling lambat mengikuti kenaikan, dan sebaliknya kalau bunga acuan turun. Kenapa? Karena bunga kredit adalah sumber pendapatan bank, sementara bunga tabungan dan deposito adalah kewajiban bank terhadap nasabah. Sebagai catatan, sampai September tahun 2017 ini bunga Acuan Bank Indonesia (BI) sudah di pangkas 0.5% oleh Bank Indonesia menjadi 4.25%, mengikuti hal tersebut, bunga deposito juga sudah langsung di gunting oleh perbankan, tapi suku bunga kredit tidak langsung turun, butuh waktu bulanan untuk bisa turun.

Kalau ada penawaran take over KPR dengan bunga tetap misalnya 3 tahun dari suatu bank, sementara tenor atau jangka waktu cicilan anda masih di atas 5 tahun, maka ini bisa jadi salah satu solusi penghematan dana dan waktu untuk anda dengan cara mengalihkannya (take over). Ilustrasinya sebagai berikut, kalau misalnya saat ini anda mempunyai KPR bank dengan asumsi floating rate 13,50% per tahun dan ada bank lain yang menawarkan fixed rate 8.50% selama 3 tahun,  maka dengan take over KPR, penghematan bunga cicilan anda sebesar 5% per tahun selama 3 tahun pertama, luar biasa kan? Ternyata penurunan rate 5% ini, jika dihitung dengan nilai pinjaman yang sama, cicilan lebih rendah 6%, maka anda dapat berhemat 2 tahun waktu cicilan.

Tentu saja ada biaya-biaya KPR untuk take over KPR, namun biaya ini hanya sekitar 7% dari total nilai pinjaman KPR, sementara penghematan total pokok dan bunga selama 2 tahun kurang lebih 37% dari nilai pinjaman. Jika di nett off, artinya anda berhemat 30% kan. Biaya take over disini meliputi  biaya denda pelunasan dipercepat dari bank asal dan bunga berjalan, di tambah biaya provisi, biaya notaris dan administrasi pada bank tujuan.

Ilustrasi tabel di bawah bisa menggambarkan penjelasan di atas:

 

Sebelum

Take Over

Sesudah

Take Over

    Delta
Tingkat Bunga KPR per tahun 13.50% 8.50% 5.00%
Cicilan per bulan (Rp.)           6,100,000                 5,760,000                       340.000
Jangka Waktu (tahun)                             10 8 2
Nilai Pinjaman (Outstanding) (Rp.)          400,000,000                  400,000,000 0
Bunga+Pokok selama 2 tahun pertama (Rp.)          149.000.000
Biaya take over (Rp.)                     30,000,000

*) angka dibulatkan

 

Dari tabel di atas, terlihat bahwa selisih bunga 5% sebelum dan sesudah take over, dengan nominal cicilan sebelum dan sesudah KPR take over mempunyai selisih sebesar  Rp. 340 ribu, jangka waktu cicilan lebih hemat 2 tahun, dari 10 tahun menjadi 8 tahun. Semua ini diasumsikan nilai pinjaman yang dipindahkan, nilainya  tetap, sebesar Rp. 400.000.000.

Selama 2 tahun tersebut, jika masih menggunakan bank yang lama, sebelum take over maka Anda harus membayar bunga dan pokok  sebesar Rp. 149 juta, tapi jika menggunakan fasilitas take over KPR, nilai penghematan bunga dan pokok ini setara dengan 37% dari nilai pinjaman. Sedangkan biaya take over sebesar Rp. 30.000.000 setara dengan 7% dari nilai pinjaman.  Jika di net off, anda berhemat 30%.

Dengan berhemat pembayaran bunga 5% selama 3 tahun, anda bisa mempercepat masa pembayaran menjadi lebih pendek, ditambah penghematan dana cicilan yang mesti di bayarkan. Ini tentu membantu dalam pengaturan arus kas (cash flow) anda.

Kalau masa pinjaman (tenor) tidak dikurangi, tetapi tetap 10 tahun, maka cicilan per bulan pasti lebih kecil. Ini juga bisa jadi pilihan jika anda perlu mengatur ulang cash flow anda atau anda perlukan untuk memperbesar ruang untuk pinjaman yang lain, supaya rasio hutang anda tetap 30%.

Memang ada syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi untuk take over, tapi jika anda sudah pernah disetujui untuk KPR, maka untuk take over kurang lebih syarat yang sama yang diperlukan.

Selanjutnya, jika sudah 3 tahun, dimana masa fixed rate sudah selesai, maka bunga akan kembali mengikuti pasar.

NAIK HAJI LEBIH CEPAT

kabah

Jemaah haji baru saja pulang untuk musim haji tahun 2017 ini. Yang sudah mampu mengerjakan rukun Islam ke-5, naik haji, senangnya luar biasa, merupakan impian yang tak terkira. Ingin rasanya kembali lagi dan lagi. Siapa umat muslim yang tidak kepengen naik haji, mulai dari tukang ojek sampai pemimpin negara yang muslim pasti punya keinginan untuk naik haji, karena itu seperti ‘mimpi’ umat muslim untuk bisa bertamu ke rumah Tuhan Yang Maha Kuasa. Naik haji (bagi yang mampu) juga merupakan tujuan untuk melengkapi rukun Islam.

Memang tidak murah naik haji, untuk biaya haji reguler sesuai ketetapan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 sekitar Rp. 35 juta atau setara USD 2.585 dengan asumsi nilai tukar Rp. 13.400/USD dan daftar tunggu (waiting list) sampai 24 tahun – berdasarkan data dari Kementrian Agama. Kalau Anda daftar dan dapat nomor porsi haji umur 40 tahun, maka baru bisa berangkat umur 60 tahun, itu juga dengan catatan kalau umur Anda sampai. Untuk mendapatkan nomer porsi haji yang 10 digit Anda harus menabung dahulu sampai terkumpul dana Rp. 25 juta. Bisa dibayangkan bila ternyata 20 tahun kemudian ongkos haji naik menjadi Rp. 236 juta, maka sisanya harus kita lunasi untuk bisa pergi haji, sementara uang yang Rp. 25 juta itu mengendap di tabungan tanpa imbal hasil yang memadai.

Alternatif lain selain haji reguler yang 40 hari, adalah haji khusus (dulu Ongkos Naik Haji – ONH – plus) dan Haji Khusus Non-Kuota. Kalau ONH Plus, mendapatkan nomer porsi haji seperti halnya haji reguler, namun layanan lebih mewah, jumlah hari lebih sedikit, tapi tetap harus antri beberapa tahun meskipun relatif lebih cepat dari haji reguler. Sedangkan Haji Khusus Non-Kuota, atau ada yang menyebut ‘haji sendal jepit’ tidak mendapatkan nomer porsi haji, visanya di luar kuota nasional resmi. Visa ini tetap dikeluarkan secara resmi oleh Pemerintah Arab Saudi untuk tamu raja atau tamu pangeran. Dan harganya juga relatif lebih mahal dibandingkan reguler, mirip harga ONH Plus. Namun kelebihan Haji Khusus Non-Kuota, tidak perlu antri, bila Anda bayar tahun ini, maka tahun depan insya allah Anda sudah bisa berangkat haji.

Haji Khusus Non-Kuota, di tawarkan oleh beberapa travel agent, harganya sekitar USD 12.000 per orang, kurang lebih Rp. 160 juta per orang dengan kurs Rp. 13.400/USD atau 4,6 kali dari ONH regular. Haji Khusus Non-Kuota jadi pilihan paling efisien dari sisi waktu, meskipun lebih mahal, tapi dari sisi umur calon haji pada saat melaksanakan ibadah haji dan rentang waktu tidak terlalu jauh.

Perhitungannya sebagai berikut, seperti tersebut di atas, biaya Haji Khusus Non-Kuota Rp. 160 juta per orang, kita gunakan asumsi waktu keberangkatan 2x lebih cepat dari waktu tunggu rata-rata haji reguler, artinya Anda bisa berangkat ‘hanya’ dalam waktu 10 tahun dan asumsi kenaikan biaya haji dan kurs dollar per tahun 10%, maka biaya Haji Khusus Non-Kuota dalam waktu 10 tahun mendatang naik menjadi Rp. 415 juta.

Untuk kegiatan haji ini agar lebih pas, kita gunakan instrumen berbasis syariah. Bila kita menggunakan tabungan syariah Rupiah, dengan bagi hasil setara 2%, maka akan butuh dana yang besar untuk mengakumulasikan dana naik haji, tapi bila kita gunakan instrumen reksadana syariah saham, maka waktu dan dana dapat lebih cepat dan lebih efisien.

Ilustrasinya, lihat tabel di bawah ini:

Item:

Haji Khusus Non-Kuota

Rp. 415 juta

Tabungan syariah Reksadana syariah saham
Imbal hasil 1% per tahun 15% per tahun
Waktu 10 tahun 10 tahun
Cicilan per bulan Rp. 3,3 juta Rp. 1,5 juta

Asumsi kurs: Rp. 13.400/USD

Bila kita gunakan tabungan syariah, dengan asumsi bagi hasil setara 1% per tahun, maka dana yang harus kita cicil tiap bulan sebesar Rp. 3,3 juta, tapi bila kita menggunakan instrumen reksadana syariah saham yang bersifat agresif untuk 10 tahun, maka cicilan nya ‘hanya’ Rp. 1,5 juta setiap bulan selama 10 tahun. Ini berarti efisiensi dana sebesar 64%. Apabila kita kombinasikan dengan setoran awal yang Rp. 25 juta – seperti halnya Anda daftar haji reguler – bila dikembangkan dalam instrumen reksadana syariah saham yang punya imbal hasil setara 15%, maka dalam waktu 10 tahun akan menjadi Rp. 101 juta. Artinya sisa sebesar Rp. 314 juta dapat menggunakan instrumen syariah juga, dan cicilan lebih kecil lagi tiap bulan nya selama 10 tahun, yaitu hanya Rp. 1,1 juta. Kalau Anda berangkat berdua bersama pasangan, maka tinggal kalikan dua saja. Selain waktu yang bisa Anda persingkat 50%, fisik Anda juga masih relatif lebih kuat untuk musim haji 10 tahun lagi, dibandingkan 20 tahun kemudian.

Dari perhitungan di atas, jika waktu 10 tahun dirasakan lama, maka waktu keberangkatan bisa di percepat, misalnya, menjadi 5 tahun, maka otomatis ‘cicilan’ per bulan nya juga lebih besar, menjadi Rp. 3 juta per bulan, sebaliknya jika dirasakan masih cukup sabar menunggu keberangkatan 20 tahun lagi, maka ‘cicilan’ nya pun menjadi lebih kecil, yaitu sebesar Rp. 720 ribu.

Tinggal di pilih mana waktu dan dana yang paling pas, selanjutnya luruskan niat untuk bisa berangkat haji!

 

Catch  me: @rizalplanner

Email : rizal.plannerindo@gmail.com

CERMAT INVESTASI EMAS

gold 100

pic source: 4-designer.com

 

Salah satu bentuk investasi yang populer di ajarkan oleh orang tua kita dulu adalah investasi emas. Investasi emas itu digunakan untuk hedging (lindung nilai) dari kekayaan kita dan untuk meredam inflasi. Mengapa emas? Karena dalam jangka panjang nilainya akan selalu naik, misalkan sebagai contoh seperti biaya naik haji dari dulu setara dengan 100 gram emas Logam Mulia (LM), pada saat 10 tahun lagi jika emas tersebut di jual, maka kenaikan biaya haji 10 tahun mendatang akan tetap terbeli dengan jumlah gram emas yang sama. Begitu dahsyat nya kekuatan emas ini. Mengapa bisa begitu? Karena simpanan atau cadangan emas tidak bertambah, belum ditemukan tambang emas baru,  cadangan emas segitu-gitu saja.  Yang bertambah permintaannya, sehingga berlaku hukum ekonomi, apabila supply nya kurang  tapi demand nya tinggi, maka otomatis harganya akan terus naik, apalagi bila kemudian permintaan sangat tinggi tapi barang sulit di dapat. Bisa dibayangkan kenaikan harganya.

Dulu, orang menyimpan emas dalam bentuk perhiasan, namun saat ini sudah semakin banyak pilihan, selain fisik seperti Logam Mulia, ada pula emas non fisik seperti kontrak emas yang di perdagangkan di Bursa Berjangka maupun lewat portal online.

Apabila ingin membeli emas non fisik secara kontrak berjangka, bisa dilakukan melalui Bursa Berjangka. Seperti layaknya orang bertransaksi saham di Bursa Efek. Ada peran broker yang dibutuhkan untuk bertransaksi emas secara kontrak. Bila kontrak beli emas kita jatuh tempo, maka terpenuhinya kontrak tersebut di jamin oleh suatu lembaga khusus, yaitu Lembaga Kliring Berjangka. Namun umumnya orang bertransaksi jual dan beli di bursa berjangka tanpa harus menunggu jatuh tempo.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, bila ingin membeli emas LM bisa dilakukan online melalui situs Pegadaian atau portal jual beli online, disitu kita bisa melakukan transaksi beli emas layaknya beli toko fisik dan bisa di mulai dari ukuran gram yang terkecil. Fisik emas bisa kita ambil di Galeri Pegadaian bila beli di Pegadaian atau bila melalui portal online , tidak perlu buang waktu keluar rumah atau kantor, fisik emas akan dikirim.

LOGAM MULIA

Bila kita membeli Logam Mulia (LM) atau emas batangan (gold bar), berikut hal-hal yang mesti kita cermati:

Yang pertama, pastikan kita mendapatkan sertifikatnya. Saat ini di Indonesia, PT. Aneka Tambang (Antam) sebagai produsen Logam Mulia terbesar milik pemerintah yang memproduksi LM bersertifikasi. Namun sudah ada juga produsen LM swasta sekarang ini (UBS). Dari produsen LM yang ada, yang paling penting kita perhatikan dari kedua produsen tersebut adalah kadar emasnya (fineness). Untuk kadar emas LM harus 999.9. Artinya kadar emasnya hampir sempurna, hampir 100%, dikenal juga sebagai emas dengan kadar 24 karat. Jika di jual dimana pun, harga jual dan belinya sudah pasti. Sehingga harganya tidak bisa dimainkan. Di Indonesia, karena Antam merupakan satu-satunya produsen Logam Mulia milik pemerintah, maka tidak heran harganya sedikit lebih tinggi dibandingkan produsen milik swasta.

Yang kedua, pastikan no seri, yang ada di sertifikat sama dengan yang tertulis di fisik LM tersebut. Sertifikat disini maksudnya adalah sertifikat dari produsen Logam Mulia tersebut, biasanya terdapat di dalam plastik pembungkus LM tersebut, dan bertuliskan no seri, kadar dan berat dari LM tersebut.

Yang ketiga, beli LM dalam kepingan ekonomis 100 gram, karena harga pasar mengacu pada kepingan tersebut. Bila dilihat dari berat, LM produksi pemerintah yang tersedia sangat beragam, mulai dari 1,2,5,10,25,50,100,250 gram sampai 1 kilogram. Semakin kecil berat LM semakin mahal harga per gramnya. Jika kita membeli LM dengan berat 25 gram, harga per gram nya lebih mahal daripada kepingan 100 gram. Mengapa? Karena ongkos produksi untuk membuat kepingan yang lebih kecil jauh lebih besar daripada kepingan yang besar. Bila kita membeli LM, jangan beli sekaligus dalam bentuk yang paling besar, misalnya dalam hal ini 1 kg, tapi pecahlah dalam kepingan 100 gram sebanyak 10 keping. Sehingga apabila dikemudian hari, kita perlu untuk menjual emas, kepingan yang lebih kecil akan jauh lebih praktis dan kita tidak perlu menjual keseluruhannya.

Yang keempat, jangan biarkan sampai LM terjatuh, karena bila terjatuh, dan timbul cacat, maka nilainya bisa berkurang.

Yang kelima, demi keamanan, simpanlah LM kita di safe deposit box (SDB), untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Terakhir, yang keenam, berhati-hati dengan berbagai macam tawaran investasi emas, seperti kasus investasi bodong yang ditawarkan oleh Golden Traders Syariah Indonesia (GTIS) dimana calon konsumen harus membayar emas dengan harga 30% lebih tinggi dari harga pasar. Tawaran seperti ini biasanya menawarkan imbal hasil yang fantastis, too good to be true.

Di sisi lain, kita juga mengenal emas perhiasan, perhiasan memang kelihatan cantik dan sedap di pandang, namun emas perhiasan bukanlah investasi yang tepat karena perhiasan mempunyai kelemahan. Pada saat kita membeli, pasti akan dihitung ongkos pembuatannya, tapi pada saat kita menjual, akan ada potongan yang lumayan besar yaitu ongkos pembuatan perhiasan itu sendiri, karena ongkos pembuatan tersebut hanya dihitung pada saat kita beli perhiasan emas tersebut dan pada waktu kita menjual emas perhiasan, hanya dihitung berat dan kadarnya saja. Selain itu bila anda tidak paham kadar dan karat emas, maka bisa saja anda di bohongi oleh penjual. misalnya kita membeli perhiasan kalung emas 75% dengan 22 karat. Pastikan kita mendapatkan surat atau sertifikat dari toko penjual nya. Jangan sampai pada saat kita ingin menjual perhiasan emas nya lagi, ternyata perhiasan yang kita beli hanya 70% dan 18 karat.

Investasi emas memang unik, cermatlah dalam membeli emas.

PENIPUAN INVESTASI

bitagtheoriginal

Heboh kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group di Depok awal tahun 2017 ini menambah panjang daftar investasi bodong yang ada di Indonesia. Alkisah KSP Pandawa Mandiri Group melakukan penghimpunan dana masyarakat dengan tawaran bunga yang sangat tinggi hingga 10% per bulan kepada investor. Sistemnya multilevel, seorang leader merekrut downline 4 (empat) orang dan 4 (empat) orang ini kemudian melakukan perekrutan lagi dan seterusnya. Selain itu mereka juga menyalurkan pinjaman kepada nasabah seperti kepada pedagang dengan bunga 15% per 3 bulan. Kasus ini mencuat setelah ada laporan dari masyarakat kepada pihak berwajib. Daan pihak OJK juga sebelumnya pada akhir tahun lalu telah turun tangan menghentikan kegiatan penghimpunan dana karena tidak sesuai dengan ijin yang di dapat.

Kalau kita rujuk ke belakang, sepertinya daftar penipuan investasi sudah sangat panjang seperti QSAR (Qurnia Subur Alam Raya) investasi di perkebunan, ADD Farm – ternak itik, Koperasi Langit Biru – agribisnis, Golden Traders Syariah Indonesia (GTIS) – beli emas 30% lebih tinggi dari harga pasar, Raihan Jewelry (RJ) – iming-iming investasi emas; yang terakhir muncul sebagai headline di harian Kontan (Rabu, 27 Februari 2012), dan masih banyak lagi listnya. Semua kasus di atas akhirnya harus berurusan dengan Polisi.

Banyak masyarakat kita yang karena mental ingin cepet kaya cari jalan tol buat hal ini, alih-alih untung malah jadi buntung, karena tergiur iming-iming untung yang bakal di dapat dibanding risiko yang akan muncul maka rasionalitas seolah-olah hilang. Penawaran investasi tersebut umumnya ditawarkan dengan bunga atau return (imbal hasil) nya sangat tinggi dan seolah-olah tidak ada risiko (risk free) plus iming-iming bonus dan cash back yang menggiurkan, apalagi kalau ada endorsement dari tokoh masyarakat! Kalau sudah begini something too good to be true, it’s hard to be true.

Tulisan ini untuk diri kita sendiri dalam memahami keputusan investasi yang kita pilih, agar kita cermat dan berhati-hati dalam berinvestasi, jangan tergiur dengan iming-iming bunga tinggi atau bagi hasil yang tinggi yang jauh melebihi kondisi pasar. Contohnya tawaran KSP Pandawa Mandiri yang menjanjikan memberikan bunga 10% per bulan, sementara kita tahu kondisi di perbankan bunga deposito bank saat ini 5%-6% per tahun. Artinya Pandawa menjanjikan memberikan bunga 120% per tahun, atau 20 – 24 kali dari bunga perbankan, angka yang sangat fantastis kan? Dari sini saja seharusnya sudah muncul pertanyaan, benar apa tidak?

Yang kedua yang perlu menjadi concern kita, adalah legalitas dari entitas tersebut. Apakah entitas tersebut mempunyai ijin dari otoritas yang berwenang? Dalam kasus KSP Pandawa, kegiatan menghimpun dana pihak ketiga tidak mendapat ijin dari OJK, karena di Indonesia yang berhak mengumpulkan dana pihak ketiga hanya Bank, dan KSP Pandawa tidak mendapat ijin untuk hal itu. Begitu juga untuk  perdagangan komoditas seperti emas, harus ada izin dari otoritas. Jika ingin lebih yakin, cek terlebih dahulu surat ijin usahanya ke otoritas berwenang, dan apakah benar izin usaha tersebut valid?

Yang ketiga, apakah underlying asset nya? Maksudnya dasar investasi nya pada aset apa saja?  Uang yang disetorkan diinvestasikan dimana? Kita perlu waspada dan teliti menanyakan hal ini, karena jika di investasikan di pasar modal, pasar uang, perdagangan komoditas semuanya bisa terlihat secara transparan dari laporan pasar yang ada dan kita sebagai calon investor bisa menilai imbal hasil yang wajar. Dalam kasus KSP Pandawa yang menjanjikan imbal hasil 10% per bulan, sangat patut ditanyakan, uangnya di investasikan pada instrumen apa? Apa saja portfolionya? Sudah berapa lama mengelola portfolio tersebut. Hal-hal tersebut merupakan pertanyaan-pertanyaan dasar yang harus menjadi concern kita, agar uang kita tidak hilang.

Ke empat, knowledge dan capability, Apakah pemilik usaha atau pengelola dana tersebut mempunyai kapasitas yang memadai dalam mengelola dana. Apakah ia mempunyai pengetahuan yang cukup dalam mengelola investasi. Apakah ia memiliki lisence (surat ijin) yang diterbitkan oleh otoritas berwenang. Seperti di pasar modal dikenal adanya lisence MI (Manajer Investasi). Karena salah kelola dan tidak cukup kapasitasnya dalam mengelola portfolio yang ada, maka taruhannya selain nama baik juga secara hukum bisa dituntut, karena tidak berizin.

Secara nature, bahwa masih banyaknya orang yang tertipu investasi semacam ini karena faktor serakah (greed), ingin mendapatkan untung besar secara instan tapi tidak memperhitungkan resikonya.

Sepanjang tahun 2013-2016 kemarin, OJK menerima laporan dan pertanyaan masyarakat mengenai 484 entitas yang dicurigai melakukan investasi bodong.

Oleh karena itu marilah kita cermat dalam berinvestasi, jangan sampai penipuan investasi yang telah banyak makan korban menimpa diri anda. Waspadalah!

Catch me:@rizalplanner

email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

FOKUS PADA SATU TUJUAN KEUANGAN

focus-on-your-dream

Dari sekian banyak perencanaan keuangan yang ingin dibuat dengan keterbatasan dana yang ada, mana yang lebih di dahulukan? Mana yang lebih penting? Apakah dana darurat, dana pendidikan anak, dana pensiun, dana investasi atau dana proteksi?
Jawabannya: fokus satu saja dulu.
Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah tetapkan dahulu tujuan keuangan anda. Jika sudah tahu arah tujuan anda, fokuslah untuk mengejar tujuan keuangan tersebut. Misalkan anda sebagai orang tua, ingin agar anak anda kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di dalam negeri dalam kurun waktu 6 tahun mendatang. Asumsikan pilihan anak tersebut adalah sekolah ekonomi dan bisnis yang paling top di Indonesia. Saat ini ada 2 (dua) jalur besar untuk masuk Universitas ternama tersebut, melalui jalur undangan atau melalui jalur ujian tertulis. Jika seandainya kemudian anak anda lulus dan masuk Universitas tersebut, maka biaya kuliahnya tentu mesti dipersiapkan. Dalam edaran resmi Universitas ternama itu, disebutkan bahwa untuk tahun ajaran 2016-2017 jurusan Sosial Humaniora (IPS), biaya kuliah per semester untuk kelas yang tertingginya adalah berkisar antara Rp. 16.500.000 s/d Rp. 17.500.000. Asumsi dibutuhkan 4 (empat) tahun atau 8 (delapan) semester untuk mendapatkan gelar sarjana, artinya total biaya kuliah Rp. 132.000.000 s/d Rp. 140.000.000. Biaya yang tercantum di luar biaya buku, fotocopy, transportasi, biaya hidup dan lainnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Indonesia selama 5 tahun terakhir naik turun, dari 3.79% di tahun 2011, naik menjadi 8,36% di tahun 2014, turun lagi 3,02% di tahun 2016. Asumsikan rata-rata inflasi selama 5 tahun terakhir adalah 6,3%. Bila kenaikan biaya kuliah linier dengan inflasi, maka tahap kedua adalah menghitung berapa biaya kuliah pada saat anak anda masuk kuliah. Dalam case ini, 6 (enam) tahun lagi untuk masuk jurusan pilihannya Sosial Humaniora tersebut, hitung punya hitung ternyata total biaya kuliah naik menjadi Rp. 191.000.000 s/d Rp. 202.000.000.
Jika sudah selesai menghitung proyeksi biaya kuliah tersebut, tahap selanjutnya adalah memilih instrumen apa yang tepat untuk dapat mewujudkan tujuan keuangan tersebut. Sedikit tips, pilihlah instrumen yang bisa mengalahkan inflasi alias si ‘perampok siluman’ tersebut. Jika rata-rata inflasi selama 5 tahun terakhir 6,3%, dan saat ini imbal hasil (return) deposito berkisar 6%-7% per tahun, dimana nett nya akan lebih kecil setelah di potong pajak 20%. Dus, deposito bukan merupakan pilihan yang tepat.
Dan yang terakhir adalah tahap paling penting: eksekusi! Eksekusi bisa dilakukan dalam 2 (dua) cara:
dengan cara mencicil (installment), secara berkala menempatkan dalam bentuk investasi, beli produk pasar modal seperti reksadana setiap bulannya, dan anda terus membeli reksadana tersebut selama kurun waktu proyeksi anak anda akan kuliah tersebut. Beli dengan metode dollar cost averaging, membeli produk dengan harga rata-rata. Jika bulan ini misalnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) dari reksadana 1200 dan bulan depan pada waktu kita beli naik menjadi 1300, maka secara-rata-rata harga unit reksadana yang anda beli NAB nya 1250. Dengan dollar cost averaging, anda tidak usah pusing soal kapan belinya, unit reksadana yang terbeli akan lebih banyak pada saat NAB rendah, dan akan lebih sedikit pada saat NAB naik. Karena tujuannya adalah mendapatkan harga rata-rata terendah dari investasi yang anda beli. Dalam case ini, lakukan ini terus setiap bulan selama 6 tahun. Yang kedua, dengan cara investasi lumpsum, asumsikan anda sudah mempunyai dana gede tapi belum memadai senilai total biaya kuliah masa yang akan datang, Misalnya anda sudah mempunyai dana Rp.87.400.000, dengan hanya sekali investasi pada instrumen yang dapat memberikan return 15% per tahun, maka biaya kuliah Rp. 202.000.000 akan terwujud.

Kalau anak anda lebih dari satu, maka bisa dilakukan cara yang sama dengan kurun waktu yang disesuaikan. Untuk memilih investasi apa yang akan dipilih, sektor finansial seperti pasar modal bisa menjadi pilihan, tapi ingat setiap pilihan investasi punya risikonya sendiri-sendiri.

Kalau satu tujuan keuangan sudah terkumpul, mulai lagi fokus dengan tujuan keuangan lainnya.
Kuncinya disiplin investasi dan monitor investasi anda.