Beli Mobil Baru Tanpa Kredit Tapi Via Reksadana, Bagaimana Caranya?

Kalau ada keluaran model baru dari merk mobil tertentu, rasanya pingin supaya mobil yang lama di jual dan ganti dengan model baru. Event seperti Pameran Mobil (IIMS) yang rencana di gelar bulan April 2017, bisa jadi ajang ganti mobil baru. Kalau beli mobil baru dengan cara kredit itu sudah biasa, kita hanya diminta bayar DP nya dulu kemudian sisanya dicicil lewat lembaga pembiayaan atau bank.
Tapi coba kita pikirkan untuk beli mobil baru dengan cara nabung dulu, karena mobil adalah aset yang terdepresiasi, sehingga value nya akan terus turun. Jika kita bayar dengan fasilitas kredit, total nilai yang kita bayar akan pasti lebih tinggi dari nilai market value nya karena adanya bunga bank atau lembaga pembiayaan.
Oleh karena itu pola pikir beli mobil dengan cara cicilan setiap bulan di gantikan dengan pola pikir tabungan setiap bulan dengan menabung lewat reksadana. Ya, lewat instrumen keuangan yang satu ini, agar tujuan kita bisa tercapai. Tentu saja risikonya jauh berbeda, sebagai contoh jika kita telat bayar cicilan, tentu saja lembaga pembiayaan atau bank akan mengirimkan ‘reminder’ kepada kita, mulai dari surat cinta sampai ‘tamu’ kunjungan, sedangkan bila tabungan kita telat setor, hanya kita sendiri yang rugi, karena target tabungan kita bisa jadi missed.
Sebagai ilustrasi, misalkan kita ingin setiap 5 tahun kita ganti mobil, beli mobil baru. Asumsikan mobil yang dibeli adalah mobil sejuta umat, Toyota Avanza. Jika kita lihat, harga mobil Avanza baru pada tahun 2012 asumsikan Rp. 160 juta, sementara harga OTR mobil baru untuk seri yang sama di tahun 2017 ini kurang lebih Rp. 203 juta. Artinya kenaikan selama 5 tahun sebesar 26.6% atau kenaikan per tahunnya rata-rata kurang lebih 5%. Asumsikan dengan kenaikan 5% tersebut, pada tahun 2022, harga mobil Avanza seri tersebut sudah mencapai Rp. 257 juta.
Perbandingannya sebagaimana di bawah ini:
Harga mobil tahun 2022 Cicilan/ bulan Ket
Skenario A Rp. 257 juta Rp. 4,9 juta/ bulan Cicilan kredit

Skenario B Rp. 257 juta Rp. 2,9 juta/ bulan Menabung dalam bentuk reksadana

Selisih Rp. 2,0 juta/bulan

Skenario A: jika kita mengambil fasilitas kredit untuk pembelian mobil selama 5 tahun, bunga yang mesti dibayarkan sekitar 6% per tahun saat ini atau dengan cicilan tiap bulannya kurang lebih Rp. 4,9 juta dan total nilai pembayaran pokok dan bunga cicilan selama 5 tahun kurang lebih Rp. 347 juta.
Skenario B: bandingkan bila kita memilih menabung dahulu melalui instrumen reksadana saham setiap bulannya selama 5 tahun, maka secara kalkulasi, tabungan per bulan adalah sebesar Rp. 2,9 juta dan di akhir tahun ke-5, nilai mobil baru seharga Rp. 257 juta tercapai. Asumsikan return reksadana saham setiap tahunnya 15%.
Pada penghujung tahun ke-5, terdapat perbedaan nominal yang signifikan, ada selisih Rp. 90 juta (Rp. 347 juta – Rp. 257 juta) atau penghematan sebesar 35% selama 5 tahun. Lumayan kan.

Dari kedua skenario di atas, dapat dihitung selisih per bulannya antara skenario A dan skenario B yaitu sebesar Rp. 2 juta. Selisih ini jika kita investasikan juga di reksadana saham, yang memberikan return 15% per tahun, maka dalam 5 tahun akan menghasilkan kurang lebih Rp. 183 juta.
Dari skenario B di atas, dapat di simpulkan bahwa perencanaan membeli mobil baru baru dengan cara menabung via reksadana punya kelebihan:
1. jauh lebih murah
2. risiko lebih rendah, serta
3. mengurangi beban cash flow keuangan setiap bulannya yang lebih tinggi.
Instrumen keuangan yang digunakan di sesuaikan dengan jangka waktu menabung, kalau pendek jangka waktu menabung nya, maka pilih instrumen keuangan yang lebih rendah risikonya..

Selamat beli mobil baru..!

Catch me: @rizalplanner
Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

CASH IS KING

source: poluscapital.com

pic source: poluscapital.com

Hari ini Indeks bursa saham di Indonesia sempat jatuh ke 4100, Rupiah sudah menyentuh ke Rp.14000 per 1 Dolar Amerika (bahkan ada yang sudah meramal bahwa akan menyentuh Rp. 15000/1US$). Indeks Dow Jones juga merah membara turun -588.40 ke level 15000 (dari Indeks tertinggi sebelumnya 18000). Belum lagi hadirnya fenomena alam El Nino di Indonesia. Dampak dari Topan El Nino ini menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membuat wilayah Negara Republik Indonesia tercinta kita ini menjadi kering dan kemarau yang berkepanjangan. Konon hembusan angin El Nino ini juga mempengaruhi indeks bursa saham, terutama saham-saham yang terkait dengan produk pertanian.

Jika fenomena alam El Nino ditambah dengan kondisi babak belur bursa dan kurs Rupiah yang menguatirkan ini terus berlanjut sampai akhir tahun 2015, apakah kondisi krisis 1997-1998 bisa terulang kembali?

Indikator lainnya yang menunjukkan kondisi ekonomi global dan domestik lagi lesu bisa dilihat dari:

  • Ekspor turun -15,5% mom (atau -19,2% yoy) di bulan Juli 2015.
  • Impor juga turun lebih dalam lagi -22,4% mom (atau -28,4% yoy) di bulan Juli 2015
  • Penjualan semen yang menurun -10,2% yoy di bulan Juli 2015 dibanding -6,2% yoy di bulan Juni 2015.
  • Penjualan mobil turun -39,1% yoy di bulan Juli 2015 dibanding -25,7% yoy di bulan Juni 2015.
  • Penjualan motor turun -21,1% yoy di bulan Juli 2015 dibanding -23,5% yoy di bulan Juni 2015.

Keterangan:

mom = month on month, menunjukkan perbandingan dari bulan ke bulan, sementara yoy = year on year, menunjukkan perbandingan dari tahun ke tahun.

 

Poin pertama di atas menunjukkan ekonomi dunia yang lagi lesu, sementara poin kedua sampai kelima menunjukkan kondisi ekonomi domestik yang lemah.

Dalam kondisi ekonomi seperti ini jaga kondisi likuiditas keuangan keluarga anda, karena likuiditas adalah raja, orang (kepepet) menjual aset karena butuh uang. CASH is KING!

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

Change of Email Address

pic source: michigan.gov

pic source: michigan.gov

Dear Readers,

Tulisan ini sebagai pemberitahuan bahwa email sebelumnya rizal.planner@gmail.com sudah TIDAK aktif dan selanjutnya email yang BARU adalah rizal.plannerindo@gmail.com

So guys, kalau ada pertanyaan, inquiries, atau sekedar sharing silakan kirim ke email yang baru

Salam

rizal.plannerindo@gmail.com

 

 

Pensiun? Gimana nanti atau nanti gimana?

pension jar

 

Memang rejeki itu sudah ada yang ngatur, kalau sudah rejeki gak akan kemana. Rasanya kalimat seperti itu sering kita dengar ya. Jadi kalau untuk pensiun pun kita sudah yakin nanti pasti ada rejekinya. Atau kalau keburu meninggal duluan, ya gak usah pusing mikirin pensiun. Umur rahasia Tuhan, kalau di kasih umur panjang sampai setelah pensiun, maka kita sudah siap dengan rencana pensiun kita. Semakin muda kita  memulai persiapan pensiun semakin baik.

Salah seorang teman main tenis saya yang sudah senior, > 65 tahun, pernah bilang ke saya, “….dulu saya waktu masih muda sudah mikirin ntar pensiun mau ngapain ya..?” tapi waktu itu teman-teman seusia di kantor sering ngeledek saya, “..ngapain mikirin pensiun, nikmatin saja hidup yang sekarang, pensiun, gimana nanti aja…”. Nah, kemudian terbukti, setelah pensiun, teman-teman si senior ada yang kerja jadi tukang ojeg, ada yang tidak bisa kerja lagi karena sakit-sakitan sementara biaya berobat tidak cukup dari uang pensiun, dan berbagai macam cerita perih lainnya.

Bagi anda yang pekerja profesional, perusahaan akan menyisihkan sebagian dana dari gaji anda untuk disisihkan sebagai dana pensiun. Dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Program Jaminan Pensiun, pemerintah menetapkan uang jaminan pensiun “hanya” sebesar 8%, rinciannya anda sendiri harus menyumbang 3% dari total gaji, sementara perusahaan 5% sebagai pemberi kerja. Sementara untuk kebutuhan hidup pensiun anda nanti, jika anda menyisihkan 10% dari gaji, maka pada saat pensiun hanya akan mencukupi 40% dari gaji terakhir, artinya standar hidup sederhana. Jika iuran pensiun 15% dari total gaji, maka manfaat pensiun hanya 70% dari gaji terakhir, dan jika iuran pensiun 20% dari total gaji, maka manfaat pensiun sampai 90% dari standar hidup anda sekarang.

Dengan adanya aturan baru tersebut di atas yang “hanya” 8%, tentu manfaat pensiun yang akan diterima nanti oleh pekerja akan lebih kecil dari 40% kan? Standar hidup pensiun super sederhana. Oleh karena itu kita sendiri harus menyiapkan pensiun kita.

Apa saja yang harus anda siapkan?

Pertama, kalau dari sisi dana tentu anda harus menyisihkan extra dana untuk kebutuhan pensiun tersebut, agar pensiun gak super sederhana. Anda bisa pilah-pilih instrument investasi apa yang  akan anda gunakan, karena tujuan anda untuk pensiun, tentu jangka panjang, instrument di financial market, seperti reksadana saham atau saham bisa jadi pilihan. Atau kalau anda sudah cukup dananya, belilah properti dan jadikan sebagai passive income dengan menyewakan properti tersebut.

Kedua, kalau dari sisi lain, seperti kata sang senior, kita harus punya special skills tersendiri. Skills ini harus kita asah selama kita masih usia produktif. Sehingga pada saat pensiun nanti, kita sudah bisa langsung jalan. Misalnya anda suka jajan kuliner, bagaimana caranya supaya anda sendiri yang menghasilkan uang dari kuliner kesukaan anda tersebut?

Anyway, yuk siapkan pensiun kita…