Review Investasi Emas di Apps Bukalapak

bukalapak

Salah satu instrumen yang tak lekang jaman dan lazim digunakan untuk investasi adalah emas. Kilau emas selalu memikat, apalagi kalau dikaitkan dengan wanita.

Saat ini, beli emas bisa dilakukan secara online melalui marketplace, salah satunya adalah melalui aplikasi Bukalapak, nama menunya BukaEmas. Khusus emas yang di perjualbelikan melalui BukaEmas adalah Logam Mulia (LM). Bukalapak sendiri hanya sebagai fasilitator, sementara penjualnya sendiri adalah pihak ketiga, sebuah perusahaan swasta.

Untuk mulai berinvestasi emas di Bukalapak, yang pertama perlu dilakukan adalah pendaftaran, untuk bisa beli emas melalui BukaEmas, anda harus buat account dulu, juga mendaftarkan no handphone. Tidak terlalu banyak persyaratan seperti halnya investasi reksadana di Bukareksa, tidak perlu scanned KTP dan menunggu verifikasi. Cukup buat account, anda sudah bisa langsung transaksi.

Selanjutnya dalam apps, istilah beli dan jual disini diterangkan bahwa beli artinya anda sebagai pihak pembeli yang melakukan pembelian emas, dan sebaliknya, jual, artinya, anda sebagai pihak penjual yang melakukan penjualan emas di Apps Bukalapak.

Yang kedua, pembelian, dalam apps Bukalapak, masuk ke menu BukaEmas, maka akan muncul harga beli emas per gram saat itu, karena harga emas selalu di update setiap 15 menit, ada indikator perubahan harga, apakah naik atau turun, juga ada grafik perubahan harga untuk 7 hari, 1 bulan dan 3 bulan dimana anda bisa melihat trend harga emas. Ada tabel harga beli tertinggi hari itu dan harga beli terendah, juga harga pembukaan pada hari itu dan harga penutupan perdagangan hari sebelumnya. Anda bisa beli emas dengan gram terendah 0.0001 gram sampai maksimal 850 gram. Dalam hal pembayaran, Bukalapak bekerjasama dengan Apps Dana (‘Dana’), sehingga untuk pembayaran bisa langsung di debit dari Dana. Cara pembayaran lain adalah melalui transfer bank. Selanjutnya, kalau sudah yakin beli emas dengan jumlah gram pembelian dan harga yang tercantum, tinggal klik bayar.

Yang ketiga, penjualan. Dalam BukaEmas, masuk ke menu Jual. Dalam menu ini mirip dengan yang ada di menu Beli, hanya saja harga yang tercantum adalah harga jual emas per gram. Terdapat pula indikator perubahan harga, naik atau turun, grafik trend perubahan harga serta harga tertinggi, terendah, pembukaan dan penutupan dari sisi jual. Yang notabene pasti selalu lebih rendah dari harga beli.  Jika dihitung, antara harga jual dan harga beli di BukaEmas, terdapat selisih 4%. Contohnya pada saat tulisan ini dibuat, harga beli Rp. 628.608 per gram, harga jualnya ‘hanya’ Rp. 604.000, 4% lebih rendah dari harga beli. Artinya kalau anda beli sekarang dan anda jual sekarang, maka akan rugi 4%.

Penulis mengakumulasikan emas dari 1 Februari 2019 sampai 24 Mei 2019, selama 4 bulan kurun waktu tersebut, memang harga emas dalam trend naik, namun meskipun demikian, pada saat menjual justru, terjadi kerugian. Mengapa? Bisa dilihat pada tabel di bawah:

Tabel 1 Dalam Rp.
Harga beli 1 Feb 2019       619.527
Harga jual 24 Mei 2019       604.000
Kerugian –       15.527
Kerugian dalam %              -3%

 

Tabel 2 Dalam Rp.
Harga beli 1 Feb 2019      619.527
Harga beli 24 Mei 2019      628.600
Kenaikan harga           9.073
Kenaikan dlm %               1%

 

Kalau dilihat tabel 1, ada selisih -3% pada saat jual 24 Mei’19 dengan harga beli 1 Feb’19, padahal, pada tabel 2, harga beli untuk 24 Mei’19 sudah naik 1% jika dibandingkan harga beli 1 Feb’19. Ini artinya, meskipun emas dalam trend naik, tapi karena selisih harga jual dan beli di awal sudah berkisar 4%, maka kenaikan harga emas tidak akan mampu memberikan profit atas selisih tersebut. Kalaupun break even, perlu waktu yang cukup panjang. Sementara kalau anda jual emas LM di toko secara fisik, akan dipotong Rp. 3.000 per gram dari harga beli saat itu. Contohnya, kalau harga beli 24 Mei 2019 Rp. 628.600, maka harga jual kembali Rp. 625.600. Selisihnya hanya 0.005 atau 0.5%.

Yang ke empat, penarikan uang. Jika sudah terjual, uang hasil penjualan emas, akan masuk ke Dana. Untuk melakukan penarikan uang dari Dana, anda perlu menginstall Apps Dana terlebih dahulu, dan juga melakukan registrasi untuk menjadi premium account. Disini perlu foto KTP dan selfie dengan KTP. Proses verifikasinya cepat, hanya 2 jam. Namun untuk dapat melakukan penarikan dana, tidak serta merta langsung bisa, karena Apps Dana selalu memberikan notifikasi bahwa account saya belum terdaftar sebagai premium account. Ini kontradiktif dengan notifikasi verifikasi yang 2 jam tersebut. Meskipun pada akhirnya setelah 2 hari, uang baru bisa ditarik.

Penarikan uang lewat Apps Dana bisa dilakukan lewat menu Cashout, anda tinggal memasukkan no. rekening anda sendiri. Pilihan lain, melalui menu kirim uang (Send Rp), disini pilihan bisa ke rekening bank atau ke no telpon pihak ketiga, anda harus hati-hati, mengecek windows notifikasi persetujuan yang menyatakan bahwa nominal uang akan di kirim ke no HP atau no rekening tujuan untuk memastikan. Setelah klik kirim, uang akan terkirim secara instan, langsung masuk pada rekening tujuan.

Terakhir, penarikan emas. Hanya bisa dilakukan di website Bukalapak, karena di Apps Bukalapak pada smartphone, belum ada fasilitas Tarik Emas. Untuk penarikan emas, ada ongkos pembuatan sertifikat sebesar Rp. 100.000 (saat ini) dan ada biaya kurir yang besarnya lumayan signifikan, nilainya tidak seperti kurir pengiriman belanja online. Besar kecilnya kurir tergantung jarak, contoh lihat tabel 3:

Tabel 3.

Ongkos cetak sertifikat   100.000
Kurir     84.840
Total   184.840

 

Artinya, jika anda menarik emas secara fisik, ada biaya cetak sertifikat dan kurir yang harus dibayarkan.

Kesimpulannya, meskipun jual beli emas lebih efisien dan mudah via online, tapi akan lebih hemat, jual dan beli emas langsung secara fisik di toko emas, just like old school way. Mengapa? Karena pertimbangan selisih jual beli dan biaya-biaya yang timbul di atas. Dimana kalau jual beli di toko emas secara fisik, sertifikat emas juga sudah ada dan tidak ada biaya kurir. Hal lain yang juga patut dipertimbangkan risiko investasi secara online adalah Apps yang mungkin dalam kondisi down atau secara traffic sedang overload, sehingga mengganggu lancarnya transaksi.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

 

 

 

Review Investasi Reksadana via Apps Bukalapak

bukalapak apps 

Selain market place Tokopedia, kompetitor nya yaitu Bukalapak juga menyediakan layanan pembelian instrumen reksadana via Apps Bukalapak. Sebagai catatan, Bukalapak sebagai agen penjual produk reksadana tidak bertanggung jawab terhadap kinerja reksadana yang dijual.

Ada 3 hal yang bisa jadi perhatian.

Pertama, untuk pendaftaran, karena Bukalapak bekerjasama dengan Bareksa (portal jual beli reksadana online), maka tatacaranya mirip dengan yang ada di Bareksa.com. Anda perlu scanned KTP dan smartphone dan/atau laptop yang touchscreen untuk proses pendaftaran seperti terima sms dan tanda tangan online pada screen. Selanjutnya anda tinggal masuk ke menu BukaReksa (nama yang digunakan Bukalapak sebagai menu jual beli reksadana) lalu klik mulai investasi sekarang. Dari sini ikuti saja instruksi yang diberikan pada layar. Setelah daftar, perlu waktu 1 (satu) hari lamanya untuk account anda di verifikasi. Tidak serta merta pendaftaran online, saat itu juga langsung disetujui. Setelah verifikasi OK, maka baru anda bisa mulai bertransaksi.

Kedua, beli reksadana. Di Bukalapak, saat ini ada 4 jenis reksadana yang dijual:

  1. Pasar uang,
  2. Pendapatan tetap,
  3. Campuran dan
  4. Saham

 

Dari jenis reksadana tersebut, produk yang dijual berturut-turut adalah

  1. Pasar uang, reksadana yang mempunyai risiko rendah:
    1. Mandiri Investa Pasar Uang,
    2. Reksa Dana Syariah Mandiri Bukareksa,
    3. CIMB-P Bukareksa Pasar Uang
  2. Pendapatan Tetap, yang mempunyai risiko menengah:
    1. Syailendra Fixed Income Fund,
    2. CIMB-Principal Total Return Bond Fund,
    3. Mandiri Investa Dana Syariah,
    4. Reksadana Ashmore Dana Obligasi Nusantara,
    5. Bahana MES Syariah,
    6. Manulife Obligasi Negara Indonesia II.
  3. Campuran, juga mempunyai risiko menengah:
    1. Batavia Dana Dinamis,
    2. Kresna Flexima,
    3. Cipta Syariah Balance,
    4. Schroder Dynamic Balanced Fund,
    5. Schroder Dana Kombinasi,
  4. Saham, yang mempunyai risiko tinggi, yaitu:
    1. Manulife Dana Saham,
    2. BNP Paribas Infrastruktur Plus,
    3. BNP Paribas Pesona,
    4. BNP Paribas Pesona Syariah,
    5. Batavia Dana Saham,
    6. Sucorinvest Sharia Equity Fund,
    7. Sucorinvest Maxi Fund, dan
    8. BNP Paribas Ekuitas.

Anda bisa lihat di menu Produk yang ada di BukaReksa. Tinggal dipilih saja mana yang sesuai dengan tujuan dan risk profile anda. Kalau anda hanya punya tujuan jangka pendek, kurang dari 1 tahun, maka pasar uang menjadi pilihan yang tepat, begitu juga seberapa konservatif nya anda, dan sebaliknya. Semakin panjang tujuan anda dan semakin agresif profile anda, reksadana saham bisa menjadi pilihan. Bagusnya, buat yang belum familiar dengan reksadana, BukaReksa menampilkan kategori dari produk reksadana yang ada, apakah masuk risiko rendah atau risiko tinggi. Sehingga investor awam, bisa tahu masuk kategori mana produk reksadana tersebut.

Untuk membeli reksadana, tinggal klik pada salah satu reksadana yang menjadi pilihan, kemudian akan muncul tombol beli, klik saja. Pada tampilan produk, informasi Nilai Aktiva Bersih (NAB) ditampilkan secara jelas, bersamaan dengan kinerja harian nya. Apakah naik atau turun. Begitu juga dengan kinerja per 7 hari, 1 bulan, 3 bulan dan 1 tahun lengkap dengan grafiknya. Menurut saya ini akan membantu investor akan gambaran atas kinerja dari produk reksadana tersebut.

Pembelian minimum tercantum Rp. 10.000, namun di situ sudah tersedia kotak pilihan Rp. 50.000, Rp. 100.000, Rp. 200.000, Rp. 500.000 dan Rp. 1.000.000, atau anda bisa juga menuliskan secara manual pada kotak yang tersedia. Saat ini karena Bukalapak sudah bekerja sama dengan Apps Dana, maka uang untuk beli reksadana bisa digunakan dari saldo yang ada di Dana, atau bisa juga melalui transfer bank. Jika sudah beli, maka kita bisa melihat total harga yang ada dan biaya pembelian – ada produk yang masih memberikan fee gratis tapi ada pula yang sudah berbayar seperti di Schroder Dana Kombinasi. Informasi gratis atau tidak, ada di detail informasi produk. Tinggal klik saja. Secara umum, cara pembelian reksadana mirip dengan anda transaksi belanja online di Apps Bukalapak.

Ketiga, pada saat menjual reksadana, lihat dulu di menu portfolio, reksadana apa saja yang dimiliki. Dari menu portfolio ini, BukaReksa menampilkan berapa keuntungan/kerugian yang di dapat sejak pembelian dilakukan. Jika sudah dipilih pada reksadana yang ingin dijual, klik jual. Bisa jual semua unit bisa sebagian. Kalau ingin menjual semua unit, tinggal klik pada kotak yang tersedia. Kalau sebagian saja, ketik secara spesifik berapa jumlah unit yang ingin di jual. Tampilan ini mirip dengan menu yang ada di Bareksa.com itu sendiri. Info jumlah unit, tersedia di menu portfolio. Jika anda melakukan transaksi jual sebelum jam 13.00, maka akan digunakan NAB pada hari tersebut, tapi jika setelah jam 13.00, maka NAB H+1 atau hari berikutnya yang akan digunakan. Hal ini dikaitkan dengan settlement yang baru bisa dihitung pada akhir/ malam hari.

Selanjutnya bank kustodian, akan mentransfer uang langsung ke rekening anda maksimum 7 hari bursa. Karena menggunakan sistem kliring, maka akan ada biaya Rp. 5.000 untuk beneficiary atau bank tujuan jika berbeda dengan bank asal. Proses jual ini, sangat mudah, seperti halnya menjual barang secara online di marketplace.

Hal lain, sebelum membeli reksadana di marketplace seperti ini, investor juga perlu membaca fund fact sheet dan prospektus yang tersedia di detail informasi produk.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

Review Investasi Reksadana Via Apps Tokopedia

tokopedia apps

Sebelum dunia digital berkembang seperti sekarang ini, untuk orang bisa berinvestasi reksadana perlu menghubungi Manager Investasi nya atau melalui bank sebagai agen penjual. Namun sekarang investasi reksadana   bisa dilakukan melalui apps e-commerce yang ada, seperti Tokopedia. Selain untuk belanja barang, bisa juga untuk berinvestasi. Memang ada cara lain untuk berinvestasi melalui reksadana, yaitu melalui portal yang memang mengkhususkan untuk bertransaksi reksadana seperti Bareksa, IPOT atau Tanamduit.

Untuk tulisan kali ini, kita mulai dulu dengan yang ada di Apps Tokopedia. Perlu di catat bahwa pihak agen penjual tidak mempunyai pengaruh apapun terhadap kinerja Reksadana.

Pertama, untuk daftar, kita harus login dulu, kalau belum punya account, buat dulu. Siapkan foto KTP atau scanned KTP dan smartphone dan/atau laptop yang touchscreen. Selanjutnya, bisa masuk ke menu investasi. Pihak Tokopedia bekerjasama dengan Bareksa untuk menjual reksadana. Isi data dan tandatangan secara digital di smartphone dan/atau laptop. Mirip dengan pendaftaran di Bareksa.com itu sendiri. Setelah diverifikasi 1 hari, baru bisa transaksi. Dari sisi pendaftaran, tidak bisa instan untuk verifikasi, sehingga tidak bisa langsung untuk transaksi.

Kedua, pembelian reksadana di Tokopedia, saat ini, hanya bisa beli 2 produk saja, yaitu Syailendra Dana Kas dan Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra. Pembelian disebutkan mulai Rp. 10.000, tapi di kolom pembelian, akan otomatis tercantum Rp. 20.000, mungkin system default nya seperti itu. Namun kita dapat sesuaikan nominal yang kita mau. Reksadana yang di jual oleh Tokopedia adalah Reksadana Pasar Uang, sehingga cukup minim resikonya. Kedua Reksadana tersebut return nya berturut-turut 5,634% dan 5,701% lebih tinggi sedikit dari Deposito (setelah pajak). Seiring juga dengan return atau hasil yang diberikan, maka risikonya juga rendah, high risk high return, low risk low return. Selain itu, untuk pembelian saat ini juga tersedia fitur langganan reksadana, yang bisa anda klik untuk pembelian reksadana secara regular. Untuk beli, anda bisa transfer atau gunakan saldo OVO yang sekarang bekerjasama dengan Tokopedia. Setelah transfer, pembelian reksadana  akan di proses selama 48 jam. Untuk melihat kinerja reksadana  yang dibeli, Tokopedia kurang menampilkan informasi yang memadai, seperti berapa nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih) rata-rata pada saat pembelian dan berapa persen keuntungan/kerugian.

Ketiga, apabila Anda mau melakukan penjualan reksadana, anda perlu memasukkan nilai Rupiahnya. Agak berbeda dengan portal atau e-commerce yang menjual reksadana yang lain, dimana yang dimasukkan adalah nilai unitnya. Karena harga unit, baru akan ditransaksikan untuk settle pada saat akhir hari atau malam hari, sehingga sebenarnya kita belum tahu nilai nominalnya. Itupun bila transaksi dilakukan sebelum pukul 12.00 siang pada hari yang sama. Selanjutnya untuk pencairan dana, dana akan masuk ke saldo Tokopedia atau saldo OVO secara instan. Dana cair seketika ini cukup menarik, karena umumnya, jika menggunakan nilai unit, rata-rata perlu 2 (dua) hari untuk dana masuk ke rekening anda, pertama karena menunggu nilai settlement pada malam hari dan kedua, menunggu transfer dari bank custodian. Karena menggunakan nilai Rupiah, maka penjualan bisa dilakukan pada hari libur, tidak perlu menunggu NAB pada hari kerja berikutnya. Sehingga kalau anda butuh uang segera, maka investasi ini sangat likuid. Apabila anda menginginkan return yang lebih besar dari investasi yang lebih beresiko, maka bukan di Tokopedia tempatnya, karena saat ini, Tokopedia hanya menjual reksadana jenis pasar uang. Apabila dana cair esok harinya tapi menggunakan nilai Rupiah hari ini, maka ada potensi kerugian bunga, meskipun potensi kenaikan bunga relatif kecil untuk jenis reksadana pasar uang seperti ini.

Keempat, transfer dana hasil pencairan dari saldo Tokopedia atau OVO dilakukan secara instan ke rekening yang anda daftarkan di Tokopedia. Ada biaya kliring bila beneficiary bank atau bank tujuan berbeda dengan bank asal, tidak besar, saat ini hanya Rp. 5000, pastikan cukup waktu dalam berinvestasi, sehingga nilai nominal anda tidak tergerus karena biaya ini.

Sebagai penutup, investasi di Tokopedia sangat mudah, seperti halnya membeli barang online. Mulai dari pendaftaran, pembelian, penjualan sampai dana hasil penjualan efektif di rekening. Sehingga anda bisa langsung untuk belanja online kembali begitu uang efektif di rekening. Apabila dikemudian hari Tokopedia menjual reksadana jenis saham, campuran dan pendapatan tetap, maka ada potensi keuntungan atau kerugian yang tidak tercatat bila metode penjualan tetap dilakukan dengan nilai Rupiah.

Catch me: @rizalplanner

Email : rizal.plannerindo@gmail.com

 

NAIK HAJI LEBIH CEPAT

kabah

rizalplanner_Tabloid Kontan 4Oct17

Jemaah haji baru saja pulang untuk musim haji tahun 2017 ini. Yang sudah mampu mengerjakan rukun Islam ke-5, naik haji, senangnya luar biasa, merupakan impian yang tak terkira. Ingin rasanya kembali lagi dan lagi. Siapa umat muslim yang tidak kepengen naik haji, mulai dari tukang ojek sampai pemimpin negara yang muslim pasti punya keinginan untuk naik haji, karena itu seperti ‘mimpi’ umat muslim untuk bisa bertamu ke rumah Tuhan Yang Maha Kuasa. Naik haji (bagi yang mampu) juga merupakan tujuan untuk melengkapi rukun Islam.

Memang tidak murah naik haji, untuk biaya haji reguler sesuai ketetapan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 sekitar Rp. 35 juta atau setara USD 2.585 dengan asumsi nilai tukar Rp. 13.400/USD dan daftar tunggu (waiting list) sampai 24 tahun – berdasarkan data dari Kementrian Agama. Kalau Anda daftar dan dapat nomor porsi haji umur 40 tahun, maka baru bisa berangkat umur 60 tahun, itu juga dengan catatan kalau umur Anda sampai. Untuk mendapatkan nomer porsi haji yang 10 digit Anda harus menabung dahulu sampai terkumpul dana Rp. 25 juta. Bisa dibayangkan bila ternyata 20 tahun kemudian ongkos haji naik menjadi Rp. 236 juta, maka sisanya harus kita lunasi untuk bisa pergi haji, sementara uang yang Rp. 25 juta itu mengendap di tabungan tanpa imbal hasil yang memadai.

Alternatif lain selain haji reguler yang 40 hari, adalah haji khusus (dulu Ongkos Naik Haji – ONH – plus) dan Haji Khusus Non-Kuota. Kalau ONH Plus, mendapatkan nomer porsi haji seperti halnya haji reguler, namun layanan lebih mewah, jumlah hari lebih sedikit, tapi tetap harus antri beberapa tahun meskipun relatif lebih cepat dari haji reguler. Sedangkan Haji Khusus Non-Kuota, atau ada yang menyebut ‘haji sendal jepit’ tidak mendapatkan nomer porsi haji, visanya di luar kuota nasional resmi. Visa ini tetap dikeluarkan secara resmi oleh Pemerintah Arab Saudi untuk tamu raja atau tamu pangeran. Dan harganya juga relatif lebih mahal dibandingkan reguler, mirip harga ONH Plus. Namun kelebihan Haji Khusus Non-Kuota, tidak perlu antri, bila Anda bayar tahun ini, maka tahun depan insya allah Anda sudah bisa berangkat haji.

Haji Khusus Non-Kuota, di tawarkan oleh beberapa travel agent, harganya sekitar USD 12.000 per orang, kurang lebih Rp. 160 juta per orang dengan kurs Rp. 13.400/USD atau 4,6 kali dari ONH regular. Haji Khusus Non-Kuota jadi pilihan paling efisien dari sisi waktu, meskipun lebih mahal, tapi dari sisi umur calon haji pada saat melaksanakan ibadah haji dan rentang waktu tidak terlalu jauh.

Perhitungannya sebagai berikut, seperti tersebut di atas, biaya Haji Khusus Non-Kuota Rp. 160 juta per orang, kita gunakan asumsi waktu keberangkatan 2x lebih cepat dari waktu tunggu rata-rata haji reguler, artinya Anda bisa berangkat ‘hanya’ dalam waktu 10 tahun dan asumsi kenaikan biaya haji dan kurs dollar per tahun 10%, maka biaya Haji Khusus Non-Kuota dalam waktu 10 tahun mendatang naik menjadi Rp. 415 juta.

Untuk kegiatan haji ini agar lebih pas, kita gunakan instrumen berbasis syariah. Bila kita menggunakan tabungan syariah Rupiah, dengan bagi hasil setara 2%, maka akan butuh dana yang besar untuk mengakumulasikan dana naik haji, tapi bila kita gunakan instrumen reksadana syariah saham, maka waktu dan dana dapat lebih cepat dan lebih efisien.

Ilustrasinya, lihat tabel di bawah ini:

Item:

Haji Khusus Non-Kuota

Rp. 415 juta

Tabungan syariah Reksadana syariah saham
Imbal hasil 1% per tahun 15% per tahun
Waktu 10 tahun 10 tahun
Cicilan per bulan Rp. 3,3 juta Rp. 1,5 juta

Asumsi kurs: Rp. 13.400/USD

Bila kita gunakan tabungan syariah, dengan asumsi bagi hasil setara 1% per tahun, maka dana yang harus kita cicil tiap bulan sebesar Rp. 3,3 juta, tapi bila kita menggunakan instrumen reksadana syariah saham yang bersifat agresif untuk 10 tahun, maka cicilan nya ‘hanya’ Rp. 1,5 juta setiap bulan selama 10 tahun. Ini berarti efisiensi dana sebesar 64%. Apabila kita kombinasikan dengan setoran awal yang Rp. 25 juta – seperti halnya Anda daftar haji reguler – bila dikembangkan dalam instrumen reksadana syariah saham yang punya imbal hasil setara 15%, maka dalam waktu 10 tahun akan menjadi Rp. 101 juta. Artinya sisa sebesar Rp. 314 juta dapat menggunakan instrumen syariah juga, dan cicilan lebih kecil lagi tiap bulan nya selama 10 tahun, yaitu hanya Rp. 1,1 juta. Kalau Anda berangkat berdua bersama pasangan, maka tinggal kalikan dua saja. Selain waktu yang bisa Anda persingkat 50%, fisik Anda juga masih relatif lebih kuat untuk musim haji 10 tahun lagi, dibandingkan 20 tahun kemudian.

Dari perhitungan di atas, jika waktu 10 tahun dirasakan lama, maka waktu keberangkatan bisa di percepat, misalnya, menjadi 5 tahun, maka otomatis ‘cicilan’ per bulan nya juga lebih besar, menjadi Rp. 3 juta per bulan, sebaliknya jika dirasakan masih cukup sabar menunggu keberangkatan 20 tahun lagi, maka ‘cicilan’ nya pun menjadi lebih kecil, yaitu sebesar Rp. 720 ribu.

Tinggal di pilih mana waktu dan dana yang paling pas, selanjutnya luruskan niat untuk bisa berangkat haji!

 

Catch  me: @rizalplanner

Email : rizal.plannerindo@gmail.com

MENIMBANG TABUNGAN BERJANGKA BERHADIAH

Nabung iPhone

rizalplanner_Tab Kontan 11Sep17

MAU HANDPHONE TERBARU?

CUKUP NABUNG Rp.300 RIBU/bulan

Dapat iPhone 7 Plus .

Iklan di atas mungkin sering Anda lihat di media-media cetak maupun online. Tapi di balik penawaran tersebut Anda harus tahu berapa nilai uang yang Anda dapatkan pada akhirnya untuk mendapatkan handphone tersebut.

Kadang kebutuhan gaya hidup lebih dominan dibandingkan logika kita. Sehingga melihat ‘kesempatan’ seperti ini, nabung dapat handphone terbaru, diasumsikan duit nya gak hilang, hitung-hitung nabung. Padahal paradigma seperti ini lah yang diincar oleh bank kepada  konsumen-konsumen yang mementingkan gaya hidup tersebut. Sehingga bisa pamer kepada kolega, teman, merasa lebih dahulu update daripada yang lain, sehingga terlihat keren.  Untuk itu mari kita lihat, benarkah Anda untung menabung dengan cara tersebut?

Ini bukan produk tabungan berhadiah karena mendapat undian, tapi penawaran tabungan berhadiah berjangka dimana kita sebagai nasabah harus menyetor uang secara rutin setiap bulannya (biasanya di debit secara otomatis) dengan perjanjian tidak boleh lalai menyetor dan tidak boleh di break selama periode perjanjian tersebut. Produk tabungan berhadiah berjangka dengan iming-iming hadiah di depan, seperti handphone, kamera, TV, jam tangan yang tersambung ke kamera, sampai voucher belanja.

Jika di baca terms and conditions nya, nasabah akan mendapat hadiah yang diinginkan, seperti  iPhone 7, dengan menabung secara rutin sebesar Rp. 300 ribu setiap bulannya selama 10 tahun, plus setoran awal sebesar Rp. 44,5 juta. Jika kita cek ke toko resmi, harga baru iPhone 7 Plus 256 GB hanya Rp. 17,6 juta. Program bundling ini juga menjual  item dengan brand yang lain, yang juga mempunyai skema yang kurang lebih sama.

Kalau sudah setor, maka Anda berhak mendapatkan handphone tersebut di awal. Tapi jika dikemudian hari Anda sebagai nasabah lalai menyetor rutin atau berhenti di tengah jalan, maka dana yang sudah ada akan dipotong sebagai penalti atas kelalaian Anda atau tabungan berjangka Anda tutup di tengah jalan.

Kalau dihitung, nilai uang Anda menurun karena seiring waktu nilai uang Anda akan tergerus termakan inflasi dalam 10 tahun.

Ilustrasinya sebagai berikut:

Misalnya Anda sebagai nasabah membuka tabungan berhadiah berjangka dan setuju untuk menabung selama 10 tahun dengan setoran tiap bulan Rp. 300.000 (tiga ribu Rupiah) dan setoran awal  yang Anda harus setor terlebih dahulu Rp. 44,500.000 (Empat puluh empat juta lima ratus ribu Rupiah), otomatis Anda akan mendapatkan gadget mutakhir yang Anda inginkan. Diperkirakan nasabah akan mendapatkan Rp. 85.050.000 pada saat jatuh tempo yaitu akhir tahun ke 10.

Dari ilustrasi di atas, asumsi bunga tabungan berhadiah berjangka tersebut 1% per tahun, inflasi harga-harga riil kalau kita cek di pasar bisa naik rata-rata sekitar 10% per tahun. Artinya nilai tabungan Anda minus 9% per tahun. Kalau uang yang diterima Rp. 85 juta di tahun ke-10 dihitung dengan nilai sekarang, maka nilainya sama dengan Rp. 34,6 juta. Artinya dalam 10 tahun nilai uang anda tergerus, hanya bisa mendapatkan barang seharga Rp. 34,6 juta (nilai saat ini).

Melihat hitungan di atas dapat di simpulkan, pertama, jika tujuan Anda ingin beli handphone, kamera, TV atau gadget keluaran terbaru, nabunglah selama 6-12 bulan (jauh lebih cepat dari menabung berjangka 10 tahun) kemudian langsung dibelikan barang yang Anda inginkan. Sehingga tidak timbul ‘kewajiban’ atau ‘hutang’ tabungan dalam waktu yang panjang. Keuntungan lain, gadget dengan keluaran lebih mutakhir juga anda dapatkan dalam waktu 6-12 bulan mendatang.

Yang kedua, jika tujuan Anda untuk menabung 10 tahun, akan lebih tepat jika menggunakan instrumen investasi, seperti saham atau reksadana saham, jika diasumsikan imbal hasil 15% per tahun, maka dengan installment Rp. 300 ribu per bulan dan setoranRp. 44,5 juta di awal, pada akhir tahun ke 10, dana anda akan menjadi Rp. 263 juta, 300% dari nilai yang di janjikan tabungan berjangka tersebut .

Kesimpulannya, dengan pengelolaan uang yang tepat, selain anda dapatkan gadget impian dan hasil investasi yang optimal, inflasi pun dapat anda kalahkan.

Catch me:@rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

FIRST TRAVEL DAN SKEMA PONZI

Ponzi scheme

Charles Ponzi adalah orang yang pertama kali membangun skema Ponzi (1919), pada jaman tersebut, dengan jasa pos, dia membangun sistem yang membolehkan orang membeli terlebih dahulu kupon perangko, untuk kemudian di kirim ke orang yang dalam korespondensi. Penerima perangko ini kemudian membawa kupon tersebut ke kantor pos dan menukarnya dengan perangko yang lebih mahal untuk mengirimkan balasan.

Karena perbedaan harga perangko antar negara, adalah hal yang wajar bila perangko di suatu negara lebih mahal dari negara lain. Untuk mengakali hal tersebut, Ponzi kemudian mengajak suatu perusahaan untuk membeli perangko yang lebih murah yang berlaku secara internasional, kemudian perangko tersebut di kirimkan kepada koresponden nya. Sebagai gantinya, Ponzi mendapatkan perangko yang lebih mahal. Perangko tersebut kemudian di jual sebagai keuntungan.

Karena skema ini berhasil, Ponzi menjadi serakah, dan kemudian dia menjanjikan imbal hasil 50% dalam 6 bulan atau 100% dalam 1 tahun. Tapi uang yang dia dapat tidak diinvestasikan, malah kemudian ia distribusikan ulang dan mengatakan pada investor kalau mereka sudah dapat untung. Akhirnya pada tahun 1920, skema Ponzi berakhir, setelah otoritas berwenang di Amerika melakukan investigasi.

Adalah sepasang suami istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang menjadi pimpinan perusahaan First Travel (FT). Mereka tidak jual perangko, tapi mereka menjual paket umroh murah. Mereka mengiming-imingi program umroh murah kepada calon jemaah, yang dijanjikan akan berangkat 2-3 tahun kemudian setelah dana disetor. Seiring dengan semakin banyaknya jamaah yang mendaftar, uang tersebut bukan di buatkan program umroh sebagaimana mestinya, tapi mereka mengalihkan dana jamaah tersebut untuk kepentingan pribadi mereka. Disinyalir penggunaan uang calon jamaah untuk membeli barang luxury sampai properti mulai dari air soft gun, tas-tas mewah, mobil mewah, pelesiran ke luar negeri, beli restoran di Inggris, fashion show di New York, butik hingga rumah mewah di Sentul.

Sungguh ini lebih dari sekedar penipuan, karena FT menjual agama, menjual  mimpi orang-orang untuk bisa menginjakkan kakinya ke Tanah Suci Mekkah, untuk kepentingan pribadi. Sungguh keterlaluan.

Skema Ponzi

Kasus FT ini bisa dikatakan menggunakan skema Ponzi.  Ponzi menjanjikan keuntungan yang luar biasa kepada investor dengan risiko yang sangat kecil. Mereka mendapatkan keuntungan bagi investor yang telah lebih dahulu masuk dengan merekrut investor baru. Dan seterusnya, tapi begitu uang yang terkumpul tidak cukup, mereka jatuh. FT menjual produk jasa berupa paket umroh murah, menggiring korban untuk melihat bagaimana suksesnya program umroh yang telah berhasil di jalankan di awal periode. Karena di awal-awal sudah berhasil, FT mendapatkan kepercayaan luar biasa dari calon jemaah. Setelah itu FT menarik lagi jamaah lain untuk ikut program umroh murahnya. Sampai akhirnya jamaah banyak yang terlantar karena tidak berangkat,  sehingga dana masuk mulai berkurang, dan berujung pada jatuhnya FT.

 

Karakter Ponzi

Bagaimana mengenali bahwa suatu penawaran investasi atau produk itu Ponzi atau bukan?

Yang pertama, keuntungan atau imbal hasil yang ditawarkan sangat besar. Misalnya promo umroh Rp. 14,5 juta, tapi bisa dapat setara paket Rp. 23 juta. Atau investasi hanya Rp. 10 juta, bisa dapat bunga Rp.1 juta atau 10% sebulan. Yang kedua, produk investasi ditawarkan dengan jaminan. Ingat, bahwa Pemerintah mempunyai lembaga khusus yang hanya menjamin dana simpanan di Bank dan itupun maksimalnya Rp. 2M.Yang ketiga menggunakan endorser, tokoh masyarakat, orang terkenal untuk memberikan testimoni atas produk atau jasanya seperti kasus Raihan Jewelry yang mendapat endoser dari Tokoh Agama tertentu. Yang ke empat, memakai nama perusahaan besar secara tidak legal untuk meyakinkan investor.

Ciri-ciri apa yang mesti kita ketahui

Yang pertama, tidak ada produk yang di jual, bilapun ada di jual, hanya sebagai kedok bisnis saja, dan harganya pun tidak masuk akal. Misalnya dulu kasus QSAR dengan kedok perkebunan, ADD Farm dengan kedok bisnis bebek, Raihan Jewelry menjual emas 30% lebih mahal dari harga pasar. Semuanya menjual dengan harga yang fantastis dengan janji  keuntungan fantastis juga. Yang kedua, bonus hanya diberikan jika merekrut anggota baru, jika tidak merekrut tapi hanya investasi saja, maka sifatnya bonus pasif. Yang ketiga, imbal hasil yang tidak masuk akal, contohnya Koperasi Pandawa Mandiri  yang bisa memberikan imbal hasil 10% perbulan, artinya 120% per tahun. Sementara bunga deposito rata-rata hanya 6% per tahun.

Apa yang mesti kita lakukan?

Yang pertama adalah cek legalitas dari usaha tersebut? Kalau memang legal, adakah perijinannya dari Otoritas berwenang? Bisa dari Otoritas Jasa Keuangan, Kementrian Perdagangan, Kementrian Koperasi & UKM, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kementrian Komunikasi dan Informasi.  Dalam hal ini untuk kasus FT, ijin nya sudah ada ijin dari Kementrian Agama. Namun meskipun ijin sudah ada, dalam operasional nya FT tidak melakukan penyalahgunaan atas dana tersebut, sampai kemudian FT jatuh.

Yang kedua, cek produk yang di tawarkan logis tidak? Kalau tidak logis jangan diikuti. Makin besar keuntungan yang diimingi, makin besar kemungkinan risikonya. Contohnya harga paket umroh Rp. 14.5 juta, padahal jika kita cek Kementrian Agama (Kemenag) minimum harga Umroh US$ 1700 atau sekitar Rp. 23 juta (kurs Rp. 13500/US$). Bagaimana FT menutupi kekurangan yang 9 juta tersebut? Padahal US$ 1700 saja keuntungan bagi perusahaan Travel sudah minim.

Yang ketiga, kita tanyakan kepada promotor (orang yang mengajak atau yang di puncak piramida skema), apakah jika tidak ada lagi anggota yang di rekrut, bisnis atau jasa ini akan tetap berjalan? Jika si promotor menjawab tidak, maka bisa dipastikan itu adalah skema ponzi. Artinya tidak ada uang masuk lagi, maka tidak ada bonus yang di bayar atau jasa yang dijalankan. Dalam kasus First Travel ini, karena sudah banyak yang telantar, dan makin berkurang calon jemaah yang mendaftar, maka tidak ada lagi pemasukan uang ke FT. Tidak ada lagi dana baru untuk membayar orang yang mengajaknya atau di atasnya.

Yang terakhir, cek di website resmi OJK, apakah perusahaan tersebut masuk dalam kategori investasi yang patut di waspadai atau tidak? Atau bisa juga ke Layanan Konsumen OJK atau email ke Satgas Waspada Investasi OJK.

Dari data resmi OJK, kerugian karena kasus investasi bodong dan sejenisnya sudah mencapai Rp. 45 Triliun dana 2272 laporan pengaduan masyarakat terkait investasi bodong/mencurigakan ini.

Marilah kita bijak melihat penawaran produk atau jasa. Jangan mudah tergiur oleh iming-iming harga murah atau imbal hasil yang sangat besar, karena bisa jadi mau untung malah jadi buntung.

 

Catch me: @rizalplanner

email: rizal.plannerindo@gmail.com

HIBAH WASIAT/ WARIS = HEMAT PAJAK

hibahdanwasiat

rizalplanner_Tab Kontan 14Aug17

Pernahkah anda mendengar satu keluarga ribut karena memperebutkan harta warisan? Kakak adik saling bertengkar mempermasalahkan siapa yang paling berhak untuk mendapatkan warisan orang tuanya.

Bisakah anda bayangkan kejadian serupa bisa menimpa anda? Setelah anda tidak ada, anak-anak anda saling memperebutkan warisan anda. Mereka bertengkat memperebutkan rumah, tanah, villa, apartemen anda. Bisa-bisa anda tidak tenang di alam kubur sana.

Salah satu caranya agar menghindari masalah yang mungkin timbul kelak adalah dengan hibah wasiat. Jika hibah adalah pemberian yang dilakukan oleh seseorang kepada pihak lain semasa hidup dan pelaksanaan pembagiannya dilakukan saat pemberi hibah masih hidup, maka hibah wasiat hanya berlaku pada saat pemberi wasiat tersebut sudah meninggal. Hibah wasiat artinya pemberian barang oleh Pewaris (orang yang memiliki harta) kepada orang tertentu yang telah disebutkan atau ditetapkan oleh Pewaris dalam surat wasiat yang dibuatnya. Pemberi wasiat mempunyai hubungan langsung kepada penerima wasiat, hubungan satu derajat ke bawah contohnya anak, ataupun satu derajat ke atas, contohnya orang tua, termasuk dalam hal ini suami/istri.

Hibah wasiat bagi penerima wasiat selain mendapatkan hak juga punya kewajiban yang harus di penuhi. Begitu juga dengan ahli waris, selain mendapatkan hak, ahli waris juga punya kewajiban yang juga harus dipenuhi. Dalam case ini berupa pajak kepemilikan rumah, sehingga apabila terjadi perpindahan kepemilikan dari almarhum orang tua kepada anak, maka anak yang memperoleh rumah tersebut punya kewajiban untuk membayar pajak. Seperti halnya transaksi jual beli rumah, maka di analogikan yang beli rumah adalah penerima hibah wasiat atau penerima waris tersebut. Bagi penerima hibah wasiat atau waris tersebut berlaku tarif seperti halnya pembeli rumah, dengan dasar pengenaan pajak khusus sebagaimana di atur dalam Peraturan Pemerintah dan Provinsi.

Jika seseorang meninggal dunia dan meninggalkan warisan berupa rumah kepada anaknya, dan sebelum meninggal dunia ia menulis surat wasiat, maka si anak entitle untuk mendapatkan rumah tersebut. Namun, jika tidak atau belum sempat menulis wasiat atau tidak ada surat waris, maka anak yang notabene berhak mendapatkan warisan harus mendapatkan surat keterangan waris dari kelurahan dan kecamatan, hibah wasiat ini akan jauh lebih taktis dan hemat, jika pewaris sudah menuliskan surat wasiat.

Apa bedanya waris dan hibah wasiat?

Dalan Peraturan Pemerintah No. 111 tahun 2000 yang di tandatangani oleh Presiden Gusdur yang dimaksud dengan perolehan hak karena waris, adalah perolehan hak atas tanah dan bangunan oleh ahli waris dari pewaris, yang berlaku setelah pewaris meninggal dunia. Sementara, yang di maksud dengan perolehan hak karena hibah wasiat adalah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan dari pemberi hibah wasiat, yang berlaku setelah pemberi hibah wasiat meninggal dunia.

Apa manfaat waris dan hibah wasiat?

Pertama, ahli waris atau penerima hibah wasiat entitle mendapatkan diskon 50% dari 5% Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang seharusnya terutang, nilai ini harus di bayarkan dan disetorkan ke kas daerah dan dibayarkan saat ahli waris atau penerima hibah mendaftarkan peralihan hak nya atau sejak akte di tandatangani.  Yang kedua, ahli waris atau penerima hibah wasiat entitle mendapatkan pengurangan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) yang besarnya di tentukan oleh Pemerintah Provinsi.

Rumus Perhitungan

Rumus BPHTB Waris atau Hibah Wasiat: 50% x 5% (NJOP PBB – NPOPTKP).

NJOP adalah Nilai Jual Objek Pajak, NPOPTKP adalah Nilai Perolehan Obek Pajak Tidak Kena Pajak. NPOPTKP adalah pengurang dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Di Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan Peraturan daerah Provinsi DKI Jakarta No.18 tahun 2010. NPOPTKP untuk waris dan hibah wasiat nilainya sebesar Rp. 350 juta. Jika selain hibah wasiat atau waris, maka nilainya sebesar Rp. 80 juta. Angka NPOPTKP tersebut di atur dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 18 tahun 2010. Untuk wilayah di luar DKI Jakarta, di atur oleh daerahnya masing-masing.

Untuk lebih jelas, ilustrasinya sebagai berikut, jika asumsi ahli waris atau penerima hibah wasiat mendapatkan rumah dengan NJOP di DKI Jakarta Rp. 1 Miliar dan NPOPTKP karena Hibah Wasiat atau Waris Rp. 350 juta, maka bila mengikuti rumus di atas, secara perhitungan, sang ahli waris atau penerima hibah wasiat akan hemat pajak sebesar Rp.29.750.000 (lihat tabel 1 di bawah).

Tabel 1:

Dengan Hibah Wasiat / Waris  Selain Hibah Wasiat / Waris
 NJOP*     1.000,000,000    
 NPOPTKP**    (Rp. 350.000.000)  (Rp. 80.000.000)
 BPHTB yang dibayarkan                              16,250,000                       46,000,000
 Hemat pajak                            29,750,000  
Ket:

*) Nilai Jual Objek Pajak

**)  Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak; di Provinsi DKI Jakarta.

Untuk waris dan hibah wasiat diperuntukkan bagi orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas dan satu derajat ke bawah dengan pemberi waris dan hibah wasiat, termasuk suami/ istri.

Cara membuat hibah wasiat?

Bagaimana caranya membuat hibah wasiat? Bisa dilakukan melalui Notaris. Hibah wasiat dibuat oleh pembuat wasiat sekaligus pemilik properti sewaktu masih hidup dan berlaku kalau yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Sedangkan surat keterangan waris, dibuat di kelurahan dan kecamatan oleh ahli waris sesudah pemilik properti meninggal dunia.

Baik hibah wasiat maupun surat keterangan waris, keduanya membutuhkan surat keterangan kematian. Baik penerima hibah maupun ahli waris perlu membuktikan kepada Notaris maupun pihak kelurahan dan kecamatan bahwa pemilik properti sudah meninggal dunia.

Tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti diri sendiri ataupun orang tua kita supaya bagi-bagi waris sekarang. Tetapi dengan membuat surat hibah wasiat artinya menghemat bayar pajak bagi penerima hibah wasiat/ ahli waris, kita berpikir lebih efektif dan penuh persiapan untuk keluarga kita.

 

Catch me: @rizalplanner
Rizal.plannerindo@gmail.com