KLAIM ASURANSI PERJALANAN

travel ins moneycontrolcom

seperti termuat di koran Investor Daily 28 Februari 2020: https://investor.id/opinion/klaim-asuransi-perjalanan

Sebelum perjalanan ataupun sedang dalam perjalanan, risiko perjalanan mungkin saja terjadi. Pasti anda tidak ingin hal-hal tersebut terjadi. Apapun kejadiannya bisa menjadi risiko yang menuntut pengeluaran ekstra. Untuk itu agar perjalanan anda ke luar negeri maupun ke dalam negeri tenang, anda membutuhkan proteksi. Asuransi perjalanan memberikan proteksi.  Mulai dari risiko kecelakaan, kehilangan bagasi, delay pesawat, kerusakaan kendaraan sewa sampai terorisme. Beli asuransi perjalanan sebagai bagian dari smart travelling. Negara-negara Eropa sudah mewajibkan turis atau wisatawan yang berkunjung untuk memiliki asuransi dengan jumlah cakupan tertentu sebelum keberangkatan.

Di mana membelinya? Jaman now, semuanya bisa di beli secara online. Bisa melalui marketplace, bisa melalui broker asuransi online, bisa melalui website dari perusahaan asuransi itu sendiri. Sekarang anda bisa membandingkan premi dan layanan yang diberikan perusahaan asuransi melalui financial aggregator seperti perusahaan broker asuransi online tersebut. Dari smartphone, anda bisa membandingkan dan memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan anda. Tidak perlu lagi tatap muka dengan agen asuransi.  Untuk pengajuan klaimnya pun sudah bisa dilakukan secara online, meskipun ada beberapa perusahaan asuransi yang masih harus lewat call center atau via email. Mayoritas cara klaim asuransi perjalanan adalah dengan skema reimbursement. Misalnya, kalau anda sakit, maka harus ada bukti tertulis atau keterangan berobat dari dokter atau institusi medis setempat, sehingga bukti tersebut dapat digunakan untuk mengajukan klaim.

Teliti sebelum membeli. Periksalah terlebih dahulu, apa saja fasilitas yang berlaku, apakah asuransi tersebut berlaku di negara tujuan anda? Berapa lama dan bagaimana mengajukan klaim? Sebagai contoh, untuk delay pesawat, ada perusahaan asuransi yang menyatakan bahwa klaim baru dapat dilakukan bila terjadi delay pesawat lebih dari 3 (tiga) jam, ada yang 4 (empat) jam, ada pula yang membatasi maksimal waktunya.

Jika sudah membeli, sebagai persiapan, simpanlah semua kuitansi, struk pembelian sampai dengan scan copy atau foto dari Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Paspor, tiket, boarding pass secara digital dan online. Sehingga jika dan hanya jika terjadi risiko dan anda perlu mengajukan klaim, dokumen-dokumen tersebut sudah ada dan siap digunakan. Tidak perlu bingung jika perlu claim, hubungi saja link atau no telp, email kontak yang ada di polis atau di formulir claim.

Jika dalam perjalanan ternyata terjadi gangguan karena bencana alam yang mengakibatkan delay pesawat, misalnya seperti yang terjadi di Fiji pada akhir Desember 2019, badai cyclone Sarai menghantam Fiji, sehingga mengakibatkan semua penerbangan kemanapun dari bandara international Nadi, Fiji harus dibatalkan. Ini tentu saja merugikan dari segi waktu dan biaya. Hotel dan kendaraan yang telah di booking jauh-jauh hari, aktivitas atau event yang telah di booking pada hari tersebut, semuanya menjadi hangus dan tidak dapat digunakan. Atau jika terjadi gunung meletus yang mengakibatkan gangguan kesehatan dan harus berobat ke Rumah Sakit setempat, semua kejadian tersebut menjadi risiko kerugian bagi orang yang melakukan perjalanan. Hal lain yang mungkin terjadi, kehilangan dokumen perjalanan atau tindakan kriminal lain seperti kecopetan atau dirampok dalam perjalanan. Meskipun anda sudah berhati-hati, kemungkinan terjadi ada, dan kejadian tesebut pastinya mengganggu perjalanan anda. Contoh lain, jika ada keterlambatan bagasi atau kehilangan bagasi, property irregularity report dari perusahaan penerbangan, menjadi salah satu dokumen yang diperlukan untuk mengajukan klaim. Secara umum ada beberapa kondisi yang terdapat dalam asuransi perjalanan yaitu Pengobatan, Kematian, Kehilangan Bagasi, Kehilangan Dokumen, Keterlambatan Bagasi, Tanggung Jawab Hukum Pribadi,  Pengobatan Darurat Untuk Pihak Ketiga, Kecelakaan Diri, Kehilangan Uang, Penundaan Perjalanan, Pembatalan Perjalanan, Pembajakan sampai Terorisme.

Jika risiko tersebut terjadi, segera lakukan klaim kepada perusahaan asuransi dimana anda membeli polis asuransi perjalanan. Ada berbeda-beda ketentuan dari perusahaan asuransi. Ada yang memberikan batas waktu klaim 5×24 jam, ada yang 15 hari, dan ada yang sampai 30 hari. Namun, semakin cepat melakukan klaim, semakin baik, agar klaim anda bisa segera diproses.

Untuk membuktikan bahwa klaim dapat disetujui, perusahaan asuransi membutuhkan dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa klaim tersebut memang valid. Untuk itu, simpan dan sampaikan semua dokumen-dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi. Pelaporan klaim dengan cepat dan segera menghindarkan kemungkinan hilangnya bukti-bukti kejadian atau kerusakan dan tidak teridentifikasinya penyebab terjadinya kerugian. Kecepatan pelaporan klaim oleh anda sebagai tertanggung dapat mempercepat proses klaim selanjutnya.

Jika klaim sudah disetujui, maka perusahaan asuransi akan mengirimkan konfirmasi dan selanjutnya mengirimkan ‘reimbursement’ kepada anda. Harap diingat, bahwa pengajuan klaim ini bukan bertujuan mencari untung, tapi mengganti kerugian atas risiko yang timbul. Premi yang dibayarkan cukup kecil jika dibandingkan dengan manfaatkan yang di dapat. Asuransi perjalanan membuat perjalanan anda peace of mind.

 

Boy Hazuki Rizal

Biro Perencana Keuangan Rizal Planner & Rekan

Fiji: Jakarta Rasa 80an

Perjalanan kali ini ngeri-ngeri sedap, karena dari awal banyak yang unexpected seperti delay pesawat dari Jakarta ke Sydney, yang berakibat delay penerbangan ke Fiji, belum lagi pesawat di cancel karena ada cyclone di hari mau berangkat ke negara tetangga, New Zealand.

IMG_4296

Alam gak bisa di lawan, tapi kita bisa prepare dengan membeli asuransi perjalanan. Memang tidak diharuskan seperti kalau pergi ke Eropa, tapi untuk meng cover risk during travelling, kalau hal-hal tersebut terjadi, lebih safe beli travel insurance. Kalau beli asuransi, cek dulu coverage polisnya, misal: berapa lama mulai dihitung delay pesawat? Ada perusahaan asuransi yang menghitung mulai 3 jam sejak jadwal keberangkatan, ada yang 4 jam. *Travel smart dengan financial planning 😊.

Sebelum berangkat ke Fiji, kami sudah cek, bahwa tidak ada kewajiban untuk memperoleh Visa. Untuk pemegang paspor Indonesia tidak perlu minta Visa Fiji, tidak perlu bayar juga untuk visa on arrival. Gratis.  Selama masa berlaku paspor 6 bulan.

Di pesawat kita dikasih form imigrasi dan harus mendeclare kalau bawa makanan. Seperti kalau mau masuk Australia dan New Zealand. Mungkin karena mereka negara Commonwealth, jadi ngikut aja aturan dari sesama. Saya kira akan strict seperti di Oz dan NZ, tapi ternyata tidak sama sekali. Mereka memang memasang spanduk dan poster-poster bahwa makanan dan obat yang di bawa harus di declare, kalau tidak, akan di denda. Nyatanya di lapangan, meskipun koper-koper isi makanan masuk mesin detector, tapi alhamdulillah, lewat aja tuh, tidak sampai buka koper.

Anyway, ada yang unik, setiap ada arrivals, mereka bikin sambutan nyanyi dan nari hula-hula ala Fiji, Fijian Music Band. Band ini main gitar dan ukulele. Bisa di lihat di foto kalau orang Fiji seperti umumnya orang ras Polynesian dan Melanesian, kulit item, badan gede, rambut keriting.

IMG_1705

Fiji sendiri ada 2 (dua) pulau besar, Viti Levu dan Vanua Levu. Kami hanya di pulau Viti Levu, karena kota besarnya dan pusat aktivitas negara ada di pulau itu. Tepatnya di kota Nadi dan Suva. Nadi (bacanya Nandi) kayak kota besar nya di Fiji, isi nya airport internasional, hotel-hotel besar dan atraksi untuk turis lainnya. Suva sendiri ada di ujung pulau Viti Levu, kota pelabuhan dengan arsitektur Inggris. Kota yang ini jadi pusat pemerintahan Fiji. Isinya selain kantor pemerintah, juga kantor diplomatik perwakilan negara-negara lain. Salah satu contoh bangunan bekas kolonia adalah di Grand Pacific Hotel, pintunya aja masih kental suasana Enggres gini. Depan restoran nya, menghadap laut Pacific Selatan. Sayangnya pas kami di sana, hujan deras. Jadi tidak bisa menikmati sarapan pagi menghadap laut Pacific.

Disini kalau di lihat seperti transportasi nya seperti Jakarta tahun 80an, tapi harga-harga disini seperti seperti Jakarta sudah tahun 2025, mahal gaes. Kenapa mahal? Karena semuanya di pajakin pemerintah, ada 3 jenis pajak, Value Added Tax (VAT) besarnya 9% untuk semua jenis barang dan jasa di Fiji, Service Turnover Tax (STT) 6% dan Environmental and Climate Adoption Levy (ECAL) besarnya 10%. Total 25% euy. Mantaaap…, sudah kayak pajak perusahaan di Indonesia aja.

“Bula..”, sapaan ini umum di Fiji, artinya Halo atau Life.., setiap ketemu orang di Fiji, salamnya adalah Bula. Yang lain yang terkenal disini adalah Fiji Time, artinya kurang lebih leha-leha pake celana pendek di pantai, do nothing, kayak gambar di komik-komik, you’re at the beach having relaxing time sambil minum air kelapa. Tapi dampaknya jadi kurang bagus, karena servis jadinya lambat. Bagusnya ada orang India dan China disini yang sebagai pendatang, punya kepentingan untuk bisnis disini.

Makan, kalu mesen makan disini, tanya dulu size porsinya, ada size Small, Medium dan Large. Ada restoran Chinese yang enak di kota Nadi, kita pesen nasi goreng, size small mereka ukuran bule, jadi cukup untuk 3 orang perut melayu. Kalu medium lebih gede lagi. Disini udang nya gede-gede, manis rasanya dan gede porsinya (padahal pesen yang size small). Bandingin kalu di restoran padang, udang baladonya isi 5-6 buah, tapi di sini bisa 20 potong untuk small size. Disini yang taste nya masih bisa diterima menurut kami adalah masakan Chinese, karena kalau masakan India kurang cocok dgn lidah melayu ini. Makanan secara umum mahal disini. Jadi ga ada salahnya bawa makanan dari rumah.😊

Uang. Untuk urusan bayar membayar, disini terima kartu kredit, Cuma surcharge nya gede, seperti restoran Chinese tempat makan di Nadi, mereka charge 4% untuk setiap transaksi pembayaran. Rata-rata 3% di toko-toko. Kalau ambil uang di ATM, lihat ATM bank mana, kalau bank lokal, mereka charge FJ$ 10 (sepuluh dollar Fiji) untuk setiap penarikan, sementara kalau bank internasional, charge nya lebih gede lagi FJ$ 15 per withdrawal. 1 FJ$ kira-kira Rp. 6800 – 7000 perak. Tapi di lain sisi, mereka terima dollar Australia dan dollar New Zealand. Cuma kurs nya mereka pakai patokan kurs Westpac Bank. Jadi mereka punya lembar exchange rate di toko-toko mereka. Hanya saja kurs nya pasti lebih mahal daripada kita tukar sendiri ke money changer. Begitu juga kurs kalau pakai kartu kredit, pasti lebih tinggi. Lebih baik pakai cash FJ$ disini.

Internet, untuk urusan internet bisa beli paket kartu dan internet, paket bisa dibeli di airport, toko-toko dan supermarket. Wifi available, tapi tergantung hotel mana. Airport juga ada wifi. Tergantung tempatnya saja.

Listrik, untuk urusan listrik, nah ini penting untuk charge handphone, power bank dan lainnya, karena mereka listriknya pakai plug kaki 3 (tiga), seperti di Oz dan NZ, jadi harus siap-siap bawa dari Indonesia, karena disini serba mahal. Kalaupun harus beli disini, untuk colokan atau plug kaki 3 di jual di supermarket dan toko-toko.

Cuaca. Panas karena cuacanya mirip dengan Indonesia, jadi kemana-mana seperti di Indonesia saja, pake kaos saja. Malam juga tidak terlalu dingin. Di kamar hotel juga pakai AC, kalau gak, bakalan kepanasan banget.

Transportasi. Disini ada public bus, Hanya saja seperti ngeliat Mayasari Bakti tahun 80an, gak pake AC, bus nya tua-tua. Jalan nya dari kota Nadi menyusuri kota-kota di pinggir pantai pulau Viti Levu, sampai ke Suva dan kembali lagi ke Nadi mengitari pulau, pergi jam 6 pagi, sampai kembali ke Nadi jam 6 sore, harganya FJ$ 40. Kalau mau kemana-mana lebih baik rental mobil, karena susah transportasi publiknya.  Jadi lebih baik dari awal sudah rental mobil, kalau bisa sama supirnya, hehee…:). Seperti negara commonwealth Oz dan NZ, Fiji juga drive on the left side of the road, jadi mirip dengan Indonesia.

Turis destinasi. Di sini banyak tempat yang jadi tujuan turis, tapi menurut saya pengelolaan nya masih kurang professional dan kurang menarik. Contohnya ada mud pool (mandi lumpur) dan hot spring. Tempatnya persis seperti kubangan lumpur di lapangan rumput, Buat orang Indonesia, main lumpur pas main bola hujan-hujanan sepertinya bukan hal baru. Begitu juga hot spring nya, ada 3 kolam biasa, ada 1 yang belum di kuras, tinggal 2, itupun agak kotor, jadi overall kurang menarik jualannya. Heran nya banyak turis China yang pengen main lumpur-lumpuran. Terus berendem di hot spring. Lumayan 60’-70’ derajat celcius. Telor aja bisa mateng.

Ada destinasi turis lain yang juga terkenal disini: berenang dengan ikan Hiu. Katanya hiu-hiu nya dah jinak 😊. Promosi paket dan foto-fotonya sih keliatan menarik, tapi…, kalau si Hiu tiba-tiba laper, gimana?

Kami juga mampir ke ‘bar tengah laut’, namanya Cloud 9. Mereka buat trip pake boat selama kurang lebih 1 jam sekali jalan ke tengah laut Pasific Selatan. Di tengah laut mereka bangun bangunan 2 lantai, isinya untuk bule-bule jemuran dan minum-minum di bar. Its Floating bar dan pizzeria.

 

Harga paketnya lumayan mahal, dalam paket sudah termasuk FJ$ 60, per orang, di tengah laut gini aqua mahal, apalagi jual makanan. Yang menyedihkan, toiletnya ga ada air dong. Jadi beli aqua disitu atau bawa aqua sendiri. Gak bisa nge flush. Konsepnya marine toilet, jadi kalau buang tissue, jangan ke toilet, tapi ke tong sampah di dalam toilet. Karena kalau buang tissue ke dalam toilet, hasilnya bisa keliatan di bawah. Dan di bawah bisa keliatan orang lagi berenang renang… 😀

Sempet ngobrol dengan bule Ostrali yang bawa istri dan 3 (tiga) anak remaja nya. Dia bilang, wisata floating bar dan pizzeria seperti Cloud 9 ini ga cocok dengan umur anak-anak remajanya. Masih terlalu muda dan belum bisa enjoy, gak cocok juga untuk orang tua. Mungkin usia 20-30 yang cocok nya ke sini.

Anyway, rencana cuma 4 malam di Fiji, nambah jadi 6 malam, tertunda karena badai Sarai cyclone kategori 2. Kita melihat sendiri bagaimana satu kota dimatikan listriknya ber jam-jam, for safetly reason, karena air laut naik ke kota dan penduduk harus diungsikan. Unforgettable experience indeed.

Singkat cerita, Fiji seperti Jakarta era 80an tapi harga disini mungkin seperti Jakarta 2025, mahal . Ada yang pernah bilang, sejak kolonialisasi Inggris, biaya hidup di Fiji 3x lipat bagi standar hidup local orang Fiji.

 

Bula,

Disclaimer:

Tulisan dan foto-foto ini semata-mata sharing pengalaman pribadi, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin pergi ke Fiji. Semua tulisan dan foto disini adalah milik pribadi.