CARA KLAIM ASURANSI ASABRI dan PPAL – Part 2

Part 2 – PPAL

Sebagai pensiunan, ayahanda penulis tergabung juga dalam Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Laut (PPAL). Dari kedinasan ada semacam klaim yang perlu dilakukan juga, namanya Watzah (Perawatan Jenazah) dan Sanduk (Santunan Duka).

Untuk melakukan klaim ini, penulis pergi ke Mako Lantamal III (seperti Markas Komando Pangkalan Utama Angkatan Laut III) yang berlokasi di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara.

Dokumen yang diperlukan untuk Watzah, copy dokumen dari Akte Kematian, SKEP Pensiun, Kartu Keluarga, KTP Ahli Waris, Surat Keterangan Waris (SKW).  Nah untuk yang terakhir, bisa juga digunakan Surat Keterangan Kuasa Ahli Waris dari ASABRI (lihat tulisan Part 1). Disitu ada tanda tangan lurah setempat. Dokumen Surat Keterangan Kuasa Ahli Waris dari ASABRI ini perlu dicetak berwarna sebanyak 2x. Tapi akan lebih baik, kalau sudah ada Surat Keterangan Waris, pastikan ada 2 copy yang di legalisir oleh lurah, seperti yang disiapkan dari awal.

Sedangkan untuk Sanduk, selain copy dokumen di atas, siapkan juga materai secukupnya.

Disini, meskipun dokumen asli sudah di bawa, tidak seketat ASABRI, tidak perlu ditunjukkan.

Untuk nominal masing-masing, tergantung kebijakan, tapi untuk waktu pembayaran “klaim” ini sangat lama. Khusus Watzah, bisa sampai 12 bulan ke depan, di karenakan antri penyelesaian pembayaran dari tahun sebelumnya yang harus di selesaikan lebih dahulu. Sedangkan untuk Sanduk, maksimal 6 bulan.

Penulis sempat bertanya kepada beberapa teman alm ayahanda terkait ini, dan alhamdulillah, sangat membantu sekali dan tidak berbeda tata cara dan kelengkapannya.

Sampai sini, klaim PPAL dan kedinasan sudah dilakukan, lebih sederhana dari klaim ke ASABRI, hanya saja pembayarannya yang cukup makan waktu lama. Semoga ke depan lebih baik lagi.

Catch me:

IG: @rizal.plannerindo

FB:@rizalplanner

Web: rizalplanner.com

CARA KLAIM ASURANSI ASABRI dan PPAL -Part 1

Part 1 – ASABRI

Buat keluarga tentara dan polisi, maka nama PT ASABRI Persero (Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) sudah tidak asing lagi. ASABRI tidak seperti halnya perusahaan asuransi komersil umumnya, karena ia lebih kepada memberikan perlindungan sosial bagi para nasabahnya, dalam hal ini diperuntukkan khusus tentara dan polisi saja. Jadi jangan membayangkan nilai klaimnya bisa sebesar klaim ke perusahaan asuransi komersil.

Penulis untuk pertama kali dan terakhir kalinya mengklaim ke sini karena ayahanda yang seorang pensiunan Angkatan Laut meninggal dunia pada 4 Februari 2021 pada usia 82 tahun. Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. We love you Papa..

Seperti klaim asuransi pada umumnya, yang harus ada adalah akte kematian. Akte kematian ini harus di urus lewat kelurahan. Dokumen yang diminta kelurahan untuk akte kematian: KTP dan KK Asli Almarhum, FC KTP Pelapor berKTP DKI (karena kebetulan domisili di Jakarta), KTP 2 orang saksi berKTP DKI, FC Akte Kelahiran Almarhum, FC Buku Nikah Almarhum, Surat Keterangan Kematian dari RS/Puskesmas Asli, Surat Keterangan dari Pemakaman, FC KTP KK dan Akta Kelahiran/ Ijazah semua anak-anak Almarhum dan Surat Kuasa jika diperlukan.

Jika sudah lengkap, maka kita masukkan ke Kelurahan, singkat cerita perlu waktu 2 (dua) minggu bolak balik sampai akhirnya akte kematian itu selesai. Akte Kematian sekarang tidak perlu dilegalisir, sudah ada barcode dan keputusan dari Kementrian Dalam Negeri kalau akte tidak perlu legalisir kelurahan lagi. Ini bagus mengurangi potensi untuk korupsi di level kelurahan.

Bersamaan dengan pengurusan akte kematian, ada Formulir Pengajuan dari ASABRI (https://www.asabri.co.id/asset/images/media/large/Form%20Pengajuan%20PP%2054.pdf ) yang harus di isi. Selain form Pengajuan, ada Surat Keterangan Kuasa Ahli Waris (https://www.asabri.co.id/asset/images/media/large/SKET%20KUASA%20AHLI%20WARIS.pdf)  yang harus di isi ahli waris dan di ketahui/ ditandatangani oleh lurah setempat. Semua form tersebut bisa di download dari website ASABRI (https://www.asabri.co.id/). 

Selain kedua hal tersebut, yang ketiga yang perlu dibuatkan di kelurahan adalah Surat Keterangan Waris (SKW). SKW dimintakan persetujuan kelurahan. Dan juga tanda tangan dari Kecamatan. Jadi ada tiga dokumen yang harus disiapkan di awal.

Untuk klaim ASABRI, yg diperlukan Akte Kematian (yang ini sekarang sudah tidak perlu di legalisir kelurahan lagi sesuai peraturan Kemendagri), Form Pengajuan, Surat Keterangan Kuasa Ahli Waris, FC/ Asli Skep Pensiun/Salinan, FC/Asli Kartu ASABRI, FC KTP Ahli Waris, FC KK Almarhum, FC KTP Almarhum.

Dokumen yang asli perlu dibawa untuk ditunjukkan saja, copynya disiapkan minimal 2 lembar, berikut foto ahli waris.

Kalau sudah siap, untuk ambil nomer antrian di ASABRI, pastikan berangkat pagi, karena kuota harian hanya maksimal 75 orang, dan waktu pelayanan dibatasi. Parkirnya harus di tanah belakang, karena parkiran Gedung sudah penuh. Saat itu penulis datang pukul 8.10, dapat nomer antrian 59. Yang nomer 1 dateng jam berapa?

Sebelum jam buka, orang sudah antri disini. Ada satpam yang mengatur pemberian tiket antrian sekaligus kita bisa tanya-tanya dan mengecek dokumen yang diperlukan.

Perlu waktu 3 (tiga) jam untuk dipanggil nomer antrian. Begitu dipanggil tidak serta merta langsung duduk di loket layanan, tapi harus tunggu antrian lagi di dalam ruangan. Karena protokol kesehatan, di dalam ruangan dibatasi tempat duduk dan kapasitas orang yang bisa masuk. Tunggu kira-kira 30 menit untuk di panggil.

Pada saat menyerahkan dokumen, pastikan dokumen kartu asli ASABRI ready. Waktu itu kartu asli tidak ada, entah kemana, jadi penulis harus mengurus ke kantor polisi terdekat untuk meminta surat keterangan kehilangan, agar bisa disertakan dalam dokumen klaim.

Hari itu juga terbit surat Pembayaran Pensiun Punah. Iya namanya Punah. Berikutnya ada dua surat yang diberikan, Surat Pengajuan (SP) Pembayaran Manfaat Program Tabungan Hari Tua (THT) isinya Uang Pemakaman Peserta Pensiun dan Uang Duka Wafat (UDW) Pensiun.

Pembayaran dilakukan via bank yang ditunjuk, jadi cepat-cepatan mengejar waktu sebelum Bank tutup hari tersebut.

Ternyata sampai bank pembayaran, ada masalah di system yang tidak sync, jadi harus ditunda satu hari. Secara keseluruhan pelayanan ASABRI lumayan bagus, one day service.

Jadi kalau mau klaim ASABRI, pastikan semua dokumen lengkap, dating sepagi mungkin untuk ambil antrian, dan cepat ke bank pembayar.

Catch me:

IG: @rizal.plannerindo

FB:@rizalplanner

Web: rizalplanner.com