Review Investasi Emas di Apps Tokopedia

Tokopedia

Setelah beberapa waktu lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan layanan jual beli emas PT Aurum Karya Indonesia yang bekerjasama dengan Tokopedia karena menurut OJK, PT Aurum terkait investasi bodong, maka awal tahun 2018, Tokopedia bekerjasama dengan Pegadaian (Persero) untuk meluncurkan produk Tokopedia Emas baru.

Layanan ini mirip dengan fitur layanan yang ada di Pegadaian itu sendiri seperti Nabung Emas, tidak heran kalau cara dan layananan nya mirip dengan layanan Pegadaian.

Yang pertama, kalau untuk bertransaksi di Tokopedia Emas, anda perlu login terlebih dahulu. Cukup mudah untuk login, tidak perlu scanned KTP dan tidak perlu verifikasi yang terlalu lama. Klik kategori Keuangan, pilih menu Emas, maka anda sudah bisa mulai melakukan transaksi emas. Kalau sudah masuk ke menu Emas, maka anda akan digiring ke halaman Tokopedia Emas, yang berisi informasi Harga beli saat ini dan Harga jual saat ini dan grafik emas 7 hari, 1 bulan dan 3 bulan yang menunjukkan trend. Terdapat perbedaan harga beli dan jual sebesar 4,5% – 4,7%. Lebih tinggi 0,5% – 0,7% dari harga beli emas di market place sebelah – Bukalapak (baca reviewnya di: https://rizalplanner.com/2019/05/28/review-investasi-emas-di-apps-bukalapak/)

Tabel 1.

Harga

Tokopedia Emas

Beli (Rp.) Jual (Rp.) Selisih
Per 26-Apr-19 610.400 581.600 (4,7%)
Per 1-Jun-19 627.000 598.880 (4,5%)

*Harga beli adalah harga pembelian yang dilakukan oleh anda sebagai pihak pembeli dan, harga jual adalah harga penjualan yang dilakukan oleh anda sebagai penjual.

Harga jual beli

Yang kedua, untuk beli emas, tinggal klik tanda ‘+’ Beli Emas, maka akan muncul window Beli Emas. Tokopedia Emas mempromosikan bahwa mulai Rp. 500 perak, anda sudah bisa berinvestasi emas. Lebih mahal dibandingkan dengan marketplace sebelah yang hanya Rp. 100. Mengacu pada tabel 1 di atas, misalkan harga saat ini*, beli emas di posisi Rp. 627.000/ gram, kalau anda membeli Rp. 100.000, maka jumlah gram emas yang tercantum adalah 0,1595 gram. Namun setelah anda bayar, di layar hanya dicantumkan nilai emas anda Rp. 95.515. Mengapa? Karena harga jual saat ini Rp. 598.880. Sehingga jika dikalikan dengan jumlah gram emas yang ada, maka nilai jualnya selalu lebih kecil dari pada nilai belinya. Sehingga nilai yang tercantum adalah nilai jual saat ini juga. Otomatis nilai investasi sudah turun 4,5%. Dibandingkan dengan harga beli (Rp. 669.000) di website resmi Antam pada saat yang sama, memang harga Tokopedia Emas lebih murah, namun lebih murah lagi di toko emas yang menjual secara fisik

Saat ini, karena Tokopedia bekerjasama dengan OVO, maka pembayaran pembelian emas bisa dilakukan dengan mendebit OVO, metode lain adalah melalui transfer bank, Linkaja, dan tunai di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Pembelian emas cukup mudah seperti belanja online. Pembayaran maksimal 3 (tiga) jam terhitung sejak transaksi, karena jika lebih dari 3 jam, maka harga akan berubah.

Dari selisih yang cukup besar antara harga beli dan harga jual, dapat di prediksi, akan sangat sulit untuk memperoleh untung dari transaksi emas seperti ini dalam jangka pendek. Ada juga fitur langganan Tokopedia Emas, namun tidak dibahas, karena beli sekali saja sudah rugi, apalagi kalau berlangganan.

Yang ketiga, jual emas, mirip dengan cara beli emas di atas, tinggal klik tanda ‘Rp‘ Jual Emas, maka anda tinggal memasukkan berapa gram atau nominal Rupiah yang ingin anda jual dari saldo emas yang anda miliki. Semudah anda transaksi jual online. Penjualan dapat dilakukan kapan saja, 24/7, mengacu pada hari terakhir. Uang akan langsung dikreditkan ke rekening OVO anda dan jika anda ingin melakukan penarikan uang hasil penjualan emas, anda bisa lakukan melalui Apps OVO. Install dan upgrade terlebih dahulu account OVO, verifikasi perlu waktu 24 jam, baru kemudian anda bisa transfer ke bank yang menjadi tujuan.

Ke empat, untuk fitur penarikan fisik emas, saat ini Tokopedia Emas belum bisa memfasilitasi. Sehingga Tokopedia Emas saat ini hanya transaksi beli jual emas secara online saja

Selain itu, ada beberapa narasi di dalam Apps Tokopedia Emas, yang tidak konsisten dan kurang jelas maksudnya, contohnya:

  1. Di awal informasi, Tokopedia Emas, bilang bahwa saat ini dalam proses mengupayakan agar Tabungan emas bisa berubah bentuk menjadi emas fisik (image 1, paragraph 2)….., sementara……..,di halaman lain (image 2, no 2), menyatakan bahwa jika emas sudah terkumpul minimal 1 gram, bisa ditukarkan ke bentuk emas batangan. Mana yang benar?

 

Image 1

Image 1

 

 

Image 2

Image 2

  1. Ada narasi yang menyatakan bahwa di Tokopedia Emas, ada potensi keuntungan dua arah, yakni, bisa untung bukan hanya pada saat harga emas naik, namun juga pada saat harga emas turun. Hal ini dimungkingkan karena di platform ini, karena akan diberitahu, saat nilai emas rendah dan bisa dijual kapanpun secara instan (image 2, no 3).

Pertanyaan penulis, apakah bisa melakukan short selling di Tokopedia Emas seperti halnya saham? Short selling, berarti menjual barang terlebih dahulu tanpa memiliki barang tersebut karena mengetahui trend harga turun, dan membelinya pada saat harga sudah turun. Sementara harga yang tercantum, jelas-jelas harga beli lebih tinggi dari harga jual.

Kesimpulan: spread harga beli dan jual yang besar 4,5% – 4,7%, membuat investasi emas di Tokopedia Emas menjadi kurang menarik, karena perlu waktu yang cukup panjang untuk dapat keuntungan atas harga beli di awal. Pernah di bahas oleh penulis mengenai ini di tulisan sebelumnya, lihat: https://rizalplanner.com/2017/07/17/cermat-investasi-emas/

Sementara, jika beli fisik langsung, harga jualnya ‘hanya’ lebih rendah Rp. 3.000 atas harga belinya atau 0,005 atau 0,05%. Dari hitungan ini, akan lebih baik membeli emas secara fisik di toko emas, old school way. Akumulasikan uang nya dahulu, jika sudah cukup, baru ke toko emas untuk beli emas secara fisik.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

Review Investasi Emas di Apps Bukalapak

bukalapak

Salah satu instrumen yang tak lekang jaman dan lazim digunakan untuk investasi adalah emas. Kilau emas selalu memikat, apalagi kalau dikaitkan dengan wanita.

Saat ini, beli emas bisa dilakukan secara online melalui marketplace, salah satunya adalah melalui aplikasi Bukalapak, nama menunya BukaEmas. Khusus emas yang di perjualbelikan melalui BukaEmas adalah Logam Mulia (LM). Bukalapak sendiri hanya sebagai fasilitator, sementara penjualnya sendiri adalah pihak ketiga, sebuah perusahaan swasta.

Untuk mulai berinvestasi emas di Bukalapak, yang pertama perlu dilakukan adalah pendaftaran, untuk bisa beli emas melalui BukaEmas, anda harus buat account dulu, juga mendaftarkan no handphone. Tidak terlalu banyak persyaratan seperti halnya investasi reksadana di Bukareksa, tidak perlu scanned KTP dan menunggu verifikasi. Cukup buat account, anda sudah bisa langsung transaksi.

Selanjutnya dalam apps, istilah beli dan jual disini diterangkan bahwa beli artinya anda sebagai pihak pembeli yang melakukan pembelian emas, dan sebaliknya, jual, artinya, anda sebagai pihak penjual yang melakukan penjualan emas di Apps Bukalapak.

Yang kedua, pembelian, dalam apps Bukalapak, masuk ke menu BukaEmas, maka akan muncul harga beli emas per gram saat itu, karena harga emas selalu di update setiap 15 menit, ada indikator perubahan harga, apakah naik atau turun, juga ada grafik perubahan harga untuk 7 hari, 1 bulan dan 3 bulan dimana anda bisa melihat trend harga emas. Ada tabel harga beli tertinggi hari itu dan harga beli terendah, juga harga pembukaan pada hari itu dan harga penutupan perdagangan hari sebelumnya. Anda bisa beli emas dengan gram terendah 0.0001 gram sampai maksimal 850 gram. Dalam hal pembayaran, Bukalapak bekerjasama dengan Apps Dana (‘Dana’), sehingga untuk pembayaran bisa langsung di debit dari Dana. Cara pembayaran lain adalah melalui transfer bank. Selanjutnya, kalau sudah yakin beli emas dengan jumlah gram pembelian dan harga yang tercantum, tinggal klik bayar.

Yang ketiga, penjualan. Dalam BukaEmas, masuk ke menu Jual. Dalam menu ini mirip dengan yang ada di menu Beli, hanya saja harga yang tercantum adalah harga jual emas per gram. Terdapat pula indikator perubahan harga, naik atau turun, grafik trend perubahan harga serta harga tertinggi, terendah, pembukaan dan penutupan dari sisi jual. Yang notabene pasti selalu lebih rendah dari harga beli.  Jika dihitung, antara harga jual dan harga beli di BukaEmas, terdapat selisih 4%. Contohnya pada saat tulisan ini dibuat, harga beli Rp. 628.608 per gram, harga jualnya ‘hanya’ Rp. 604.000, 4% lebih rendah dari harga beli. Artinya kalau anda beli sekarang dan anda jual sekarang, maka akan rugi 4%.

Penulis mengakumulasikan emas dari 1 Februari 2019 sampai 24 Mei 2019, selama 4 bulan kurun waktu tersebut, memang harga emas dalam trend naik, namun meskipun demikian, pada saat menjual justru, terjadi kerugian. Mengapa? Bisa dilihat pada tabel di bawah:

Tabel 1 Dalam Rp.
Harga beli 1 Feb 2019       619.527
Harga jual 24 Mei 2019       604.000
Kerugian –       15.527
Kerugian dalam %              -3%

 

Tabel 2 Dalam Rp.
Harga beli 1 Feb 2019      619.527
Harga beli 24 Mei 2019      628.600
Kenaikan harga           9.073
Kenaikan dlm %               1%

 

Kalau dilihat tabel 1, ada selisih -3% pada saat jual 24 Mei’19 dengan harga beli 1 Feb’19, padahal, pada tabel 2, harga beli untuk 24 Mei’19 sudah naik 1% jika dibandingkan harga beli 1 Feb’19. Ini artinya, meskipun emas dalam trend naik, tapi karena selisih harga jual dan beli di awal sudah berkisar 4%, maka kenaikan harga emas tidak akan mampu memberikan profit atas selisih tersebut. Kalaupun break even, perlu waktu yang cukup panjang. Sementara kalau anda jual emas LM di toko secara fisik, akan dipotong Rp. 3.000 per gram dari harga beli saat itu. Contohnya, kalau harga beli 24 Mei 2019 Rp. 628.600, maka harga jual kembali Rp. 625.600. Selisihnya hanya 0.005 atau 0.5%.

Yang ke empat, penarikan uang. Jika sudah terjual, uang hasil penjualan emas, akan masuk ke Dana. Untuk melakukan penarikan uang dari Dana, anda perlu menginstall Apps Dana terlebih dahulu, dan juga melakukan registrasi untuk menjadi premium account. Disini perlu foto KTP dan selfie dengan KTP. Proses verifikasinya cepat, hanya 2 jam. Namun untuk dapat melakukan penarikan dana, tidak serta merta langsung bisa, karena Apps Dana selalu memberikan notifikasi bahwa account saya belum terdaftar sebagai premium account. Ini kontradiktif dengan notifikasi verifikasi yang 2 jam tersebut. Meskipun pada akhirnya setelah 2 hari, uang baru bisa ditarik.

Penarikan uang lewat Apps Dana bisa dilakukan lewat menu Cashout, anda tinggal memasukkan no. rekening anda sendiri. Pilihan lain, melalui menu kirim uang (Send Rp), disini pilihan bisa ke rekening bank atau ke no telpon pihak ketiga, anda harus hati-hati, mengecek windows notifikasi persetujuan yang menyatakan bahwa nominal uang akan di kirim ke no HP atau no rekening tujuan untuk memastikan. Setelah klik kirim, uang akan terkirim secara instan, langsung masuk pada rekening tujuan.

Terakhir, penarikan emas. Hanya bisa dilakukan di website Bukalapak, karena di Apps Bukalapak pada smartphone, belum ada fasilitas Tarik Emas. Untuk penarikan emas, ada ongkos pembuatan sertifikat sebesar Rp. 100.000 (saat ini) dan ada biaya kurir yang besarnya lumayan signifikan, nilainya tidak seperti kurir pengiriman belanja online. Besar kecilnya kurir tergantung jarak, contoh lihat tabel 3:

Tabel 3.

Ongkos cetak sertifikat   100.000
Kurir     84.840
Total   184.840

 

Artinya, jika anda menarik emas secara fisik, ada biaya cetak sertifikat dan kurir yang harus dibayarkan.

Kesimpulannya, meskipun jual beli emas lebih efisien dan mudah via online, tapi akan lebih hemat, jual dan beli emas langsung secara fisik di toko emas, just like old school way. Mengapa? Karena pertimbangan selisih jual beli dan biaya-biaya yang timbul di atas. Dimana kalau jual beli di toko emas secara fisik, sertifikat emas juga sudah ada dan tidak ada biaya kurir. Hal lain yang juga patut dipertimbangkan risiko investasi secara online adalah Apps yang mungkin dalam kondisi down atau secara traffic sedang overload, sehingga mengganggu lancarnya transaksi.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

 

 

 

Review Investasi Reksadana via Apps Bukalapak

bukalapak apps 

Selain market place Tokopedia, kompetitor nya yaitu Bukalapak juga menyediakan layanan pembelian instrumen reksadana via Apps Bukalapak. Sebagai catatan, Bukalapak sebagai agen penjual produk reksadana tidak bertanggung jawab terhadap kinerja reksadana yang dijual.

Ada 3 hal yang bisa jadi perhatian.

Pertama, untuk pendaftaran, karena Bukalapak bekerjasama dengan Bareksa (portal jual beli reksadana online), maka tatacaranya mirip dengan yang ada di Bareksa.com. Anda perlu scanned KTP dan smartphone dan/atau laptop yang touchscreen untuk proses pendaftaran seperti terima sms dan tanda tangan online pada screen. Selanjutnya anda tinggal masuk ke menu BukaReksa (nama yang digunakan Bukalapak sebagai menu jual beli reksadana) lalu klik mulai investasi sekarang. Dari sini ikuti saja instruksi yang diberikan pada layar. Setelah daftar, perlu waktu 1 (satu) hari lamanya untuk account anda di verifikasi. Tidak serta merta pendaftaran online, saat itu juga langsung disetujui. Setelah verifikasi OK, maka baru anda bisa mulai bertransaksi.

Kedua, beli reksadana. Di Bukalapak, saat ini ada 4 jenis reksadana yang dijual:

  1. Pasar uang,
  2. Pendapatan tetap,
  3. Campuran dan
  4. Saham

 

Dari jenis reksadana tersebut, produk yang dijual berturut-turut adalah

  1. Pasar uang, reksadana yang mempunyai risiko rendah:
    1. Mandiri Investa Pasar Uang,
    2. Reksa Dana Syariah Mandiri Bukareksa,
    3. CIMB-P Bukareksa Pasar Uang
  2. Pendapatan Tetap, yang mempunyai risiko menengah:
    1. Syailendra Fixed Income Fund,
    2. CIMB-Principal Total Return Bond Fund,
    3. Mandiri Investa Dana Syariah,
    4. Reksadana Ashmore Dana Obligasi Nusantara,
    5. Bahana MES Syariah,
    6. Manulife Obligasi Negara Indonesia II.
  3. Campuran, juga mempunyai risiko menengah:
    1. Batavia Dana Dinamis,
    2. Kresna Flexima,
    3. Cipta Syariah Balance,
    4. Schroder Dynamic Balanced Fund,
    5. Schroder Dana Kombinasi,
  4. Saham, yang mempunyai risiko tinggi, yaitu:
    1. Manulife Dana Saham,
    2. BNP Paribas Infrastruktur Plus,
    3. BNP Paribas Pesona,
    4. BNP Paribas Pesona Syariah,
    5. Batavia Dana Saham,
    6. Sucorinvest Sharia Equity Fund,
    7. Sucorinvest Maxi Fund, dan
    8. BNP Paribas Ekuitas.

Anda bisa lihat di menu Produk yang ada di BukaReksa. Tinggal dipilih saja mana yang sesuai dengan tujuan dan risk profile anda. Kalau anda hanya punya tujuan jangka pendek, kurang dari 1 tahun, maka pasar uang menjadi pilihan yang tepat, begitu juga seberapa konservatif nya anda, dan sebaliknya. Semakin panjang tujuan anda dan semakin agresif profile anda, reksadana saham bisa menjadi pilihan. Bagusnya, buat yang belum familiar dengan reksadana, BukaReksa menampilkan kategori dari produk reksadana yang ada, apakah masuk risiko rendah atau risiko tinggi. Sehingga investor awam, bisa tahu masuk kategori mana produk reksadana tersebut.

Untuk membeli reksadana, tinggal klik pada salah satu reksadana yang menjadi pilihan, kemudian akan muncul tombol beli, klik saja. Pada tampilan produk, informasi Nilai Aktiva Bersih (NAB) ditampilkan secara jelas, bersamaan dengan kinerja harian nya. Apakah naik atau turun. Begitu juga dengan kinerja per 7 hari, 1 bulan, 3 bulan dan 1 tahun lengkap dengan grafiknya. Menurut saya ini akan membantu investor akan gambaran atas kinerja dari produk reksadana tersebut.

Pembelian minimum tercantum Rp. 10.000, namun di situ sudah tersedia kotak pilihan Rp. 50.000, Rp. 100.000, Rp. 200.000, Rp. 500.000 dan Rp. 1.000.000, atau anda bisa juga menuliskan secara manual pada kotak yang tersedia. Saat ini karena Bukalapak sudah bekerja sama dengan Apps Dana, maka uang untuk beli reksadana bisa digunakan dari saldo yang ada di Dana, atau bisa juga melalui transfer bank. Jika sudah beli, maka kita bisa melihat total harga yang ada dan biaya pembelian – ada produk yang masih memberikan fee gratis tapi ada pula yang sudah berbayar seperti di Schroder Dana Kombinasi. Informasi gratis atau tidak, ada di detail informasi produk. Tinggal klik saja. Secara umum, cara pembelian reksadana mirip dengan anda transaksi belanja online di Apps Bukalapak.

Ketiga, pada saat menjual reksadana, lihat dulu di menu portfolio, reksadana apa saja yang dimiliki. Dari menu portfolio ini, BukaReksa menampilkan berapa keuntungan/kerugian yang di dapat sejak pembelian dilakukan. Jika sudah dipilih pada reksadana yang ingin dijual, klik jual. Bisa jual semua unit bisa sebagian. Kalau ingin menjual semua unit, tinggal klik pada kotak yang tersedia. Kalau sebagian saja, ketik secara spesifik berapa jumlah unit yang ingin di jual. Tampilan ini mirip dengan menu yang ada di Bareksa.com itu sendiri. Info jumlah unit, tersedia di menu portfolio. Jika anda melakukan transaksi jual sebelum jam 13.00, maka akan digunakan NAB pada hari tersebut, tapi jika setelah jam 13.00, maka NAB H+1 atau hari berikutnya yang akan digunakan. Hal ini dikaitkan dengan settlement yang baru bisa dihitung pada akhir/ malam hari.

Selanjutnya bank kustodian, akan mentransfer uang langsung ke rekening anda maksimum 7 hari bursa. Karena menggunakan sistem kliring, maka akan ada biaya Rp. 5.000 untuk beneficiary atau bank tujuan jika berbeda dengan bank asal. Proses jual ini, sangat mudah, seperti halnya menjual barang secara online di marketplace.

Hal lain, sebelum membeli reksadana di marketplace seperti ini, investor juga perlu membaca fund fact sheet dan prospektus yang tersedia di detail informasi produk.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com