Pilih mana: KTA vs Gadai?

source: rimanews.com

source: rimanews.com

 

Kalau sudah menjelang ajaran tahun baru, bank maupun pemberi jasa keuangan berlomba menawarkan pinjaman, kredit atau pembiayaan kepada masyarakat, istilah banking nya: fasilitas. Ya, fasilitas ini kepada siapa saja yang kira-kira perlu jasa bank atau perusahaan pembiayaan yang kalau di lihat profil dan track record nya bagus. Tapi kalau sudah ada dalam Daftar Hitam BI (DHBI) sebagai salah satu bukti negatif track record kredit perbankan anda, maka bisa dipastikan sulit untuk dapat fasilitas tersebut.

Kalau sudah mepet alias kepepet butuh uang, dan jika ada tawaran Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau Gadai, rasanya seperti  menemukan oasis dan onta di gurun, kalau sudah begini sebaiknya tidak anda pilih dua-duanya. Karena bisa jadi oasis nya ternyata beracun atau ontanya sekarat. Mengapa? Karena keduanya memberikan dampak pada cash flow anda secara bulanan, memberikan anda kewajiban yang harus anda penuhi kepada pihak kreditur dalam jangka waktu cukup lama yang tidak bisa anda tawar-tawar. Sementara kebutuhan fixed yang sudah ada tetap harus dipenuhi.

Kalau di lihat hitungannya, untuk KTA dan Gadai, keduanya menawarkan bunga flat, artinya bunga yang tertera dalam penawaran harus dihitung lagi bunga efektifnya.  Misalnya bunga KTA 1% flat per bulan, maka bunga efektifnya 21,4% per tahun, sedangkan bila bunga Gadai 0,9% flat per bulan dengan kredit fidusia (artinya jaminan benda bergerak seperti mobil) maka bunga efektifnya kurang lebih sama dengan bunga KTA. Tulisan mengenai KTA bisa di lihat di https://rizalplanner.wordpress.com/2013/01/07/di-balik-penawaran-kta/

Sebagai financial planner, saya tidak merekomendasikan untuk mengambil salah satu ataupun keduanya dari dua produk tersebut untuk menutupi kebutuhan yang sudah mepet seperti sekarang untuk anak sekolah. Yang saya rekomendasikan adalah jual benda yang anda punya, Kalau anda punya emas, jual saja, kalau punya perhiasan, jual saja, semuanya untuk menutupi kebutuhan mepet tersebut.

Ingat, jangan membiayai kebutuhan mepet apalagi konsumtif dengan bunga produktif seperti di atas. Kecuali jika anda punya usaha  yang memberikan return lebih besar daripada bunga KTA ataupun gadai.

So lets plan ahead for our family.

 

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.planner@gmail.com

 

DI BALIK PENAWARAN KTA

PL

Yth….krdit tnpa jminan.flat rate 1.25%,syrat k.krdit usia 1th,proses 3-5hri.andi 0818087046xx

PERSONAL LOAN S/D 500JT, SYRT KART KREDT INFO:0878773761xx.tq

 

Hampir 3-4 sms seperti di atas setiaaap hari masuk ke no telp saya, bahkan ga jarang ada yang telpon langsung ke HP, nawarin pinjaman tanpa agunan alias personal loan alias kredit tanpa agunan alias KTA, namanya juga usaha ya..boleh boleh aja,… tapi kalau ada yang nawarin kredit tanpa ANGSURAN sih saya ga nolak!

Anyway, untuk tahu bagaimana dibalik penawaran itu yuk kita lihat simulasi sederhananya dengan menggunakan contoh sms di atas:

Misalnya asumsi pinjaman kita Rp.500.000.000.

Bunga flat alias flat rate: 1,25% (ini bacanya bunga per bulan lhooo, kalu 1,25% per tahun, bank-bank pada tutup semua karena rugi bandar).

Lama pinjaman, misalnya 3 tahun,

Maka cicilan per bulannya: Rp. 20.139.000

Bandingkan kalau pinjaman sejumlah uang yang sama, lama pinjaman yang sama, kita kredit mobil dengan bunga 9,00% (yang ini bacanya bunga per tahun), maka cicilannya per bulan Rp. 15.781.000

 Tabelnya sbb:

  KTA Kredit Mobil
Pinjaman

Rp500.000.000

Rp500.000.000

Bunga

1,25% per bulan (flat)

9,00% per tahun (eff)

Lama pinjaman

3 tahun

3 tahun

Cicilan per bulan

Rp20.139.000

Rp15.781.000

SELISIH  

Rp4.358.000

 

Kalau lihat tabelnya di atas, maka cicilan KTA jauuuuhh lebih mahal. Kenapa? Karena bunga kredit mobil adalah bunga efektif sedangkan bunga flat KTA perlu di kali 1,8 untuk mendapatkan bunga efektif (dalam kalkulasi sederhananya). Sehingga suku bunga flat terkesan lebih rendah.

 Bunga flat x 1,8 = Bunga efektif

Jadi kalau bunga flat per bulan 1.25% – 2% artinya setara dengan 27% – 45% per tahun bunga efektif nya. Bagi Bank produk ini merupakan produk yang memberikan high return, bank perlu memberikan suku bunga yang tinggi, karena tidak adanya agunan tersebut, dimana risiko kredit ini macet, besar sekali.

 Oleh karena itu jika kita meminjam dari Bank, hal yang perlu di perhatikan:

  1. Tanyakan berapa sebenarnya bunga efektif dari penawaran tersebut.
  2. Mintalah jadwal dan komposisi perhitungan bunga dan angsuran pokok pinjaman lebih dini jika kita mau melakukan pelunasan sebelum jangka waktu pinjaman berakhir.
  3. Pastikan kita mengetahui sifat suku bunga yang dikenakan bank.

(sumber: Bank Indonesia, www.bi.go.id)

 In any case, untuk setiap penawaran produk, tanyakan dengan jelas dan pelajari produknya, kalau masih belum jelas, tanyakan pada financial planner anda.

Kita sebagai konsumen, harus bijak dalam mensikapi tawaran-tawaran tersebut, semua tindakan atas pilihan kita pasti ada konsekuensinya, seperti halnya kehidupan ini, right guys!

 

Catch me: @rizalplanner

Contactrizal.planner@gmail.com