INVESTASI JANGKA PENDEK, JANGAN BELI EMAS MENCICIL

 

emas-batangan

rizalplanner_Tab Kontan 31Jul17

Emas memang sangat populer untuk investasi, tidak ada matinya, gak kenal jaman, dari dulu sampai sekarang, emas selalu menjadi pilihan untuk investasi. Untuk investasi emas khususnya Logam Mulia (LM) atau goldbar saat ini dimudahkan dengan adanya berbagai macam pilihan untuk membeli emas, baik online maupun secara fisik datang ke toko emas, pegadaian maupun bank syariah tertentu.

Pembelian LM secara fisik bisa dilakukan baik secara tunai, cicilan atau menabung emas. Ideal nya kita membeli emas LM dalam kepingan yang ekonomis seperti 100 gram, dimana harga per gram nya lebih murah di bandingkan kepingan standar 1,2,5,10, 25 dan 50 gram. Semata-mata karena ongkos produksi kepingan logam yang lebih kecil lebih besar dibandingkan kepingan yang 100 gram.

Dalam 30-60 hari terakhir emas dalam trend bearish market, meskipun sempat rebound tapi kemudian turun lagi. Banyak orang yang membeli emas LM hari-hari terakhir ini, memanfaatkan momentum bearish ini. Pegadaian menawarkan jasa pembelian emas LM secara cicilan, dimana kita bisa membeli LM dengan harga hari ini atau pada saat akad (jika menggunakan bank Syariah), plus tambahan perhitungan administrasi dan jasa penyimpanan, dengan cara mencicil selama 1, 3, 6, 12, 18, 24 dan 36 bulan.

Untuk membeli emas dengan menggunakan metode cicilan di Pegadaian, ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli emas LM secara cicilan.

Pertama, adanya margin setiap pembelian LM baik cash maupun cicil.

Sebagai ilustrasi, misalnya kita membeli 100 gram LM Antam dengan harga pasar saat ini Rp. 56.200.000, tapi karena Pegadaian menerapkan margin baik beli secara mencicil maupun beli cash, maka harga beli cash LM Antam harus ditambah 3% dari harga pasar, sehingga harga yang dibayarkan menjadi Rp. 57.886.000 (lihat tabel 1 di bawah). Artinya meskipun kita mampu beli cash, kita tidak bisa dapat harga pasaran LM Antam, karena ada margin untuk Pegadaian.

Tabel 1

Unit Harga pasar LM (Rp.) Harga Jual Pegadaian (Rp.) Margin % Margin Harga Beli Kembali (Rp.)
100 gram          56.200.000    57.886.000                1.686.000 3%                        53.700.000

 

Kedua, harga jual tersebut belum termasuk biaya administrasi, materai dan asuransi. Analoginya sama seperti kalau kita beli properti secara kredit, pasti akan ada biaya-biaya yang timbul atau yang disebut biaya-biaya untuk memperoleh kredit tersebut. Sama halnya dengan properti, semakin tinggi nilai properti semakin besar asuransinya, begitu juga nilai emas, semakin tinggi nilai emasnya, semakin besar pula asuransi yang harus di bayarkan.

Yang ketiga, prosentase kenaikan harga emas belum tentu lebih tinggi dari prosentase bunga cicilan.

Ilustrasinya, kalau kita beli LM secara mencicil di Pegadaian, misalnya untuk pembelian LM 100 gram selama 12 bulan, maka ada down payment atau uang muka minimum yang harus di bayar, besarnya 34% dari harga pasar saat itu, dalam contoh ini Rp. 19.108.000, dan pastinya ada cicilan per bulan selama 12 bulan yang nilainya sebesar Rp. 3.669.460/ bulan. Jika kita hitung, maka total harga yang dibayar sampai lunas Rp. 63.141.514, yang artinya Pegadaian mengenakan bunga 12%  setahun atau kurang lebih 1% sebulan kepada kita selaku pembeli. Pengenaan bunga cicilan ini sebenarnya wajar-wajar saja, karena kita beli secara mencicil. Tapi jika kita lihat kinerja emas tahun sebelumnya (2016) kenaikan harganya hanya 8,5%, artinya jika kita asumsikan selama 1 tahun ke depan kenaikan harga emas tetap 8,5% sejak kita beli hari ini, maka emas yang kita sudah beli selama setahun imbal hasil (return) nya negatif (-3,5%)., dan kalau dihitung value dari 100 gram emas kita tersebut menjadi hanya Rp. 60.977.000 pada saat lunas 12 bulan kemudian, atau kita rugi Rp. 2.164.514.

Yang empat, kalau di jual kembali, harga beli LM Antam di Pegadaian selisih nya cukup besar, atau hanya dihargai sekitar ~95% dari harga pasar.

Dari ke empat alasan di atas itulah mengapa membeli emas fisik itu tidak direkomendasikan dengan cara mencicil di Pegadaian.

Meskipun data kinerja emas menunjukkan bahwa sampai di pertengahan tahun 2017 ini perubahan harga emas positif naik 6,7%, namun tahun 2013, 2014, 2015 perubahan harga menunjukkan penurunan -28,3%, -1,5%, -10,4% berturut-turut dan baru di tahun 2016 naik 8,5% dan tidak ada jaminan bahwa dalam jangka pendek harga emas akan terus naik. Banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga emas di dunia. Kalau tujuan kita beli emas dalam jangka pendek untuk dijual lagi setelah cicilan lunas, maka bisa bukan untung yang di dapat tapi malah jadi bunting.

Terkait dengan perubahan harga emas yang berfluktuasi tersebut, sebagai catatan beberapa tahun lalu, kita pernah dengar yang namanya berkebun emas, ‘berkebun’ dengan skema gadai dengan asumsi harga emasnya naik terus. Menggadaikan emas yang di beli untuk membeli emas yang baru, dan seterusnya. Asumsi harga naik terus dan diharapkan keuntungan yang di dapat tinggi, tapi risikonya juga pasti tinggi. Namun kalau ke depan harganya turun seperti tahun 2013-2015, maka bisa dipastikan berkebun nya akan gagal alias rugi.

Oleh karena itu jika kita membeli emas, belilah secara tunai, jika kita hanya mampu 50 gram, tidak usah dipaksakan untuk mencicil 100 gram, sesuaikan dengan kemampuan kita. Karena investasi emas memang unik, jagalah investasi anda.

CICIL DAN GADAI EMAS, APA JADINYA KALAU MARKET TREND TURUN?

picture source: bisnis.liputan6.com

picture source: bisnis.liputan6.com

Tadi pagi waktu sahur, salah satu acara TV nasional menayangkan acara talkshow dengan nara sumber merangkap sponsor dari salah satu bank syariah nasional (tidak perlu disebut namanya ya). Yang dibahas mengenai produk dari bank tersebut yaitu cicil dan gadai emas. Disebutkan bahwa untuk nasabah yang berminat untuk membeli emas bisa dengan mencicil dengan margin yang disepakati, dan yang BU alias butuh uang, tinggal gadaikan saja emasnya.  Sayangnya ada beberapa informasi yang tidak lengkap dijelaskan waktu talk show. Untuk itu kita bahas dari kondisi trend gold market yang terus menurun supaya lebih jelas.

Untuk Cicil Emas, hal lain yang kurang lengkap disampaikan adalah pada saat mencicil emas dengan trend market price turun. Jika anda pilih membeli emas dengan cara mencicil di bank atau pegadaian, maka selisih atas penurunan harga pasar emas tidak mengurangi cicilan anda, anda diharuskan tetap membayar cicilan sesuai perjanjian awal. Contohnya jika harga emas yang anda beli awalnya seharga Rp. 12 juta kemudian turun jadi Rp. 10 juta, maka cicilan anda tidak ikut turun, tapi tetap untuk seharga Rp. 12 juta. Oleh karena itu konsumen harus jelas akan terms and condition nya.

Sedangkan untuk Gadai Emas, prinsipnya, anda menggadaikan barang anda untuk mendapatkan sejumlah uang dan kemudian ditebus kembali. Jika dalam hal ini adalah emas batangan, maka bank atau pegadaian yang menyediakan bisnis gadai emas akan menaksir emas tersebut dengan harga emas yang tentunya lebih rendah dari market price. Misalnya market price emas LM Antam hari ini (per 27 Juli 2013) Rp. 450.000/gram , maka nilai taksiran bank atau pegadaian pasti di bawah itu misalnya Rp. 400.000/gram. Dan nilai pinjamannya maksimum hanya 93% dari nilai taksiran. Kemudian nilai pinjaman dikurangi lagi biaya administrasi yang rangenya Rp. 12.500 – Rp. 60.000.  Jadi yang anda terima Rp. 312.000, ini sama dengan 69% dari market price sekarang. Artinya biaya awal untuk gadai emas mencapai 31% dari market price. Belum lagi dikurangi biaya sewa per bulannya yang nilainya 1,25% per gram atau dari nilai pinjaman.

Jika kondisi pasar harga emas turun terus, maka bank atau pegadaian akan meminta selisih dari nilai pasar tersebut kepada anda sebagai kekurangan atas nilai pasar yang baru. Misalnya saat anda menggadaikan emas, nilai harga emas Rp. 520.000/gram, tapi kemudian harga emas merosot menjadi Rp. 450.000/gram dalam sebulan. Selisih Rp. 70.000/gram ini harus dibayar oleh anda, untuk memperpanjang gadai. Jika tidak anda bayar, maka bank atau pegadaian punya hak untuk melelang emas anda yang dijaminkan tersebut. Di TV, pada saat si host menanyakan mengenai trend gold market yang turun saat ini ke nara sumber, hal tersebut tidak di jawab secara lengkap, sehingga informasi kepada pemirsa TV kurang lengkap.

Jadi kalau ada tawaran produk baik dari bank, pegadaian atau institusi lainnya, tanyalah secara detail, apa saja term and conditionnya. Supaya tidak menyesal di kemudian hari. Selain itu, jika sudah kepepet, BU alias butuh uang, jual saja emas  atau perhiasannya. Toh jika anda sudah mampu membeli sebelumnya, anda akan mampu membelinya lagi.

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com