Utang Kartu Kredit

republika kk

rizalplanner_Kontan 12Jun17

Peraturan terbaru Bank Indonesia mengenai pemangkasan bunga Kartu Kredit yang keluar 2 Desember 2016 sudah berlaku per Juni 2017, disebutkan bahwa suku bunga Kartu Kredit di Indonesia di turunkan dari 2,95% per bulan atau 35,4% per tahun menjadi 2,25% per bulan atau 26,95% per tahun. Perhitungan bunga tagihan akan turun seiring dengan penurunan suku bunga. Yang perlu diperhatikan oleh pemegang Kartu Kredit adalah bahwa bunga Kartu Kredit dibebankan secara proporsional terhadap setiap transaksi yang terjadi.

Penurunan 70 basis point berdampak pada turunnya beban bunga sebesar 24% bagi pengguna Kartu Kredit yang tidak membayar penuh atau membayar minimum payment, namun bila menunggak sama sekali atau membayar kurang jumlah dari minimum payment maka selain beban bunga dikenakan juga late charges (besarannya Rp. 20000 – Rp. 150000). Yang ujungnya akan menambah beban hutang.

Kartu Kredit merupakan kredit yang tidak ada agunannya. karena tidak adanya agunan itulah menyebabkan bank mempunyai risiko yang lebih besar dalam pemberian kredit. Risiko yang lebih besar tersebut diterjemahkan dalam bunga yang lebih besar, yang harus dibayarkan oleh konsumen. Hasil riset suatu portal keuangan menunjukkan bahwa sekitar 70% dari pengguna Kartu Kredit melakukan pembayaran minimum, dan hanya 30% yang membayar tepat waktu atau sebelum jatuh tempo.

Dengan penurunan suku bunga ini, kita tetap harus bijak dalam menggunakan fasilitas kredit yang diberikan oleh bank. Setiap kali menggunakan Kartu Kredit, pastikan ada dana tesedia di rekening untuk membayar tagihannya. Secara akumulatif transaksi kartu kredit, hitunglah kira-kira maksimal tagihan 20% dari pendapatan bulanan anda. Angka 20% ini di luar kewajiban anda bayar cicilan KPR.

Menutup Hutang

Bila anda sudah terlibat dalam hutang, misalnya karena satu dan lain hal ada kebutuhan mendesak, anda mengambil fasilitas cash advance dari Kartu Kredit, sementara sebelumnya anda juga sudah belanja dengan menggesek Kartu Kredit dengan hanya melakukan pembayaran minimum, dan itu anda lakukan untuk 8 Kartu Kredit anda, bisa dibayangkan hutang menumpuk menjadi lautan hutang. Bila sudah demikian biasanya orang akan stress dan cenderung mencari jalan pintas untuk melunasinya. Namun ada prinsip yang perlu kita perhatikan bersama, yaitu yang pertama jangan pernah menutup kredit tanpa agunan anda dengan kredit yang beragunkan. Konkritnya, kalau anda punya tagihan Kartu Kredit, jangan pernah menggadaikan rumah anda menjadi fasilitas pinjaman untuk menutup tagihan Kartu Kredit tersebut. Karena apabila dikemudian hari anda tidak mampu membayar cicilan rumah anda atau ada kejadian luar biasa seperti konflik keluarga dan berujung pada ketidakmampuan membayar hutang, maka rumah anda akan disita bank atau harus di jual untuk menutupi tagihan anda. Buntutnya anda kehilangan tempat tinggal.

Yang kedua, jangan pernah menutup hutang lama dengan mengambil hutang baru, ini seperti gali lubang tutup lubang. Kalau anda punya tagihan belanja Kartu Kredit, jangan mengambil Kredit Tanpa Agunan (KTA) ataupun cash advance dari Kartu Kredit lain untuk menutup tagihan Kartu Kredit tersebut.

Yang ketiga, jika sudah mentok atau kepepet tidak mampu bayar, diskusilah dengan pihak bank sebagai penerbit Kartu Kredit. Jelaskan kondisi anda dan diskusikanlah bagaimana cara membayar tagihan anda, bisa melalui cicilan dalam waktu yang panjang atau dengan mengurangi denda.

Asuransi untuk Hutang

Jika terjadi apa-apa dengan anda sebagai pengguna fasilitas kredit alias yang berhutang, tentu kewajiban tersebut akan diwariskan kepada ahli waris. Kalau anda punya KPR, otomatis sisa tagihan anda akan lunas oleh asuransi yang anda bayarkan pada saat pengambilan kredit. Sehingga ahli waris terbebas dari kewajiban. Sedangkan bila anda punya hutang Kartu Kredit yang tidak ada asuransinya, bila terjadi apa-apa dengan anda, maka ahli waris anda yang akan menanggung kewajiban anda. Bila ada opsi credit shield untuk Kartu Kredit, periksalah terlebih dahulu bahwa credit shield itu meng cover bila terjadi kematian atau cacat tetap, periksa juga apakah santunan itu melunasi seluruh hutang atau cicilan rutin saja? Siapa yang mendapatkan uang santunannya, apakah penerbit kartu atau ahli waris? Dan berapa besarnya premi dibandingkan total tagihan? Tanyakanlah secara jelas sebelum anda membeli credit shield tersebut.

Sebagai senjata pamungkas, untuk menutup semua tagihan Kartu Kredit yang anda ambil, jika terjadi kematian dengan pemegang Kartu Kredit, lebih baik mempunyai asuransi jiwa yang nilai Uang Pertanggungan (UP) nya jauh lebih besar daripada total tagihannya dan UP tersebut diwariskan kepada ahli waris. Sehingga setelah melunasi semua tagihan tersebut, sisanya dapat digunakan untuk menutup tagihan lain-lain di luar hal tersebut.

Sebagai kesimpulan, jika ingin mengambil hutang dengan bertransaksi melalui Kartu Kredit, ukurlah terlebih dahulu kemampuan anda, pastikan anda mempunyai kemampuan untuk membayarnya. Dan sebagai proteksi, jika terjadi apa-apa dengan anda sebagai yang berhutang, pastikan ada asuransi yang menutupnya.

 

catch me: @rizalplanner

email me: rizal.plannerindo@gmail.com

TAGIHAN KARTU KREDIT

pic source: credit.about.com

pic source: credit.about.com

rizalplanner_Tabloid Kontan 6Feb17

Tentu bagi anda yang punya kartu kredit, sudah paham benar, bahwa kartu kredit itu bukan “additional income”, tapi semata pengganti uang sementara. Selain KTA, sering sekali saya mendapatkan tawaran jasa “pemutihan” tagihan kartu kredit yang masuk via sms. Penawaran jasa yang ditujukan bagi pemilik kartu kredit yang sudah tidak mampu bayar lagi tagihan-tagihan nya dan sudah masuk black list.
Untuk menghindari agar anda tidak terbebani oleh tagihan-tagihan tersebut, maka anda harus mengukur dulu berapa besar kemampuan financial anda dalam membayar tagihan kartu kredit. misalnya max. 20% dari total income anda.
Bagi anda yang punya kartu kredit, tentu billing statement atau tagihan merupakan hal yang setiap bulan harus anda cermati. Tagihan kartu kredit ini mempunyai tanggal penagihan atau tanggal cetak (statement date), artinya tanggal lembar tagihan dicetak. Biasanya setiap bulan pada tanggal yang sama. Semua transaksi yang diterima dan dibukukan setelah tanggal tagihan sebelumnya hingga tanggal ini akan tertera pada lembar tagihan ini. Misalnya tanggal tagihan setiap tanggal 18, jika anda bertransaksi pada tanggal 19 Jan, tanggal penagihan atau tanggal cetaknya adalah tanggal 18 Februari. Jika anda transaksi tanggal 19 Jan, anda akan punya waktu untuk membayar tagihan tersebut sampai 45 hari (secara rata-rata, karena ada yang 48 – 50 hari) kemudian, yaitu tanggal 5 Maret. Dan selama 45 hari ini sampai jatuh tempo, tagihan anda tidak akan kena bunga. Hal lain yang perlu anda cermati adalah bila transaksi di mesin EDC – electronic data captured (itu lho mesin yang buat gesek kartu kredit) dari bank yang sama dengan penerbit kartu kredit anda, transaksi yang dibukukan akan masuk 1 hari setelah transaksi dilakukan, jadi kalau anda transaksi tanggal 17 Jan, akan dibukukan tanggal 18 Jan. Tapi jika antara kartu kredit anda dengan mesin EDC berbeda, maka butuh 2 -3 hari untuk masuk sebagai tanggal pembukuan. Misal tanggal transaksi anda tanggal 17 Jan, maka akan dibukukan tanggal 20 Jan.

Apa itu tanggal jatuh tempo (due date)? Tanggal ini adalah tanggal jatuh tempo pembayaran (payment due date) Anda. Antara tanggal cetak (18 Februari) dengan tanggal jatuh tempo (5 Maret) adalah 15 hari. Jika pakai contoh di atas, supaya track record anda baik, pembayaran diterima Bank penerbit kartu paling lambat tanggal 5 Maret. Artinya jika anda membayar melalui ATM dari bank yang sama tersebut, maka perlu waktu 1 hari untuk masuk sebagai tanggal pembukuan, misal kartu anda Bank X, tabungan anda juga di Bank X, maka pembayaran anda via ATM harus dilakukan maksimal tanggal 4 Maret supaya dibukukan tanggal 5 Maret pas jatuh tempo. Tapi jika pembayaran lewat bank lain (Bank Y) atau bank di luar penerbit kartu kredit, maka perlu 3 hari supaya pembayaran anda masuk dan dibukukan, berarti tanggal 2 Maret. Nah untuk pembayaran ini, mesti diperhitungkan, supaya jangan sampai pembayaran anda terlewat dari tanggal jatuh tempo, contoh ekstrimnya anda hanya transaksi Rp. 50.000, tapi denda dan bunga nya Rp. 100.000 karena lupa bayar sampai muncul tagihan di periode berikutnya.

Tanggal pembukuan sendiri adalah tanggal pada saat transaksi anda dibukukan di rekening kartu kredit Anda. Seperti ilustrasi di atas, tanggal pembukuan belum tentu sama dengan tanggal transaksi. Oleh karena itu jika anda sudah tahu triknya, anda bisa melakukan transaksi pada 1 hari sebelum tanggal jatuh tempo, sehingga tanggal pembukuan anda lewat dari tanggal cetak pada bulan tersebut, dengan catatan kartu kredit dengan mesin EDC berbeda. Tagihan akan muncul pada periode berikutnya. Contohnya masih nyambung cerita di atas, jika anda transaksi tanggal 17 Februari, maka baru akan dibukukan tanggal 20 Februari, artinya, due date dari tagihan anda adalah tanggal 3 April. Anda punya waktu 46 hari lagi untuk bayar.

Hal lain yang perlu diperhatikan dari kartu kredit adalah jangan pernah membayar pembayaran minimum, bayarlah selalu full amount dari total tagihan anda dan bayarlah sebelum tanggal jatuh tempo. Karena ini membantu anda mengurangi beban utang bunga berbunga yang dahsyat (interest compounding). Butuh waktu 3 tahun untuk melunasi tagihan bila hanya membayar minimum, dengan catatan tanpa melakukan transaksi-transaksi berikut lainnya.

Kalau ada yang terjebak dengan fasilitas kartu kredit ini, dengan catatan yang negatif di Bank Indonesia, maka sulit bagi anda untuk memperoleh fasilitas lain dari bank manapun untuk KPR, kredit investasi, kredit usaha dan fasilitas lainnya.

So be wise, manage your debt.

Catch me: @rizalplanner
Email me: rizal.planner@gmail.com

TIPS OPTIMASI KARTU KREDIT

 

source: pageonce.com

source: pageonce.com

Kalau anak sekolah atau anak kuliah dapat kartu kredit tentu senang sekali, bisa beli gadget baru, shopping, beli ini itu (istilahnya retail theraphy J), tinggal gesek, tanpa harus langsung bayar.

Tapi buat kita sebagai orang dewasa, yang punya keluarga, tentu dibalik kartu tersebut ada tanggung jawab besar, setiap kali kita gesek setiap kali itu pula kewajiban bayar hutang timbul.

 

Coba anda bayangkan kalau misalnya kita belanja Rp.1 juta hari ini, maka setelah 45 hari kemudian pada saat jatuh tempo kita tidak membayar, maka belanja kita akan menjadi Rp. 1.029.500 dan akan terus berbunga jika tidak dibayar, dimana dikenakan maksimum bunga kredit sebesar 2,95% per bulannya. Yang artinya bunga per tahun sebesar 35.4%. Ini kurang lebih sama dengan bunga KTA (kredit tanpa agunan) (lihat tulisan saya DI BALIK PENAWARAN KTA https://rizalplanner.wordpress.com/2013/01/07/di-balik-penawaran-kta/). Memang prinsip kartu kredit ini adalah pinjaman unsecured buat bank karena tidak ada agunan yang mengikat si pengguna kartu kredit sehingga sebagai kompensasinya bank mengenakan bunga yang tinggi seperti itu. Untuk urusan bunga, ada aturan dari Bank Indonesia yang mengatur batas maksimum suku bunga kartu kredit sebesar 2,95% per bulannya).

 

Saat ini bank berlomba-lomba menawarkan kartu kreditnya, dengan iming-iming poin atau hadiah tertentu sebagai gimmicknya. Oleh karena itu kita harus smart dalam mencermati penawaran-penawaran tersebut. Prinsip yang harus diperhatikan untuk mengoptimalkan kartu kredit:

  • Pilih kartu kredit dimana anda biasa menyimpan uang anda, karena itu akan mengingatkan dan mempermudah anda akan kewajiban (baca: bayar hutang) anda. Jika lebih dari satu, pilih yang sesuai dengan kebutuhan anda.

 

  • Pilih yang menawarkan free annual fee for life, saat ini sudah banyak bank yang menawarkan kartu beban iuran tahunan ini. Kalau ada terms and condition nya, perhatikan dengan cermat apa saja yang disyaratkan.

 

  • Perhatikan tanggal cetak billing (tagihan) dan tanggal jatuh tempo, ini penting, karena jika anda belanja setelah tanggal cetak billing maka tagihan akan jatuh tempo pada periode berikutnya, misalnya tanggal cetak billing setiap tanggal 18, maka jika anda belanja tanggal 19 maka kewajiban bayar anda baru akan tercetak 30 hari lagi plus 15 hari lagi untuk membayar setelah tanggal cetak berikutnya, sehingga total 45 hari, sehingga tanggal jatuh temponya adalah tanggal 3 bulan berikutnya. Jika anda bayar penuh (full payment) pada tanggal jatuh tempo, maka anda tidak akan dikenakan bunga maksimum itu. Tapi jika lewat tanggal jatuh tempo, maka siap-siap bayar bunga deh. This is one way how bank earn money. Kalau kita ga bayar-bayar maka akan ada peringatan-peringatan terlebih dahulu sampai kalau sudah lewat batas tertentu tidak bayar juga, maka akan di datengin preman-preman yang siap nagih ke anda, seperti kasus salah satu bank asing yang membuat si nasabah meninggal. (sepertinya tidak perlu saya sebutkan nama bank dan orangnya disini).

 

Summary nya sbb:

 

Tanggal transaksi Tanggal Cetak billing Tanggal Jatuh Tempo Keterangan
17 Maret 18 Maret 3 April Meskipun baru 1 hari, tanggal cetak billing tetap tgl 18 pada periode yang sama.
19 Maret 18 April 3 Mei Karena tanggal transaksi lewat dari tanggal 18, maka baru akan di cetak pada periode berikutnya.

 

 

  • Kalau sudah nunggak bayar, urusannya jadi panjang, nama anda akan masuk black list di Bank Indonesia, dan dampaknya jika anda mau pinjam dana lagi ke bank, akan sulit, karena record anda yang jelek di perbankan. Bank akan mengecek terlebih dahulu status anda di Bank Indonesia, apakah pernah macet kreditnya? Oleh karena itu hati-hatilah dalam menggunakan kartu kredit.

 

  • Selain itu yang harus anda perhatikan adalah, bahwa maksimal belanja yang sebaiknya dapat anda gunakan adalah 15% dari penghasilan anda, agar tidak mengganggu cash flow anda, angka 15% ini diluar kewajiban anda yang harus di bayar untuk cicilan rumah. Jadi misalkan gaji anda Rp. 10 juta, maka maksimum hutang diluar cicilan rumah Rp. 1,5 juta.

 

  • Jika anda sering travelling, makan enak di restoran, belanja, maka gunakan poin atau penawaran yang ada, misalnya diskon 50% untuk makan di restoran tertentu, adanya potongan biaya tiket jika kita gunakan poin di kartu kredit tertentu, atau adanya life insurance yang meng cover setiap kali kita gunakan kartu kredit tersebut untuk membeli tiket pesawat. Semua itu akan mengoptimalkan kartu kredit kita bila kita cermat.

 

So be wise and be smart dalam menggunakan kartu kredit.

 

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com