TIPS OPTIMASI KARTU KREDIT

 

source: pageonce.com

source: pageonce.com

Kalau anak sekolah atau anak kuliah dapat kartu kredit tentu senang sekali, bisa beli gadget baru, shopping, beli ini itu (istilahnya retail theraphy J), tinggal gesek, tanpa harus langsung bayar.

Tapi buat kita sebagai orang dewasa, yang punya keluarga, tentu dibalik kartu tersebut ada tanggung jawab besar, setiap kali kita gesek setiap kali itu pula kewajiban bayar hutang timbul.

 

Coba anda bayangkan kalau misalnya kita belanja Rp.1 juta hari ini, maka setelah 45 hari kemudian pada saat jatuh tempo kita tidak membayar, maka belanja kita akan menjadi Rp. 1.029.500 dan akan terus berbunga jika tidak dibayar, dimana dikenakan maksimum bunga kredit sebesar 2,95% per bulannya. Yang artinya bunga per tahun sebesar 35.4%. Ini kurang lebih sama dengan bunga KTA (kredit tanpa agunan) (lihat tulisan saya DI BALIK PENAWARAN KTA https://rizalplanner.wordpress.com/2013/01/07/di-balik-penawaran-kta/). Memang prinsip kartu kredit ini adalah pinjaman unsecured buat bank karena tidak ada agunan yang mengikat si pengguna kartu kredit sehingga sebagai kompensasinya bank mengenakan bunga yang tinggi seperti itu. Untuk urusan bunga, ada aturan dari Bank Indonesia yang mengatur batas maksimum suku bunga kartu kredit sebesar 2,95% per bulannya).

 

Saat ini bank berlomba-lomba menawarkan kartu kreditnya, dengan iming-iming poin atau hadiah tertentu sebagai gimmicknya. Oleh karena itu kita harus smart dalam mencermati penawaran-penawaran tersebut. Prinsip yang harus diperhatikan untuk mengoptimalkan kartu kredit:

  • Pilih kartu kredit dimana anda biasa menyimpan uang anda, karena itu akan mengingatkan dan mempermudah anda akan kewajiban (baca: bayar hutang) anda. Jika lebih dari satu, pilih yang sesuai dengan kebutuhan anda.

 

  • Pilih yang menawarkan free annual fee for life, saat ini sudah banyak bank yang menawarkan kartu beban iuran tahunan ini. Kalau ada terms and condition nya, perhatikan dengan cermat apa saja yang disyaratkan.

 

  • Perhatikan tanggal cetak billing (tagihan) dan tanggal jatuh tempo, ini penting, karena jika anda belanja setelah tanggal cetak billing maka tagihan akan jatuh tempo pada periode berikutnya, misalnya tanggal cetak billing setiap tanggal 18, maka jika anda belanja tanggal 19 maka kewajiban bayar anda baru akan tercetak 30 hari lagi plus 15 hari lagi untuk membayar setelah tanggal cetak berikutnya, sehingga total 45 hari, sehingga tanggal jatuh temponya adalah tanggal 3 bulan berikutnya. Jika anda bayar penuh (full payment) pada tanggal jatuh tempo, maka anda tidak akan dikenakan bunga maksimum itu. Tapi jika lewat tanggal jatuh tempo, maka siap-siap bayar bunga deh. This is one way how bank earn money. Kalau kita ga bayar-bayar maka akan ada peringatan-peringatan terlebih dahulu sampai kalau sudah lewat batas tertentu tidak bayar juga, maka akan di datengin preman-preman yang siap nagih ke anda, seperti kasus salah satu bank asing yang membuat si nasabah meninggal. (sepertinya tidak perlu saya sebutkan nama bank dan orangnya disini).

 

Summary nya sbb:

 

Tanggal transaksi Tanggal Cetak billing Tanggal Jatuh Tempo Keterangan
17 Maret 18 Maret 3 April Meskipun baru 1 hari, tanggal cetak billing tetap tgl 18 pada periode yang sama.
19 Maret 18 April 3 Mei Karena tanggal transaksi lewat dari tanggal 18, maka baru akan di cetak pada periode berikutnya.

 

 

  • Kalau sudah nunggak bayar, urusannya jadi panjang, nama anda akan masuk black list di Bank Indonesia, dan dampaknya jika anda mau pinjam dana lagi ke bank, akan sulit, karena record anda yang jelek di perbankan. Bank akan mengecek terlebih dahulu status anda di Bank Indonesia, apakah pernah macet kreditnya? Oleh karena itu hati-hatilah dalam menggunakan kartu kredit.

 

  • Selain itu yang harus anda perhatikan adalah, bahwa maksimal belanja yang sebaiknya dapat anda gunakan adalah 15% dari penghasilan anda, agar tidak mengganggu cash flow anda, angka 15% ini diluar kewajiban anda yang harus di bayar untuk cicilan rumah. Jadi misalkan gaji anda Rp. 10 juta, maka maksimum hutang diluar cicilan rumah Rp. 1,5 juta.

 

  • Jika anda sering travelling, makan enak di restoran, belanja, maka gunakan poin atau penawaran yang ada, misalnya diskon 50% untuk makan di restoran tertentu, adanya potongan biaya tiket jika kita gunakan poin di kartu kredit tertentu, atau adanya life insurance yang meng cover setiap kali kita gunakan kartu kredit tersebut untuk membeli tiket pesawat. Semua itu akan mengoptimalkan kartu kredit kita bila kita cermat.

 

So be wise and be smart dalam menggunakan kartu kredit.

 

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com

Surat Wasiat = Hemat Pajak!

surat wasiat

Dalam 1 hari saya mendapatkan 2 berita duka sekaligus, salah satunya kepergian suami teman saya yang berada di puncak karirnya. Kedua, ibu teman baik saya. Memang hidup mati itu sudah di takdirkan oleh Allah SWT, dan kita sebagai manusia tidak bisa tahu rahasiaNya, dimana dan kapan kita akan kembali padaNya.

Sebagai Financial Planner alias Perencana Keuangan, sisi yang saya lihat adalah bahwa setiap orang yang meninggal pasti akan meninggalkan harta benda yang dimilikinya kepada pewaris, bisa istri, anak, keluarga dalam hubungan sedarah. Dalam financial planning situasi ini  disebut perencanaan distribusi kekayaan atau estate planning. Tidak ada hubungannya dengan real estate perumahan ya bos. Dalam tulisan ini, saya hanya membatasi distribusi kekayaan berupa rumah.

Yuk kita lihat contoh sederhana ini:

Jika seseorang meninggalkan properti berupa rumah, dan sebelum meninggal dunia ia menulis surat waris/wasiat, maka si anak entitle untuk mendapatkan properti tersebut. Namun, jika tidak ada surat waris/ hibah wasiat, maka si anak yang notabene berhak mendapatkan warisan harus mendapatkan surat keterangan ahli waris dari kelurahan dan kecamatan, dan ini pasti ada biayanya! wong bikin KTP aja yang katanya gratis, juga harus bayar, apalagi ini yang ada duitnya (there’s no such free lunch). Biaya ini akan jauh lebih taktis dan hemat, jika si pewaris sudah menuliskan surat wasiat melalui notaris yang di tunjuknya, of course there is price but its worth the price.

Apalagi manfaat surat waris/wasiat?

Dalam hibah wasiat, maka si ahli waris entitle mendapatkan discount 50% dari 5% Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang di atur dalam Peraturan Gubernur DKI No. 112/2011 – ini hanya berlaku untuk wilayah DKI ya guys – nilai ini mau ga mau harus di bayarkan dan di setorkan ke kas daerah, dan dibayarkan saat akte di tandatangani.  Selain itu si ahli waris entitle mendapatkan pengurangan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Jika asumsi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) rumah tersebut Rp. 500.000.000. secara perhitungan si ahli waris akan hemat pajak Rp. 17.250.000,

Simulasi sederhananya sebagai berikut:

 Dengan Hibah Wasiat  Tanpa Wasiat
 NJOP*

    500,000,000

   
 NPOPTKP**  

 (Rp. 350.000.000)

 (Rp. 80.000.000)

 BPHTB yang dibayarkan  

                           3,750,000

                      21,000,000

 Hemat pajak  

                         17,250,000

 

Ket:

*) Nilai Jual Objek Pajak

**) Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak

 

Tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti diri sendiri ataupun orang tua kita supaya bagi-bagi waris sekarang. Sekedar pengingat, dengan membuat surat wasiat artinya menghemat bayar pajak bagi ahli waris, kita berpikir lebih efektif dan penuh persiapan untuk keluarga kita. Buat apa kita bayar pajak besar, kalau kita bisa hemat pajak, bukan begitu?

Kesimpulannya: Mari kita hemat pajak dengan tetap taat aturan!

 

Catch me: @rizalplanner

@rizal.planner@gmail.com