Marriage with pre nuptial agreement, apa konsekuensinya?

pic source: novylaw.com

pic source: novylaw.com

Di antara orang-orang yang anda kenal mungkin ada yang menikah dengan perjanjian pisah harta (pre nuptial agreement). Perjanjian ini harus di buat sebelum pernikahan dilangsungkan. Kalau dibuatnya setelah pernikahan maka  gak berlaku.

Apa sih pre nuptial agreement  (pre nup) itu? Pre nup adalah Perjanjian pranikah yang mengikat di antara calon suami dan istri yang isinya terkait dengan harta, yang berlaku selama pernikahan hingga jika terjadi perceraian.

Untuk memudahan menjelaskan konsekuensinya, saya berikan ilustrasi berikut.

Masih ingat kasus tahun 2005 yang lalu, di mana salah satu selebriti wanita Indonesia asal Bali, yang bertubuh besar (ga perlu disebut nama yaa) yang menikah, dan setelah 4 tahun kemudian cerai dengan suaminya? Pengadilan mengabulkan perceraian tersebut dengan menetapkan pembagian harta gono gini 50:50. Atas hasil putusan pengadilan tersebut si wanita mengajukan banding, karena si wanita merasa bahwa harta-harta yang diperoleh selama pernikahan tersebut adalah miliknya, karena dia yang bekerja mendapatkannya semua itu. Tapi pengadilan memutuskan bahwa harta gono gini tersebut harus dibagi dua, karena meskipun si wanita merasa dia yang bekerja keras mendapatkan harta tersebut, tapi harta tersebut di dapatkan selama pernikahan berlangsung, maka hakim pengadilan memutuskan untuk membagi dua.

Nah dari cerita tersebut, dapat disimpulkan bahwa pernikahan tersebut dilakukan tanpa perjanjian pisah harta (pre nuptial agreement), maka si lelaki berhak untuk mendapatkan harta gono gini tersebut.

Lain ceritanya bila sebelum menikah mereka membuat pre nuptial agreement, maka:

  1. Harta si wanita akan terlindungi.
  2. Harta si pria juga terlindungi, kalau misalnya, seumpamanya, ternyata dikemudian hari ketahuan bahwa si wanita mempunyai hutang segunung, maka si pria tidak harus menanggung hutang segunung tersebut. Karena si pria juga sudah terlindungi dengan adanya pre nuptial agreement tersebut.

Pre nuptial agreement merupakan tools bagi saya sebagai financial planner untuk perencanaan distribusi kekayaan.

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

Surat Wasiat = Hemat Pajak!

surat wasiat

Dalam 1 hari saya mendapatkan 2 berita duka sekaligus, salah satunya kepergian suami teman saya yang berada di puncak karirnya. Kedua, ibu teman baik saya. Memang hidup mati itu sudah di takdirkan oleh Allah SWT, dan kita sebagai manusia tidak bisa tahu rahasiaNya, dimana dan kapan kita akan kembali padaNya.

Sebagai Financial Planner alias Perencana Keuangan, sisi yang saya lihat adalah bahwa setiap orang yang meninggal pasti akan meninggalkan harta benda yang dimilikinya kepada pewaris, bisa istri, anak, keluarga dalam hubungan sedarah. Dalam financial planning situasi ini  disebut perencanaan distribusi kekayaan atau estate planning. Tidak ada hubungannya dengan real estate perumahan ya bos. Dalam tulisan ini, saya hanya membatasi distribusi kekayaan berupa rumah.

Yuk kita lihat contoh sederhana ini:

Jika seseorang meninggalkan properti berupa rumah, dan sebelum meninggal dunia ia menulis surat waris/wasiat, maka si anak entitle untuk mendapatkan properti tersebut. Namun, jika tidak ada surat waris/ hibah wasiat, maka si anak yang notabene berhak mendapatkan warisan harus mendapatkan surat keterangan ahli waris dari kelurahan dan kecamatan, dan ini pasti ada biayanya! wong bikin KTP aja yang katanya gratis, juga harus bayar, apalagi ini yang ada duitnya (there’s no such free lunch). Biaya ini akan jauh lebih taktis dan hemat, jika si pewaris sudah menuliskan surat wasiat melalui notaris yang di tunjuknya, of course there is price but its worth the price.

Apalagi manfaat surat waris/wasiat?

Dalam hibah wasiat, maka si ahli waris entitle mendapatkan discount 50% dari 5% Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang di atur dalam Peraturan Gubernur DKI No. 112/2011 – ini hanya berlaku untuk wilayah DKI ya guys – nilai ini mau ga mau harus di bayarkan dan di setorkan ke kas daerah, dan dibayarkan saat akte di tandatangani.  Selain itu si ahli waris entitle mendapatkan pengurangan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Jika asumsi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) rumah tersebut Rp. 500.000.000. secara perhitungan si ahli waris akan hemat pajak Rp. 17.250.000,

Simulasi sederhananya sebagai berikut:

 Dengan Hibah Wasiat  Tanpa Wasiat
 NJOP*

    500,000,000

   
 NPOPTKP**  

 (Rp. 350.000.000)

 (Rp. 80.000.000)

 BPHTB yang dibayarkan  

                           3,750,000

                      21,000,000

 Hemat pajak  

                         17,250,000

 

Ket:

*) Nilai Jual Objek Pajak

**) Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak

 

Tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti diri sendiri ataupun orang tua kita supaya bagi-bagi waris sekarang. Sekedar pengingat, dengan membuat surat wasiat artinya menghemat bayar pajak bagi ahli waris, kita berpikir lebih efektif dan penuh persiapan untuk keluarga kita. Buat apa kita bayar pajak besar, kalau kita bisa hemat pajak, bukan begitu?

Kesimpulannya: Mari kita hemat pajak dengan tetap taat aturan!

 

Catch me: @rizalplanner

@rizal.planner@gmail.com