Asuransi Pendidikan, tepatkah untuk sang buah hati?

asuransi pendidikan

Sebagai orang tua pasti kita ingin yang terbaik untuk pendidikan anak-anak kita, pingin sekolah nya yang terbaik, mulai dari SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Selain menabung dan investasi, ada orang tua yang membeli produk asuransi pendidikan untuk anak-anaknya.

Sekarang, banyak penawaran asuransi pendidikan, yang notabene sekarang adalah produk unit link, produk yang sangat canggih dan sophisticated. Anda beli produk ini, kalau anda sudah punya produk proteksi yang memadai dan juga investasi yang trengginas (eeh.., betul kan bahasa indonesianya). Mengapa? Karena produk unit link adalah produk proteksi sekaligus investasi, produk yang dikemas canggih sedemikian rupa sehingga produk ini bisa memberikan perlindungan asuransi sekaligus memberikan return atas investasi yang dilakukan.

Namun, karena canggihnya produk ini, banyak dari nasabah yang kurang paham dan kurang mengerti bagaimana mekanisme nya, berikut hal-hal penting yang wajib anda ketahui mengenai asuransi pendidikan:

  1. Nilai tunai berkurang dalam periode awal, kalau misalnya di awal anda membayar premi Rp. X juta, maka dalam beberapa tahun pertama, nilai tunai anda akan berkurang. Ini namanya biaya akuisisi. Ilustrasinya begini, misalnya uang premi yang disetor Rp. 100 juta, ternyata dalam laporan tahunan sudah terpotong Rp. 10 juta, otomatis nilai tunai nya tersisa Rp. 90 juta. Nilai Rp. 10 juta tersebut adalah biaya akuisisi, artinya kurang lebih biaya yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi untuk komisi agen, biaya marketing, yang diambil dari setoran premi nasabah. Biaya ini akan terus ada sampai periode tertentu. Dan bukan tidak mungkin laporan berikutnya nominal uang anda akan berkurang lagi.
  1. Waiver premium, kurang lebih artinya, premi akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi, bila terjadi ketidakmampuan dari pihak yang membayarkan premi, sampai si anak mencapai usia sekolah/kuliah. Logikanya, buat apa dilanjutin bayar premi sampai anak mencapai usia sekolah/kuliah? Wong dibutuhin saat itu juga, saat si bapak udah ga ada lagi. Siapa yang akan bayarin sekolah si anak sekarang sampai usia sekolah/kuliah nanti? Emang nya si anak udah bisa otomatis cari duit sendiri saat si bapak ga ada sampai mencapai usia sekolah/kuliah nanti? Yang di asuransikan seharusnya adalah yang membayarkan premi, biasanya sih breadwinner alias pencari nafkah alias bapaknya BUKAN si anak sebagai penerima manfaat asuransi. Kalau ada apa-apa dengan bapaknya, maka otomatis anak akan ter-cover, bukan sebaliknya, kalau ada apa-apa dengan si anak, maka Bapaknya yang mendapatkan manfaatnya, ini kan salah kaprah.
  1. Asuransi sebagai proteksi, yang kita cari adalah untuk proteksi, sedangkan asuransi pendidikan unit link menawarkan proteksi sekaligus investasi, yang berakibat pada performance investasi dari nilai unit link itu sendiri yang tidak setinggi investasi murni. Ilustrasinya begini, misalnya Asuransi Unit Link dengan underlying asset yang sama (portfolio asset dasar yang sama) untuk Reksadana investasi murni, maka akan terlihat perbedaan yang nyata, jika pada reksadana bisa memberikan return hingga 12% p.a. (misalnya), maka return investasi di unit link biasanya lebih rendah dari 12% p.a.
  1. Perbedaan harga beli dan jual di asuransi unit link (di perusahaan asuransi tertentu), kalau diperhatikan di surat kabar, terdapat 2 kolom, jual dan beli, maka selisihnya kurang lebih sebesar 5 %. Ini adalah margin bagi perusahaan asuransi, sedangkan pada reksadana harga NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang dipublikasikan hanya closing price kolom saja, artinya harga jual dan beli unit Reksadana tersebut pada harga yang sama.

Kesimpulannya, dari 4 poin di atas, menurut saya, bisa dinilai bahwa asuransi pendidikan unit link kurang tepat sebagai proteksi sekaligus investasi untuk buah hati anda.

Oleh karena itu tetapkan tujuan dan kebutuhan anda, cermatlah dalam membeli asuransi, lebih baik bawel kepada agen asuransi daripada menyesal kemudian. Kalau masih kurang jelas, tanyakan pada financial planner anda.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

New Coal Power Plant vs Health

source: wikipedia.org & smart-labex.fr

source: wikipedia.org & smart-labex.fr

human health

In recent news topic, the new minister RR challenge VP JK to debate on the issue of build an additional 35 Gig watts of new power plants, while 22 Gig watts of which would come from coal power plants.

Based on recent report on the research “The Human Cost of Coal” from Harvard University and Greenpeace Southeast Asia, reveals that Indonesia’s coal-fired power plants cause an estimated 7,100 premature deaths every year. The number would increase to 28,000 per year if Jokowi – JK government goes ahead with an ambitious rollout of more than one hundred new coal-fired power plants. According to the report, the cause of this would be the emissions from coal-fired power plants form particulate matter and ozone would endanger to human health. More common that would likely happen in community are heart attacks, lung cancer and other cardiovascular and respiratory diseases that would likely to cut human’s life. The focus would be the quality of air and health.

By this plan to come, I urge the importance of life and health insurance to protect you and your beloved family. Not just having this issue now, even though there is no such issue like this, you would need health insurance to cover you. Of course we wouldn’t expect to be ill and hospitalized, but one never knew. Insurance protect us from such unexpected and accidentally sickness which might happened to us in the future.

As a family, you would need to buy each of your family members a health insurance and the bread-winner also a life insurance. No need to buy your kids a life insurance, because we do not expect our kids to ‘go’ first before their parents, right? Well, the point of buying life insurance is to make sure our kids are covered enough if we, as the bread-winner, gone. Not vice-versa.

This issue of having new coal power plant, quality of air, human health are just point out lately, but the main point is to take care our family by having sufficient protection with insurance.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

KASUS SI DUL

pic source: news.liputan6.com

pic source: news.liputan6.com

Awal minggu ini media heboh dengan berita kecelakaan, yang bikin heboh karena yang di duga menabrak adalah si Dul, anak bungsu Ahmad Dhani – salah seorang selebritis Indonesia. Si Dul yang baru berumur 13 tahun ini dengan sedan Lancer nya pada hari Minggu 8 September 2013 dini hari, masuk jalur berlawanan di Jagorawi, menghantam Grand Max dan Avanza, yang akhirnya menewaskan 6 orang dan 9 orang luka-luka.

Tulisan ini tidak untuk membahas si Dul, Ahmad Dhani atau perceraiannya dengan Maia, tapi dari sisi perlindungan asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle insurance). Anda sebagai pemilik mobil melindungi mobil anda dari risiko-risiko yang mungkin terjadi dengan membeli asuransi kendaraan bermotor. Bila anda baca klausula dalam Polis Asuransi Kendaraan Bermotor, maka ada klausula untuk Risiko Yang Dijamin, bahwa perusahaan asuransi akan menanggung kerugian pada pihak ketiga, meliputi:

  • Kerusakan atas harta benda
  • cedera badan atau kematian

Bersamaan dalam polis itu, juga ada klasula untuk Risiko Yang Tidak Dijamin, artinya perusahaan asuransi tidak mau memberikan ganti rugi, bila terjadi kondisi-kondisi tertentu, umumnya ada beberapa kondisi, salah satunya:

  • kendaraan bermotor tersebut dikemudikan oleh seseorang yang pada saat terjadinya kecelakaan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) yang sah atau yang oleh seseorang yang berada di bawah pengaruh minuman keras atau sesuatu bahan lain yang memabukkan.

Dalam kasus si Dul ini, perusahaan asuransi tidak akan mau mengganti kerusakan mobil Lancer atau cedera badannya si Dul, apalagi sampai menanggung mobil Grand Max dan Avanza yang rusak plus menanggung pula biaya kematian 6 orang maupun 9 orang yang luka-luka tersebut, dikarenakan si pengemudi tidak punya SIM yang sah.

Lesson learnt dari kasus ini, untuk kepentingan anda dan keluarga anda, periksalah kembali polis asuransi kendaraan bermotor anda, apa saja klasula Risiko Yang Dijamin dan Risiko Yang Tidak Dijamin, perbaharui selalu identitas anda seperti SIM supaya tidak expired, atau ingatkan supir anda untuk itu. Karena jangan sampai karena hal sepele, anda kehilangan hak anda untuk klaim, padahal kewajiban bayar premi sudah anda laksanakan.

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

Michael Jackson’s story

 

photo source: telegraph.co.uk

photo source: telegraph.co.uk

Siapa yang tidak tahu Michael Jackson (MJ)? Seorang penyanyi, penulis lagu, dancer, koreografer, produser musik, pebisnis dan philantrophist. Lahir pada 29 Agustus 1958, tercatat sebagai entertainer paling sukses menurut Guinness World Records.

The King of Pop yang sudah meninggal 4 tahun yang lalu, 25 Juni 2009. Sang Raja Pop meninggalkan 3 orang anak: Prince Michael, 16 tahun, Paris, 15 tahun dan Prince Michael II, 11 tahun.

Alkisah sang Raja Pop sebelumnya meninggal mempunyai asuransi jiwa yang preminya selalu dibayarkan oleh asistennya. Tapi beberapa bulan sebelum kematian MJ, asistennya di duga menggelapkan uang premi tersebut, sehingga kewajiban pembayaran premi asuransinya yang terakhir lapse. Kejadian ini berakibat fatal bagi anak-anak MJ sebagai penerima manfaat dari asuransi tersebut, sehingga mereka yang seharusnya menerima US$ 22,5 juta, akhirnya hanya menerima US$ 2,5 juta. Kalau dengan kurs sekarang Rp. 10.000, kurang lebih hanya terima Rp. 25 milyar dibandingkan seharusnya Rp. 225 milyar.

Premi asuransi merupakan kewajiban yang harus di penuhi oleh pemegang polis asuransi sampai waktu tertentu, apabila lapse (terlewatkan) masa pembayarannya, maka dapat berakibat berakhirnya polis asuransi  (terminate). Dalam polis asuransi, ada grace period (tenggang waktu) untuk pembayaran premi asuransi, apabila pembayaran dilakukan masih dalam tenggang waktu tersebut, maka polis tetap berlaku. Misalnya tanggal  payment due 14 Juli 2013, grace period nya 30 hari, artinya masa pembayaran premi masih bisa di tolerir sampai 14 Agustus 2013, bila pembayaran dilakukan sebelum tanggal 14 Agustus 2013 maka polis masih tetap berlaku, tapi bila dilakukan setelah tanggal 14 Agustus 2013, maka polis berakhir. Dalam kasus MJ di atas, pembayaran tidak dilakukan sampai batas grace period tersebut. Sehingga anak-anak nya nangis bombay sampai nangis darah, yang mestinya dapat puluhan juta dollar dari kematian bapaknya, karena kelakuan si asisten, maka hilanglah manfaat total asuransinya.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas, meskipun anda seorang selebriti, sangat super sibuk sekali di kantor atau bisnis anda, tapi bila untuk kepentingan keluarga anda, anak-anak tercinta anda yang menjadi beneficiary dari asuransi jiwa anda, bayarlah SENDIRI premi asuransi anda tepat waktu, sehingga kejadian keluarga MJ tidak menimpa keluarga anda.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

LINDUNGI ASET KITA!

 General-Insurance

Empat hari di awal tahun 2013 ini, koran, media sosial, TV, Radio sibuk menyiarkan berita kecelakaan salah satu anak pejabat di negeri ini. Yang jadi korban tabrak BMW X5 adalah si mobil Luxio, 2 orang meninggal dan 3 luka-luka. Buat politician, ini bisa jadi senjata buat lawan politik. Buat jurnalis, berita ini akan jadi konsumsi publik yang ga ada matinya untuk dikorek terus.

Well, sebagai financial planner alias perencana keuangan yang saya lihat bahwa kita sebagai manusia amat sangat mungkin untuk lengah dan mengalami kecelakaan. Dan untuk melindungi aset kita dari kejadian tersebut kita perlu perlindungan alias asuransi seperti dalam kasus ini untuk kendaraan bermotor kita (please note saya bukan agen asuransi yaa).

Jika kita punya kendaraan bermotor apalagi sekelas BMW X5 maka asuransi bukan kayaknya perlu, tapi kudu punya. Tulisan kali ini saya batasi untuk Asuransi Kendaraan Bermotor saja, supaya tidak terlalu luas. Produk Asuransi Kendaraan Bermotor ini di jual oleh perusahaan asuransi umum, inget ya ada perusahaan asuransi yang menjual produk Asuransi Jiwa dan ada yang menjual Asuransi Non Jiwa alias Umum.

Ada bermacam-macam Asuransi Umum yang ada di pasaran, seperti Asuransi Kendaraan Bermotor, Asuransi Kebakaran Rumah (bayangkan kalau rumah kita kebakaran, ga punya asuransi, mau tinggal dimana? Mau jadi gembel di jalanan?? Ga punya cukup duit buat bangun lagi) dan masih 13 jenis asuransi umum lainnya.

Kalau kita beli kendaraan bermotor dengan cara nyicil, maka otomatis kita akan ditawari asuransi. Pilihlah asuransi yang meng cover all risk alias comprehensive, artinya yang memberikan jaminan kerugian sebagian maupun menyeluruh, selain itu juga punya perlindungan third party liabilitie (TPL). Untuk third party liabilities, sebagai gambaran sederhananya kalau ada apa-apa dengan pihak ketiga yang kita tabrak, maka asuransi akan menanggung pihak ketiga, dalam kasus ini si mobil Luxio. Third party liabilities ini merupakan extension atau extended coverage buat kita dan otomatis ada hitungan tambahan premi yang harus dibayarkan. Di luar negeri, premi ditentukan oleh usia, jenis kelamin dan claim record, kalau di sini, premi ditentukan oleh usia kendaraan, harga kendaraan, jenis kendaraan (penumpang, truk), dan penggunaan (umum atau pribadi).  

Ada 4 prinsip yang harus di perhatikan pada waktu kita membeli asuransi, yang pertama Utmost good faith, beli asuransi dengan niat terbaik, kedua Insurable interest, yang beli asuransi dan yang di asuransikan ada kepentingan hukum, ketiga Indemnity, beli asuransi untuk mengganti kerugian financial, bukan cari untung, yang terakhir prinsip Proximate cause, penyebab terdekat terjadinya risiko.

Kesimpulannya: yuk kita lindungi diri kita sekeluarga dan aset kita, lets have peace of mind with insurance!

 

Catch me:  @rizalplanner

Contact:  rizal.planner@gmail.com

Financial Planner Uang dan Keluarga