CERMAT MEMILIH INVESTASI

source: aegonreligare.com

source: aegonreligare.com

Akhir-akhir ini media massa banyak memberitakan seorang ustadz terkenal yang dihentikan kegiatan pengumpulan dananya oleh otoritas yang berwenang (baca: OJK = Otoritas Jasa Keuangan). Di radio kita juga mendengar, bahwa OJK banyak memberikan himbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam berinvestasi.

Tulisan ini tidak untuk membahas si ustadz (tidak perlu disebut namanya yaa) atau OJK atau person secara tertentu, tapi untuk diri kita sendiri dalam memahami keputusan investasi yang kita pilih, agar kita cermat dan berhati-hati.

Selain tips yang pernah saya bahas dalam tulisan saya 14 Januari 2013 https://rizalplanner.wordpress.com/2013/01/14/tips-berinvestasi/ , ada beberapa hal yang juga perlu menjadi concern kita dalam berinvestasi.

  • Legalitas usaha.
    • Adakah Surat Izin Usaha dari otoritas yang berwenang? Kalau misalnya mengumpulkan dana pihak ketiga, harus punya izin dari BI seperti layaknya Bank, kalau punya usaha pengelolaan dana, tentu harus ada izin dari OJK, kalau investasi komoditas, harus ada izin dari Otoritas Bursa Berjangka. Jadi jika ingin lebih yakin, cek terlebih dahulu surat ijin usaha nya ke otoritas berwenang, dan apakah benar izin usaha tersebut valid?
  • Underlying asset.
    • Duitnya untuk beli apa sebagai dasar investasi? Duit kelolaannya itu diputar dimana? Apakah di Pasar Modal? Pasar Uang? Komoditas? Forex? Properti? Tambang? Emas? atau apa? Semuanya itu bisa dihitung return nya. Misalnya jika ada yang menjanjikan return 10% per BULAN, patut di tanyakan, duitnya di putar dimana? Apa saja portfolionya? Sudah berapa lama mengelola portfolio tersebut. Mana buktinya? Hal-hal tersebut merupakan pertanyaan yang harus menjadi concern kita, agar duit kita tidak hilang.
  • Kapasitas dan Pengetahuan.
    • Apakah pemilik usaha atau pengelola dana tersebut mempunyai kapasitas yang cukup dalam mengelola dana. Apakah ia mempunyai pengetahuan yang memadai dalam mengelola investasi. Apakah ia memiliki lisence (surat ijin) yang diterbitkan oleh otoritas berwenang, seperti di pasar modal dikenal adanya lisence MI (Manajer Investasi). Karena jika salah kelola dan tidak cukup kapasitasnya dalam mengelola portfolio yang ada, maka taruhannya selain nama baik juga secara hukum bisa dituntut, karena tidak berizin.
  • Kepercayaan.
    • Apakah si pengelola dapat dipercaya? Apakah dia punya track record yang bagus dalam dunia investasi? Sebagai contoh, misalnya untuk bank sebagai agen penjual reksadana tentu sudah melakukan seleksi terhadap manajer investasi. Bank mempunyai kriteria tersendiri dalam menilai kelayakan suatu manajer investasi agar produknya layak di jual oleh bank. Karena bank juga tidak mau terkena dampak jika terjadi apa-apa dengan si penjual alias si manajer investasi meskipun sudah dijelaskan di awal bahwa bank hanya sebagai agen penjual reksadana saja.

So guys, be careful choosing your investment.

Catch me; @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

MENGAPA DEPOSITO TIDAK DIREKOMENDASIKAN SEBAGAI INVESTASI?

source: depositoberjangka,com

source: depositoberjangka,com

Jika ada kelebihan rejeki, bonus, uang nomplok atau atau apapun itu namanya, tentu kita ingin mengoptimalkan uang kita. Jika tujuan kita untuk berinvestasi, maka produk perbankan yang namanya deposito, bukan merupakan pilihan yang tepat. Kenapa?

Datanya seperti ini: tingkat suku bunga deposito berjangka 1 bulan: 4,50%, 3 bulan: 3,50%, 6 bulan: 3,75% dan 12 bulan: 3,75% (sumber: Bisnis Indonesia per 23 Mei 2013 untuk salah satu bank), proyeksi inflasi 2013 sebesar 5,40%. Jika kita depositokan uang kita selama 12 bulan, maka uang kita akan tumbuh minus 2,4% (catatan: bunga deposito terkena pajak final 20%, sehingga nett bunga deposito 12 bulan jadi 3% saja). ini artinya tingkat inflasi jauuuh lebih tinggi daripada tingkat bunga deposito, nilai uang kita tergerus! Inilah sebabnya mengapa deposito tidak direkomendasikan sebagai instrumen investasi.  

Ilustrasi sederhananya seperti ini, jika anda depositokan Rp. 10.000.000 saat ini, maka nilai uang anda sama dengan Rp. 9,76 juta setelah 12 bulan di taruh di deposito bank, artinya nilai uang anda berkurang Rp.237 ribu, meskipun secara nominal uang anda bertambah karena mendapatkan bunga bank.

Inflasi inilah musuh utama kita yang tidak kelihatan, waspadalah waspadalah..

Oleh karena itu, sebagai financial planner, saya sarankan pilihlah instrumen investasi yang memberikan return yang lebih tinggi daripada inflasi.

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

RAHASIA CARA PIKIR ORANG KAYA

source:simpledollar.com

source:simpledollar.com

Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang  bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner. Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga tersebut. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres.

 Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul “The Millionaire Mind”.

Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya dalam 1 generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut, berikut 10 gaya hidup:

1. Orang-orang tersebut FRUGAL = HEMAT
 Artinya: Mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang mereka. Untuk  beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu dimana beli barang bagus tapi murah.

2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income mereka, tidak hidup gali lobang tutup lobang alias anti utang.

3. Sangat loyal terhadap pasangan – tidak cerai dan setia!

4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA sering resesi ekonomi, mereka selalu lolos).
 Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya: “Overcoming worry and fear with The Bible and pray,with faith to God. We have God and His word

5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan
Ccontoh: Kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently from the crowd. Mereka “man of production” bukan “man of consumption

6. Ketika ditanya kunci suksesnya;
 a. Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.
 b. Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal makanan,  mereka orang yang   tidak sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.
 c. Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along with people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.
 d. Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak/tidak enak. Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya diluar.

 7. Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:
 a. Mengajak anak dan cucu olahraga, alasannya: dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang).
 b. Banyak memikirkan tentang investment.
 c. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini menjadi lifestyle mereka sejak muda.
 d. Attending religious activities.
 e. Sosializing with children and grand child, ngobrol.
 f. Entertaining with friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.
 

8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.

 9. Religious millionaire
 Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset sama Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk bisnis. Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.

 10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah  TUHAN.

catch me: @rizalplanner

contact : rizal.planner@gmail.com

BELI PROPERTY YUK…!

source: cirebonproperti.com

source: cirebonproperti.com

 

Emangnya kayak beli kacang?

Tapi fenomena ini yang terjadi sekarang, orang rela antre untuk dapat nomer antrian beli properti, baik rumah, ruko maupun apartemen. Karena ada survey yang mengatakan bahwa antara supply properti dengan permintaan properti masih sangat jauh, sehingga karena lebih banyaknya permintaan dibandingkan supply barang yang ada, ga heran, harganya naik terus.

Properti merupakan salah satu instrumen yang banyak direkomendasikan sebagai portfolio investasi. Untuk pasangan muda, rumah merupakan kebutuhan, kelak dengan adanya anak-anak maka mau tidak mau tempat tinggal sudah jadi kebutuhan keluarga, masa mau nebeng di rumah orang tua terus? atau ngontrak terus?

Kalau uang belum cukup beli cash, maka hutang properti di bank (misalnya KPR – Kredit Pemilikan Rumah) merupakan hutang yang produktif, karena value dari properti tersebut akan terus naik seiring dengan berjalannya waktu. Selain itu value properti akan meningkatkan total kekayaan bersih anda.

Dengan adanya aturan Bank Indonesia, kita boleh hutang 70% dari harga transaksi, artinya 30% harus kita bayarkan cash sebagai down paymentnya.

Jika kita beli rumah melalui KPR bank, maka estimasi biaya yang timbul seperti bayar jasa notaris, pajak, Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, (BPHTB) dan biaya-biaya lainnya, diperkirakan sebesar 10% dari value KPR yang kita ambil. Dan ini harus kita siapkan dana cash.

Misalnya harga rumah Rp. 500 juta, maka DP yang harus kita siapkan Rp. 150 juta, pajak, BPHTB dan biaya-biaya lain sebesar Rp. 35 juta.

Tabel perhitungannya seperti di bawah:

Items Harga Keterangan
Harga rumah Rp. 500 juta Nilai transaksi
Down payment (DP) Rp. 150 juta =30% dari Rp. 500 juta – siapkan dana cash
Pembiayaan bank Rp. 350 juta =Rp. 500 juta – Rp. 150 juta – hutang produktif kita.
Biaya jasa notaries, BPHTB, dan biaya lain-lain Rp. 35 juta 10% x Rp. 350 juta, yang ini juga harus cash

 Hal lain yang jadi perhatian Bank dalam menyetujui kredit adalah perhitungan rasio hutang terhadap pendapatan kita, maksimum 35%, ada Bank yang cuma kasih batas 30%.

Misalnya cicilan per bulan Rp. 5 juta selama 10 tahun, sedangkan gaji Rp. 20 juta, maka rasio hutang terhadap gaji adalah 25%, otomatis di bawah kriteria tsb.

Perhitungan tabel sederhananya bisa dilihat sbb:

Items Nilai Keterangan
Gaji Rp. 20 juta (asumsi bisa joint income dengan pasangan)
Jangka waktu 10 tahun  
Cicilan/ bulan Rp. 5 juta Terdiri dari hutang pokok dan bunga
Rasio cicilan terhadap gaji 25% Max. yang di perbolehkan 35%.

 Sebagai financial planner, investasi di properti merupakan diversifikasi dari investasi kita. Ini jelas aset yang nyata, selain itu jika kita beli melalui dengan cara hutang ke Bank, Bank akan mengecek dan memverifikasi properti yang akan di beli, karena Bank juga punya kepentingan agar rumah yang jadi agunan memang jelas adanya tidak seperti investasi bodong yang heboh itu (lihat tulisan saya: Ketipu lagi)

 So, jangan tunggu harga naik baru beli properti, tapi belilah properti dan tunggulah harga naik

 

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.planner@gmail.com

FOKUS!

source: endevor.org

source: endevour.org

Ada yang pernah bertanya kepada saya, dari sekian rencana-rencana yang ingin dibuat dengan keterbatasan dana yang ada, mana yang lebih di dahulukan? Apakah dana darurat, dana pendidikan, dana pensiun, dana proteksi? Lihat tulisan saya Pakta Integritas: https://rizalplanner.wordpress.com/2013/02/19/pakta-integritas/

Jawabannya: fokus satu saja dulu. Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mendisiplinkan diri kita untuk fokus mencapai tujuan kita. Misalnya. kalau tujuan kita untuk memperoleh dana pendidikan anak, maka mulailah dari sekarang menyisihkan secara rutin dana untuk kepentingan pendidikan anak.

Misalnya, setiap bulan kita mampu menyisihkan uang sebesar Rp. 1,5 juta, maka uang tersebut kita masukkan dalam keranjang investasi kita. Ada 2 cara yang bisa kita lakukan:

  1. Yang pertama, langsung menempatkan dalam bentuk investasi, beli produk pasar modal seperti reksadana setiap bulannya, dan selama sekian periode kita terus membeli reksadana tersebut secara teratur. Ini yang disebut dengan dollar cost averaging. Artinya kita membeli produk dengan harga rata-rata. Jika bulan ini misalnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) dari reksadana Rp. 1200 dan bulan depan pada waktu kita beli naik menjadi Rp. 1300, maka secara-rata-rata harga unit reksadana yang kita beli NAB nya Rp. 1250. Dengan dollar cost averaging, kita ga usah pusing soal kapan belinya, unit reksadana yang terbeli akan lebih banyak pada saat NAB rendah, dan unit reksadana yang terbeli akan lebih sedikit pada saat NAB naik. Karena tujuannya adalah mendapatkan harga rata-rata terendah dari investasi yang kita beli.
  2. Yang kedua, mengakumulasikan terlebih dahulu, misalnya akumulasikan dana bulanan Rp. 1,5 juta selama 1 tahun, baru kemudian kita belikan aset investasi. Misalnya dana akumulasi yang terkumpul selama 1 tahun Rp. 18 juta, setelah itu bisa kita belikan aset berupa emas batangan. Saat ini harga emas batangan khususnya Logam Mulia (LM) Antam per gramnya Rp. 513.000, asumsikan kenaikan emas 20% per tahun, maka 35 gram LM Antam yang sama yang anda beli hari ini, nilainya akan naik 20% tahun depan.

Lakukan secara kontinu sampai dana pendidikan yang anda tuju tercapai jumlahnya. Untuk memilih investasi apa yang akan dipilih, bisa sektor finansial seperti pasar modal, komoditas seperti emas maupun sektor riil seperti usaha sewa atau peternakan, tapi  inga inga…setiap investasi punya risiko. Tanyakan pada expertnya, financial planner anda untuk mengetahui lebih lanjut.

Kesimpulan: disiplin investasi dan monitor investasi anda.

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.planner@gmail.com

KETIPU LAGI…

Sumber: businesstoday.intoday.in

Sumber: businesstoday.intoday.in

Heran saya, kenapa masih ada saja orang yang ketipu dengan model investasi emas dengan iming-iming return (imbal hasil) yang tinggi, seperti kasus Raihan Jewellery (“RJ”) yang beritanya hari ini jadi headline harian Kontan (Rabu, 27 Februari 2012).  Kasus penipuan seperti ini sekarang sudah masuk laporan polisi.

Skema penawaran investasi emas “RJ” seperti ini: pembelian emas batangan minimal 100 gram dengan harga 20%-25% di atas harga emas Logam Mulia, kemudian kita di janjikan akan dapat bonus 1,5% – 2,5% per bulan selama 6 bulan. Jadi kalau harga emas per gram hari ini Rp. 536.000, dan kita beli 2 kg saja, artinya harga yang kita bayarkan ke “RJ” Rp. 1,3 Milyar dan setiap bulan terima bonus Rp. 33 juta selama 6 bulan, atau kalau tidak beli fisiknya, maka kita dapat surat perjanjian investasi dengan janji nilai keuntungan 4,5% dan 5,4% per bulan selama 6 bulan dan 12 bulan.  Dalam kasus ini, setelah bulan ke-4 “RJ” tidak mampu lagi membayar return kepada investornya, ditambah lagi uang pokoknya yang juga tidak balik.

Jika dihitung, untuk pembelian emas secara fisik, maka per tahun “RJ” menjanjikan return 18%-30%, sementara jika tidak beli fisik alias hanya dapat surat perjanjian investasi saja, return nya jauh lebih besar 54% -65% per tahun, bandingkan dengan return reksadana saham yang ‘hanya’ bisa mencapai 24% – 27% per tahun, apalagi deposito yang hanya 5,75% per tahun. Maka jika kita di tawari dengan janji-janji surga investasi seperti ini, sebaiknya kita pelajari baik-baik, atau bertanyalah kepada expert nya – financial planner anda.

Sebagai financial planner, saya sarankan jika anda ingin membeli emas batangan seperti LM Antam, belilah langsung di toko emas, ada barang ada uang. Pastikan anda tahu berapa harga pasaran LM hari itu dan mintalah sertifikatnya. Jadi kalau mau beli 2kg emas, anda bisa bawa cash Rp. 1,3M ke toko emas atau transfer atau debit ke rekening pemilik toko emas tsb. Harga LM Antam yang tertera di website Antam jauh lebih mahal daripada harga di toko emas. Jadi cek dulu harga pasaran toko berapa.

Saya melihat bahwa masih banyaknya orang-orang yang tertipu ini karena faktor serakah (greed) ingin mendapatkan untung besar tapi tidak memperhitungkan resikonya. Sialnya lagi bila investor “RJ” tersebut meminjam uang ke bank untuk investasi tsb. sudah uang pinjaman hilang, cicilan harus jalan terus ke bank. Nangis bombay deh.

Masih ada beberapa perusahaan lain yang menawarkan model investasi emas, oleh karena itu waspadalah.., waspadalah.

 

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

PAKTA INTEGRITAS

Pakta Integritas

 

Hiruk pikuk politik di negeri ini sepertinya tidak akan ada habisnya, padahal saat ini masih awal tahun 2013, sedangkan pemilu tahun 2014, masih ada waktu 1 tahun lebih, tapi sudah heboh, mulai dari skandal sapi, sampai yang terakhir turunnya elektabilitas satu partai.

Kasus-kasus yang menimpa kader salah satu partai penguasa saat ini di Indonesia membuat sang pemimpin turun tangan dan menginstruksikan untuk membuat pakta integritas. Pakta integritas partai ini antara lain berisi komitmen kader partai untuk “menyejahterakan masyarakat”, menjaga nama baik partai, bertindak adil dalam menjalankan tugas, meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin, patuh dan taat kepada konstitusi dan semua peraturan yang berlaku serta menaati kode etik partai. Saya tidak perlu menyebut nama partainya, semua sudah tahu yang dimaksud. Yang menurut saya semua itu hanya politik pencitraan saja.

 

Dari perpektif keuangan keluarga, pakta integritas juga penting, bahwa kita punya komitmen untuk mensejahterakan keluarga kita dengan penuh tanggung jawab dan terencana.  Ada 5 poin penting yang mesti masuk dalam ‘pakta integritas’ perencanaan keuangan keluarga antara lain:

  1. Dana darurat, alokasi dana ini penting untuk mengantisipasi kejadian-kejadian darurat yang tidak terduga dalam keluarga kita, misalnya sang pencari nafkah kehilangan pekerjaan akibat PHK dan butuh waktu sampai mendapatkan pekerjaan kembali.
  2. Dana pendidikan anak-anak, anak-anak kita merupakan tanggung jawab kita, dana pendidikan mereka harus di persiapkan sejak dini, persiapan dana pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMU sampai Perguruan Tinggi dapat dilakukan dengan berbagai cara, bisa menabung, membeli asuransi, atau berinvestasi secara rutin.
  3. Dana perlindungan, bila terjadi sesuatu dengan pencari nafkah, maka keluarga kita sudah mendapatkan perlindungan, ini bisa kita peroleh melalui asuransi. Belilah perlindungan asuransi jiwa sesuai kebutuhan proteksi, ingat kebutuhan proteksi saja, jangan mencampurkan dengan lainnya seperti investasi atau tabungan.
  4. Dana rumah tinggal, harga properti terus naik setiap hari, kebutuhan akan tempat tinggal sangat tinggi sementara supply properti masih jauh di bawah demand. Dana ini kita gunakan sebagai down payment dari rumah tinggal yang akan kita beli, syukur-syukur kalau dananya lebih dari cukup sehingga bisa beli tunai. Dana ini bisa kita dapat dari tabungan kita dan investasi kita setiap bulannya.
  5. Dana pensiun, apakah anda sudah melihat bagaimana orang tua anda dalam masa pensiun? Apakah cukup dana bulanannya? Apakah anda sudah terbayangkan bila anda pensiun seperti apa? Inilah pentingnya mengapa kita perlu memikirkan dana pensiun kita sejak dini, baik dari pendapatan aktif dimana kita masih harus bekerja maupun pendapatan pasif seperti pendapatan dari kos-kosan, menyewakan apartemen ataupun pendapatan pasif lainnya.

 Untuk ‘pakta integritas’ kesejahteraan keluarga merupakan komitmen kita kepada keluarga kita tercinta dan bukan sekedar dagelan pencitraan politik belaka.

 Conclusion: Let’s plan for a better future for our beloved family.

 Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

 

 

TIPS PRAKTIS: AKUMULASIKAN KEKAYAAN ANDA

sumber:rahasiacantikmenarik.blogspot.com

sumber:rahasiacantikmenarik.blogspot.com

Berapa banyak yang kita sisihkan tiap bulan untuk menabung? Berapa banyak untuk investasi?

Jika setiap bulan kita sisihkan 10% dari penghasilan kita untuk ditabung, artinya kita menempatkan uang kita di tempat yang risikonya kecil dan relatif aman seperti tabungan atau deposito di bank. Instrumen keuangan seperti ini tidak untuk melipatgandakan kekayaan tapi lebih pada mengakumulasikan. Ini yang namanya akumulasi kekayaan.

Sedangkan kalau investasi, artinya kita menempatkan uang kita di instrumen keuangan maupun non keuangan untuk melipatgandakan kekayaan serta mempunyai risiko contohnya investasi di reksadana, saham, emas, properti, obligasi, sukuk dan instrumen investasi lainnya. Ini yang disebut akselerasi kekayaan. Instrumen-instrumen tersebut berbanding lurus antara risiko dan return yang diberikan. Contohnya saham, potensinya besar untuk mendapatkan hasil yang tinggi, tapi risikonya besar juga untuk kehilangan uang.

Tips praktis:  sisihkan 10% untuk menabung setiap bulannya secara rutin, anggaplah ini sebagai bayaran diri anda tiap bulan, kemudian sisanya anda pos-pos kan untuk pengeluaran.
Misalnya gaji anda Rp 20 juta setiap bulan, maka Rp 2 juta anda tabung setiap bulannya, sisanya Rp 18 juta anda pos kan untuk pengeluaran rumah tangga, bayar cicilan rumah, mobil, keperluan anak, pendidikan, investasi dll.

Kesimpulan: menabung secara disiplin, mengakumulasikan kekayaan anda.

Catch me: @rizalplanner
Contact: rizal.planner@gmail.com

Perspektif Lain Skandal Sapi – 2

sumber: vernonblog.blogspot.com

sumber: vernonblog.blogspot.com

Masih melanjutkan perspektif lain dari skandal sapi, apakah pernah terpikir oleh kita bahwa sapi-sapi itu bisa menjadi sumber pendapatan kita di saat pensiun nanti? Eeiittss, bukan ikut-ikutan skandal korupsi ya, maksudnya begini, sebagai financial planner alias perencana keuangan, tentu selain memperhitungkan life style, life expectancy, dan pengeluaran, kita juga memperhitungkan berapa pemasukan pada saat pensiun nanti. Ya, source of income juga harus di pikirkan, bisa passive income dari dividen saham yang kita punya, kupon dari obligasi kita, atau kos-kosan yang kita punya. Semua itu diibaratkan sapi-sapi yang memberikan hasil pada pemiliknya, bisa dari susunya, dagingnya, jeroannya atau kulitnya.

Source of income ini akan di perhitungkan sebagai salah satu sumber pendanaan kita di masa pensiun, contohnya jika kita saat ini mempunyai tabungan yang cukup untuk di investasikan, membuka kos-kosan bisa menjadi satu alternatif untuk mulai men generate source of income kita, atau bila kita punya warisan berupa properti seperti rumah yang bisa di sewakan, hal ini juga bisa men support dana kebutuhan pensiun. Sehingga pada waktu menghitung dana kebutuhan pensiun, kekurangan dana pensiun akan lebih ringan dengan source of income yang sudah ada.

Hal lain yang perlu di perhatikan dalam menghitung kekurangan dana pensiun adalah inflasi, ya inflasi. Sebagai financial planner, saya tidak akan bosan-bosan mengingatkan kita akan musuh bersama yang tidak kelihatan ini. Dengan memasukkan faktor inflasi, kita perlu evaluasi secara berkala portfolio yang kita punya, agar value Rp. 10 M dari dana pensiun tersebut tidak tergerus karena inflasi, sehingga akan mencerminkan jumlah rupiah sesungguhnya.

Kesimpulan: yuk, kita mulai rencanakan pensiun kita.

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

Perspektif Lain Skandal Sapi

sumber: thestoryofmoney.blogspot.com

sumber: thestoryofmoney.blogspot.com

Berita paling panas minggu ini adalah heboh skandal sapi Rp. 40 M dengan uang DP Rp. 1 M plus cerita si perantara yang plus plus.  Ssebelumnya heboh skandal korupsi suap pengurusan anggaran Kementrian Pemuda dan Olah Raga serta Kementrian Pendidikan Nasional sebesar Rp. 2,5 M dan US$ 12 juta, yang telah menghukum terdakwa 4,5 tahun penjara, saya tidak perlu menyebutkan nama-nama, karena anda pasti sudah tahu siapa yang di dimaksud dalam skandal-skandal ini.

Tulisan ini tidak akan membahas poltik, partai maupun sapi-sapi itu. Perspektif lain yang saya lihat dari skandal ini, sebagai financial planner alias perencana keuangan adalah nilai dari uang tersebut sebagai dana pensiun. Bayangkan jika kita bisa mempunyai uang senilai Rp. 40 M sebagai dana pensiun kita. Wah tentu kita tidak akan merepotkan anak-anak kita kelak, tidak akan merepotkan orang lain karena kita sudah mempunyai dana pensiun yang cukup untuk masa tua kita kelak.

Memang benar untuk menghitung kebutuhan tiap-tiap orang akan dana pensiun berbeda-beda, banyak faktor antara lain:

  1. Gaya hidup – apakah kita ingin pada waktu pensiun, life style kita sama seperti sekarang? Apakah kita justru ingin travelling ke tempat-tempat yang selama ini jadi impian?
  2. Besarnya pengeluaran  – bagaimana pengeluaran pada waktu pensiun nanti? apakah lebih kecil dari pada saat ini? Apakah dana untuk keperluan berobat akan lebih besar?
  3. Life expectancy – maksudnya berapa lama kita akan hidup selama menjalani masa pensiun sampai kita meninggal dunia (kita semua akan menuju ke sana, right guys?) misalnya kita pensiun di usia 55 dan diperkirakan meninggal usia 65 tahun, maka life expectancy kita 10 tahun.

Ada berbagai macam faktor dalam menghitung kebutuhan pensiun, dan teknik menghitungnya.

Balik lagi ke nilai uang skandal sapi, asumsikan 25% nilai uang skandal tersebut adalah sebesar kebutuhan kita akan pensiun, sebesar Rp. 10 M. Misalnya saat ini kita berumur 35 tahun dan uang tersebut akan kita butuhkan 20 tahun lagi pada saat kita pensiun, dengan pilihan investasi yang memberikan return 25% per tahun, maka yang perlu kita sisihkan hanya Rp. 1.500.000 setiap bulannya. Dan dengan asumsi perhitungan investasi dan faktor-faktor tersebut di atas uang Rp. 10 M tersebut akan cukup meng cover masa tua kita.

Oleh karena itu, sebagai financial planner, saya menyarankan kepada anda semua untuk mulai memikirkan dana pensiun ini, tidak ada kata terlambat untuk memulai, yang salah kalau tidak mau mulai-mulai.

Kesimpulan: rencanakan pensiun anda sedini mungkin, mintalah bantuan expert nya untuk menghitung dana pensiun anda.

Catch me: @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com