LINDUNGI ASET KITA!

 General-Insurance

Empat hari di awal tahun 2013 ini, koran, media sosial, TV, Radio sibuk menyiarkan berita kecelakaan salah satu anak pejabat di negeri ini. Yang jadi korban tabrak BMW X5 adalah si mobil Luxio, 2 orang meninggal dan 3 luka-luka. Buat politician, ini bisa jadi senjata buat lawan politik. Buat jurnalis, berita ini akan jadi konsumsi publik yang ga ada matinya untuk dikorek terus.

Well, sebagai financial planner alias perencana keuangan yang saya lihat bahwa kita sebagai manusia amat sangat mungkin untuk lengah dan mengalami kecelakaan. Dan untuk melindungi aset kita dari kejadian tersebut kita perlu perlindungan alias asuransi seperti dalam kasus ini untuk kendaraan bermotor kita (please note saya bukan agen asuransi yaa).

Jika kita punya kendaraan bermotor apalagi sekelas BMW X5 maka asuransi bukan kayaknya perlu, tapi kudu punya. Tulisan kali ini saya batasi untuk Asuransi Kendaraan Bermotor saja, supaya tidak terlalu luas. Produk Asuransi Kendaraan Bermotor ini di jual oleh perusahaan asuransi umum, inget ya ada perusahaan asuransi yang menjual produk Asuransi Jiwa dan ada yang menjual Asuransi Non Jiwa alias Umum.

Ada bermacam-macam Asuransi Umum yang ada di pasaran, seperti Asuransi Kendaraan Bermotor, Asuransi Kebakaran Rumah (bayangkan kalau rumah kita kebakaran, ga punya asuransi, mau tinggal dimana? Mau jadi gembel di jalanan?? Ga punya cukup duit buat bangun lagi) dan masih 13 jenis asuransi umum lainnya.

Kalau kita beli kendaraan bermotor dengan cara nyicil, maka otomatis kita akan ditawari asuransi. Pilihlah asuransi yang meng cover all risk alias comprehensive, artinya yang memberikan jaminan kerugian sebagian maupun menyeluruh, selain itu juga punya perlindungan third party liabilitie (TPL). Untuk third party liabilities, sebagai gambaran sederhananya kalau ada apa-apa dengan pihak ketiga yang kita tabrak, maka asuransi akan menanggung pihak ketiga, dalam kasus ini si mobil Luxio. Third party liabilities ini merupakan extension atau extended coverage buat kita dan otomatis ada hitungan tambahan premi yang harus dibayarkan. Di luar negeri, premi ditentukan oleh usia, jenis kelamin dan claim record, kalau di sini, premi ditentukan oleh usia kendaraan, harga kendaraan, jenis kendaraan (penumpang, truk), dan penggunaan (umum atau pribadi).  

Ada 4 prinsip yang harus di perhatikan pada waktu kita membeli asuransi, yang pertama Utmost good faith, beli asuransi dengan niat terbaik, kedua Insurable interest, yang beli asuransi dan yang di asuransikan ada kepentingan hukum, ketiga Indemnity, beli asuransi untuk mengganti kerugian financial, bukan cari untung, yang terakhir prinsip Proximate cause, penyebab terdekat terjadinya risiko.

Kesimpulannya: yuk kita lindungi diri kita sekeluarga dan aset kita, lets have peace of mind with insurance!

 

Catch me:  @rizalplanner

Contact:  rizal.planner@gmail.com

Financial Planner Uang dan Keluarga

Persiapan Dana Pendidikan Anak

smart baby 

Hari ini hari kerja pertama di tahun 2013 ini, atau ada yang masih mingpitnas (minggu kejepit nasional) ah senangnyaa….Mungkin ada yang ingat, ada salah satu iklan yang bilang: our kids are our future. Its true! Kita perlu mempersiapkan pendidikan anak-anak di masa depan.

Anyway, kalau kemarin kita sudah membuat budget atau bujet atau anggaran, selanjutnya dari kelebihan atau sisa anggaran tersebut, kita berencana untuk mulai mewujudkan resolusi kita, misalnya kita ingin merencanakan dana pendidikan anak untuk kuliah di suatu perguruan tinggi dalam waktu 10 tahun lagi.

  • Asumsi anak kita sekarang dalam usia 7-8 tahun/ 2 SD
  • Total uang kuliah untuk masuk salah satu PTN (Perguruan Tinggi Negri) saat ini adalah Rp. 100 juta, biaya tersebut sudah termasuk uang pangkal Rp. 60 juta dan uang kuliah Rp. 5 juta per semesternya untuk 4 tahun masa kuliah)
  • Artinya untuk kita para orang tua, dalam 10 tahun lagi, dengan asumsi inflasi pendidikan sebesar 8%, maka dana kuliah yang harus kita persiapkan sebesar Rp. 215.900.000 atau hampir 220% dari biaya sekarang.

Gimana cara mempersiapkannya?

  1. Menabung, hmm, cara ini yang paling konvensional dan harus dilakukan dengan penuh disiplin. Cara yang efektif ialah dengan mendebet langsung rekening kita dan pisahkan dengan rekening operasional kita. Hal ini penting untuk memaksa kita untuk konsisten menabung, sudah banyak perbankan yang menjual produk ini, mulai dari Rp. 100 ribu sebulan, sampai yang jutaan Rupiah dengan iming-iming hadiah seperti gadget jika menempatkan sejumlah dana di awal.
  2. Yang kedua Asuransi, dengan membeli asuransi, kita tidak saja menabung tapi juga terproteksi. Ada banyak banget produk asuransi pendidikan yang di jual di pasaran.
  3. Yang ketiga Investasi, dapat dilakukan dengan memilih instrumen keuangan yang paper based salah satunya adalah reksadana, atau instrument yang non paper based seperti komoditas seperti emas.

Masih dengan asumsi dengan biaya kuliah di atas, selanjutnya bagaimana cara menghitungnya?

  1. Misalnya kita memilih untuk menabung, dengan asumsi bunga bank yang diberikan 3% per tahun, maka tabungan yang mesti kita sisihkan kurang lebih sebesar Rp. 1.500.000 SETIAP BULANNYA SELAMA 10 TAHUN. Maka pada tahun 2023, akan terbentuk dana kurang lebih sebesar Rp. 215.900.000.
  2. Asuransi, tergantung berapa besar premi yang kita sanggup, ada yang bayar bulanan, semesteran atau tahunan. Untuk proteksinya pastikan bahwa produk yang kita beli memberikan waiver premium, artinya kalau ada apa-apa dengan kita sebagai yang bayarin premi, maka si perusahaan asuransi akan tetap melanjutkan pembayaran premi tersebut dan anak kita akan tetap mendapatkan manfaat sesuai polis.
  3. Investasi, misalkan kita memilih reksadana saham sebagai instrumen kita untuk mewujudkan dana pendidikan anak kita, kalau asumsi return reksadana ini sebesar 20% per tahun, maka dana yang perlu kita sisihkan kurang lebih sebesar Rp. 575.000 SETIAP BULANNYA SELAMA 10 TAHUN. Memang ini jauh lebih murah dari pada menabung, tapi please please note, bahwa ada disclaimer nya (DISCLAIMER ON). Tapi bukan berarti impossible ya, saya sebagai Financial Planner, sudah melihat produk yang memberikan return kurang lebih 20%, tergantung pemilihan produk yang tepat dan kinerjanya.

Catch me @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com

Uang dan Keluarga

Selamat Tahun Baru 2013

 

Toeeetttt, bunyi terompet bersahut-sahutan, selamat tahun baru 2013! Konon menurut hitungan kalender Cina, tahun 2013 adalah tahun Ular, naah shio ular konon tidak bersahabat dengan shio macan (saya sendiri bukan shio macan)

Well, tahun baru sudah di mulai dan rencana keuangan kita awal tahun sudah harus di mulai dari sekarang. Ada yang pengen naik haji, ada yang pengen punya rumah baru, ada yang pengen kuliah lagi, semuanya sebagai resolusi baru 2013.

Apapun resolusi anda di tahun 2013 ini, haruslah kita rencanakan sedini mungkin untuk memberikan waktu yang cukup dalam merealisasikan perencanaan keuangan kita.

Sebagai perencana keuangan alias financial planner, maka langkah pertama yang mesti kita lakukan adalah: menyusun budget, bahasa P erancisnya: bujet atau anggaran. Seperti juga negara Indonesia kita tercinta ini yang mempunyai RAPBN kitapun harus punya RAPRT alias Rencana Anggaran Pembelanjaan Rumah Tangga.

Kita harus mengidentifikasi dulu semua pendapatan-pendapatan kita baik yang rutin maupun yang non rutin. Apa aja sih yang dimaksud pendapatan rutin, misalnya: gaji sang ayah, gaji sang ibu, THR, bonus sedangkan pendapatan non-rutin contohnya: honor dari menulis (misalnya….), komisi dari penjualan barang, seperti komisi agen property, yang kalau berhasil menjual properti tertentu, maka ybs akan mendapatkan sekian persen dari penjualan tsb, sewa dari kos-kosan yang kita punya. Semua pendapatan tersebut kita identifikasi berapa nilainya setiap bulan.

Selanjutnya yang diperlu dilakukan adalah mencatat semua pengeluaran yang rutin dan non rutin serta yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan. Pengeluaran rutin dan dapat dikendalikan misalnya belanja keperluan rumah tangga, setiap kita pergi belanja ke pasar ataupun supermarket, kita bisa membuat catatan, apa saja yang kita butuhkan yang akan kita beli, misalnya beli gula, kopi, beras, sedangkan pembelian non rutin yang tidak dapat dikendalikan misalnya beli gadget baru, kalau di media massa ada iklan gadget baru yang muncul dan tawaran cicilan 0%, tanyakan lagi diri kita apakah kita membutuhkan gadget tersebut?

What next bosss? Kalau sudah, kita bisa mulai membuat budget tersebut secara bulanan, juga mulai mencatat pengeluaran-pengeluaran kita setiap hari, sehingga kita akan tahu uang kita larinya kemana aja.

Berikut ini contoh dari pembuatan budget yang sederhana.

BUDGET

PENDAPATAN Frekuensi Bulanan Tahunan
Pendapatan Rutin      
Pendapatan bulanan Rp. 10.000.000 Rp. 120.000.000
Pendapatan (istri) bulanan Rp.   8.000.000 Rp.   96.000.000
Bonus tahunan   Rp.
THR tahunan   Rp.   18.000.000
Lainnya tahunan   Rp.
Pendapatan Non Rutin      
Honor mingguan Rp.       250.000 Rp.  1.000.000
Komisi bulanan Rp.  
Sewa bulanan Rp.  
Lainnya bulanan Rp.  
TOTAL PENDAPATAN   Rp. Rp.
       
PENGELUARAN      
PENGELUARAN RUTIN      
Biaya transportasi      
Bensin mingguan Rp.        400.000 Rp.      4.800.000
Angkutan umum bulanan Rp.  
Cicilan kendaraan bulanan Rp.  
Biaya perpanjang STNK tahunan   Rp.
Makan siang di kantor bulanan Rp.  
Lainnya (mis. asuransi mobil) tahunan   Rp.
       
Keperluan Rumah Tangga      
Listrik bulanan Rp.        300.000 Rp.     3.600.000
Air/PAM bulanan Rp.  
Telpon (rumah) bulanan Rp.  
Telpon (HP) bulanan Rp.  
Internet bulanan Rp.  
TV kabel bulanan Rp.  
Gaji pembantu bulanan Rp.  
       
Keperluan Pendidikan Anak      
SPP Anak 1 bulanan Rp.  
SPP anak 2 bulanan Rp.  
Biaya antar jemput bulanan Rp.  
Biaya kegiatan sekolah tahunan   Rp.
       
Kebutuhan Rumah Tangga      
Biaya cicilan rumah bulanan Rp.  
Biaya sewa rumah bulanan Rp.  
Pemeliharaan rumah bulanan Rp.  
Furniture tahunan   Rp.
Kebutuhan bahan pokok bulanan Rp.  
       
PENGELUARAN NON RUTIN      
Hiburan      
Makan di luar/hang out bulanan Rp.  
Nonton tahunan Rp.  
Hobi tahunan   Rp.
Travel tahunan   Rp.
       
Keperluan sosial      
Zakat bulanan Rp.  
Uang saku bulanan Rp.  
Sumbangan bulanan Rp.  
Hadiah tahunan   Rp.
TOTAL PENGELUARAN bulanan Rp. Rp. 
       
SURPLUS/(DEFISIT)   Rp. Rp.

 

Jika sudah ketahuan berapa selisih dari pendapatan dan pengeluaran, maka kita akan tahu apakah kita mempunyai selisih lebih dari pendapatan kita, yang di sebut surplus, atau kita malah nombokin alias defisit.

Ahaa, ternyata budget anda surplus, kelebihan tersebut bisa kita investasikan supaya uang anda tumbuh lebih berkembang lagi, sialnya bos, kalau budget kita ternyata defisit, maka kita perlu menghitung kembali pos-pos pengeluaran yang ada.

Toeeett..!

Contact: rizal.planner@gmail.com

Financial Planner uang & keluarga