PINJAMAN ONLINE

Jaman now, salah satu channel  yang simpel dan kekinian untuk pinjam uang tunai adalah melalui perusahaan financial technology alias Fintech yang dikuasai oleh perusahaan start-up. Sampai 22 Desember 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengumumkan daftar terkini 27 perusahaan Fintech yang terdaftar dan di awasi oleh OJK. Umumnya start- up Fintech menyediakan wadah atau marketplace yang mempertemukan pihak yang ingin meminjamkan uang (lender) dan yang ingin pinjam uang (borrower) atau dikenal sebagai peer to peer (P2P) lending. Ada juga Fintech yang memberikan pinjaman tunai online secara langsung, artinya yang masuk ke portal atau aplikasi Fintech ini hanya yang ingin pinjam uang semata (borrower) dan perusahaan Fintech sebagai pihak pemberi pinjaman (lender). Pengajuan pinjaman bisa dilakukan lewat portal atau aplikasi Fintech di smartphone.

Peer to peer lending saat ini dapat dikelompokkan untuk individu dan untuk bisnis (terutama Mikro dan UKM) yang memerlukan pinjaman. Sementara pendanaan dilakukan oleh individu yang ingin mengembangkan dananya melalui alternatif investasi seperti pendanaan di Fintech ini. Pengajuan pinjaman dan pendanaan serta dokumen yang diperlukan semuanya dilakukan secara online, dan untuk pinjaman dari pihak Fintech melakukan credit scoring layaknya bank, untuk menilai apakah Anda layak diberi pinjaman atau tidak.

Sebelum Anda melakukan pinjaman (borrowing) online pada jasa yang ditawarkan Fintech, ada 5 (lima) hal yang perlu jadi perhatian.

Yang pertama adalah biaya, namanya bisa macam-macam, bisa biaya platform, biaya layanan, biaya administrasi dan lainnya, tapi semuanya mengacu pada jasa layanan yang dikenakan, selain itu ada juga biaya keterlambatan, biaya asuransi, biaya penagihan dan sebagainya. Anda sebagai konsumen harus jelas dan mengerti apa saja biaya yang dibebankan tersebut, karena akan mengurangi dana yang dipinjam. Jadi pastikan Anda menghitung biaya ini dalam komponen nilai pinjaman Anda.

Yang kedua adalah bunga. Bunga yang disampaikan perusahaan Fintech umumnya bunga per tahun atau per bulan. Tanyakan berapa bunga efektif per tahun yang dikenakan kepada konsumen dan bagaimana perhitungannya cicilannya? Kalau bunga pinjaman online sudah anda ketahui, Anda bisa bandingkan dengan produk non online, seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), Cash Advance dari Kartu Kredit atau pinjaman lainnya. Sebagai contoh, salah satu Fintech yang memberikan layanan pinjaman dana tunai online tanpa agunan, memberikan bunga 1% perhari dengan minimum pinjaman Rp 1 juta dan maksimum Rp. 3 juta, lamanya waktu pinjaman minimum 10 hari dan maksimum 30 hari. Bunga 1% ini adalah bunga berbunga mengikuti jumlah hari peminjaman. Bila Anda pinjam selama 30 hari, bunga berbunga 1% untuk 30 hari mencapai 34.8%. Bunga ini jauh lebih dahsyat dibandingkan produk non online seperti bunga kartu kredit yang ‘hanya’ sebesar 26.95% per tahun atau 2,25% per bulan.

Yang ketiga adalah lama proses. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk dapat meminjam di layanan Fintech? Ada yang mengklaim bisa memberikan persetujuan dalam hitungan jam, ada juga yang sampai dalam hitungan hari, atau minggu. Ini bisa terjadi karena menunggu penggalangan dana dipenuhi oleh para pemberi pinjaman online. Semakin besar dana yang dibutuhkan, dan semakin berisiko proposal pinjamannya, bisa jadi semakin lama pemenuhan dananya. Ini juga berdampak ke bunga pinjaman, semakin tinggi risiko, semakin tinggi bunga yang harus dibayarkan. Hal ini perlu dipahami secara jelas dan transparan oleh konsumen.

Yang ke empat adalah limit pinjaman. Nilai pinjaman bervariasi, saat ini mulai dari Rp. 100.000 sampai Rp. 2 Miliar Rupiah. Yang perlu jadi perhatian, apakah perusahaan Fintech yang anda pilih sesuai dengan kriteria dan kebutuhan Anda? Karena ada Fintech yang hanya melayani pinjaman bisnis (Mikro dan UKM), ada yang hanya individu, dan ada juga keduanya.  Umumnya limit untuk bisnis akan lebih besar daripada untuk individu. Sesuaikan kriteria Anda dengan Fintech yang memberikan jasa pinjaman.

Yang kelima adalah lama pinjaman, mulai dari 1 hari hingga 2 tahun. Ini tentu berdampak pada bunga yang diberikan. Pinjaman online tanpa agunan ini relatif jangka waktunya lebih pendek daripada non online. Semakin lama Anda menjalin ‘hubungan bisnis’, semakin besar biaya bunga yang harus dibayarkan. Semakin disiplin anda membayar angsuran tanpa pernah terlambat, semakin senang perusahaan Fintech menjalin ‘hubungan bisnis’ dengan Anda.

Dari lima hal di atas, dapat dilihat bahwa, untuk meminjam secara online akan menjadi salah satu channel bagi pihak-pihak yang unbankable untuk mendapat akses bantuan dana baru dan menjalankan usaha mikro atau UKM nya. Bagi konsumen individu, pinjaman online, memberikan kemudahan baru untuk akses keuangan melalui jasa non perbankan atau institusi keuangan lainnya. Secara paralel, saat ini juga sudah ada platform yang menyediakan P2P lending syariah. Tergantung preferensi dari Anda sebagai konsumen.

Dengan makin banyaknya kemudahan lewat Fintech ini, selain mengerti proses peminjaman di Fintech, Anda juga semakin bijak dalam menyikapi tawaran layanan start-up Fintech ini.

 

Pilih mana: KTA vs Gadai?

source: rimanews.com

source: rimanews.com

 

Kalau sudah menjelang ajaran tahun baru, bank maupun pemberi jasa keuangan berlomba menawarkan pinjaman, kredit atau pembiayaan kepada masyarakat, istilah banking nya: fasilitas. Ya, fasilitas ini kepada siapa saja yang kira-kira perlu jasa bank atau perusahaan pembiayaan yang kalau di lihat profil dan track record nya bagus. Tapi kalau sudah ada dalam Daftar Hitam BI (DHBI) sebagai salah satu bukti negatif track record kredit perbankan anda, maka bisa dipastikan sulit untuk dapat fasilitas tersebut.

Kalau sudah mepet alias kepepet butuh uang, dan jika ada tawaran Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau Gadai, rasanya seperti  menemukan oasis dan onta di gurun, kalau sudah begini sebaiknya tidak anda pilih dua-duanya. Karena bisa jadi oasis nya ternyata beracun atau ontanya sekarat. Mengapa? Karena keduanya memberikan dampak pada cash flow anda secara bulanan, memberikan anda kewajiban yang harus anda penuhi kepada pihak kreditur dalam jangka waktu cukup lama yang tidak bisa anda tawar-tawar. Sementara kebutuhan fixed yang sudah ada tetap harus dipenuhi.

Kalau di lihat hitungannya, untuk KTA dan Gadai, keduanya menawarkan bunga flat, artinya bunga yang tertera dalam penawaran harus dihitung lagi bunga efektifnya.  Misalnya bunga KTA 1% flat per bulan, maka bunga efektifnya 21,4% per tahun, sedangkan bila bunga Gadai 0,9% flat per bulan dengan kredit fidusia (artinya jaminan benda bergerak seperti mobil) maka bunga efektifnya kurang lebih sama dengan bunga KTA. Tulisan mengenai KTA bisa di lihat di https://rizalplanner.wordpress.com/2013/01/07/di-balik-penawaran-kta/

Sebagai financial planner, saya tidak merekomendasikan untuk mengambil salah satu ataupun keduanya dari dua produk tersebut untuk menutupi kebutuhan yang sudah mepet seperti sekarang untuk anak sekolah. Yang saya rekomendasikan adalah jual benda yang anda punya, Kalau anda punya emas, jual saja, kalau punya perhiasan, jual saja, semuanya untuk menutupi kebutuhan mepet tersebut.

Ingat, jangan membiayai kebutuhan mepet apalagi konsumtif dengan bunga produktif seperti di atas. Kecuali jika anda punya usaha  yang memberikan return lebih besar daripada bunga KTA ataupun gadai.

So lets plan ahead for our family.

 

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.planner@gmail.com

 

DI BALIK PENAWARAN KTA

PL

Yth….krdit tnpa jminan.flat rate 1.25%,syrat k.krdit usia 1th,proses 3-5hri.andi 0818087046xx

PERSONAL LOAN S/D 500JT, SYRT KART KREDT INFO:0878773761xx.tq

 

Hampir 3-4 sms seperti di atas setiaaap hari masuk ke no telp saya, bahkan ga jarang ada yang telpon langsung ke HP, nawarin pinjaman tanpa agunan alias personal loan alias kredit tanpa agunan alias KTA, namanya juga usaha ya..boleh boleh aja,… tapi kalau ada yang nawarin kredit tanpa ANGSURAN sih saya ga nolak!

Anyway, untuk tahu bagaimana dibalik penawaran itu yuk kita lihat simulasi sederhananya dengan menggunakan contoh sms di atas:

Misalnya asumsi pinjaman kita Rp.500.000.000.

Bunga flat alias flat rate: 1,25% (ini bacanya bunga per bulan lhooo, kalu 1,25% per tahun, bank-bank pada tutup semua karena rugi bandar).

Lama pinjaman, misalnya 3 tahun,

Maka cicilan per bulannya: Rp. 20.139.000

Bandingkan kalau pinjaman sejumlah uang yang sama, lama pinjaman yang sama, kita kredit mobil dengan bunga 9,00% (yang ini bacanya bunga per tahun), maka cicilannya per bulan Rp. 15.781.000

 Tabelnya sbb:

  KTA Kredit Mobil
Pinjaman

Rp500.000.000

Rp500.000.000

Bunga

1,25% per bulan (flat)

9,00% per tahun (eff)

Lama pinjaman

3 tahun

3 tahun

Cicilan per bulan

Rp20.139.000

Rp15.781.000

SELISIH  

Rp4.358.000

 

Kalau lihat tabelnya di atas, maka cicilan KTA jauuuuhh lebih mahal. Kenapa? Karena bunga kredit mobil adalah bunga efektif sedangkan bunga flat KTA perlu di kali 1,8 untuk mendapatkan bunga efektif (dalam kalkulasi sederhananya). Sehingga suku bunga flat terkesan lebih rendah.

 Bunga flat x 1,8 = Bunga efektif

Jadi kalau bunga flat per bulan 1.25% – 2% artinya setara dengan 27% – 45% per tahun bunga efektif nya. Bagi Bank produk ini merupakan produk yang memberikan high return, bank perlu memberikan suku bunga yang tinggi, karena tidak adanya agunan tersebut, dimana risiko kredit ini macet, besar sekali.

 Oleh karena itu jika kita meminjam dari Bank, hal yang perlu di perhatikan:

  1. Tanyakan berapa sebenarnya bunga efektif dari penawaran tersebut.
  2. Mintalah jadwal dan komposisi perhitungan bunga dan angsuran pokok pinjaman lebih dini jika kita mau melakukan pelunasan sebelum jangka waktu pinjaman berakhir.
  3. Pastikan kita mengetahui sifat suku bunga yang dikenakan bank.

(sumber: Bank Indonesia, www.bi.go.id)

 In any case, untuk setiap penawaran produk, tanyakan dengan jelas dan pelajari produknya, kalau masih belum jelas, tanyakan pada financial planner anda.

Kita sebagai konsumen, harus bijak dalam mensikapi tawaran-tawaran tersebut, semua tindakan atas pilihan kita pasti ada konsekuensinya, seperti halnya kehidupan ini, right guys!

 

Catch me: @rizalplanner

Contactrizal.planner@gmail.com