TIPS PRAKTIS: AKUMULASIKAN KEKAYAAN ANDA

sumber:rahasiacantikmenarik.blogspot.com

sumber:rahasiacantikmenarik.blogspot.com

Berapa banyak yang kita sisihkan tiap bulan untuk menabung? Berapa banyak untuk investasi?

Jika setiap bulan kita sisihkan 10% dari penghasilan kita untuk ditabung, artinya kita menempatkan uang kita di tempat yang risikonya kecil dan relatif aman seperti tabungan atau deposito di bank. Instrumen keuangan seperti ini tidak untuk melipatgandakan kekayaan tapi lebih pada mengakumulasikan. Ini yang namanya akumulasi kekayaan.

Sedangkan kalau investasi, artinya kita menempatkan uang kita di instrumen keuangan maupun non keuangan untuk melipatgandakan kekayaan serta mempunyai risiko contohnya investasi di reksadana, saham, emas, properti, obligasi, sukuk dan instrumen investasi lainnya. Ini yang disebut akselerasi kekayaan. Instrumen-instrumen tersebut berbanding lurus antara risiko dan return yang diberikan. Contohnya saham, potensinya besar untuk mendapatkan hasil yang tinggi, tapi risikonya besar juga untuk kehilangan uang.

Tips praktis:  sisihkan 10% untuk menabung setiap bulannya secara rutin, anggaplah ini sebagai bayaran diri anda tiap bulan, kemudian sisanya anda pos-pos kan untuk pengeluaran.
Misalnya gaji anda Rp 20 juta setiap bulan, maka Rp 2 juta anda tabung setiap bulannya, sisanya Rp 18 juta anda pos kan untuk pengeluaran rumah tangga, bayar cicilan rumah, mobil, keperluan anak, pendidikan, investasi dll.

Kesimpulan: menabung secara disiplin, mengakumulasikan kekayaan anda.

Catch me: @rizalplanner
Contact: rizal.planner@gmail.com

Persiapan Dana Pendidikan Anak

smart baby 

Hari ini hari kerja pertama di tahun 2013 ini, atau ada yang masih mingpitnas (minggu kejepit nasional) ah senangnyaa….Mungkin ada yang ingat, ada salah satu iklan yang bilang: our kids are our future. Its true! Kita perlu mempersiapkan pendidikan anak-anak di masa depan.

Anyway, kalau kemarin kita sudah membuat budget atau bujet atau anggaran, selanjutnya dari kelebihan atau sisa anggaran tersebut, kita berencana untuk mulai mewujudkan resolusi kita, misalnya kita ingin merencanakan dana pendidikan anak untuk kuliah di suatu perguruan tinggi dalam waktu 10 tahun lagi.

  • Asumsi anak kita sekarang dalam usia 7-8 tahun/ 2 SD
  • Total uang kuliah untuk masuk salah satu PTN (Perguruan Tinggi Negri) saat ini adalah Rp. 100 juta, biaya tersebut sudah termasuk uang pangkal Rp. 60 juta dan uang kuliah Rp. 5 juta per semesternya untuk 4 tahun masa kuliah)
  • Artinya untuk kita para orang tua, dalam 10 tahun lagi, dengan asumsi inflasi pendidikan sebesar 8%, maka dana kuliah yang harus kita persiapkan sebesar Rp. 215.900.000 atau hampir 220% dari biaya sekarang.

Gimana cara mempersiapkannya?

  1. Menabung, hmm, cara ini yang paling konvensional dan harus dilakukan dengan penuh disiplin. Cara yang efektif ialah dengan mendebet langsung rekening kita dan pisahkan dengan rekening operasional kita. Hal ini penting untuk memaksa kita untuk konsisten menabung, sudah banyak perbankan yang menjual produk ini, mulai dari Rp. 100 ribu sebulan, sampai yang jutaan Rupiah dengan iming-iming hadiah seperti gadget jika menempatkan sejumlah dana di awal.
  2. Yang kedua Asuransi, dengan membeli asuransi, kita tidak saja menabung tapi juga terproteksi. Ada banyak banget produk asuransi pendidikan yang di jual di pasaran.
  3. Yang ketiga Investasi, dapat dilakukan dengan memilih instrumen keuangan yang paper based salah satunya adalah reksadana, atau instrument yang non paper based seperti komoditas seperti emas.

Masih dengan asumsi dengan biaya kuliah di atas, selanjutnya bagaimana cara menghitungnya?

  1. Misalnya kita memilih untuk menabung, dengan asumsi bunga bank yang diberikan 3% per tahun, maka tabungan yang mesti kita sisihkan kurang lebih sebesar Rp. 1.500.000 SETIAP BULANNYA SELAMA 10 TAHUN. Maka pada tahun 2023, akan terbentuk dana kurang lebih sebesar Rp. 215.900.000.
  2. Asuransi, tergantung berapa besar premi yang kita sanggup, ada yang bayar bulanan, semesteran atau tahunan. Untuk proteksinya pastikan bahwa produk yang kita beli memberikan waiver premium, artinya kalau ada apa-apa dengan kita sebagai yang bayarin premi, maka si perusahaan asuransi akan tetap melanjutkan pembayaran premi tersebut dan anak kita akan tetap mendapatkan manfaat sesuai polis.
  3. Investasi, misalkan kita memilih reksadana saham sebagai instrumen kita untuk mewujudkan dana pendidikan anak kita, kalau asumsi return reksadana ini sebesar 20% per tahun, maka dana yang perlu kita sisihkan kurang lebih sebesar Rp. 575.000 SETIAP BULANNYA SELAMA 10 TAHUN. Memang ini jauh lebih murah dari pada menabung, tapi please please note, bahwa ada disclaimer nya (DISCLAIMER ON). Tapi bukan berarti impossible ya, saya sebagai Financial Planner, sudah melihat produk yang memberikan return kurang lebih 20%, tergantung pemilihan produk yang tepat dan kinerjanya.

Catch me @rizalplanner

Contact: rizal.planner@gmail.com