Review Investasi Reksadana Via Apps Tokopedia

tokopedia apps

Sebelum dunia digital berkembang seperti sekarang ini, untuk orang bisa berinvestasi reksadana perlu menghubungi Manager Investasi nya atau melalui bank sebagai agen penjual. Namun sekarang investasi reksadana   bisa dilakukan melalui apps e-commerce yang ada, seperti Tokopedia. Selain untuk belanja barang, bisa juga untuk berinvestasi. Memang ada cara lain untuk berinvestasi melalui reksadana, yaitu melalui portal yang memang mengkhususkan untuk bertransaksi reksadana seperti Bareksa, IPOT atau Tanamduit.

Untuk tulisan kali ini, kita mulai dulu dengan yang ada di Apps Tokopedia. Perlu di catat bahwa pihak agen penjual tidak mempunyai pengaruh apapun terhadap kinerja Reksadana.

Pertama, untuk daftar, kita harus login dulu, kalau belum punya account, buat dulu. Siapkan foto KTP atau scanned KTP dan smartphone dan/atau laptop yang touchscreen. Selanjutnya, bisa masuk ke menu investasi. Pihak Tokopedia bekerjasama dengan Bareksa untuk menjual reksadana. Isi data dan tandatangan secara digital di smartphone dan/atau laptop. Mirip dengan pendaftaran di Bareksa.com itu sendiri. Setelah diverifikasi 1 hari, baru bisa transaksi. Dari sisi pendaftaran, tidak bisa instan untuk verifikasi, sehingga tidak bisa langsung untuk transaksi.

Kedua, pembelian reksadana di Tokopedia, saat ini, hanya bisa beli 2 produk saja, yaitu Syailendra Dana Kas dan Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra. Pembelian disebutkan mulai Rp. 10.000, tapi di kolom pembelian, akan otomatis tercantum Rp. 20.000, mungkin system default nya seperti itu. Namun kita dapat sesuaikan nominal yang kita mau. Reksadana yang di jual oleh Tokopedia adalah Reksadana Pasar Uang, sehingga cukup minim resikonya. Kedua Reksadana tersebut return nya berturut-turut 5,634% dan 5,701% lebih tinggi sedikit dari Deposito (setelah pajak). Seiring juga dengan return atau hasil yang diberikan, maka risikonya juga rendah, high risk high return, low risk low return. Selain itu, untuk pembelian saat ini juga tersedia fitur langganan reksadana, yang bisa anda klik untuk pembelian reksadana secara regular. Untuk beli, anda bisa transfer atau gunakan saldo OVO yang sekarang bekerjasama dengan Tokopedia. Setelah transfer, pembelian reksadana  akan di proses selama 48 jam. Untuk melihat kinerja reksadana  yang dibeli, Tokopedia kurang menampilkan informasi yang memadai, seperti berapa nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih) rata-rata pada saat pembelian dan berapa persen keuntungan/kerugian.

Ketiga, apabila Anda mau melakukan penjualan reksadana, anda perlu memasukkan nilai Rupiahnya. Agak berbeda dengan portal atau e-commerce yang menjual reksadana yang lain, dimana yang dimasukkan adalah nilai unitnya. Karena harga unit, baru akan ditransaksikan untuk settle pada saat akhir hari atau malam hari, sehingga sebenarnya kita belum tahu nilai nominalnya. Itupun bila transaksi dilakukan sebelum pukul 12.00 siang pada hari yang sama. Selanjutnya untuk pencairan dana, dana akan masuk ke saldo Tokopedia atau saldo OVO secara instan. Dana cair seketika ini cukup menarik, karena umumnya, jika menggunakan nilai unit, rata-rata perlu 2 (dua) hari untuk dana masuk ke rekening anda, pertama karena menunggu nilai settlement pada malam hari dan kedua, menunggu transfer dari bank custodian. Karena menggunakan nilai Rupiah, maka penjualan bisa dilakukan pada hari libur, tidak perlu menunggu NAB pada hari kerja berikutnya. Sehingga kalau anda butuh uang segera, maka investasi ini sangat likuid. Apabila anda menginginkan return yang lebih besar dari investasi yang lebih beresiko, maka bukan di Tokopedia tempatnya, karena saat ini, Tokopedia hanya menjual reksadana jenis pasar uang. Apabila dana cair esok harinya tapi menggunakan nilai Rupiah hari ini, maka ada potensi kerugian bunga, meskipun potensi kenaikan bunga relatif kecil untuk jenis reksadana pasar uang seperti ini.

Keempat, transfer dana hasil pencairan dari saldo Tokopedia atau OVO dilakukan secara instan ke rekening yang anda daftarkan di Tokopedia. Ada biaya kliring bila beneficiary bank atau bank tujuan berbeda dengan bank asal, tidak besar, saat ini hanya Rp. 5000, pastikan cukup waktu dalam berinvestasi, sehingga nilai nominal anda tidak tergerus karena biaya ini.

Sebagai penutup, investasi di Tokopedia sangat mudah, seperti halnya membeli barang online. Mulai dari pendaftaran, pembelian, penjualan sampai dana hasil penjualan efektif di rekening. Sehingga anda bisa langsung untuk belanja online kembali begitu uang efektif di rekening. Apabila dikemudian hari Tokopedia menjual reksadana jenis saham, campuran dan pendapatan tetap, maka ada potensi keuntungan atau kerugian yang tidak tercatat bila metode penjualan tetap dilakukan dengan nilai Rupiah.

Catch me: @rizalplanner

Email : rizal.plannerindo@gmail.com

 

CERMAT MEMILIH INVESTASI

source: aegonreligare.com

source: aegonreligare.com

Akhir-akhir ini media massa banyak memberitakan seorang ustadz terkenal yang dihentikan kegiatan pengumpulan dananya oleh otoritas yang berwenang (baca: OJK = Otoritas Jasa Keuangan). Di radio kita juga mendengar, bahwa OJK banyak memberikan himbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam berinvestasi.

Tulisan ini tidak untuk membahas si ustadz (tidak perlu disebut namanya yaa) atau OJK atau person secara tertentu, tapi untuk diri kita sendiri dalam memahami keputusan investasi yang kita pilih, agar kita cermat dan berhati-hati.

Selain tips yang pernah saya bahas dalam tulisan saya 14 Januari 2013 https://rizalplanner.wordpress.com/2013/01/14/tips-berinvestasi/ , ada beberapa hal yang juga perlu menjadi concern kita dalam berinvestasi.

  • Legalitas usaha.
    • Adakah Surat Izin Usaha dari otoritas yang berwenang? Kalau misalnya mengumpulkan dana pihak ketiga, harus punya izin dari BI seperti layaknya Bank, kalau punya usaha pengelolaan dana, tentu harus ada izin dari OJK, kalau investasi komoditas, harus ada izin dari Otoritas Bursa Berjangka. Jadi jika ingin lebih yakin, cek terlebih dahulu surat ijin usaha nya ke otoritas berwenang, dan apakah benar izin usaha tersebut valid?
  • Underlying asset.
    • Duitnya untuk beli apa sebagai dasar investasi? Duit kelolaannya itu diputar dimana? Apakah di Pasar Modal? Pasar Uang? Komoditas? Forex? Properti? Tambang? Emas? atau apa? Semuanya itu bisa dihitung return nya. Misalnya jika ada yang menjanjikan return 10% per BULAN, patut di tanyakan, duitnya di putar dimana? Apa saja portfolionya? Sudah berapa lama mengelola portfolio tersebut. Mana buktinya? Hal-hal tersebut merupakan pertanyaan yang harus menjadi concern kita, agar duit kita tidak hilang.
  • Kapasitas dan Pengetahuan.
    • Apakah pemilik usaha atau pengelola dana tersebut mempunyai kapasitas yang cukup dalam mengelola dana. Apakah ia mempunyai pengetahuan yang memadai dalam mengelola investasi. Apakah ia memiliki lisence (surat ijin) yang diterbitkan oleh otoritas berwenang, seperti di pasar modal dikenal adanya lisence MI (Manajer Investasi). Karena jika salah kelola dan tidak cukup kapasitasnya dalam mengelola portfolio yang ada, maka taruhannya selain nama baik juga secara hukum bisa dituntut, karena tidak berizin.
  • Kepercayaan.
    • Apakah si pengelola dapat dipercaya? Apakah dia punya track record yang bagus dalam dunia investasi? Sebagai contoh, misalnya untuk bank sebagai agen penjual reksadana tentu sudah melakukan seleksi terhadap manajer investasi. Bank mempunyai kriteria tersendiri dalam menilai kelayakan suatu manajer investasi agar produknya layak di jual oleh bank. Karena bank juga tidak mau terkena dampak jika terjadi apa-apa dengan si penjual alias si manajer investasi meskipun sudah dijelaskan di awal bahwa bank hanya sebagai agen penjual reksadana saja.

So guys, be careful choosing your investment.

Catch me; @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com