CARA PRAKTIS MENGHITUNG KEBUTUHAN UANG PERTANGGUNGAN ASURANSI ANDA

insurance

Salah satu cara untuk melindungi penghasilan anda jika terjadi apa-apa dengan anda adalah dengan asuransi jiwa. Asuransi jiwa ini memberikan proteksi terhadap risiko kepada tertanggung, dalam hal ini anda sebagai breadwinner atau pencari nafkah. Kata orang yang namanya untung tak dapat di raih, malang tak dapat di tolak. Memang kita harus menghilangkan dahulu prasangka negatif, kekhawatiran dan menumbuhkan harapan bagi diri kita dan keluarga terhadap asuransi jiwa.

Ada dua aspek kehidupan untuk setiap orang bila dilihat by product, yang pertama jika ia meninggal lebih dahulu, apa yang diwariskan untuk keluarga yang ditinggalkan, yang kedua, kalau ia panjang umur, mau hidup dengan apa? Untuk tulisan ini, hanya membahas yang poin pertama saja, sedangkan poin kedua, untuk orang-orang yang pensiun, jika dikaitkan dengan produk, inilah namanya produk anuitas.

Dalam poin pertama, produk yang menjadi fokus adalah asuransi jiwa. Dalam menghitung kebutuhan asuransi jiwa, setidaknya ada 3 cara:

Yang pertama, pendekatan Human Life Value, cara perhitungannya: penghasilan per bulan  x 12 x waktu pertanggungan. Semakin tinggi uang pertanggungan (sering disingkat UP), maka makin tinggi pula premi yang harus dibayarkan. Ilustrasi sederhananya, misalnya Mr. X (35 thn) mempunyai penghasilan 10 juta per bulan, mempunyai seorang istri yang ibu RT dan seorang anak 6 tahun. Maka dengan pendekatan ini, perhitungan kebutuhan asuransi Mr.X:

èRp. 10 juta x 12 bulan x 19 tahun = Rp. 2,28 Milyar.

Asumsi 19 tahun, karena anak akan berusia 25 tahun, dan diharapkan sudah selesai kuliah dan dapat membiayai dirinya sendiri.

Yang kedua, pendekatan Income Based Value, cara perhitungannya: uang yang dibutuhkan / suku bunga. Hasil bunga yang di dapat harus sama dengan penghasilan bulanan atau uang yang dibutuhkan. Maksudnya keluarga anda mendapatkan sejumlah uang yang jika di investasikan dalam instrumen tertentu, memberikan hasil yang sama dengan penghasilan bulanan. Ilutrasinya masih sama dengan asumsi penghasilan Mr.X di atas (Rp. 10 juta), instrumen yang dipilih adalah ORI (Obligasi Republik Indonesia) dengan tingkat suku bunga ORI 8.50% per tahun, nett 6,8% per tahun setelah dipotong pajak, atau 0.57% per bulan. Mengapa ORI? Karena instrumen tersebut diasumsikan aman dan memberikan yield (imbal hasil) di atas bunga perbankan. Sehingga jika dihitung Uang Pertanggungan yang dibutuhkan:

èRp. 10 juta/ 0.57% = Rp. 1,76 Milyar

Idealnya, keluarga ini punya UP sebesar Rp. 1,76M agar dapat menghasilkan Rp. 10 juta setiap bulannya.

Yang ketiga, pendekatan Survival Based Income, cara perhitungannya mirip dengan pendekatan human life value dengan menambahkan perhitungan utang dan berapa sisa penghasilan yang harus di cover, sampai orang yang ditinggalkan survive. Dengan ilustrasi penghasilan Mr.X di atas, asumsi istri (Mrs. X, 30th) pernah bekerja sebelumnya dengan gaji Rp.5 juta per bulan. Jika terjadi apa-apa dengan Mr.X, maka Mrs X diharapkan akan dapat kembali bekerja dengan gaji sebelumnya (Rp. 5 juta), selain itu misalkan terdapat cicilan KPR Rp. 2 juta per bulan, dan total pengeluaran rumah tangga per bulan Rp. 9 juta. maka dapat kita hitung, seandainya Mr.X meninggal, pengeluaran menjadi hanya Rp. 7 juta (Rp. 9 juta – Rp. 2 juta). Cicilan KPR sebesar Rp.2 juta dapat dikeluarkan karena umumnya KPR selalu di cover asuransi jiwa, sehingga otomatis sisa pinjaman akan ditutup oleh asuransi jika Mr.X meninggal. Selain itu diasumsikan Mrs X kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan Rp. 5 juta per bulan, sehingga kekurangan dana per bulan hanya Rp. 2 juta (Rp. 7 juta – Rp. 5 juta). Selama 19 tahun, sampai anak selesai kuliah dan siap memenuhi kebutuhannya sendiri, maka kebutuhan kekurangan dana tersebut:

èRp. 2 juta x 12 bulan x 19 tahun = Rp. 456 juta.

Dengan pendekatan ini, maka nilai uang pertanggungan yang dibutuhkan dari asuransi untuk menutup kekurangan tersebut Rp. 456 juta.

Dari tiga pendekatan ini, masing-masing punya kekurangan dan kelebihannya, yang pasti semakin besar Uang Pertanggungan semakin besar pula premi yang harus dibayarkan.

So, sudahkah anda menghitung kebutuhan proteksi anda?

 

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.planner@gmail.com

MENGAPA ANDA PERLU MEMBUAT SURAT WASIAT?

pic source: attwoodmarshall.com.au

pic source: attwoodmarshall.com.au

Tanggal 3 Maret 2014, tepat setahun berpulangnya neneknda tercinta. Neneknda yang sangat dekat di hati kami para cucunya, termasuk saya. Rasanya waktu cepat sekali berlalu, kejadiannya seperti kemarin sore saja. Masih ingat dalam ingatan, betapa sedihnya saya menurunkan jasad beliau ke liang lahat, meng-adzankan, sampai mengurug kembali tanahnya.

Yang bisa saya lakukan sekarang adalah mengirimkan doa Al fatihah. Selain itu mengunjungi makam almarhumah. Mengunjungi makam seperti mengingatkan diri kita sendiri, just like self-reminder, bahwa suatu saat kita akan menuju ke sana.

Tulisan ini mengingatkan saya sebagai manusia bahwa kejadian kematian di sekitar kita sangat dekat dan bisa terjadi kapan saja. Untuk itu kepada anda semua para orang tua, hendaklah buat surat warisan sekarang. Tidak usah nunggu sampai anda menjadi sangat tua, sekarat dan sedang di ruang ICU. Mumpung lagi sehat masih bisa baca tulisan ini. Ini bukan untuk nakut-nakutin atau lebay, tapi sebagai tindakan preventif dalam hal keperluan perencanaan keuangan yang matang bagi anda dan keluarga, agar kelak jika anda para orang tua dipanggil menghadapNya, tidak akan terjadi keributan atau konflik di dalam keluarga anda, anak-anak saling gontok-gontokan karena memperebutkan harta warisan anda. Sebagai informasi, saat ini risiko terkena stroke dua kali lebih besar terjadi pada umur 55, sekalipun demikian stroke bisa menyerang pada umur berapapun dan seperempatnya terjadi pada usia di bawah 55 (sumber: data statistik US Centers for Disease Control and Prevention).

Mengapa kita perlu membuat wasiat?

Pertama, wasiat menurut Islam adalah tindakan seseorang memberikan hak kepada orang lain untuk memiliki sesuatu baik berupa benda atau manfaat secara sukarela (tabarru’) yang pelaksanaannya ditangguhkan setelah peristiwa kematian orang yang memberi wasiat.

Kedua, bahwa pembagian harta warisan dalam Islam harus dibagikan secara adil dan berdasarkan syariat Islam, yang dalam hal ini telah tercantum dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) maupun Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP), hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perpecahan dan pertumpahan darah di lingkungan keluarga.

Ketiga, bahwa wasiat atau surat wasiat itu mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pembagian harta warisan menurut Islam, karena untuk menjaga kemaslahatan umat dan menjaga agar harta warisan itu tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, seperti judi, mabuk, minum-minuman keras, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara membuatnya? Tidak cukup hanya lisan saja, wasiat itu sendiri dalam bentuk akte atau surat yang di tandatangani pewaris, oleh karena itu perlu bantuan notaris dalam hal ini. Kalau untuk perhitungan pembagiannya bisa juga ditanyakan ke financial planner.

So.., sudahkah anda buat surat wasiat anda?

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

TAGIHAN KARTU KREDIT

pic source: credit.about.com

pic source: credit.about.com

rizalplanner_Tabloid Kontan 6Feb17

Tentu bagi anda yang punya kartu kredit, sudah paham benar, bahwa kartu kredit itu bukan “additional income”, tapi semata pengganti uang sementara. Selain KTA, sering sekali saya mendapatkan tawaran jasa “pemutihan” tagihan kartu kredit yang masuk via sms. Penawaran jasa yang ditujukan bagi pemilik kartu kredit yang sudah tidak mampu bayar lagi tagihan-tagihan nya dan sudah masuk black list.
Untuk menghindari agar anda tidak terbebani oleh tagihan-tagihan tersebut, maka anda harus mengukur dulu berapa besar kemampuan financial anda dalam membayar tagihan kartu kredit. misalnya max. 20% dari total income anda.
Bagi anda yang punya kartu kredit, tentu billing statement atau tagihan merupakan hal yang setiap bulan harus anda cermati. Tagihan kartu kredit ini mempunyai tanggal penagihan atau tanggal cetak (statement date), artinya tanggal lembar tagihan dicetak. Biasanya setiap bulan pada tanggal yang sama. Semua transaksi yang diterima dan dibukukan setelah tanggal tagihan sebelumnya hingga tanggal ini akan tertera pada lembar tagihan ini. Misalnya tanggal tagihan setiap tanggal 18, jika anda bertransaksi pada tanggal 19 Jan, tanggal penagihan atau tanggal cetaknya adalah tanggal 18 Februari. Jika anda transaksi tanggal 19 Jan, anda akan punya waktu untuk membayar tagihan tersebut sampai 45 hari (secara rata-rata, karena ada yang 48 – 50 hari) kemudian, yaitu tanggal 5 Maret. Dan selama 45 hari ini sampai jatuh tempo, tagihan anda tidak akan kena bunga. Hal lain yang perlu anda cermati adalah bila transaksi di mesin EDC – electronic data captured (itu lho mesin yang buat gesek kartu kredit) dari bank yang sama dengan penerbit kartu kredit anda, transaksi yang dibukukan akan masuk 1 hari setelah transaksi dilakukan, jadi kalau anda transaksi tanggal 17 Jan, akan dibukukan tanggal 18 Jan. Tapi jika antara kartu kredit anda dengan mesin EDC berbeda, maka butuh 2 -3 hari untuk masuk sebagai tanggal pembukuan. Misal tanggal transaksi anda tanggal 17 Jan, maka akan dibukukan tanggal 20 Jan.

Apa itu tanggal jatuh tempo (due date)? Tanggal ini adalah tanggal jatuh tempo pembayaran (payment due date) Anda. Antara tanggal cetak (18 Februari) dengan tanggal jatuh tempo (5 Maret) adalah 15 hari. Jika pakai contoh di atas, supaya track record anda baik, pembayaran diterima Bank penerbit kartu paling lambat tanggal 5 Maret. Artinya jika anda membayar melalui ATM dari bank yang sama tersebut, maka perlu waktu 1 hari untuk masuk sebagai tanggal pembukuan, misal kartu anda Bank X, tabungan anda juga di Bank X, maka pembayaran anda via ATM harus dilakukan maksimal tanggal 4 Maret supaya dibukukan tanggal 5 Maret pas jatuh tempo. Tapi jika pembayaran lewat bank lain (Bank Y) atau bank di luar penerbit kartu kredit, maka perlu 3 hari supaya pembayaran anda masuk dan dibukukan, berarti tanggal 2 Maret. Nah untuk pembayaran ini, mesti diperhitungkan, supaya jangan sampai pembayaran anda terlewat dari tanggal jatuh tempo, contoh ekstrimnya anda hanya transaksi Rp. 50.000, tapi denda dan bunga nya Rp. 100.000 karena lupa bayar sampai muncul tagihan di periode berikutnya.

Tanggal pembukuan sendiri adalah tanggal pada saat transaksi anda dibukukan di rekening kartu kredit Anda. Seperti ilustrasi di atas, tanggal pembukuan belum tentu sama dengan tanggal transaksi. Oleh karena itu jika anda sudah tahu triknya, anda bisa melakukan transaksi pada 1 hari sebelum tanggal jatuh tempo, sehingga tanggal pembukuan anda lewat dari tanggal cetak pada bulan tersebut, dengan catatan kartu kredit dengan mesin EDC berbeda. Tagihan akan muncul pada periode berikutnya. Contohnya masih nyambung cerita di atas, jika anda transaksi tanggal 17 Februari, maka baru akan dibukukan tanggal 20 Februari, artinya, due date dari tagihan anda adalah tanggal 3 April. Anda punya waktu 46 hari lagi untuk bayar.

Hal lain yang perlu diperhatikan dari kartu kredit adalah jangan pernah membayar pembayaran minimum, bayarlah selalu full amount dari total tagihan anda dan bayarlah sebelum tanggal jatuh tempo. Karena ini membantu anda mengurangi beban utang bunga berbunga yang dahsyat (interest compounding). Butuh waktu 3 tahun untuk melunasi tagihan bila hanya membayar minimum, dengan catatan tanpa melakukan transaksi-transaksi berikut lainnya.

Kalau ada yang terjebak dengan fasilitas kartu kredit ini, dengan catatan yang negatif di Bank Indonesia, maka sulit bagi anda untuk memperoleh fasilitas lain dari bank manapun untuk KPR, kredit investasi, kredit usaha dan fasilitas lainnya.

So be wise, manage your debt.

Catch me: @rizalplanner
Email me: rizal.planner@gmail.com

RULE of 72

pic source: swanretirement.com

pic source: swanretirement.com

Pernahkah anda mendengar rule of 72? Jangan bayangkan rumus ini sesusah rumus Archimedes atau rumus menghitung jarak matahari ke bumi. Rule of 72 atau hukum rumus 72 adalah rumus sederhana yang diciptakan oleh Einstein untuk menghitung cepat berapa tahun modal yang kita investasikan akan menjadi 2x lipat.

Rumusnya sangat mudah:

72 : tingkat suku bunga = jangka waktu nilai investasi jadi 2x lipat

Tabel di bawah sebagai ilustrasi dari Rule of 72

Tingkat suku bunga

Rule of 72

2%

36,0

3%

24,0

4%

18,0

5%

14,4

10%

7,2

12%

6,0

24%

3,0

Khusus untuk tulisan ini fokus pada investasi properti. Jika anda beli rumah sekarang seharga Rp. 1 M, dengan rata-rata tingkat suku bunga yang berlaku saat ini adalah 12%, maka nilai rumah anda akan berlipat dua menjadi Rp. 2 M dalam jangka waktu 6 tahun.

Rumus 72 ini berlaku universal, dimanapun anda berada. Oleh karena itu kalau anda beli properti di luar negeri, tingkat kenaikannya lambat, karena tingkat suku bunga nya rendah. Di Amerika rata-rata suku bunga 4,3%, di Australia 5,0%,  sedangkan di Indonesia tingkat suku bunganya tinggi, jauh lebih tinggi dari negara-negara maju. Dalam investasi properti, selain tingkat suku bunga dan waktu, maka inflasi juga memegang peran penting. Semakin tinggi tingkat inflasi suatu negara, semakin cepat kenaikan harga properti tersebut. Sebagai catatan tahun 2013 lalu, laju inflasi di Indonesia mencapai 8,38% (sumber: BPS).

Dari contoh di atas, secara teori matematis rumus tersebut menghitung kenaikan nilai properti menjadi dua kali lipat dalam jangka waktu 6 tahun, tapi bisa jadi kurang dari 6 tahun pun sudah mencapai kenaikan 2x lipat. Misalnya, 4 tahun lalu seseorang membeli rumah di suatu kawasan Jakarta, harganya Rp. 900 juta, sekarang harganya sudah Rp. 1,7 M. Artinya tidak perlu menunggu sampai 6 tahun untuk men- double kan nilai properti tersebut.  Ini disebabkan karena berbagai faktor, selain kondisi makro ekonomi, juga karena jumlah permintaan akan properti yang jauh lebih besar dari pada pasokan, serta aksi spekulan properti.

Hasil survey Harga Properti Residensial pasar primer yang dilakukan Bank Indonesia 2013 lalu menunjukkan secara year on year, kenaikan rumah 13,51%, dan rumah tipe kecil mengalami kenaikan yang paling tinggi 18,49%.

Anda bisa hitung sendiri, berapa lama nilai investasi anda akan jadi double?

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

JANGAN MENUNDA MIMPI ANDA..

littledumbman.com

pic source: littledumbman.com

Welcome 2014! Tahun 2013 sudah lewat, sudah banyak yang anda lakukan, termasuk dalam perencanaan keuangan anda. Jika hasil evaluasi keuangan anda ternyata dalam implementasinya ada yang kurang memuaskan, maka perlu dievaluasi apa penyebabnya. Kalau penyebabnya adalah kondisi makro ekonomi seperti tingkat likuiditas yang ketat, suku bunga naik, inflasi yang tinggi dst, maka hal-hal tersebut merupakan hal-hal di luar kuasa anda. Lupakan sejenak makro ekonomi tsb, mari kita bahas hal-hal yang lebih membumi yang masih dalam kuasa anda.

Dari pengalaman saya sebagai financial planner ada hal yang sangat mendasar yang menarik untuk di share. Jika anda sebagai klien dan sudah dibeberkan kondisi kesehatan anda (istilah kerennya financial checkup), apa saja yang mesti dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan anda, apa saja yang mesti dijaga dan hal-hal lain yang mesti dihindari, maka hal-hal tersebut adalah cara-cara untuk mencapai ‘mimpi’ anda. Contoh kongkrit, misalnya tujuan anda ingin punya dana pendidikan sebesar  Rp. 2 Milyar dalam 15 tahun ke depan untuk anak-anak anda dan anda sudah direkomendasikan instrumen apa yang dapat dipilih. Selanjutnya anda sudah buka rekening untuk instrumen yang dipilih tersebut, misalnya setiap bulan akan dipotong Rp. 1,5 juta selama 15 tahun. Singkatnya semua sudah dipersiapkan secara matang. Namun dalam perjalanan, implementasinya ternyata tidak sekuat keinganannya. Uang Rp.1,5 juta  yang seharusnya disetor ke rekening investasi pendidikan tidak dilakukan, ada aja alasannya. Yang kayak begini alasan yang sering muncul:

“nanti deh, masih ada keperluan lain..”

“Bulan depan ya, setornya sekalian dengan yang kemarin…”

 “o iya lupa…”

“yaa, uangnya udah kepake yang lain..”

“ada emergency…, lagi ada sale”

Dan alasan-alasan lain yang minta di acceptable

Meskipun sekarang sudah ada fasilitas auto debet pada perbankan, tapi kalau ga ada duitnya di rekening, apa yang mau di debet? Gimana caranya tujuan dana Rp.2 Milyar tersebut tercapai?

Kalau hal tersebut untuk keperluan setoran premi life insurance anda misalnya uang pertanggungan (UP) Rp. 2 Milyar, maka jika pembayaran anda lapse alias lewat dari tenggat waktu pembayaran atau ga bayar, maka jika terjadi apa-apa dengan anda, uang pertanggungan anda tidak akan dibayarkan oleh pihak asuransi kepada ahli waris anda.

Kesimpulannya, jangan pernah menunda! DISIPLIN KEUANGAN dalam perencanaan keuangan anda. Jika anda sudah komit untuk mencapai tujuan dana pendidikan tersebut, maka cobalah untuk bayangkan betapa kecewanya anak-anak anda jika pendidikan yang dituju tidak bisa diikuti, karena komitmen dana tersebut tidak tercapai, atau bagaimana ahli waris anda nangis bombay karena uang pertanggungan sebagai biaya hidup mereka, tidak dapat.

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

APA SAJA YANG PERLU ANDA KETAHUI UNTUK HIBAH?

pic source: okezone,com

pic source: okezone.com

Dalam perencanaan keuangan, satu hal penting yang perlu diperhatikan bila anda sudah punya aset dan ingin mendistribusikan kekayaan anda kepada anak-anak atau orang-orang yang anda cintai adalah dengan cara hibah. Distribusi kekayaan selalu terkait dengan hukum yang berlaku, dalam hal ini ada tiga hukum yang berlaku di Indonesia: yang pertama Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang kedua Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP) dan yang ketiga Hukum Adat.

Menurut KUHP, ada 3 syarat hibah:

  1. Yang menerima dan yang memberi hibah masih hidup.
  2. Barang yang dihibahkan harus sudah ada, kalau baru akan ada kemudian, maka hibahnya batal.
  3. Harus dengan akte notaris, kecuali untuk barang yang bergerak, dapat langsung dialihkan secara fisik.

Setelah tahu syarat-syarat di atas, yang pertama yang perlu anda lakukan adalah mengklasifikasikan jenis kekayaan anda, apakah termasuk barang bergerak atau barang tidak bergerak. Barang bergerak terdiri dari 2 jenis, berwujud dan tidak berwujud. Yang berwujud seperti mobil, emas,berlian, permata, uang, dan yang tidak berwujud: seperti saham, obligasi dan piutang. Sedangkan barang tidak bergerak seperti tanah, dan segala benda yang secara permanen melekat di atasnya.

Jika sudah tahu klasifikasi apa, maka selanjutnya adalah cara pengalihannya. Untuk emas, berlian, permata, uang, mobil dan barang berwujud lainnya dialihkan dengan pengalihan fisik, sedangkan untuk saham, obligasi, piutang, dialihkan dengan cara cessie yaitu menandatangani akta pengalihan, sedangkan untuk benda tidak bergerak seperti properti, rumah, tanah, sawah, ladang, dialihkan dengan cara menandatangani akte pengalihan yang dibuat oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

Sebagai contoh, misalkan anda mempunyai 3 rumah di Jakarta ingin anda hibahkan kepada 2 anak dan istri anda, maka rumah pertama untuk anak pertama, rumah kedua untuk anak kedua sedangkan rumah ketiga yang ingin anda hibahkan ke istri tidak bisa. Mengapa? Karena hibah antara suami istri selama perkawinan dilarang menurut KUHP.

Selain itu yang menjadi perhatian adalah dampak finansialnya, untuk pengalihan tersebut tentu akan timbul biaya dan pajak, misalnya dari contoh di atas, untuk dari pengalihan 2 properti tersebut, maka anak pertama dan kedua, masing-masing harus membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPTHB) senilai 5% dari Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP).

Lain halnya jika yang dilakukan adalah hibah wasiat, artinya hibah yang merupakan warisan, setelah si pemberi hibah meninggal dunia, maka sesuai peraturan, ada diskon 50% dari 5% atas BPHTB, selain itu anak-anak anda sebagai penerima hibah juga mendapat pengurangan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak sebesar Rp. 350 juta.

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com

Cerita Co-Founder Google & CEO Facebook

 

pic source: telegraph.co.uk

pic source: telegraph.co.uk

pic source: nydailynews.com

pic source: nydailynews.com

 

Kalau mau cari tahu sesuatu, Google aja, atau kalau mau cari teman-teman lama, coba cek di Facebook. Sepertinya Google dan Facebook sudah jadi makanan sehari-hari. Siapa yang tidak tahu Google atau Facebook? Tapi tahukah anda siapa pemiliknya? Orang-orang muda yang kaya, dengan nilai aset milyaran dollar.

Minggu ini, akhir Agustus 2013, dunia dikejutkan berita dari Sergey Brin, Co-Founder Google, dimana dikabarkan rumah tangganya dengan Anne Wojcicki retak karena adanya orang ketiga – seorang pekerja wanita di Google, Amanda Rosenberg, karyawati Google yang mengerjakan proyek Google Glass. Rumah tangga Sergey dengan Anne telah berjalan 6 tahun dan mereka telah dikarunia 2 anak.

Menurut Forbes, Sergey diperkirakan memiliki kekayaan senilai US$ 22,8 milyar. Posisi no. 21 sebagai orang terkaya di dunia. Dan diketahui bahwa sebelum menikah, mereka telah membuat pre nuptial agreement (‘pre nup’ – perjanjian pra nikah). dan dengan adanya pre nup tidak akan membuat dampak yang berarti jika Sergey dan Anne memutuskan untuk berpisah. Karena, jika tidak ada pre nup maka Sergey harus mengikuti hukum negara bagian yang berlaku dan dapat berakibat membagi dua asetnya, termasuk voting shares nya di Google.

Sementara itu, CEO Facebook, Mark Zukenberg, sehari setelah IPO (Initial Public Offering – Penawaran Saham Perdana) Facebook melangsungkan pernikahannya dengan pacarnya, Priscilla Chan pada tanggal 20 Mei 2012. Mereka bertemu pada saat kuliah tahun 2004 di Harvard University. Menurut Forbes estimasi kekayaan Mark US$ 20 milyar, menempati posisi no. 25 orang terkaya di dunia. Dan sebelum pernikahan dilangsungkan, Mark dan Priscilla sudah menandatangani pre nup. Sehingga jelas mengenai pendapatan, aset dan kewajiban.

Bahwa pada umumnya pasangan muda menikah hanya mempunyai beberapa aset saja, tapi dalam kehidupan modern, pasangan yang menikah membawa isu finansial dalam perkawinan.  Saat ini semakin banyak orang yang menunda pernikahan, atau menikah yang kedua kalinya bahkan yang ketiga kalinya. Sebagai hasilnya, semakin banyak penghasilan, aset dan kewajiban yang dibawa oleh sang calon mempelai. Oleh karena itulah kenapa pre nup itu menjadi topik diskusi yang hangat bagi pasangan yang akan menikah.

Orang yang mengajukan pre nup ini mungkin akan terkesan ragu, tidak percaya akan calon pasangannya sendiri maupun perkawinannya yang akan datang. Pre nup ini seperti halnya surat wasiat, suatu saat nanti anda akan meninggal, tidak tahu kapan, toh anda perlu meninggalkan wasiat bagi keluarga anda jika anda meninggal kelak. Karena kalau tidak, maka pembagian aset warisan yang tidak jelas akan berdampak besar, nanti ada yang serakah, mau menang sendiri dsb. Nah begitu juga halnya dengan pre nup, anda tidak tahu apa yang akan terjadi dalam rumah tangga anda kelak.

Oleh karena itu jika anda kaya tajir melintir atau penghasilan di atas rata-rata meskipun belum seperti Sergey maupun Mark, atau anda punya talenta khusus seperti penyanyi, punya hak paten seperti pemegang brand atau merk produk tertentu, atau sudah mempunyai anak dari pernikahan sebelumnya, maka anda disarankan berdiskusi secara sehat mengenai keuangan dengan calon pasangan anda.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

Marriage with pre nuptial agreement, apa konsekuensinya?

pic source: novylaw.com

pic source: novylaw.com

Di antara orang-orang yang anda kenal mungkin ada yang menikah dengan perjanjian pisah harta (pre nuptial agreement). Perjanjian ini harus di buat sebelum pernikahan dilangsungkan. Kalau dibuatnya setelah pernikahan maka  gak berlaku.

Apa sih pre nuptial agreement  (pre nup) itu? Pre nup adalah Perjanjian pranikah yang mengikat di antara calon suami dan istri yang isinya terkait dengan harta, yang berlaku selama pernikahan hingga jika terjadi perceraian.

Untuk memudahan menjelaskan konsekuensinya, saya berikan ilustrasi berikut.

Masih ingat kasus tahun 2005 yang lalu, di mana salah satu selebriti wanita Indonesia asal Bali, yang bertubuh besar (ga perlu disebut nama yaa) yang menikah, dan setelah 4 tahun kemudian cerai dengan suaminya? Pengadilan mengabulkan perceraian tersebut dengan menetapkan pembagian harta gono gini 50:50. Atas hasil putusan pengadilan tersebut si wanita mengajukan banding, karena si wanita merasa bahwa harta-harta yang diperoleh selama pernikahan tersebut adalah miliknya, karena dia yang bekerja mendapatkannya semua itu. Tapi pengadilan memutuskan bahwa harta gono gini tersebut harus dibagi dua, karena meskipun si wanita merasa dia yang bekerja keras mendapatkan harta tersebut, tapi harta tersebut di dapatkan selama pernikahan berlangsung, maka hakim pengadilan memutuskan untuk membagi dua.

Nah dari cerita tersebut, dapat disimpulkan bahwa pernikahan tersebut dilakukan tanpa perjanjian pisah harta (pre nuptial agreement), maka si lelaki berhak untuk mendapatkan harta gono gini tersebut.

Lain ceritanya bila sebelum menikah mereka membuat pre nuptial agreement, maka:

  1. Harta si wanita akan terlindungi.
  2. Harta si pria juga terlindungi, kalau misalnya, seumpamanya, ternyata dikemudian hari ketahuan bahwa si wanita mempunyai hutang segunung, maka si pria tidak harus menanggung hutang segunung tersebut. Karena si pria juga sudah terlindungi dengan adanya pre nuptial agreement tersebut.

Pre nuptial agreement merupakan tools bagi saya sebagai financial planner untuk perencanaan distribusi kekayaan.

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

CICIL DAN GADAI EMAS, APA JADINYA KALAU MARKET TREND TURUN?

picture source: bisnis.liputan6.com

picture source: bisnis.liputan6.com

Tadi pagi waktu sahur, salah satu acara TV nasional menayangkan acara talkshow dengan nara sumber merangkap sponsor dari salah satu bank syariah nasional (tidak perlu disebut namanya ya). Yang dibahas mengenai produk dari bank tersebut yaitu cicil dan gadai emas. Disebutkan bahwa untuk nasabah yang berminat untuk membeli emas bisa dengan mencicil dengan margin yang disepakati, dan yang BU alias butuh uang, tinggal gadaikan saja emasnya.  Sayangnya ada beberapa informasi yang tidak lengkap dijelaskan waktu talk show. Untuk itu kita bahas dari kondisi trend gold market yang terus menurun supaya lebih jelas.

Untuk Cicil Emas, hal lain yang kurang lengkap disampaikan adalah pada saat mencicil emas dengan trend market price turun. Jika anda pilih membeli emas dengan cara mencicil di bank atau pegadaian, maka selisih atas penurunan harga pasar emas tidak mengurangi cicilan anda, anda diharuskan tetap membayar cicilan sesuai perjanjian awal. Contohnya jika harga emas yang anda beli awalnya seharga Rp. 12 juta kemudian turun jadi Rp. 10 juta, maka cicilan anda tidak ikut turun, tapi tetap untuk seharga Rp. 12 juta. Oleh karena itu konsumen harus jelas akan terms and condition nya.

Sedangkan untuk Gadai Emas, prinsipnya, anda menggadaikan barang anda untuk mendapatkan sejumlah uang dan kemudian ditebus kembali. Jika dalam hal ini adalah emas batangan, maka bank atau pegadaian yang menyediakan bisnis gadai emas akan menaksir emas tersebut dengan harga emas yang tentunya lebih rendah dari market price. Misalnya market price emas LM Antam hari ini (per 27 Juli 2013) Rp. 450.000/gram , maka nilai taksiran bank atau pegadaian pasti di bawah itu misalnya Rp. 400.000/gram. Dan nilai pinjamannya maksimum hanya 93% dari nilai taksiran. Kemudian nilai pinjaman dikurangi lagi biaya administrasi yang rangenya Rp. 12.500 – Rp. 60.000.  Jadi yang anda terima Rp. 312.000, ini sama dengan 69% dari market price sekarang. Artinya biaya awal untuk gadai emas mencapai 31% dari market price. Belum lagi dikurangi biaya sewa per bulannya yang nilainya 1,25% per gram atau dari nilai pinjaman.

Jika kondisi pasar harga emas turun terus, maka bank atau pegadaian akan meminta selisih dari nilai pasar tersebut kepada anda sebagai kekurangan atas nilai pasar yang baru. Misalnya saat anda menggadaikan emas, nilai harga emas Rp. 520.000/gram, tapi kemudian harga emas merosot menjadi Rp. 450.000/gram dalam sebulan. Selisih Rp. 70.000/gram ini harus dibayar oleh anda, untuk memperpanjang gadai. Jika tidak anda bayar, maka bank atau pegadaian punya hak untuk melelang emas anda yang dijaminkan tersebut. Di TV, pada saat si host menanyakan mengenai trend gold market yang turun saat ini ke nara sumber, hal tersebut tidak di jawab secara lengkap, sehingga informasi kepada pemirsa TV kurang lengkap.

Jadi kalau ada tawaran produk baik dari bank, pegadaian atau institusi lainnya, tanyalah secara detail, apa saja term and conditionnya. Supaya tidak menyesal di kemudian hari. Selain itu, jika sudah kepepet, BU alias butuh uang, jual saja emas  atau perhiasannya. Toh jika anda sudah mampu membeli sebelumnya, anda akan mampu membelinya lagi.

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com

3 tips memilih bank untuk KPR

source: belisewarumah.com

source: belisewarumah.com

 

Kalau anda sudah ketemu dengan properti, rumah, ruko atau apartemen yang cocok dengan anda, yang ingin anda beli, tentu anda ingin segera merealisasikannya. Salah satu caranya dengan pinjaman dari bank atau KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Bila anda beli melalui perantara/broker, bisa saja si broker punya jalur ke bank yang biasa menjadi langganan bagi kliennya. Tapi jika tidak, maka anda sendirilah yang mencari jalur ke bank, bisa lewat teman, telpon langsung ke bank, datang langsung ke cabang bank tersebut.

 

Ada 3 tips yang perlu diperhatikan dalam memilih bank untuk KPR anda:

1. Pilih bank yang memberikan fleksibilitas atas kredit yang diberikan,

maksudnya bank tersebut mengikuti prosedur tapi tidak kaku. Contohnya begini, ada satu bank besar, sebut saja Bank X, yang minta semua persyaratan dokumen harus di penuhi, setelah di hitung, ternyata rasio cicilan anda tidak cukup. Tapi jika ternyata anda punya sumber pendapatan lain, maka bank akan menambah sumber pendapatan lain tersebut, sehingga rasio cicilan anda mencukupi. Rasio tersebut disebut sebagai debt burden ratio (DBR) artinya cicilan anda per total penghasilan anda, nilainya maksimal 30%. Kalau cicilan anda 10 juta per bulan, maka minimal total penghasilan anda (dan pasangan) dalam sebulan harus Rp.30 juta, karena kalau DBR lebih dari 30%, akan di anggap akan mengganggu cash flow keuangan anda. Artinya terlalu banyak pengeluaran lain yang mungkin dapat mengganggu kelancaran pembayaran cicilan anda.

 

2. Pilihlah bank yang memberikan plafond tertinggi

Hal ini bisa terjadi bila anda mengajukan KPR pada lebih dari 1 (satu) bank. Boleh-boleh saja, ini untuk memberikan pilihan kepada anda, bank mana yang paling favorable buat anda.

Aturan pembiayaannya anda adalah 70% dari harga beli, karena 30% merupakan uang muka (down payment) yang harus di bayar secara cash. Pada waktu anda mengajukan permintaan kredit, bank akan menilai properti tersebut, Iapi bisa jadi hasil appraisal (penilaian) atas properti yang anda akan beli, nilainya di bawah harga pasar dan di bawah dari nilai penawaran anda. Ini akan berakibat plafond (nilai pinjaman yang di setujui) akan lebih kecil. Dampaknya uang muka yang harus disediakan lebih dari 30%. Setiap bank punya mekanisme dan sistem perhitungan yang berbeda. Ilustrasinya, dengan pengajuan pinjaman yang sama misalnya Rp. 500 juta, bank A hanya setuju memberikan pinjaman 475 juta, bank B hanya Rp. 450 juta dan bank C setuju Rp. 500 juta. Maka pilihlah bank C.

 

3. Pilih bank yang memberikan bunga fixed paling lama.

Mengapa bunga fixed? Karena umumnya bank yang memberikan bunga fixed paling lama, bagi anda sebagai nasabah akan menguntungkan dalam hal mengatur cash flow, karena selama periode tersebut, cicilan anda akan tetap. Misalnya bunga 9,75% selama 4 tahun, maka selama 4 tahun tersebut, cicilan anda akan tetap misalnya Rp. 5 juta per bulan, tapi begitu menginjak tahun ke-5, maka cicilan akan berubah dan umumnya naik dan pasti naik (kalau yang ini sepertinya ga perlu di jelasin kenapa…) misalnya bunga akan naik jadi 14%, dan cicilan per bulan nya menjadi Rp. 6,3 juta. Ini hanya ilustrasi sederhana saja.

 

Tiga hal tersebut adalah hal-hal yang perlu menjadi concern anda pada saat memilih bank untuk KPR.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.planner@gmail.com