Review Investasi Reksadana via Apps Bukalapak

bukalapak apps 

Selain market place Tokopedia, kompetitor nya yaitu Bukalapak juga menyediakan layanan pembelian instrumen reksadana via Apps Bukalapak. Sebagai catatan, Bukalapak sebagai agen penjual produk reksadana tidak bertanggung jawab terhadap kinerja reksadana yang dijual.

Ada 3 hal yang bisa jadi perhatian.

Pertama, untuk pendaftaran, karena Bukalapak bekerjasama dengan Bareksa (portal jual beli reksadana online), maka tatacaranya mirip dengan yang ada di Bareksa.com. Anda perlu scanned KTP dan smartphone dan/atau laptop yang touchscreen untuk proses pendaftaran seperti terima sms dan tanda tangan online pada screen. Selanjutnya anda tinggal masuk ke menu BukaReksa (nama yang digunakan Bukalapak sebagai menu jual beli reksadana) lalu klik mulai investasi sekarang. Dari sini ikuti saja instruksi yang diberikan pada layar. Setelah daftar, perlu waktu 1 (satu) hari lamanya untuk account anda di verifikasi. Tidak serta merta pendaftaran online, saat itu juga langsung disetujui. Setelah verifikasi OK, maka baru anda bisa mulai bertransaksi.

Kedua, beli reksadana. Di Bukalapak, saat ini ada 4 jenis reksadana yang dijual:

  1. Pasar uang,
  2. Pendapatan tetap,
  3. Campuran dan
  4. Saham

 

Dari jenis reksadana tersebut, produk yang dijual berturut-turut adalah

  1. Pasar uang, reksadana yang mempunyai risiko rendah:
    1. Mandiri Investa Pasar Uang,
    2. Reksa Dana Syariah Mandiri Bukareksa,
    3. CIMB-P Bukareksa Pasar Uang
  2. Pendapatan Tetap, yang mempunyai risiko menengah:
    1. Syailendra Fixed Income Fund,
    2. CIMB-Principal Total Return Bond Fund,
    3. Mandiri Investa Dana Syariah,
    4. Reksadana Ashmore Dana Obligasi Nusantara,
    5. Bahana MES Syariah,
    6. Manulife Obligasi Negara Indonesia II.
  3. Campuran, juga mempunyai risiko menengah:
    1. Batavia Dana Dinamis,
    2. Kresna Flexima,
    3. Cipta Syariah Balance,
    4. Schroder Dynamic Balanced Fund,
    5. Schroder Dana Kombinasi,
  4. Saham, yang mempunyai risiko tinggi, yaitu:
    1. Manulife Dana Saham,
    2. BNP Paribas Infrastruktur Plus,
    3. BNP Paribas Pesona,
    4. BNP Paribas Pesona Syariah,
    5. Batavia Dana Saham,
    6. Sucorinvest Sharia Equity Fund,
    7. Sucorinvest Maxi Fund, dan
    8. BNP Paribas Ekuitas.

Anda bisa lihat di menu Produk yang ada di BukaReksa. Tinggal dipilih saja mana yang sesuai dengan tujuan dan risk profile anda. Kalau anda hanya punya tujuan jangka pendek, kurang dari 1 tahun, maka pasar uang menjadi pilihan yang tepat, begitu juga seberapa konservatif nya anda, dan sebaliknya. Semakin panjang tujuan anda dan semakin agresif profile anda, reksadana saham bisa menjadi pilihan. Bagusnya, buat yang belum familiar dengan reksadana, BukaReksa menampilkan kategori dari produk reksadana yang ada, apakah masuk risiko rendah atau risiko tinggi. Sehingga investor awam, bisa tahu masuk kategori mana produk reksadana tersebut.

Untuk membeli reksadana, tinggal klik pada salah satu reksadana yang menjadi pilihan, kemudian akan muncul tombol beli, klik saja. Pada tampilan produk, informasi Nilai Aktiva Bersih (NAB) ditampilkan secara jelas, bersamaan dengan kinerja harian nya. Apakah naik atau turun. Begitu juga dengan kinerja per 7 hari, 1 bulan, 3 bulan dan 1 tahun lengkap dengan grafiknya. Menurut saya ini akan membantu investor akan gambaran atas kinerja dari produk reksadana tersebut.

Pembelian minimum tercantum Rp. 10.000, namun di situ sudah tersedia kotak pilihan Rp. 50.000, Rp. 100.000, Rp. 200.000, Rp. 500.000 dan Rp. 1.000.000, atau anda bisa juga menuliskan secara manual pada kotak yang tersedia. Saat ini karena Bukalapak sudah bekerja sama dengan Apps Dana, maka uang untuk beli reksadana bisa digunakan dari saldo yang ada di Dana, atau bisa juga melalui transfer bank. Jika sudah beli, maka kita bisa melihat total harga yang ada dan biaya pembelian – ada produk yang masih memberikan fee gratis tapi ada pula yang sudah berbayar seperti di Schroder Dana Kombinasi. Informasi gratis atau tidak, ada di detail informasi produk. Tinggal klik saja. Secara umum, cara pembelian reksadana mirip dengan anda transaksi belanja online di Apps Bukalapak.

Ketiga, pada saat menjual reksadana, lihat dulu di menu portfolio, reksadana apa saja yang dimiliki. Dari menu portfolio ini, BukaReksa menampilkan berapa keuntungan/kerugian yang di dapat sejak pembelian dilakukan. Jika sudah dipilih pada reksadana yang ingin dijual, klik jual. Bisa jual semua unit bisa sebagian. Kalau ingin menjual semua unit, tinggal klik pada kotak yang tersedia. Kalau sebagian saja, ketik secara spesifik berapa jumlah unit yang ingin di jual. Tampilan ini mirip dengan menu yang ada di Bareksa.com itu sendiri. Info jumlah unit, tersedia di menu portfolio. Jika anda melakukan transaksi jual sebelum jam 13.00, maka akan digunakan NAB pada hari tersebut, tapi jika setelah jam 13.00, maka NAB H+1 atau hari berikutnya yang akan digunakan. Hal ini dikaitkan dengan settlement yang baru bisa dihitung pada akhir/ malam hari.

Selanjutnya bank kustodian, akan mentransfer uang langsung ke rekening anda maksimum 7 hari bursa. Karena menggunakan sistem kliring, maka akan ada biaya Rp. 5.000 untuk beneficiary atau bank tujuan jika berbeda dengan bank asal. Proses jual ini, sangat mudah, seperti halnya menjual barang secara online di marketplace.

Hal lain, sebelum membeli reksadana di marketplace seperti ini, investor juga perlu membaca fund fact sheet dan prospektus yang tersedia di detail informasi produk.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

Review Investasi Reksadana Via Apps Tokopedia

tokopedia apps

Sebelum dunia digital berkembang seperti sekarang ini, untuk orang bisa berinvestasi reksadana perlu menghubungi Manager Investasi nya atau melalui bank sebagai agen penjual. Namun sekarang investasi reksadana   bisa dilakukan melalui apps e-commerce yang ada, seperti Tokopedia. Selain untuk belanja barang, bisa juga untuk berinvestasi. Memang ada cara lain untuk berinvestasi melalui reksadana, yaitu melalui portal yang memang mengkhususkan untuk bertransaksi reksadana seperti Bareksa, IPOT atau Tanamduit.

Untuk tulisan kali ini, kita mulai dulu dengan yang ada di Apps Tokopedia. Perlu di catat bahwa pihak agen penjual tidak mempunyai pengaruh apapun terhadap kinerja Reksadana.

Pertama, untuk daftar, kita harus login dulu, kalau belum punya account, buat dulu. Siapkan foto KTP atau scanned KTP dan smartphone dan/atau laptop yang touchscreen. Selanjutnya, bisa masuk ke menu investasi. Pihak Tokopedia bekerjasama dengan Bareksa untuk menjual reksadana. Isi data dan tandatangan secara digital di smartphone dan/atau laptop. Mirip dengan pendaftaran di Bareksa.com itu sendiri. Setelah diverifikasi 1 hari, baru bisa transaksi. Dari sisi pendaftaran, tidak bisa instan untuk verifikasi, sehingga tidak bisa langsung untuk transaksi.

Kedua, pembelian reksadana di Tokopedia, saat ini, hanya bisa beli 2 produk saja, yaitu Syailendra Dana Kas dan Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra. Pembelian disebutkan mulai Rp. 10.000, tapi di kolom pembelian, akan otomatis tercantum Rp. 20.000, mungkin system default nya seperti itu. Namun kita dapat sesuaikan nominal yang kita mau. Reksadana yang di jual oleh Tokopedia adalah Reksadana Pasar Uang, sehingga cukup minim resikonya. Kedua Reksadana tersebut return nya berturut-turut 5,634% dan 5,701% lebih tinggi sedikit dari Deposito (setelah pajak). Seiring juga dengan return atau hasil yang diberikan, maka risikonya juga rendah, high risk high return, low risk low return. Selain itu, untuk pembelian saat ini juga tersedia fitur langganan reksadana, yang bisa anda klik untuk pembelian reksadana secara regular. Untuk beli, anda bisa transfer atau gunakan saldo OVO yang sekarang bekerjasama dengan Tokopedia. Setelah transfer, pembelian reksadana  akan di proses selama 48 jam. Untuk melihat kinerja reksadana  yang dibeli, Tokopedia kurang menampilkan informasi yang memadai, seperti berapa nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih) rata-rata pada saat pembelian dan berapa persen keuntungan/kerugian.

Ketiga, apabila Anda mau melakukan penjualan reksadana, anda perlu memasukkan nilai Rupiahnya. Agak berbeda dengan portal atau e-commerce yang menjual reksadana yang lain, dimana yang dimasukkan adalah nilai unitnya. Karena harga unit, baru akan ditransaksikan untuk settle pada saat akhir hari atau malam hari, sehingga sebenarnya kita belum tahu nilai nominalnya. Itupun bila transaksi dilakukan sebelum pukul 12.00 siang pada hari yang sama. Selanjutnya untuk pencairan dana, dana akan masuk ke saldo Tokopedia atau saldo OVO secara instan. Dana cair seketika ini cukup menarik, karena umumnya, jika menggunakan nilai unit, rata-rata perlu 2 (dua) hari untuk dana masuk ke rekening anda, pertama karena menunggu nilai settlement pada malam hari dan kedua, menunggu transfer dari bank custodian. Karena menggunakan nilai Rupiah, maka penjualan bisa dilakukan pada hari libur, tidak perlu menunggu NAB pada hari kerja berikutnya. Sehingga kalau anda butuh uang segera, maka investasi ini sangat likuid. Apabila anda menginginkan return yang lebih besar dari investasi yang lebih beresiko, maka bukan di Tokopedia tempatnya, karena saat ini, Tokopedia hanya menjual reksadana jenis pasar uang. Apabila dana cair esok harinya tapi menggunakan nilai Rupiah hari ini, maka ada potensi kerugian bunga, meskipun potensi kenaikan bunga relatif kecil untuk jenis reksadana pasar uang seperti ini.

Keempat, transfer dana hasil pencairan dari saldo Tokopedia atau OVO dilakukan secara instan ke rekening yang anda daftarkan di Tokopedia. Ada biaya kliring bila beneficiary bank atau bank tujuan berbeda dengan bank asal, tidak besar, saat ini hanya Rp. 5000, pastikan cukup waktu dalam berinvestasi, sehingga nilai nominal anda tidak tergerus karena biaya ini.

Sebagai penutup, investasi di Tokopedia sangat mudah, seperti halnya membeli barang online. Mulai dari pendaftaran, pembelian, penjualan sampai dana hasil penjualan efektif di rekening. Sehingga anda bisa langsung untuk belanja online kembali begitu uang efektif di rekening. Apabila dikemudian hari Tokopedia menjual reksadana jenis saham, campuran dan pendapatan tetap, maka ada potensi keuntungan atau kerugian yang tidak tercatat bila metode penjualan tetap dilakukan dengan nilai Rupiah.

Catch me: @rizalplanner

Email : rizal.plannerindo@gmail.com

 

Resolusi Rp. 1 Miliar

NYResolution2018

Boy Hazuki Rizal_Tabloid Kontan 1Jan18

Tahun baru, resolusi baru.

Saya dan Anda mungkin punya resolusi tahun baru yang berbeda, tapi bisa jadi akhirnya adalah kesejahteraan diri dan keluarga. Sebagai manusia, tentu kita mengharapkan tahun baru lebih baik dari tahun sebelumnya,lebih dapat mengatur cash flow dan lebih sejahtera dalam hal finansial. Dan kita semua sangat prihatin dengan kejadian korupsi di negeri kita tercinta ini. Berapapun nilai korupsinya, sangat tidak sebandingkan dengan integrity dan harga diri. Memperkaya diri sendiri dengan tujuan mensejahterakan diri dan keluarga dengan korupsi jelas merupakan jalan yang salah.

Anda sebagai pribadi maupun kepala keluarga, tentu juga berpikir dan berharap bagaimana caranya supaya dapat mensejahterakan diri dan keluarga dengan jalan yang bersih dan halal, tanpa perlu berurusan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) maupun pihak berwajib lainnya.

Bisa! Harus bisa dan pasti bisa! Caranya dengan berinvestasi. Salah satunya melalui investasi di pasar modal. Anda semua tahu bahwa setiap pilihan investasi pasti ada risiko yang mesti di tanggung. Semakin tinggi imbal hasil yang diharapkan, semaking tinggi risiko yang mesti ditanggung. Namun risiko tersebut dapat kita ukur dan mitigasi. Dengan membeli instrumen investasi melalui manager investasi yang sudah resmi terdaftar di OJK, melindungi diri kita dari investasi bodong.

Untuk resolusi tahun baru, mari jadikan dana Rp. 1 Milyar sebagai resolusi kesejahteraan diri dan keluarga. Bagaimana cara mewujudkannya? Dengan investasi di reksadana saham. Saat ini imbal hasil rata-rata reksadana saham sekitar 17%.

Kalau kita hitung dengan skenario imbal hasil 17% per tahun, maka Anda ‘cukup’ berinvestasi Rp. 3,22 juta sebulan selama 10 tahun, maka pada tahun ke-10 uang Rp. 1 Milyar akan terakumulasi jadi milik Anda. Kalau merasa jumlah per bulannya masih terlalu besar, jangka waktunya bisa di perpanjang menjadi 15 tahun, dengan investasi bulanan yang lebih kecil lagi menjadi Rp. 1,23 juta, dan kalau Anda merasa bulanannya masih terlalu besar dan punya waktu lebih panjang, waktu investasinya bisa di extend lagi menjadi 20 tahun, dengan investasi per bulan ‘hanya’ Rp. 502 ribu. Nah semua ini selama Anda lakukan dengan disiplin dan konsisten, maka yakinlah uang Rp. 1 Milyar tersebut akan jadi resolusi baru Anda.

Imbal hasil reksadana saham mencapai 17% per tahun, sangat amat jauh bila dibandingkan dengan deposito yang berkisar 5% per tahun atau bahkan dengan tabungan biasa yang hanya berkisar 1% per tahun.

Ada 3 tahap yang perlu anda lakukan untuk mewujudkan resolusi Rp. 1 Milyar pertama Anda.

Tahap pertama, tetapkan jangka waktunya. Semakin pendek, semakin besar dana yang harus disediakan dan sebaliknya. Jangka waktu berhubungan dengan tingkat risiko, imbal hasil serta nilai investasi yang harus di investasikan setiap bulan. Semakin lama jangka waktu, investasi per bulan nya juga rendah.

Tahap kedua, pilih instrumen investasi yang tepat yang memberikan imbal hasil yang optimal. Akses atas informasi instrumen investasi reksadana jaman now bisa di akses secara online melalui smartphone Anda lewat portal maupun aplikasi yang menyediakan jual-beli dan kinerja reksadana. Informasi atas kinerja reksadana dapat Anda filter dan banding-bandingkan antara satu dengan lainnya.

Tahap ketiga, disiplin dan konsisten, dengan menggunakan metode dollar cost averaging, lakukan secara konsisten dalam berinvestasi setiap bulan pada instrumen yang sudah di pilih pada tahap pertama. Anda membeli instrumen investasi tersebut secara disiplin setiap bulan, tidak peduli berapa harganya. Kalau kebetulan harga sedang rendah, Anda mendapat barang lebih banyak, sebaliknya, kalau harga sedang tinggi, barang lebih sedikit.

Jika itu sudah dilakukan, maka Anda tinggal memonitor saja secara online kinerja dari instrumen pilihan Anda.

Yuk, mari kita jadikan resolusi tahun baru ini untuk hidup yang lebih sejahtera untuk diri dan keluarga.

Selamat tahun baru!

Beli Mobil Baru Tanpa Kredit Tapi Via Reksadana, Bagaimana Caranya?

Kalau ada keluaran model baru dari merk mobil tertentu, rasanya pingin supaya mobil yang lama di jual dan ganti dengan model baru. Event seperti Pameran Mobil (IIMS) yang rencana di gelar bulan April 2017, bisa jadi ajang ganti mobil baru. Kalau beli mobil baru dengan cara kredit itu sudah biasa, kita hanya diminta bayar DP nya dulu kemudian sisanya dicicil lewat lembaga pembiayaan atau bank.
Tapi coba kita pikirkan untuk beli mobil baru dengan cara nabung dulu, karena mobil adalah aset yang terdepresiasi, sehingga value nya akan terus turun. Jika kita bayar dengan fasilitas kredit, total nilai yang kita bayar akan pasti lebih tinggi dari nilai market value nya karena adanya bunga bank atau lembaga pembiayaan.
Oleh karena itu pola pikir beli mobil dengan cara cicilan setiap bulan di gantikan dengan pola pikir tabungan setiap bulan dengan menabung lewat reksadana. Ya, lewat instrumen keuangan yang satu ini, agar tujuan kita bisa tercapai. Tentu saja risikonya jauh berbeda, sebagai contoh jika kita telat bayar cicilan, tentu saja lembaga pembiayaan atau bank akan mengirimkan ‘reminder’ kepada kita, mulai dari surat cinta sampai ‘tamu’ kunjungan, sedangkan bila tabungan kita telat setor, hanya kita sendiri yang rugi, karena target tabungan kita bisa jadi missed.
Sebagai ilustrasi, misalkan kita ingin setiap 5 tahun kita ganti mobil, beli mobil baru. Asumsikan mobil yang dibeli adalah mobil sejuta umat, Toyota Avanza. Jika kita lihat, harga mobil Avanza baru pada tahun 2012 asumsikan Rp. 160 juta, sementara harga OTR mobil baru untuk seri yang sama di tahun 2017 ini kurang lebih Rp. 203 juta. Artinya kenaikan selama 5 tahun sebesar 26.6% atau kenaikan per tahunnya rata-rata kurang lebih 5%. Asumsikan dengan kenaikan 5% tersebut, pada tahun 2022, harga mobil Avanza seri tersebut sudah mencapai Rp. 257 juta.
Perbandingannya sebagaimana di bawah ini:
Harga mobil tahun 2022 Cicilan/ bulan Ket
Skenario A Rp. 257 juta Rp. 4,9 juta/ bulan Cicilan kredit

Skenario B Rp. 257 juta Rp. 2,9 juta/ bulan Menabung dalam bentuk reksadana

Selisih Rp. 2,0 juta/bulan

Skenario A: jika kita mengambil fasilitas kredit untuk pembelian mobil selama 5 tahun, bunga yang mesti dibayarkan sekitar 6% per tahun saat ini atau dengan cicilan tiap bulannya kurang lebih Rp. 4,9 juta dan total nilai pembayaran pokok dan bunga cicilan selama 5 tahun kurang lebih Rp. 347 juta.
Skenario B: bandingkan bila kita memilih menabung dahulu melalui instrumen reksadana saham setiap bulannya selama 5 tahun, maka secara kalkulasi, tabungan per bulan adalah sebesar Rp. 2,9 juta dan di akhir tahun ke-5, nilai mobil baru seharga Rp. 257 juta tercapai. Asumsikan return reksadana saham setiap tahunnya 15%.
Pada penghujung tahun ke-5, terdapat perbedaan nominal yang signifikan, ada selisih Rp. 90 juta (Rp. 347 juta – Rp. 257 juta) atau penghematan sebesar 35% selama 5 tahun. Lumayan kan.

Dari kedua skenario di atas, dapat dihitung selisih per bulannya antara skenario A dan skenario B yaitu sebesar Rp. 2 juta. Selisih ini jika kita investasikan juga di reksadana saham, yang memberikan return 15% per tahun, maka dalam 5 tahun akan menghasilkan kurang lebih Rp. 183 juta.
Dari skenario B di atas, dapat di simpulkan bahwa perencanaan membeli mobil baru baru dengan cara menabung via reksadana punya kelebihan:
1. jauh lebih murah
2. risiko lebih rendah, serta
3. mengurangi beban cash flow keuangan setiap bulannya yang lebih tinggi.
Instrumen keuangan yang digunakan di sesuaikan dengan jangka waktu menabung, kalau pendek jangka waktu menabung nya, maka pilih instrumen keuangan yang lebih rendah risikonya..

Selamat beli mobil baru..!

Catch me: @rizalplanner
Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

TIPS INVESTASI ONLINE

pic source: ljitechnologies.com

pic source: ljitechnologies.com

Salah satu cara untuk meningkatkan kekayaan adalah melalui investasi. Yup investasi.., salah satu pilihan investasi adalah melalui reksadana. Kita bisa lebih cepat mengakumulasikan dana kita melalui reksadana. Tentu hal pertama yang perlu kita pastikan adalah tujuan kita untuk apa? Apakah untuk pendidikan anak? Untuk umroh? Travelling dsb? Sehingga jangka waktu investasinya pun disesuaikan dengan tujuan kita. Kalau sudah tahu tujuannya untuk apa dan berapa lama, maka besarannya pun bisa dihitung menyesuaikan tujuan dan jangka waktu.

Bagaimana menentukan pilihan investasi reksadana yang tepat? Secara gambaran besar dibagi 3 (tiga), kalau tujuannya untuk jangka waktu pendek, sekitar 1-2 tahun, penempatan dananya di pasar uang, untuk jangka waktu menengah 3-5 tahun, di fixed income (obligasi), sedangkan untuk jangka panjang 5-7 tahun, penempatannya di saham. Selain itu kita sebagai investor juga harus paham risiko yang ada, hampir tidak ada investasi yang tidak berisiko, karena deposito di bank pun tetap ada risikonya. Yang paling ekstrim adalah ‘hilangnya’ uang kita, ‘hilang’nya disini misalnya karena kondisi eksternal seperti pasar saham yang lagi anjlok atau bank yang di ‘rush’. Seperti kejadian tahun 1998 dimana terjadi kerusuhan politik di Jakarta, yang berdampak penjualan besar-besaran saham di pasar modal, sehingga dana yang di tempatkan di saham akan anjlok mengikuti underlying nya (acuan investasinya).

Selain itu kita, kita juga perlu tahu toleransi risiko kita, seberapa besar kita bisa mentolerir risiko atas investasi tersebut, misalnya seperti contoh kejadian di atas, kalau tiba-tiba kita kehilangan duit karena ada kejadian ekstrim, apakah kita sanggup menerimanya? Bisa repot kan kalau sampai kena stroke, tekanan darah tinggi atau stress. Bila kita tidak sanggup menerima high risk tersebut, maka pilihan kita bisa turun ke investasi yang portfolio yang lebih rendah risiko nya, otomatis lebih rendah juga return (tingkat pengembalian investasi) nya.

Saat ini cara investasi pun semakin mudah, sudah bisa dilakukan online, Investasi Reksa Dana Online DIM, Investasi aman dan mudah, kita bisa tahu kinerja masing-masing reksadana dan juga bisa membandingkan dengan pilihan yang ada. Investasi online diperkirakan akan meningkat, hal ini seiring dengan meningkatkan jumlah investor di Indonesia yang naik 104.88% dibandingkan dengan periode sebelumnya, menjadi 886.574 per 20 Desember 2016 (sumber: kompas.com).

Yang terakhir adalah disiplin kita berinvestasi, karena tanpa disiplin mustahil kita bisa mencapai dana yang kita impikan tersebut. Dengan investasi online, kita dimudahkan untuk memilih pemotongan /pendebetan langsung rekening kita untuk pembelian investasi tersebut. Caranya kurang lebih sama seperti kalau kita cicil rumah (KPR), bedanya kalau kita telat bayar cicilan rumah, akan ada yang datangin kita, telponin kita, sampai mengancam kita, tapi kalau kita telat taruh dana untuk investasi di rekening, tidak ada yang datengin atau telpon mengingatkan kita, yang kecewa adalah kita sendiri di ujungnya nanti.

Yuk mulai investasi…!

 

Catch me: @rizalplanner

Email: rizal.plannerindo@gmail.com

Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog ‘Blogging Competition – Reksa Dana Online DIM, Investasi Aman dan Mudah’. Isi dan tulisan dari artikel/blog post ini diluar tanggung jawab Danareksa Investment Management

blog competition

MOBIL BEKAS via REKSADANA

infinityFX37

Kalau beli mobil bekas memang perlu banyak yang di perhatikan, mesin nya, bodynya, servis nya dst dst.., yang jadi benefit kalau beli mobil bekas adalah kita tidak perlu membayar pajak untuk mobil baru.., tapi tulisan ini tidak untuk membahas mengenai hal-hal teknis seperti itu, tapi bagaimana membeli mobil bekas yang notabene aset yang terdepresiasi melalui instrumen yang terus terapresiasi. Kalau mobil rata-rata terdepresiasi 10-15% per tahun dan reksadana campuran mempunyai average return rata-rata 10-12% per tahun, maka kalau ada grafik, maka grafik harga mobil akan terus menurun, sementara grafik reksadana akan terus naik dan akan bertemu di suatu titik (titik equilibrium namanya), seperti grafik supply & demand (kebayang kaan..).

harga mobil vs reksadana

Misalnya, mobil baru 2011 Infinity FX37 harganya Rp. 1.1 Miliar, maka seken nya tahun 2014 harganya turun jadi Rp. 750 juta. Dalam waktu 3 (tiga) tahun menyusut Rp. 350 juta atau 32%, kurang lebih 11% per tahun.

Asumsi contoh yang digunakan misalnya: Mobil Infinity FX37 keluaran tahun 2011, mesin: 3696 cc, V6, 320 dk. Harga baru 2011: Rp. 1,1 Miliar, harga seken 2014: Rp. 750 jutaan. SUV ini merupakan salah satu kasta tertinggi dari Jepang yang mempunyai tenaga berlimpah. Selain itu tenaga pacunya mencapai 320 dk, daya pikat lain SUV ini mempunyai 4 roda penggerak, akan menambah rasa percaya diri saat di medan yang agak berat.

Jika dari informasi di atas, kita berandai-andai kembali ke tahun 2011, maka simulasinya:

Cicilan mobil baru per bulan selama 3 tahun (2011 – 2014): Rp. 34,7 juta/ bulan.

Sebaliknya, jika di tahun 2011 kita berencana untuk membeli mobil Infinity ini secara seken 3 tahun kemudian, maka  dari simulasi, tabungan dalam bentuk reksadana campuran per bulan selama 3 tahun (2011 – 2014) sebesar Rp.24,6 juta/bulan.

Jadi ada selisih sebesar Rp. 34.7 juta – 24,6 juta = Rp. 10,1 juta per bulan.

Tabel 1. Simulasi pembelian mobil Infinity FX37.

Tahun awal 2011 Tahun selesai  2014 Cicilan per bulan selama 3 tahun

 

Keterangan
Baru   Rp. 34,7 juta/bulan Cicilan kredit

 

  Bekas Rp. 24,6 juta/ bulan Tabungan dalam bentuk Reksadana
Selisih   Rp. 10,1 juta/bulan  

 

 

Bedanya Rp. 10,1 juta, cukup signifikan, bisa kita gunakan untuk investasi lainnya. Apalagi kalau kelas 2000 cc ke atas penyusutannya cukup signifikan dibandingkan dengan mobil dibawah 2000 cc, belum lagi kalau mobil Eropa.

Jadi kalau anda berkeinginan mempunyai mobil 3 tahun lagi dari sekarang, dan anda tahu berapa harga mobil tersebut saat ini, maka anda bisa menghitung berapa tabungan yang mesti anda siapkan sekarang dengan pilihan instrumennya. Kalau mau mobil periode yang lebih panjang, misalnya 5 tahun, tentu kita gunakan instrumen yang berbeda, tergantung kapan kita rencana beli mobil bekas tersebut.

 

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.plannerindo@gmail.com

YUK .., UKUR DIRI SENDIRI

source: xylem70.blogspot.com

source: xylem70.blogspot.com

Sebagai financial planner alias perencana keuangan, hal yang sering kami tanyakan kepada klien terkait dengan investasi adalah profil risiko dari klien. Maksudnya apa? Maksudnya: setiap orang punya sikap berbeda terhadap risiko. ada yang punya toleransi tinggi kalau kemungkinan hilangnya uang gede, ada juga yang toleransinya tipis, alias gak kuat kalau harus nanggung rugi. Nyari uangnya aja susah, apalagi ini sampai hilang.

Profil risiko seperti ini penting untuk menentukan alokasi aset yang akan di investasikan. Banyak faktor yang menjadi penentu profil seseorang, seperti usia, pengalaman investasi, toleransi risiko, tujuan investasi, serta jangka waktu.

Alat ukur pertama adalah usia: semakin muda seseorang, makin panjang jangka waktu yang ia punya untuk investasi jangka panjang dan kerugian jangka pendek yang dapat di toleransi, sebaliknya makin tua seseorang, maka makin sempit jangka waktu yang ia punya untuk berinvestasi pada high risk investment seperti saham, derivatif. Ini saya temui di lapangan, ada seorang bapak yang sudah pensiun ingin menginvestasikan hampir 60% dari dana pensiunnya untuk bermain saham. I am strongly advise not to, karena usia beliau yang sudah tidak muda lagi, selain itu jantungnya juga ga kuat kalau tiba-tiba uang pensiunnya loss 20% dalam sehari. Itu namanya judi kata bang haji.

Berikutnya yang perlu di ukur adalah, apakah kita sudah berpengalaman berinvestasi di pasar keuangan? Bagaimana anda di mendeskripsikan diri anda dalam investasi dan pengetahuan di pasar keuangan? Coba pilih yang berikut ini:

  • Baru mulai investasi sejak tahun lalu
  • Mengerti dasar-dasar investasi
  • Sudah berinvestasi selama beberapa tahun dan cukup percaya diri atas investasi yang dilakukan
  • Pengetahuan saya mengenai investasi sudah di atas rata-rata.

Toleransi risiko merupakan hal berikut yang perlu di ukur, penting untuk menentukan strategi investasi yang tepat, apakah anda bisa menerima jika kehilangan nilai investasi untuk jangka waktu tertentu demi untuk mendapatkan gain di masa yang lebih panjang? Berapa besar prosentase uang yang anda alokasikan pada instrumen berisiko tinggi? Misalnya, pada tahun 1998, terjadi krisis ekonomi di Indonesia yang menyebabkan harga saham jatuh lebih dari 20% , jika anda punya saham-saham yang jatuh tersebut, apa yang anda lakukan?

  • Jual semua saham (conservative)
  • Jual sebagian dari saham yang ada (moderate)
  • Simpan dan tidak menjual apapun (growth)
  • Beli lagi (dynamic)

Selanjutnya yang perlu diukur adalah: apa tujuan investasi anda? Apakah jangka panjang seperti untuk dana pensiun kita, atau untuk kuliah anak? maka saham, reksadana saham, properti merupakan instrumen investasi yang cocok, atau jika tujuannya hanya jangka pendek, seperti untuk beli motor, DP mobil, untuk berlibur, maka reksadana pasar uang, pendapatan tetap, bisa jadi merupakan pilihan investasi yang cocok.

Yang terakhir adalah time horizon, maksudnya berapa lama anda proyeksikan untuk menarik sebagian atau keseluruhan dana investasi anda?

  • Kurang dari 1 tahun (jangka sangat pendek)
  • Kurang dari 2 tahun (jangka pendek)
  • 2 sampai 5 tahun (jangka pendek menengah)
  • 6-10 tahun (jangka menengah ke panjang)
  • > 10 tahun (jangka panjang)

Maka, dari keseluruhan faktor di atas, profil risiko anda bisa di golongkan sebagai berikut:

Profil Risiko Investment  style
Conservative investor Anda adalah investor konservatif, dengan jangka waktu investasi sangat pendek atau pendek. Lebih mengutamakan menjaga kapital tapi anda juga menyadari bahwa investasi juga dibutuhkan agar lebih besar dari inflasi. Untuk pertumbuhan, anda menerima sedikit volatilitas, dimana investasi sesekali lebih rendah dari tingkat suku bunga bank.
Moderate investor Anda memiliki jangka waktu menengah sampai panjang untuk investasi anda. Anda menginginkan investasi anda bisa mengalahkan infasi, tapi anda tidak siap mengalami fluktuasi yang signifikan terhadap hasil investasi untuk mencapai tujuan.
Balanced investor Anda adalah investor jangka panjang yang menginginkan keseimbangan portfolio investasi. Anda bersedia menerima risiko yang sudah diperhitungkan untuk mencapai pertumbuhan kapital yang lebih maksimal. Anda sudah mempertimbangkan fluktuasi yang bisa terjadi dari waktu ke waktu.
Growth investor Anda adalah investor jangka panjang yang menginginkan hasil investasi yang lebih maksimal dan bersedia menerima volatilitas yang lebih tinggi dan risiko yang moderat. Perhatian utama adalah untuk mengakumulasi aset untuk jangka menengah sampai panjang. Anda mengingkan portfolio yang seimbang tetapi dengan elemen yang lebih agresif di dalamnya.
Dynamic investor Anda termasuk investor yang menginginkan pertumbuhan yang tinggi yang bersedia berkompromi untuk mencapai potensi pengembalian jangka panjang yang lebih besar. Keamanan modal adalah hal kedua dibandingkan dengan adanya potensi akumulasi kekayaan dalam jangka panjang.

 So, which one are you?

 

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com