Take Over = Hemat Waktu Cicilan

KPR take over

Ket: salah satu contoh iklan KPR Take Over dari salah satu bank swasta di Indonesia.

 

Kalau anda punya hutang rumah di bank dan suatu saat anda menjerit melihat tagihan rutin KPR (Kredit Pemilikan Rumah) anda naik, maka bisa dipastikan bunga KPR anda naik! Dan bunga ini bisa naik setiap 6 bulanan, sementara turunnya susah banget. Siapa sih yang gak senewen melihat tagihan yang naik? Sementara harga barang-barang kebutuhan juga terus naik.

Bank mengenakan floating rate, artinya suku bunga bank mengikuti pasar. Kalau patokan tingkat bunga naik, maka yang paling cepet naik adalah bunga kredit, sementara bunga tabungan & deposito paling lambat mengikuti kenaikan, dan begitu juga kalau patokan tingkat bunga turun. Kenapa? Karena bunga kredit adalah sumber pendapatan bank, sementara bunga tabungan dan deposito adalah kewajiban bank terhadap nasabah. Sebagai catatan BI rate per Kamis 14 Januari 2015 lalu turun dari 7.50% menjadi 7.25%.

Kalau ada penawaran KPR dengan bunga fixed rate 3 tahun dari suatu bank, maka ini bisa jadi salah satu solusi penghematan untuk anda dengan memindahkannya (take over). Ilustrasinya begini, kalau misalnya asumsi bunga floating rate bank saat ini 13,5% dan penawaran fixed rate 8.5%, maka dengan take over KPR, penghematan anda sebesar 5%, luar biasa kan? Ternyata penurunan rate 5% ini, jika dihitung dengan nilai cicilan yang sama, maka anda akan berhemat 2,5 tahun.

Tentu saja ada biaya-biaya KPR untuk take over (KPR yang di alihkan ke bank lain). Namun biaya ini hanya sekitar 5% dari total tagihan KPR, sementara penghematan total pokok dan bunga kurang lebih 30% dari nilai tagihan. Artinya anda berhemat 25% kan.

Ilustrasi tabel di bawah bisa menggambarkan kondisi ilustrasi di atas:

  Sebelum

Take Over

Sesudah

Take Over

 
  Rate KPR: 13.5% Rate KPR: 8.5% Selisih
Tingkat Bunga KPR

13.50%

8.50%

5.00%

Cicilan per bulan (Rp.)

         7,600,000

               7,600,000                        –
Jangka Waktu (tahun)                            10

7.5

2.5

Sisa Tagihan (Outstanding) (Rp.)

         500,000,000

                 500,000,000

0
Bunga+Pokok selama 36 bulan (Rp.)

         601,776,000

                 455,375,000

   146,401,000
Biaya take over (Rp.)  

                   17,060,000

 

 

Dari tabel di atas asumsikan nilai sisa tagihan (outstanding) sebesar Rp. 500.000.000, terlihat bahwa dengan nominal cicilan sebelum dan sesudah KPR take over mempunyai nominal yang sama Rp. 7.600.000, jangka waktu cicilan hemat 2,5 tahun menjadi 7,5 tahun. Selama 36 bulan pertama, selama masa fixed rate berlaku, anda juga berhemat untuk Bunga dan Pokok cicilan sebesar Rp. 146.401.000. Nilai penghematan Bunga dan Pokok ini setara dengan 30% dari nilai tagihan (outstanding). Sedangkan biaya take over sebesar Rp. 17.060.000 setara dengan 5% dari nilai tagihan (outstanding). Jika di net off, anda berhemat 25%.

Memang ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk take over, tapi jika anda sudah pernah disetujui untuk KPR, maka untuk take over kurang lebih syarat yang sama yang diperlukan.

Selanjutnya, jika sudah 3 tahun, dimana masa fixed rate sudah selesai, maka bunga akan kembali mengikuti pasar, pindahkan saja lagi KPR anda ke bank lain yang menawarkan fixed rate yang lebih rendah untuk jangka waktu tertentu.

 

Catch me: @rizalplanner

Email me: rizal.plannerindo@gmail.com

 

TAGIHAN KARTU KREDIT

pic source: credit.about.com

pic source: credit.about.com

rizalplanner_Tabloid Kontan 6Feb17

Tentu bagi anda yang punya kartu kredit, sudah paham benar, bahwa kartu kredit itu bukan “additional income”, tapi semata pengganti uang sementara. Selain KTA, sering sekali saya mendapatkan tawaran jasa “pemutihan” tagihan kartu kredit yang masuk via sms. Penawaran jasa yang ditujukan bagi pemilik kartu kredit yang sudah tidak mampu bayar lagi tagihan-tagihan nya dan sudah masuk black list.
Untuk menghindari agar anda tidak terbebani oleh tagihan-tagihan tersebut, maka anda harus mengukur dulu berapa besar kemampuan financial anda dalam membayar tagihan kartu kredit. misalnya max. 20% dari total income anda.
Bagi anda yang punya kartu kredit, tentu billing statement atau tagihan merupakan hal yang setiap bulan harus anda cermati. Tagihan kartu kredit ini mempunyai tanggal penagihan atau tanggal cetak (statement date), artinya tanggal lembar tagihan dicetak. Biasanya setiap bulan pada tanggal yang sama. Semua transaksi yang diterima dan dibukukan setelah tanggal tagihan sebelumnya hingga tanggal ini akan tertera pada lembar tagihan ini. Misalnya tanggal tagihan setiap tanggal 18, jika anda bertransaksi pada tanggal 19 Jan, tanggal penagihan atau tanggal cetaknya adalah tanggal 18 Februari. Jika anda transaksi tanggal 19 Jan, anda akan punya waktu untuk membayar tagihan tersebut sampai 45 hari (secara rata-rata, karena ada yang 48 – 50 hari) kemudian, yaitu tanggal 5 Maret. Dan selama 45 hari ini sampai jatuh tempo, tagihan anda tidak akan kena bunga. Hal lain yang perlu anda cermati adalah bila transaksi di mesin EDC – electronic data captured (itu lho mesin yang buat gesek kartu kredit) dari bank yang sama dengan penerbit kartu kredit anda, transaksi yang dibukukan akan masuk 1 hari setelah transaksi dilakukan, jadi kalau anda transaksi tanggal 17 Jan, akan dibukukan tanggal 18 Jan. Tapi jika antara kartu kredit anda dengan mesin EDC berbeda, maka butuh 2 -3 hari untuk masuk sebagai tanggal pembukuan. Misal tanggal transaksi anda tanggal 17 Jan, maka akan dibukukan tanggal 20 Jan.

Apa itu tanggal jatuh tempo (due date)? Tanggal ini adalah tanggal jatuh tempo pembayaran (payment due date) Anda. Antara tanggal cetak (18 Februari) dengan tanggal jatuh tempo (5 Maret) adalah 15 hari. Jika pakai contoh di atas, supaya track record anda baik, pembayaran diterima Bank penerbit kartu paling lambat tanggal 5 Maret. Artinya jika anda membayar melalui ATM dari bank yang sama tersebut, maka perlu waktu 1 hari untuk masuk sebagai tanggal pembukuan, misal kartu anda Bank X, tabungan anda juga di Bank X, maka pembayaran anda via ATM harus dilakukan maksimal tanggal 4 Maret supaya dibukukan tanggal 5 Maret pas jatuh tempo. Tapi jika pembayaran lewat bank lain (Bank Y) atau bank di luar penerbit kartu kredit, maka perlu 3 hari supaya pembayaran anda masuk dan dibukukan, berarti tanggal 2 Maret. Nah untuk pembayaran ini, mesti diperhitungkan, supaya jangan sampai pembayaran anda terlewat dari tanggal jatuh tempo, contoh ekstrimnya anda hanya transaksi Rp. 50.000, tapi denda dan bunga nya Rp. 100.000 karena lupa bayar sampai muncul tagihan di periode berikutnya.

Tanggal pembukuan sendiri adalah tanggal pada saat transaksi anda dibukukan di rekening kartu kredit Anda. Seperti ilustrasi di atas, tanggal pembukuan belum tentu sama dengan tanggal transaksi. Oleh karena itu jika anda sudah tahu triknya, anda bisa melakukan transaksi pada 1 hari sebelum tanggal jatuh tempo, sehingga tanggal pembukuan anda lewat dari tanggal cetak pada bulan tersebut, dengan catatan kartu kredit dengan mesin EDC berbeda. Tagihan akan muncul pada periode berikutnya. Contohnya masih nyambung cerita di atas, jika anda transaksi tanggal 17 Februari, maka baru akan dibukukan tanggal 20 Februari, artinya, due date dari tagihan anda adalah tanggal 3 April. Anda punya waktu 46 hari lagi untuk bayar.

Hal lain yang perlu diperhatikan dari kartu kredit adalah jangan pernah membayar pembayaran minimum, bayarlah selalu full amount dari total tagihan anda dan bayarlah sebelum tanggal jatuh tempo. Karena ini membantu anda mengurangi beban utang bunga berbunga yang dahsyat (interest compounding). Butuh waktu 3 tahun untuk melunasi tagihan bila hanya membayar minimum, dengan catatan tanpa melakukan transaksi-transaksi berikut lainnya.

Kalau ada yang terjebak dengan fasilitas kartu kredit ini, dengan catatan yang negatif di Bank Indonesia, maka sulit bagi anda untuk memperoleh fasilitas lain dari bank manapun untuk KPR, kredit investasi, kredit usaha dan fasilitas lainnya.

So be wise, manage your debt.

Catch me: @rizalplanner
Email me: rizal.planner@gmail.com

TIPS OPTIMASI KARTU KREDIT

 

source: pageonce.com

source: pageonce.com

Kalau anak sekolah atau anak kuliah dapat kartu kredit tentu senang sekali, bisa beli gadget baru, shopping, beli ini itu (istilahnya retail theraphy J), tinggal gesek, tanpa harus langsung bayar.

Tapi buat kita sebagai orang dewasa, yang punya keluarga, tentu dibalik kartu tersebut ada tanggung jawab besar, setiap kali kita gesek setiap kali itu pula kewajiban bayar hutang timbul.

 

Coba anda bayangkan kalau misalnya kita belanja Rp.1 juta hari ini, maka setelah 45 hari kemudian pada saat jatuh tempo kita tidak membayar, maka belanja kita akan menjadi Rp. 1.029.500 dan akan terus berbunga jika tidak dibayar, dimana dikenakan maksimum bunga kredit sebesar 2,95% per bulannya. Yang artinya bunga per tahun sebesar 35.4%. Ini kurang lebih sama dengan bunga KTA (kredit tanpa agunan) (lihat tulisan saya DI BALIK PENAWARAN KTA https://rizalplanner.wordpress.com/2013/01/07/di-balik-penawaran-kta/). Memang prinsip kartu kredit ini adalah pinjaman unsecured buat bank karena tidak ada agunan yang mengikat si pengguna kartu kredit sehingga sebagai kompensasinya bank mengenakan bunga yang tinggi seperti itu. Untuk urusan bunga, ada aturan dari Bank Indonesia yang mengatur batas maksimum suku bunga kartu kredit sebesar 2,95% per bulannya).

 

Saat ini bank berlomba-lomba menawarkan kartu kreditnya, dengan iming-iming poin atau hadiah tertentu sebagai gimmicknya. Oleh karena itu kita harus smart dalam mencermati penawaran-penawaran tersebut. Prinsip yang harus diperhatikan untuk mengoptimalkan kartu kredit:

  • Pilih kartu kredit dimana anda biasa menyimpan uang anda, karena itu akan mengingatkan dan mempermudah anda akan kewajiban (baca: bayar hutang) anda. Jika lebih dari satu, pilih yang sesuai dengan kebutuhan anda.

 

  • Pilih yang menawarkan free annual fee for life, saat ini sudah banyak bank yang menawarkan kartu beban iuran tahunan ini. Kalau ada terms and condition nya, perhatikan dengan cermat apa saja yang disyaratkan.

 

  • Perhatikan tanggal cetak billing (tagihan) dan tanggal jatuh tempo, ini penting, karena jika anda belanja setelah tanggal cetak billing maka tagihan akan jatuh tempo pada periode berikutnya, misalnya tanggal cetak billing setiap tanggal 18, maka jika anda belanja tanggal 19 maka kewajiban bayar anda baru akan tercetak 30 hari lagi plus 15 hari lagi untuk membayar setelah tanggal cetak berikutnya, sehingga total 45 hari, sehingga tanggal jatuh temponya adalah tanggal 3 bulan berikutnya. Jika anda bayar penuh (full payment) pada tanggal jatuh tempo, maka anda tidak akan dikenakan bunga maksimum itu. Tapi jika lewat tanggal jatuh tempo, maka siap-siap bayar bunga deh. This is one way how bank earn money. Kalau kita ga bayar-bayar maka akan ada peringatan-peringatan terlebih dahulu sampai kalau sudah lewat batas tertentu tidak bayar juga, maka akan di datengin preman-preman yang siap nagih ke anda, seperti kasus salah satu bank asing yang membuat si nasabah meninggal. (sepertinya tidak perlu saya sebutkan nama bank dan orangnya disini).

 

Summary nya sbb:

 

Tanggal transaksi Tanggal Cetak billing Tanggal Jatuh Tempo Keterangan
17 Maret 18 Maret 3 April Meskipun baru 1 hari, tanggal cetak billing tetap tgl 18 pada periode yang sama.
19 Maret 18 April 3 Mei Karena tanggal transaksi lewat dari tanggal 18, maka baru akan di cetak pada periode berikutnya.

 

 

  • Kalau sudah nunggak bayar, urusannya jadi panjang, nama anda akan masuk black list di Bank Indonesia, dan dampaknya jika anda mau pinjam dana lagi ke bank, akan sulit, karena record anda yang jelek di perbankan. Bank akan mengecek terlebih dahulu status anda di Bank Indonesia, apakah pernah macet kreditnya? Oleh karena itu hati-hatilah dalam menggunakan kartu kredit.

 

  • Selain itu yang harus anda perhatikan adalah, bahwa maksimal belanja yang sebaiknya dapat anda gunakan adalah 15% dari penghasilan anda, agar tidak mengganggu cash flow anda, angka 15% ini diluar kewajiban anda yang harus di bayar untuk cicilan rumah. Jadi misalkan gaji anda Rp. 10 juta, maka maksimum hutang diluar cicilan rumah Rp. 1,5 juta.

 

  • Jika anda sering travelling, makan enak di restoran, belanja, maka gunakan poin atau penawaran yang ada, misalnya diskon 50% untuk makan di restoran tertentu, adanya potongan biaya tiket jika kita gunakan poin di kartu kredit tertentu, atau adanya life insurance yang meng cover setiap kali kita gunakan kartu kredit tersebut untuk membeli tiket pesawat. Semua itu akan mengoptimalkan kartu kredit kita bila kita cermat.

 

So be wise and be smart dalam menggunakan kartu kredit.

 

Catch me: @rizalplanner

Contact me: rizal.planner@gmail.com